|
|
Dari bagian 2 Ia kemudian berbalik menghadap kami, dan berjalan menghampiri Sonny. Ia
lalu berjongkok di antara selangkangan Sonny yang duduk di pinggir
ranjang bersamaku menonton aksinya. Celana Sonny dibukanya dan penisnya
dielus dan diremas lembut.
Kulihat kepala penis Sonny sudah sangat basah, dan makin basah karena sekarang Rara mulai menjilatinya.
"Ahh, Raa.. terus sayanghh.." Sonny menggelinjang nikmat dan aku mulai mengocok penisku perlahan.
"Enak, Son? Hmm? Mau diisep lagi kayak kemarin?" Rara dengan seksinya melirik ke arah Sonny.
"Yess.. please, babe.. suck my cock.."
Tidak perlu disuruh dua kali, Rara mengulangi aksinya. Tapi kali
ini hanya sebentar saja. Mungkin dia takut Sonny keburu keluar lagi.
Tidak berapa lama kemudian, Rara menelentangkan tubuhnya di lantai
kamar yang berlapis kayu sambil meremas-remas dadanya, dan tangan yang
satunya bermain lincah di vaginanya. Kami ikut bertelanjang bulat
sambil duduk di sebelah kanan dan kirinya.
Beberapa saat kemudian Rara mulai mengerang dan menggelinjang.
Napasnya terengah-engah dan mukanya memerah. Pinggulnya
terangkat-angkat dan membuat gerakan memutar perlahan. Remasan di
dadanya mulai agak kasar. Puting susunya dipelintir olehnya sendiri,
dan vaginanya mulai mengeluarkan cairan kental dan berbau khas. Dia
sudah diambang orgasme. Sonny dengan sigap menangkap kedua tangannya
dan langsung menindihnya.
Dengan satu hentakan, penisnya menyeruak ke dalam vagina istriku. Pinggul Sonny mulai bermain.
"Aahh.. aahh.. yess.. oouuhh.." Rara meracau nggak karuan.
Aku juga hampir pingsan karena napsuku. Tanganku mengocok penisku dengan cepat.
"Ohh.. Soonn.. kontol lu gede banget banget, sayang.. aahh.. ahh..
ahh.. gue mau sampe nih, Soonn.. oouugghh.. gue keluar, Soonn..
aarrgghh!" Rara menjerit-jerit merasakan nikmat yang menhantam seluruh
sendinya.
"Ra.. di dalam apa di luar.." Shit.. aku baru sadar kalau Sonny
lupa pakai kondom! "Di mana, Raa?" Sonny mempercepat goyangannya.
"Di luar, Son.. uuhh.." Rara udah lemas sehabis orgasme. "Wow..
anget banget, sayang.." ucap Rara lembut saat penis Sonny berkedutan di
atas perut Rara yang putih dan rata. Tangan Rara cepat mengurut-urut
penis Sonny yang sedang memuntahkan laharnya.
"Ooh fuucckk.." Sonny ambruk di atas tubuh istriku. Aku juga mempercepat kocokanku dan nggak lama..
"Baby, I'm coming.." aku terengah-engah mengarahkan penisku ke mulut Rara.
"Sini, sayang.. aku mau kamu punya.." Rara membuka mulutnya lebar dan kusemburkan maniku ke dalam mulutnya..
"Telen sayang.. yeaahh.. agghh!" Orgasmeku menghantamku dan penisku
berkedutan di dalam mulut Rara. Dengan lembut Rara menjilati dan
mengulum penisku.
Seluruh adegan itu memakan waktu hanya 1.5 jam saja. Sonny lalu pamit pulang segera.
"Thanks, Son." Kataku waktu mengantarnya ke depan pintu. Rara sudah tertidur di kamar kelelahan.
"Anytime, buddy. Memek bini lu luar biasa."
"Ayu punya gimana? Emangnya nggak seenak Rara?" ujarku iseng aja sebenarnya.
"Hehehe.. lu coba aja sendiri. My treat. Tapi itu kalau dia OK. Later, man. Let's do lunch tomorrow."
Aku tersenyum kecil dan menganggukan kepala.
*****
Besoknya aku makan siang bersama dengan Sonny di daerah Kemang.
Sambil ngobrol ngalor ngidul, Sonny berkata, "Besok malam Ayu sampai di
rumah. Still interested?"
"Well, gue sih OK banget kalo lu berdua OK juga. Rara gimana?" kataku pelan.
"Ajak aja besok. Gue punya rencana nih. Kita bisa nonton live show barangkali. Hahaha."
Deg. Jantungku berhenti sejenak. Sonny memang gila, kayaknya. Tapi kegilaan yang mengasyikan.
"Are you serious? Gimana caranya? Mana mau mereka?"
"Serahin aja sama Om Sonny. Lu tau beres dan ngecret aja deh
pokoknya. OK ya. Gue musti balik ke kantor nih. Masih ada urusan. See
you tonite."
"See you, bro."
