|
|
Dari bagian 2 Kini irama percumbuan sudah berganti menjadi upaya intensif untuk
secepatnya meraih puncak kenikmatan. Mulutku meracau hebat menahan
derita dan sekaligus siksaan yang nikmat. Pantatku naik turun menjemput
jari-jari Pak Anggoro agar lebih intens mengocok nonokku. Tangan kiriku
meremas belikat dan ketiak Pak Anggoro yang penuh bulu. Dan Pak Anggoro
dengan tenang dan dinginnya terus melahap dadaku, payudaraku,
puting-puting payudaraku sekaligus jari-jari tangan kanannya merogoh
liang vaginaku dan mengorek-orek saraf-saraf pekaku di dalamnya.
Tiba-tiba perasaan ingin kencing-ku hadir. Ini hebat sekali. Kami
belum melepas selembar pakaianpun dari tubuh. Tanda-tanda aku akan
kembali meraih orgasmeku dimulai dengan perasaan kencingku yang seperti
ini. Seperti perasaan yang sama saat aku disetubuhi Rendi, Burhan,
Wijaya dan Basri kemarin, rasa ingin kencingku ini sangat
mendesak-desak datang dari dalam vaginaku. Mungkinkah aku akan meraih
orgasme hanya dengan ciuman dan permainan jari-jari tangan Pak Anggoro?
Pak Anggoro sangat pengertian akan apa yang sedang berlangsung pada
diriku. Dan beliau pasti juga sangat tahu bagaimana cara
menyelesaikannya. Beliau biarkan tangan-tanganku yang liar mencubit dan
mencakar-cakar tubuhnya. Beliau bebaskan aku untuk mendesah dan
merintih sekeras-kerasnya. Beliau penuhi keinginanku akan jari-jarinya
agar lebih menembus lagi dalam-dalam ke liang vaginaku. Beliau
tingkatkan sedotan, ciuman dan jilatannya ke ketiakku, ke dada ranumku,
ke payudaraku, ke puting-putingku. Dan aku kini bak kuda betina yang
penuh kelaparan dan kehausan.
Sampai dengan saat, yang pada akhirnya, orgasmeku datang, kuangkat
pantatku tinggi-tinggi. Kakiku bergerak kesana kemari merangsek apapun
yang bisa kujadikan tempat pijakan agar cairan birahiku bisa tumpah
tanpa hambatan. Tangan kananku meraih, meremas dan nyaris merobek
kemeja Pak Anggoro. Aku berteriak sekeras-kerasnya dalam kamar
President Suite yang sangat mewah dan kedap suara itu. Dan akhirnya,
cairanku, cairan birahiku, air mani keperempuananku meledak, membanjir
panas membasahi tangan-tangan Pak Anggoro, tanpa lagi ada yang mampu
membendungnya.
Yang kuingat setelahnya hanyalah aku merasakan tubuhku diangkat ke
kasur dan di telentangkannya dengan kaki-kakiku tetap terjuntai ke
karpet kamar mewah ini. Kulihat sepintas Pak Anggoro menjilati tangan
kanannya yang basah oleh cairan birahiku. Kemudian beliau membungkukkan
tubuhnya, kepalanya dia benamkan ke selangkanganku dan tenggelam ke
celana dalamku. Aku rasakan kemudian mulut Pak Anggoro menyedoti
basahnya celana dalamku dan menjilati cairan-cairanku. Aku biarkan,
sementara sambil menikmati derasnya cairan yang belum kunjung habis,
terasa nonokku mengempot-empot memompa dan memeras cairanku agar keluar
dengan tuntas. Aku menarik nafas panjang. Kumaklumi bahwa Pak Anggoro
masih menapaki nafsunya dan masih jauh dari puncak kenikmatannya. Aku
juga ingat kata seorang temanku bahwa perempuan seperti aku bukan tidak
mungkin meraih orgasme secara berturut-turut berkesinambungan, multiple
orgasm.
