|
|
Dua hari kemudian, aku pergi sejak pagi ke
rumah temanku. Ibuku tinggal sendirian di rumah, adikku masih pergi
liburan. Waktu aku pulang agak siang, aku lagi-lagi mendapati pintu
rumahku tertutup, tapi aku lihat ada sandal laki-laki di luar rumah.
Mungkin Ibuku lagi nih, atau ayahku sudah pulang. Akhirnya aku putuskan
untuk mengintip dari sela-sela kaca ruang tamu.
Kulihat ibuku tengah ngobrol dengan seorang laki-laki, ku kenal dia
karyawan ayahku yang tinggal di kampung menjaga ternak kami. Namanya
Pak Karmin, orangnya tinggi besar dan hitam seperti orang negro. Pak
Karmin mau pamit pulang. Dia berdiri dan hendak melewati ibuku yang
duduk di sofa. Ibuku memegang tangannya. Pak Karmin menoleh heran.
"Ada apa Bu?" tanyanya.
"Kamu mau langsung pulang Min?"
"Iya, Bu. Ternak nanti nggak ada yang ngasih makan."
"Istri dan anak kamu kan ada."
"Tapi itu tugas saya Bu."
"Kamu jangan cuma bisa merawat sapi-sapi itu, Min."
"Cuman itu yang saya mampu, Bu."
Ibuku masih memegang tangan Karmin dan dia masih berdiri tepat di hadapan Ibuku yang duduk.
"Kamu sepertinya bisa yang lain, Min."
"Maksud Ibu apa?" tanyanya lugu.
"Kamu bisa merawat saya sebentar."
"Merawat gimana bu?" tanyanya makin bingung.
Ibuku tak menjawab, tapi langsung tangannya beraloh ke selangkangan Pak Karmin. Pak Karmin terkejut dan sedikit mundur.
"Nggak usah takut, Min. sini, kamu rawat Ibu dulu."
"Jangan bu, nanti Bapak tahu."
"Bapak di luar kota, Min, nggak ada di rumah ini."
"Anak Ibu?"
"semua sedang pergi. Ayo sini maju."
Karmin seperti dicocok hidungnya maju ke arah Ibuku yang langsung
menyambut dengan kemabli menggerayangi selangkangan Pak Karmin yang
Masih berdiri.
"Udah lama aku pengen ini-mu, Min." kata Ibuku sambil menyentuh
kontol Pak Karmin yang tampaknya mulai menegang, terlihat dari celana
yang dipakainya menggelembung di sekitar selangkangan.
Pak Karmin diam saja berdiri di depan Ibuku yang terbakar birahi.
lalu pelan Ibuku menarik ke bawah celana Training yang dipakai Pak
Karmin hingga kontolnya muncrat keluar. Ternyata Pak Karmin nggak pakai
CD, memang orang di kampung jarang yang pakai CD. Ibuku langsung
terbelalak melihat penis yang begitu panjang dan besar. Aku juga
sedikit kaget melihat penis sebesar itu. Akbar dan Pak Sharif kalah.
Ibuku langsung mengjilati kepala penis itu pelan seperti makan es krim.
Pak Karmin menggelinjang kegelian, mungkin belum pernah kontolnya di
hisap istrinya. Kepala penis Pak Karmin jadi sasaran empuk hisapan
Ibuku yang mulai memasukkan penis Pak Karmin ke mulutnya. Pak Karmin
mendesis.
Tangannya memegang kepala ibuku dan meremas rambutnya. Ibuku
berdiri dihadapan Pak Karmin, meraih tangannya dan meletakkan di dada
Ibuku. Pak Karmin mulai aktif dan melepas baju daster yang dipakai
ibuku. Melepaskan ikatan di pundak hingga jatuh ke bawah dan nampaklah
dihadapannya Ibuku Cuma memakai CD dan Bra berwarna putih. Tangan ibuku
masih berada di penis Pak Karmin. Lalu ibuku membuka kaos yang dipakai
Pak Karmin hingga terlihat dadanya yang bidang dan hitam. Ibuku
terlihat semakin bernafsu. Lalau melepaskan training yang dipakai Pak
Karmin hingga dia telanjang bulat. Pak Karmin menunduk dan mencumbui
tetek Ibuku yang masih terbalut Bra. Ibuku mengocok kontol Pak Karmin.