*****
Akhirnya malam yang kunantikan tiba juga. Sekitar pukul 9 aku dan
Rara sudah sampai di rumah Sonny dan Ayu di Permata Hijau. Kukatakan
pada Rara bahwa another fantasy is waiting. Dia excited sekali dan siap
dengan busana yang sangat frontal memamerkan keseksian tubuhnya. Kaos
hitam yang hanya berupa kemben seperut dan rok mini hitam ketat dari
bahan kulit membalut tubuhnya. Sepatu hak tinggi hitam menghiasi
sepasang kaki panjang mulusnya.
Ayu membukakan pintu rumahnya dengan pakaian yang tidak kalah
seksinya. Rok sebetis dengan belahan di bagian belakang yang dalam ke
tengah pahanya dan atasnya kemeja tipis longgar tanpa BH sehingga kami
dengan jelas melihat putingnya yang tegak menantang.
"Come in," katanya seraya tersenyum manis pada kami.
"Kita main strip poker malam ini. I heard you guys were having a
grand time while I was gone. Curang! Kok nggak ngajak-ngajak sih?"
Kami cuma bengong saja mendengar penuturannya.
"Emangnya OK buat lu, Yu?" Tanyaku. Rara sudah merah padam wajahnya.
"Sure, sex is a sport. And I need to have some exercise. Hahaha." Busyet, udah ketularan lakinya nih, pikirku.
Tanpa ragu-ragu, Ayu menggandeng Rara dan mencium pipinya yang masih kemerahan karena kaget campur malu.
"Come on, girl.. don't be like that. What are best friends for? To
fuck each other brains out!" tawanya berderai-derai disambut dengan
tawa Sonny dari dalam rumah.
"Bisa aja lu, Yu.." Rara yang sudah santai kembali sekarang menyahut.
"Abis ini nih, Reno, gara-garanya."
"Tapi suka kaan.." sekali lagi Sonny yang tiba-tiba sudah disamping Rara mendekatkan wajahnya ke wajah Rara.
"He-eh. Suka banget." Rara berkata begitu sambil meremas penis Sonny.
"Kontol laki lu ini bikin gue kelojotan kemaren malem nih, Yu."
"Kalo gitu kontol lakilu musti bikin gue kelojotan dong malem ini,
biar satu sama." Ayu berkata sambil melirik nakal padaku. Aku jadi
tertawa kecil, namun penisku sudah tegang sekali rasanya.
"But first let's have dinner!"
*****
"Mmhh.. Ren.. jilat terus itil gue.. aahh iyaa.." Ayu mendesah
lembut ketika aku mulai menjilati kelentitnya yang sudah membesar di
atas sofa living roomnya. Rara dan Sonny menonton sambil keduanya
mengelus-elus sendiri tubuh mereka yang sudah telanjang bulat.
"God.. suck my clit, honey.. yess.. you're gonna make me come..
oouuhh!" Jeritan lirih Ayu cukup keras. Untung saja para pembantu RT
sudah di perintahkan untuk pergi keluar rumah malam ini. Jadi hanya
tinggal kami berempat saja.
Kusodok-sodokan lidahku kedalam vagina Ayu yang sedang
mengeluarkan cairan kenikmatannya. "Tell me what you want, babe."
Kataku sekenanya. Penisku sudah mulai mengeluarkan cairan dan terasa
hangat.
"I want you to fuck me and make me cum.. do it now.." Ayu meracau
sambil menggeleng-gelengkan kepalanya akibat terserang birahi yang
bertubi-tubi.
Kulirik Rara dan Sonny yang sedang bergumul 69 di lantai di bawah
sofa itu. Erangan dan rintihan mereka cukup membuatku dan Ayu semakin
beringas. Segera kuposisikan penisku ke lubang kewanitaannya. Bless..
aahh.. hangat sekali di dalam sini. Ayu dengan ahlinya mengencangkan
otot vaginanya saat aku mulai menggenjotnya. Setelah beberapa kali
ayunan pantatku, aku rasakan maniku mulai membludak.
"Yu.. gue bisa nggak tahan kalo lu gituin terus memeknya.. oohh.. uuhh.." aku mulai merasakan denyutan di pangkal penisku.
"Hmmhh.. biarin.. gue juga udah dikit lagi sampai kok.. hh.. lepas
di dalem aja.. gue lagi aman kok.. aarrghh!" Ayu menjerit keras karena
tiba-tiba aku menggenjotnya keras berkali-kali.
"Shit.. Yu.. terima nih, sayang.. shiitt.. aahh.. aahh.. gilaa.." Aku ikut teriak karena orgasmeku datang secara tiba-tiba.
"Renn.. ohh.. I'm cumming, honey.. I'm cummiinngg.. iihh.. oohh.."
Denyutan memeknya sangat terasa memijat penisku. Aku ambruk di atas
tubuh Ayu dan kami berdua saling berpagutan French kissing dan kuhisap
dan kujilati toketnya yang montok berkeringat.
"Hhmm.. udah dulu dong, Ren.. ntar gue naik lagi nih." Kata Ayu lembut sambil menggelinjang geli.