Saat darahku sudah sedikit mereda, kesadaranku akan kehadiran Pak
Anggoro telah pulih secara utuh, sementara aku yakin dengan kemungkinan
multiple orgasm itu, kuraih bahu Pak Anggoro ke atas tubuhku. Kuraih
tubuhnya agar menindih tubuhku. Kucoba kuraih celananya, kulepas ikat
pinggang dan kancing-kancingnya. Pak Anggoro tahu keinginanku yang juga
memang keinginannya pula. Dengan celananya yang masih setengah merosot
hingga ke pahanya, dia mengeluarkan kontolnya dari celah celana
dalamnya. Aku sempat sekilas melihatnya. Ukurannya tidak luar biasa.
Biasa-biasa saja. Sedikit lebih kecil daripada kontol Basri tetapi yang
pasti lebih besar daripada kontol Mas Adit suamiku. Kontol Pak Anggoro
sangat tegang dan keras. Dalam usia beliau, mungkinkah dia menggunakan
obat-obatan khusus agar kontolnya bisa ngaceng sebegitu rupa?
Aku merenggang melebarkan pahaku. Nonokku telah siap menerima
tusukan kontol Pak Anggoro. Setelah beliau menempelkan kepalanya tepat
pada lubang vaginaku dari celah celana dalamku yang sebelumnya
dikuaknya, direbahkannya tubuhnya ke tubuhku. Tubuhku menggeliat hebat
saat disentuh bulu-bulu yang tumbuh di sekujur tubuhnya. Tubuhku yang
lembut dan halus serta relatif kecil ditindih dengan tubuh Pak Anggoro
yang putih gempal penuh bulu-bulu. Perasaan merinding langsung merasuki
sanubariku. Gelombang nafsu birahiku dengan cepat kembali melandaku.
Kontol yang mulai didesakan ke memekku terasa menembus lubang vaginaku.
Aku menjerit kecil. Selanjutnya Pak Anggoro mulai mengayun.
"Jeng Marinii.., Jeng Marinii, Jeng Marinii, Jeng Marinii..", dia mendesah dengan memangil-manggil nama asliku.
Begitu terus berkepanjangan setiap kali kontolnya dengan pelan
masuk dan dengan pelan pula ditariknya keluar. Cara seperti itu terus
terang sangat menyiksa birahiku. Aku meracau. Mataku membeliak-beliak.
Kepalaku menggoyang ke kanan dan ke kiri menahan nikmatnya tusukan. Dan
rasanya aku kembali ingin kencing. Kuisyaratkan pada Pak Anggoro agar
ayunannya dipercepat. Pantatku menggelinjang-gelinjang naik turun ingin
mempercepat ayunan dan pompaan kontol Pak Anggoro ke memekku. Apakah
aku akan merasakan yang namanya multiple orgasm?
Genjotan Pak Anggoro semakin dipercepat. Bibirnya langsung
mencaplok bibirku. Aku kembali menikmati ciuman hebat Pak Anggoro.
Lidahnya yang besar itu menyeruak ke rongga mulutku, mencari ludahku,
mencari lidahku. Aku berikan semuanya. Aku mengimbangi genjotannya
dengan memutar-mutar pantatku dengan bayangan dan harapan bahwa kontol
Pak Anggoro akan lebih menghunjam dan menikam memekku dengan lebih
keras. Keinginan dan desakan kencing dari dalam vaginaku tak mampu lagi
kutahan. Aku menjadi sangat haus.
"Aaahh, Pak Anggoroo.., ludahi mulutku Paakk, aku hauuss, oohh.."
Setelah sadar nanti aku tidak habis heran, dari mana keinginan
mulutku untuk diludahi Pak Anggoro. Aku terus mengangakan mulutku. Aku
lihat di bibirnya, Pak Anggoro membuat gumpalan-gumpalan air liur untuk
diludahkan ke mulutku. Dan setiap gumpalan yang jatuh kukecapi kemudian
kutelan. Berkali-kali gumpalan itu jatuh dari mulutnya dan kutelan.
Birahiku meledak, meletup-letup dan mendongkrak seluruh tubuhku.
Genjotan kontol Pak Anggoro serta ludah-ludahnya yang dijatuhkan ke
mulutku membuatku kehilangan kendali. Orgasmeku telah kembali muncul di
ambangnya. Dan Pak Anggoro sendiri kurasakan juga sudah mencapai
ambangnya. Kontolnya terasa semakin sesak memenuhi rongga vaginaku.