Mereka berpagutan mesra, suara cipokan bibir mereka terdengar.
"Mmhh.."
Tangan Pak Karmin meraba punggung Ibuku dan melepaskan kansing
Branya. Lalu dia meremas payudara Ibuku pelan, menunduk dan
mengecupnya. Lidahnya menjilati puting tetek Ibuku yang muali mengerang
dan menggelinjang. Tangannya terus mengelus kontol. Pak Karmin makin
liar, mencumbu terus payudara ibuku, menggigit dan menjilat.
Ibuku mendorong tubuh Pak Karmin duduk di sofa. Pak Karmin
mengangkangkan kakinya, ibuku berlutu dihadapannya dan mulai menjilati
kontol Pak Karmin yang tegak berdiri, hitam dan menantang. Ibuku
menjilati dari bagian buah peler, lalu menuju ke atas, ke arah kepala
penis, disana dia memasukkan kepala kontol ke mulutnya dan memainkan
dengan lidah di dalam mulut. Pak Karmin menggelinjang hebat.
"Ohhss.."
Tangan Ibuku mencengkeram penis itu dan menjilatinya lagi dari
setiap sudut. Pak Karmin menggelinjang. Ibuku memasukkan semua penis ke
multunya dan mengocoknya pelan, maju mundur.
"Ohh.. Buu.. teruss.. Bu.. enakk.. hh.."
Ibuku makin liar dan mengocok penis Pak Karmin sambil mengulum buah
pelernya. Pak Karmin menggelinjang lalu menjerit tertahan. Spremanya
muncrat ke sekitar perut dan wajah Ibuku. Ibuku menjilati sperma itu
sampai bersih. Pak Karmin terduduk lemas di sofa. Ibuku bangkit ke
dapur mengambil air minum dan memberikannya pada Pak Karmin.
"Gimana, Min?"
"Terima kasih Bu, nikmat sekali. Saya baru tahu cara begitu."
"Istrimu nggak pernah mengisap kontolmu?"
"Nggak pernah Bu, kami kalo ngentot aku yang di atas dan dia di
bawah, udah. Pernah sih bu, aku nonton film porno trus melihat
gaya-gaya ngentot, tapi waktu kupraktekkan sama istriku dia nggak
suka."
"Kampungan istrimu. Makanya sering-sering ke sini, Min, kalo Bapak nggak ada."
Ibuku duduk di samping Pak Karmin yang masih lemas telanjang. Lalu
memasukkan tangannya ke vaginanya sendiri yang masih terbalut CD. Dia
mencoba masturbasi di depan Pak Kamrin dan mencoba merangsangnya lagi.
Pak Karmin tidak lama langsung konak lagi, penisnya mulai ngaceng lagi.
Lalu dia berdiri, meraih kaki Ibuku dan melepaskan CD putih Ibuku. Lalu
dia berlutut di hapan vagina Ibuku yang mengangkang. Pelan dia
menjilati vagina Ibuku.
"Bu, memek Ibu harum ya."
"Ya, karena dirawat, Min. terus jilatin, Min."
Pak Karmin menjilati sekitar vagina Ibuku, lalu menjilati
klirotisnya pelan. Menusuk-nuskkan lidahnya ke vagina Ibuku yang asyik
merem-melek dan menggelinjang pelan.
"Teruss, minn..enak minn.." erang Ibuku membuat Pak Karmin makin
semangat. Tangannya juga Ikut memainkan klirotis Ibuku sementara
lidahnya menjilati sekitar vagina.
Pak Karmin berlutut dan mengarahkan penisnya ke vagina Ibuku.
"Masukkan, Min, kontolmu itu."
"Iya, Bu."