"That's the idea, babe.. lihat tuh Rara sama Sonny.." bisikku di telinganya sembari menggigit kecil kupingnya.
Rara dan Sonny masih saling menjilat dan menghisap dengan serunya
dalam posisi 69. Tubuh Rara mulai bergetar, mengerang-erang, dan
tangannya mengocok penis Sonny dengan cepat. Tiba-tiba, Sonny yang
berada di bawah mendorong tubuh Rara ke samping.
"Stop dulu sayang.. hhuuhh.. stop.." Sonny berdiri perlahan-lahan.
"Kenapa, Son? Nggak enak ya? Ayo dong.. tadi gue udah ampir tuh..
aaduuhh.. jangan gini dong.. tega deh lu.." Rara merajuk bercampur
birahi yang membuat kepalanya pusing.
"Hehehe.. you can cum, but Ayu is the one that will do it to both
of us." Deg. Jantungku berdegup kencang. Jadi ini maksudnya Si Sonny
dengan live show.
Ayu tersenyum simpul mendengar itu.
"Ra, sekarang elu kangkangin muka gue. I'll take you there, honey." Ayu berkata dengan genitnya.
Rara yang sudah tidak sanggup lagi, diam sejenak, lalu mengangkangi wajah Ayu yang masih berkeringat.
"Aawwhh.. make me cum.. please make me cum.. ohh yeaasshh.. isep
itil gue, sayang.. iyaahh gitu.. iyaahh.." Ayu menjerit-jerit kecil
merasakan permainan lidah dan bibir Ayu di vaginanya.
Sementara itu Sonny kulihat memposisikan penisnya di vagina Ayu yang masih melelehkan air maniku.
"Aahh yess.. enak, Masshh." Ayu mulai merasakan genjotan suaminya.
"Honey.. I'm cumming.. oohh.." Rara mengerang dan mendesah panjang
saat orgasmenya datang. Pinggulnya begoyang maju-mundur menggosokkan
vagina dan kelentitnya ke bibir Ayu yang siap menyedot-nyedot cairan
vagina Rara yang mengalir deras. Tubuh Rara yang basah berkeringat
bergetar hebat dan tangannya meremas keras buah dadanya yang bergelayut
manja.
Kulihat paha Sonny mulai bergetar hebat dan ia memeluk tubuh Rara
dari belakang sambil terus menghentak-hentakan penisnya ke vagina
istrinya. Suara becek berkecipak di dalam vagina Ayu seksi sekali.
"Oohh.. fuckin' fuck.. aku keluar, sayaanghh.." Sonny memuntahkan
lahar panasnya yang pasti bercampur dengan milikku di dalam vagina Ayu.
Tubuh Sonny berkelojotan dan tangannya meremasi buah dada Rara yang
masih menikmati orgasme dashyatnya mengangkangi wajah Ayu.
"Yess.. anget sekali punya kamu, Masshh.. hheehh.." Ayu memejamkan
matanya menikmati sensasi yang luar biasa. Bibirnya belepotan cairan
Rara dan vaginanya berlelehan air maniku dan suaminya. Aku terhenyak
lemas di bawah sofa dengan penis terkulai lemas dan perasaan sangat
puas.
*****
Keesokkan paginya di rumah kami, aku terbangun mendapati Rara yang
tengah memeluku dari belakang. Kubalikan tubuhku, dan kulihat ada
senyuman lembut di wajahnya.
"Ra, baby?"
"Hmm? Udah bangun, sayang?" istriku menjawab lembut.
"Are you happy?" tanyaku tulus.
"Very. Sini, bobo lagi.. aku pengen dipeluk terus sama kamu. I love you so much, sayang."
E N D
| Title | Author | Views |
| Ngentot dengan Ari, Suami Temanku |
Wika Erlangga |
24,131 |
| Pagar Makan Tanaman - 1 |
robby_g88@yahoo.com |
21,404 |
| Percaturan Birahi Istriku - 1 |
rm4gedon@yahoo.com |
20,135 |
| Percaturan Birahi Istriku - 2 |
rm4gedon@yahoo.com |
18,763 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
18,496 |
| The Fantasy Reality - 1 |
r3n0r4@yahoo.com |
18,357 |
| Skandal Keluarga 4: PRT |
bocahsemarang@yahoo.com |
15,297 |
| Mencoba Tukar Pasangan |
Jayus |
14,776 |
| Pagar Makan Tanaman - 2 |
robby_g88@yahoo.com |
14,346 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 5 |
tante_mirna@yahoo.com |
14,288 |
| Mantan Pacarku Tersayang - 1 |
SILKVLVT@YAHOO.COM |
12,303 |
| Perselingkuhan Ibuku 05 |
dave_putu@yahoo.com |
12,188 |
| Selingkuh dengan Ketua RT - 1 |
marini_adit@yahoo.com |
12,030 |
| The Fantasy Reality - 2 |
r3n0r4@yahoo.com |
11,832 |
| Mosaik Perselingkuhan Para Istri - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
11,568 |
|
|
|
|
|
|
|