Saraf-saraf pekaku pada dinding vaginaku terus memijat dan meremas
batangan kontol itu. Dan isyarat terakhirpun akhirnya muncul.
Dengan pagutan keras serta jambakan pedih pada rambutku, kontol Pak
Anggoro menyemburkan lahar panas di dalam vaginaku. Kedutan-kedutan
besar kurasakan memompa keluar seluruh cadangan air mani dari
kandungannya. Air mani Pak Anggoro terasa sangat kental dan legit.
Entah sebanyak apa yang tumpah ke kemaluanku itu. Dan yang kemudian aku
rasakan sangat luar biasa hebat adalah, pada saat bersamaan, multiple
orgasm-ku juga muncrat tak tertahan. Berjuta rasanya. Lebih dalam dan
lebih memeras nikmat daripada yang pertama, dengan tanpa mengurangi
kenikmatan yang pertama tadi.
Kukuku menancap dan telah membuat punggung Pak Anggoro sedikit
terluka. Pak Anggoro tidak mempersalahkan nafsuku yang menggila itu.
Kami berpacu dalam dera nikmat tak terhingga hingga nafas kami mereda.
Keringatku bersimbah walaupun AC kamar mewah ini sangat dingin. Kami
langsung rebah. Sepi. Kecuali nafas-nafas panjang kami.
Untunglah, akhirnya suhu dingin AC kamar mewah ini menyelimuti
tubuh-tubuh kami yang baru saja terbakar, hingga dengan cepat kami
merasakan kesegaran kembali. Keringatku akhirnya hilang. Kami terlelap
dalam nafas dan jiwa yang sangat lega. Hening.
Aku terbangun saat kurasakan ada yang menyibakkan wajahnya di
selangkanganku, di nonokku. Rupanya Pak Anggoro sedang menjilati
kemaluanku. Dia menyedot cairan-cairan di dalamnya. Kali ini cairan
campuran antara milikku dan miliknya sendiri. Rupanya hal demikian
bukan jadi masalah bagi Pak Anggoro yang nampaknya termasuk kategori
"pengejar kenikmatan" ini. Dan kulihat juga, ternyata kontolnya belum
juga surut dari ereksinya. Aku jadi teringat, mungkin itu karena
pengaruh obat perangsang seperti Viagra, barangkali.
Dia tahu bahwa aku terbangun. Aku mengelus kepalanya. Kubiarkan dia
memuaskan dirinya. Bahkan aku membantunya dengan cara mengeluarkan
desahan-desahan. Orang seusia Pak Anggoro akan peka terhadap desahan
perempuan seperti aku yang usianya sama dengan usia anaknya. Itu memang
fantasi seks orang-orang seumurnya. Menyetubuhi daun-daun muda dan
masih mampu menunjukkan kejantanannya dan bahkan masih mampu membuat
perawan mudanya blingsatan menahan nikmat.
Aku lihat kini tangannya meremas kontolnya sendiri. Ah.., aku jadi
iba. Aku tiba-tiba merasa bersalah. Apakah aku belum sepenuhnya
memberikan kepuasan padanya. Sementara dia telah memberikan kepuasan
padaku. Aku telah dibuatnya orgasme berturut-turut sebanyak 2 kali,
sesuatu yang tak pernah kudapatkan dari Mas Adit suamiku. Aku harus
menolongnya. Aku mencoba beringsut menjangkau tubuhnya, kakinya. Tanpa
melepas sedotan bibirnya pada vaginaku, aku berusaha menindihkan
tubuhku dan mendekatkan wajahku ke selangkangannya. Aku mainkan
hubungan gaya 69 untuk Pak Anggoro.
Nampaknya Pak Angoro langsung menikmati apa yang kulakukan padanya.