Pak Karmin menekan kontolnya pelan-pelan karena ibuku sepertinya
takut juga dengan ukuran kontolnya Pak Karmin. Tubuh Pak Karmin condong
ke depan dan tangannya bersandar pada sofa tempat Ibuku mengangkang.
Ibuku membantu mengarahkan penis Pak Karmin ke lubang vaginanya. Begitu
kepalanya masuk, Pak Karmin mengocoknya pelan sebatas kepala yang
masuk. Sesekali mereka mengulum bibir dan menjilati lidah. Lalu Pak
Karmin menekan sedikit lagi penisnya, Ibuku memegang bahu Pak Karmin
dan menggigit bibirnya. Pak Karmin kembali mengocok penisnya di vagina
Ibuku setengah batang penisnya masuk. Ibuku mengerang-erang.
"Teruss Min.. teruss.."
"Nggak sakit Bu?"
"Nggak min, enakk.. genjot terus kontolmu itu Min."
"Iya Bu."
Pak Karmin menggenjot lagi kontolnya hingga masuk nyaris ke
pangkalnya, ibuku menekan perut Pak Karmin karena kontolnya terlalu
menekan ke liang vaginanya.
"Kontolmu panjang sekali Min." kata Ibuku.
Pak Karmin langsung menekan sema penisnya ke lubang vagina Ibuku
membuat dia menjerit tertahan. Pak Karmin lalu menciumi payudara Ibuku
mencoba menenangkannya. Setelah ibuku tenang, kembali dia menggenjot
penisnya pelan. Ibuku sepertinya mulai terbiasa. Muali bisa menikmati
kontol Pak Karmin yang ukuran jumbo itu. Pak Karmin melepaskan
penisnya, menaikkan kaki Ibuku ke atas dan memegangnya diatas. Lalu
kembali Ibuku menuntu kontol itu masuk ke vaginanya. Pak Karmin kemabli
mengocok pelan, seirama.
"Teruss.. Minn.. entotin teruss, memekku gatall.. teruss Minn, makin kencang Minn..".
Pak Karmin semakin mempercepat kocokannya membuat Ibuku
menggelinjang hebat dan menjerit-jerit tertahan. Lalu Pak Karmin
menyuruh Ibuku menungging di lantai. Pelan dia memasukkan penisnya ke
vagina ibuku lewat belakag. Ibuku menumpu pada sofa. Pak Karmin
mengangkat pantat ibuku sedikit naik hingga dia bisa berdiri lalu mulai
mengocok dari belakang dengan memegang pantat ibuku. Tubuh mereka
bergerak perlahan seiring dengan desahan tertahan dan erangan.
Pak Karmin melepaskan penisnya dan gantian duduk di sofa. Ibuku
dianikkan ke atas pahanya. Penis menancap perlahan, setelah dalam Ibuku
mulai menggejot dari atas tubuh Pak Karmin.
"Ohh.. Min.. enak sekali kontolmu Min.."
"Iya Buu.. memek Ibu juga enak, kayak perawan."
"Itu karena kontolmu gede Min, makanya nggak muat."
"Terus genjot Bu.. enakk.."
"Iya.. Min.. sshh.."
Ibuku semkin kencang menggejot pantatnya di tubuh Pak Karmin yang meremas punggung dan menjilati payudaranya.
Kocokan mereka semakin kencang dan akhirnya kedua orang itu
berpelukan erat waktu orgasme. Mereka berkuluman bibir pelan. Lalu Pak
Karmin mengangakat tubuh Ibuku dan membaringkannya di kapet di lantai.
Mereka terbaring bersampingan dengan lemas. Pak Karmin menopang
kepalanya dan menoleh ke arah Ibuku.
"Terima kasih ya Bu, atas kesempatannya."
"Sama-sama Min, sering-sering ke sini, kalo Bapak nggak ada, ya"
"Beres bu. Saya pamit pulang dulu Bu."
"Mandi dulu, sana."
