|
|
Baru tiga bulan aku menikah dengan seorang
gadis cantik keturunan Chinese bernama Tiara, pangilannya Rara. Aku
sendiri pria keturunan Chinese bernama Reno, dengan tinggi badan 185
cm, atletis. Aku memimpin suatu perusahaan yang aku rintis sendiri
bersama dengan kawan-kawanku dan lumayan sukses. Usiaku saat ini 28
tahun. Tiara adalah seorang gadis yang berwajah oriental dan cantik,
yang berusia 25 tahun. Dengan kelembutannya, dan tinggi badan 170 cm,
berat 47 kg, kulit putih mulus dan dada berukuran 34C, membuatnya
sempurna untukku. Pernikahanku yang baru seumur jagung ini tentulah
sangat dipenuhi oleh kemesraan dan kegembiraan yang nyata dalam
kehidupan kami. Fasilitas rumah besar dan dua mobil mewah dari orang
tua kami melengkapi semuanya itu.
Kehidupan sex kami juga cukup luar biasa, dimana hampir setiap
malamnya (dan terkadang paginya) kami lalui dengan cumbuan, foreplay
dan orgasme demi orgasme yang sangat memuaskan kami berdua. Tapi aku
punya suatu fantasi yang agak keterlaluan sebetulnya; yaitu aku ingin
menonton istriku yang cantik ini disetubuhi oleh lelaki lain yang dalam
bayanganku adalah seseorang yang berusia muda, ganteng, tegap, dst. Aku
ingin melihat istriku mengalami orgasme dan memberikan kepuasan kepada
lelaki itu di hadapanku. Fantasi itulah yang biasanya selalu berhasil
mengantarku ke orgasme yang hebat, baik pada saat aku sedang
bersanggama dengan istriku, maupun pada saat aku sedang melakukan onani
seorang diri.
Pernah kusampaikan kepada istriku pada saat kami sedang berhubungan
seks di suatu malam, dan tampaknya fantasi itu juga memicu birahinya,
terbukti dengan bertambah terangsangnya dia saat itu. Ceritanya
begini.. Pada saat posisinya di atas, dan penisku berada di dalam
vaginanya dan sedang seru-serunya dia bergoyang, kuremas lembut buah
dada 34C-nya dan kukatakan dengan napas terengah-engah karena kurasakan
orgasmeku hampir tiba dan vaginanya juga sudah mulai mencengkram batang
penisku.
"Sayanghh, aku ingin melihatmu ngentot sama cowok lainhh.. aahh..".
"Hmmhh? Emangnya boleh, say? Hmmhh?" Katanya sambil bergoyang dan memutar mutar pantatnya yang membuatku mendelik keenakan.
"Kalo boleh kamu mau? Ohh baby.. memek kamu ngejepit nihh. Ahh.."
ujarku lagi sambil terus meremas dan mengelus putingnya yang sudah
sangat tegang dan merah kecoklatan itu.
"Ahh.. tau ahh.. kamu ngaco ajahh.. ohh baby, kontol kamu udah makin keras. Gede banget, say. Oughh.."
"Aku pengen lihat kamu sepongin dia dan dia jilatin memek kamu.. Ouuhh yess.. terus sayangghh, puter terus pantat kamu.. aahh."
"Terushh? aahh.. kamu nggak cemburu emangnya? Ahh.. oohh.. gila,
kontol kamu enak banget sih, say?" Goyangannya makin hot dan seru,
sedangkan vaginanya makin mencengkram keras batangku.
"Nggak, babe.. aku nggak cemburu.. oohh.. aku udah mau sampai
nih.. aku pengen kamu dientot cowok lain sambil aku tontonin.. aahh
baby.. aku keluarr.. aagghh.."
Maniku menyembur di dalam vaginanya dengan deras sambil tanganku
mencengkram erat pinggulnya. Dan tampaknya hal itu dan fantasiku ikut
memicu orgasmenya juga.
"Ohh yess.. oohh yess.. aku keluar juga, sayangghh.. aagghh.."
Tubuh mulus istriku ambruk di atas tubuhku, matanya terpejam dan vagina
berkedutan cukup lama juga, sambil kupeluk dan kuelus punggung dan
pantatnya.