Desahannya langsung kudengar. Desahan yang tersendat-sendat, setiap
kali aku melakukan jilatan ataupun isapan pada kontolnya, pelirnya,
jembutnya atau yang lain lagi di sekitar selangkangannya. Aku lakukan
dengan sepenuh nikmat yang bisa kurasakan dan kudapatkan. Selangkangan
Pak Anggoro yang sangat bersih, putih dengan bulu-bulu di pahanya,
aromanya, sangat merangsang birahiku. Aku menciumi dan menjilati
selangkangan dan kontol Pak Anggoro dengan nafsu binalku. Dan ketika
saatnya datang, Pak Anggoro bangkit. Tubuhku dibangunkannya dan
disenderkannya ke "back-drop" tepian ranjang hotel itu. Diberikannya
bantal pada punggungku. Kemudian dia turun ke lantai mendekatkan
selangkangannya kepadaku. Tepat di wajahku. Dengan kaki kirinya naik ke
kasur dan kaki lainnya tetap di lantai, dia sorongkan ujung kontolnya
ke bibirku. Dia menginginkanku mengulum kontolnya. Dia ingin memompa
mulutku. Aku langsung melahap kontolnya. Aku ingin Pak Anggoro
mendapatkan kepuasan dari layananku. Aku ingin tunjukkan padanya bahwa
aku juga mampu memberikan yang terbaik dari yang terbaiknya yang pernah
dia dapatkan dari orang lain.
Aku terus mengulum sambil menggenggam kontolnya agar tetap pada
lubang mulutku. Kemudian sesekali kukeluarkan dan kusapu kepalanya
dengan lidahku. Dengan membeliak sambil mendongakkan kepalanya ke
langit-langit kamar mewah ini serta menikmati kulumanku, pantat Pak
Anggoro maju mundur mendorong kontolnya untuk merespons pompaan
mulutku. Desahan nikmatnya terus datang bertubi. Tangannya meraih
kepalaku untuk memastikan bahwa mulutku selalu mengulum kontolnya.
Tangan kananku berpegang pada pahanya yang berbulu lebat itu. Aku masih
merinding setiap kali tanganku menyapu bulu-bulu itu.
Aku merasakan betapa Pak Anggoro sangat menikmati posisi ini.
Beberapa kali jari-jari tangannya mengelus bibirku yang monyong karena
kontolnya yang menyesaki mulutku. Dia elus-elus bibirku. Mungkin dia
melihat dan menikmati keindahan yang kontras dari sebuah bibir cantik,
lembut dan mungil milikku ini dengan kontol miliknya yang kaku penuh
urat-urat yang dengan kasarnya menyesaki mulut itu. Akhirnya kurasakan
kedutan besar dari kontol Pak Anggoro. Spermanya memancar dari
kantongnya. Aku akan selalu mengenang saat-saat seperti ini. Kedutan
inilah yang selalu kunantikan dan kurasakan nikmatnya pada tanganku
yang menggenggamnya. Kedutan ini berasal dari saluran besar berupa pipa
urat spermanya yang terpompa keluar dikarenakan desakan birahi yang
sudah sampai di puncaknya. Kedutan pertama disusul dengan kedutan
kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam sampai ke tujuh.
Ke bagian 4
| Title | Author | Views |
| Ngentot dengan Ari, Suami Temanku |
Wika Erlangga |
32,999 |
| Pagar Makan Tanaman - 1 |
robby_g88@yahoo.com |
29,764 |
| Percaturan Birahi Istriku - 1 |
rm4gedon@yahoo.com |
27,748 |
| Percaturan Birahi Istriku - 2 |
rm4gedon@yahoo.com |
26,119 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
24,654 |
| The Fantasy Reality - 1 |
r3n0r4@yahoo.com |
23,833 |
| Skandal Keluarga 4: PRT |
bocahsemarang@yahoo.com |
22,060 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 5 |
tante_mirna@yahoo.com |
20,223 |
| Pagar Makan Tanaman - 2 |
robby_g88@yahoo.com |
19,834 |
| Mencoba Tukar Pasangan |
Jayus |
19,203 |
| Perselingkuhan Ibuku 05 |
dave_putu@yahoo.com |
16,828 |
| Mantan Pacarku Tersayang - 1 |
SILKVLVT@YAHOO.COM |
16,479 |
| Selingkuh dengan Ketua RT - 1 |
marini_adit@yahoo.com |
15,847 |
| The Fantasy Reality - 2 |
r3n0r4@yahoo.com |
15,614 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
15,220 |
|
|
|
|
|
|
|