"Nanti aja di rumah Bu, nanti nggak ada lagi angkutan ke desa"
Lalu ibuku beranjak dengan telanjang ke kamar sementara Pak Karmin memakai pakaiannya. Ibuku keluar dengan handuk melilit tubuh.
"Nih, untuk ongkos. Salam untuk istrimu ya, Min."
"Makasih ya Bu."
Pak Karmin langsung pergi berbalik ke pintu, Ibuku mengikuti dari
belakang. Sebelum pintu terbuka, Ibuku memeluk Pak Karmin lagi dari
belakang dan meremas selangkangannya. Pak Karmin berbalik dan kembali
mencium ibuku, lalu dia pergi.
Seminggu kemudian ada arisan ibu-ibu di rumahku. Ibuku memanggil
beberpa anak perempuan tetangga kami untuk membantu memasak dan
membersihkan rumah. Termasuk Ririn, cewek yang pernah ngentot dengan
adikku dan pernah juga kukerjai walaupun belum sempat kuentot. Aku
nonton VCD BF di kamarku di komputer. Pintu kukunci dan kegiatan di
luar sama sekali tak kuhiraukan.
Menjelang malam, semua tamu sudah pulang. Aku turun dan mendapati
Ibuku tengah berbincang di beranda belakang menghadap ke kebun buah.
Ririn dan dua temannya sedang bersih-bersih. Aku pergi ke kamar mandi.
Selesai mandi, Ririn malu-malu menawariku makan, aku mengiyakan dan dia
menyediakan makanan di meja. Temannya masih bebenah di ruang tamu.
Selesai makan aku dengar Ririn pamit pulang dengan temannya. Ibuku
pindah ke ruang nonton TV dengan seorang temannya, Bu Kristine, seorang
janda yang jadi teman akrab Ibuku. Aku bergabung dengan mereka, tapi
sepertinya mereka malah terganggu dan beranjak ke kamar Ibuku. Aku
penasaran dan pergi ke samping kamar Ibuku dan menguping percakapan
mereka dari luar jendela.
"Gimana jeng, kau masih sering maen sama si Akbar itu nggak?", tanya Bu Kristine pada Ibuku.
"Masih dong Jeng, dia kan hot, masih muda dan kontolnya itu lho", mereka cekikian berdua.
"Kemaren aku ngentot sama Sarif, oh Jeng, enak banget lho,
kontolnya sama dengan Akbar lho, sayang aku nggak bisa bayar si Akbar
itu"
"Lah, aku juga baru maen sama Sarif seminggu lalu di ladangnya, istrinya kan sedang pergi"
"Kalau aku di rumahku Jeng, jadi lebih leluasa. Puas banget aku."
| Title | Author | Views |
| Ngentot dengan Ari, Suami Temanku |
Wika Erlangga |
96,317 |
| Pagar Makan Tanaman - 1 |
robby_g88@yahoo.com |
65,809 |
| Percaturan Birahi Istriku - 1 |
rm4gedon@yahoo.com |
56,375 |
| Percaturan Birahi Istriku - 2 |
rm4gedon@yahoo.com |
52,684 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
52,421 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 3 |
tante_mirna@yahoo.com |
51,816 |
| Skandal Keluarga 4: PRT |
bocahsemarang@yahoo.com |
45,470 |
| Pagar Makan Tanaman - 2 |
robby_g88@yahoo.com |
42,485 |
| Orgasme dengan Bertukar Pasangan 01 |
tante_mirna@yahoo.com |
40,556 |
| The Fantasy Reality - 1 |
r3n0r4@yahoo.com |
39,162 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 5 |
tante_mirna@yahoo.com |
38,900 |
| Mencoba Tukar Pasangan |
Jayus |
36,249 |
| Vivi, Istri Cantik yang Kecewa dengan Suami |
Bendot |
35,823 |
| Mantan Pacarku Tersayang - 1 |
SILKVLVT@YAHOO.COM |
34,965 |
| Selingkuh dengan Ketua RT - 1 |
marini_adit@yahoo.com |
31,449 |
|
|
|
|
|
|
|