Beberapa saat setelah itu, dengan tubuh basah berkeringat, kami
berciuman mesra. Hawa AC yang dingin merasuki tubuh kami. Dengan
gayanya yang khas dan manja, Tiara menyusup kebalik selimut dan tidur
di dadaku. Tangannya mengelus-elus dadaku dan aku mengelus rambutnya,
meresapi apa yang baru saja kami nikmati bersama.
Tiba-tiba dia sedikit mengangkat tubuhnya dan memandangku
dalam-dalam, lalu berkata, "Yang kamu bilang tadi beneran apa cuma lagi
napsu doang sih, say?" Tangannya yang iseng menarik-narik jembutku yang
kusut dan basah terkena cairan vaginanya campur keringat.
"Emm.. beneran dong. Kenapa?" Aku iseng juga dan kupencet
hidungnya yang mancung. Dengan bercanda dia berontak dan pura-pura mau
menggigit tanganku yang iseng tadi.
"Gila ih. Itu kan nyeleweng dong artinya? Kok kamu malah nganjurin aku buat nyeleweng?"
"Nyeleweng atau nggak itu sih terserah deh. Namanya juga fantasi.
Boleh dong?" Aku menjawab sekenanya lalu beranjak bangun dari ranjang
mau ke kamar mandi. "Udah, mandi dulu, yuk? Udah gitu kita bobo." Dia
kembali tiduran dan bengong memandangi langit-langit kamar.
*****
Besok paginya aku terbangun oleh ciuman di bibirku. Istriku tampak
baru selesai mandi dengan rambut yang masih basah dan tubuh hanya
terbalut g-string putih.
"Jam berapa nih, kok udah keren?" kataku dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
"Yee.. udah jam 6 lho. Ayo bangun, nanti telat ngantor. Sikat gigi gih. B-a-u deh mulutnya. Hihi."
"Salah sendiri nyium. Pasti bau dong. Namanya juga fresh from the oven. Ngapain pake g-string segala?"
"Aku mau pake rok mini putih hadiah dari mami kamu. Itu rok rada tipis deh kayaknya. Kalo pada cel-dal biasa nanti jelek."
"Apa boleh ngantor pake rok seksi macam gitu?" tanyaku polos.
"Nggak tau juga. Biar aja ah. Model-modelnya kan juga suka pake
mini-minian begini. Aku nggak mau kalah ceritanya. Hahaha." Rara
bekerja di salah satu perusahaan advertising terkemuka di Jakarta, yang
memang sering menggunakan jasa para model (amatir dan pro).
Aku nggak jawab lagi dan langsung lompat ke kamar mandi yang
kebetulan ada di dalam kamar tidur kami. Iseng, kucolek buah dadanya
yang masih telanjang dan selalu bikin mataku jelalatan dan penisku
tegang, sambil tangan yang satunya lagi mengelus buah pantatnya.
"Idih, amit-amiit! Pelecehan seksual tuh, tau! katanya pura-pura marah, sambil nyentil penisku. Aku meringis kesakitan.
"Aduh.. atit ya, cayang?" katanya menyesal sambil mengelus penisku.
"Sini aku sembuhin.." Sambil berkata begitu, dia melorotkan celanaku
dan penisku yang memang tegang sejak bangun tadi, diremas dan
dikulumnya sambil lidahnya berputar di kepala penisku.
"Oh my God.." aku kaget banget api seneng juga. Tapi baru beberapa isapan, dilepasnya lagi.
"Udah ah.. nanti dia GR. Kalo GR, dia suka pusing dan muntah lho!" katanya sambil mengedipkan matanya lucu.
Aku jadi gemas dan penasaran, tapi kulihat jam terus bergerak, dan
aku ada janji ketemu seseorang untuk breakfast. Oleh karenanya
kubiarkan dia lolos kali ini, dan terus bergegas mandi.
*****
Tepat aku lagi mulai meeting direksi di kantorku jam 2 siang, telepon genggamku berbunyi. Tiara meneleponku.
"Halo?"
"Hi, sayang.. lagi ngapain kamu?"
"Aku lagi meeting nih. What's up, babe?" Para anggota direksiku saling lirik dan tersenyum.
"Pak Romi mesra banget ya? Maklum pengantin baru sih." Pak Jerry, direktur operasiku bercanda sedikit. Aku cuekin saja.
"Sayang, nanti malem temenku Si Ayu ngajakin double date di
Fountain Lounge Grand Hyatt." Tiara menjawab renyah. "Mau ya?
Pleasee.."
"Acara apaan sih? Ya OK lah. Dia mau traktir emangnya?"
"Tauk. OK ya, Jam sembilan kita ketemu mereka di sana. Have fun with the meeting, say. Bilangin direkturmu jangan iseng."
"Iya, iya. See you, babe." Kututup teleponku sambil melotot ke Pak Jerry yang tetap cengar-cengir.
Ayu ini sebenarnya adalah istri dari sahabatku, Sonny, yang adalah
putra satu-satunya dari seorang pilot senior Garuda Indonesia yang
sekarang menjabat sebagai direktur di salah-satu perusahaan
penerbangan. Beliau ini masih keluarga keraton Solo, tapi sudah amat
sangat liberal dan sudah nggak ada lagi tanda-tanda kekeratonannya.
Apalagi Sang Sonny sendiri yang cuek luar biasa di dalam pergaulan dan
topik pembicaraan. Kalau obrolan yang menyerempet soal seks, Sonny ini
juaranya. Aku kenal dia sejak masih SMP di bilangan Menteng. Orangnya
sangat ganteng dan berpenampilan macho. Perawakannya tidak jauh berbeda
denganku, hanya dia lebih pendek sedikit saja. Ayu berperawakan
rata-rata wanita Indonesia. Yang paling menarik darinya menurutku ialah
bibir yang ranum dan matanya yang bulat cantik.
Sorenya kujemput istriku di kantornya di daerah Kuningan (kantorku
sendiri di daerah Kebayoran Baru). Di perjalanan dia tertidur pulas
sekali sambil merebahkan kepalanya di bahuku. Aku duduk sambil membaca
majalah Times. Kulirik sopirku. Dia kelihatan mulai senewen dengan
kemacetan Kuningan. Maklumlah hari Jumat sore. Sudah pasti rush hour
gila-gilaan. Sopirku ini sudah menjadi sopir pribadiku sejak aku kelas
2 SMA. Aku sudah sangat akrab padanya. Dia adalah keponakan dari sopir
papaku, usianya sekarang 34 tahun. Namanya Hermansyah, kusingkat Maman.
Wajahnya cukup ganteng, tapi orangnya rada kecil untuk cowok. Tebakanku
tingginya cuma 160 saja. Tapi badannya jadi. Maklum, dia kubuat jadi
teman sparringku di kelas tinju dan fitness. Dia lulus SMA, ingin
kuliah, tapi nggak ada biaya. Lalu jadilah dia sopirku.
"Santai aja, Man. Tapi kalo nabrak gue timpe lu. Mobil mahal nih."
"Iye, bos (dari dulu manggil aku dengan "Bos"). Udah, ente tidur
aja kayak Mbak Rara. Ane jagain mobilnye. Lagian kalo kagak mahal,
bukan mobil ente dong. Hehehe"
"Nah lu tau tuh. Hehehe. Bisa aja lu, Man. Gue kasih bonus deh lu. Gaji lu gue potong 25%."
"Waduh, bos. Apa kata bos aja dah. Ma kasih ye, bos!" Sambil
ngomong gitu dia nengok ke belakang sambil matanya melirik ke paha
istriku yang terbuka 1/2-nya akibat rok mini putih nan tipis itu.
Kudiamkan saja.. penisku malah tegang. Aku rasa aku benar-benar punya
kelainan seks.
*****
"Hei, Son!" aku sedikit berteriak ke arah sahabatku yang celingukan mencari-cari kami di Fountain Lounge.
Kulihat Ayu berpenampilan cukup seksi dengan gaun malam coklat muda
panjang sampai ke tengah betisnya, tapi dengan belahan cukup dalam
sampai ke tengah pahanya. Waktu duduk ia menyilangkan kakinya dan
posisiku cukup jelas untuk melihat paha putih mulusnya yang sedikit
tersingkap.
"Rom, mata lu juling banget lihat paha bini gue." Sonny menyentakku. Sialan nih orang, pikirku.
"Ah, nggak.. gue kan dikasih lihat, bukannya ngelihat. Banyak bedanya lho."
Kami pun berderai-derai tertawa. Kulirik istriku, Rara, hanya mesem-mesem aja. Mungkin gondok juga kali dia.
Rara juga terlihat seksi dengan celana hitam ketat dan baju hijau
muda tanpa lengan yang berdada agak rendah. Ditambah sepatu hak tinggi
hitamnya, dia kelihatan sangat sophisticated.
"Bini lu makin mengkilap aja nih, Ren. Ra, peju Si Reno cocok buat lu ya?" Sonny menyambar cepat.
Memang begitulah orangnya. Bicaranya kacau abis.
"Gila lu, Son. Kalo orang denger, dikirain elu mabok kali." Rara
menyahut kesal, tapi tetap bercanda, karena sudah tahu adat dan gayanya
Sonny.
Kami pun minum-minum sambil ngobrol ke sana-kemari dengan serunya.
Sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 11 pm. Aku bangkit pengen pipis.
"Gue ke toilet dulu ah. Birnya mulai bekerja nih," kataku santai.
"Gue juga, man. Cewek-cewek tunggu di sini ya. Kalo ada yang nawar,
kasih harga tinggi. Nanti Om Sonny yang atur persenannya buat you
berdua. Hahahaha."
"Mau pipis aja kok heboh sih kamu, Mas." Intan berkata sambil
mengeleng-gelengkan kepalanya dan memandang suaminya, Sonny, dengan
tatapan setengah tidak percaya. "Cepetan ya. Nanti ada yang nawar
beneran, baru tahu rasa."
Di toilet aku melirik Sonny yang sedang pipis di sebelahku, dan
bilang, "Son, gue rasa gue punya kelainan seks. Gue punya fantasi
pengen ngeliat bini gue digituin sama cowok laen. What do you think,
man?"
"Yang bener lu? Hehehe, dari dulu gue udah rasa lu rada maniak.
Tapi baru sekarang gue yakin. Ini fantasi dikala horny aja apa
beneran?"
"Gue yakin ini beneran."
"Sarap lu ye. Gue bantuin deh lu. Mau kagak?"
"Rara sama lu? Bisa-bisa gue impoten ntar abis ngeliat. Thanks but
no thanks, bro. Hehehe. Kenapa? Lu horny ya ngeliat bini gue? Sama
dong. Hahaha."
"GR lu. Mau kagak? Gue banyak pesenan laen nih. Ini antara temen aja, free trial, gitu. Hahaha."
"OK."
"Hah? OK? Bener nih ya. Awas lu nyesel. Tapi bini gue gimana? Kagak
boleh buat lu, setan. We're not exchanging anything here, buddy."
"Yah, terserah lu lah. Tapi gue pesen satu aja: pake kondom."
"Off course, my man. You think I'm dumb?"
"Yes. Hehehe. Let's go back out. Caranya gue serahin sama lu aja."
"Sip. Let's go."
Ke bagian 2
| Title | Author | Views |
| Ngentot dengan Ari, Suami Temanku |
Wika Erlangga |
24,276 |
| Pagar Makan Tanaman - 1 |
robby_g88@yahoo.com |
21,512 |
| Percaturan Birahi Istriku - 1 |
rm4gedon@yahoo.com |
20,234 |
| Percaturan Birahi Istriku - 2 |
rm4gedon@yahoo.com |
18,867 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
18,564 |
| Skandal Keluarga 4: PRT |
bocahsemarang@yahoo.com |
15,430 |
| Mencoba Tukar Pasangan |
Jayus |
14,847 |
| Pagar Makan Tanaman - 2 |
robby_g88@yahoo.com |
14,409 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 5 |
tante_mirna@yahoo.com |
14,368 |
| Mantan Pacarku Tersayang - 1 |
SILKVLVT@YAHOO.COM |
12,343 |
| Perselingkuhan Ibuku 05 |
dave_putu@yahoo.com |
12,248 |
| Selingkuh dengan Ketua RT - 1 |
marini_adit@yahoo.com |
12,085 |
| The Fantasy Reality - 2 |
r3n0r4@yahoo.com |
11,893 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
11,613 |
| Via sumbercerita.com |
aperfecthuman2002@yahoo.com |
10,154 |
|
|
|
|
|
|
|