|
|
Sambungan dari bagian 02 Tangan kanan Prast kembali beraksi. Kini dengan memukuli pantatku yang
terganjal bantal. Sakit tapi nikmatnya terasa sekali, sementara jempol
dan jarinya bergantian memainkan klitorisku dan penisnya menyodok
vaginaku. Semakin sakit aku merasa semakin nikmat. Namun kami bukan
pasangan masochis. Kami hanya sekedar bereksperimen dengan gaya
bercinta.
Aku kembali mengejang karena orgasme, sementara Prast kulihat masih
tegar dan menikmati permainan ini. Dua kali sudah aku orgasme. Mungkin
inilah yang disebut sebagai multi orgasme. Bahagia sekali rasanya
memiliki pasangan yang mampu memuaskan nafsuku. Prast pun sangat
menyukai hal ini. Aku yang dianggap sebagai gadis desa pendiam dan
rendah diri oleh teman-temanku sekelas di kampus sebenarnya adalah
maniak seks. Sementara orang melihat Prast sebagai pemuda yang
kekanak-kanakan karena kesenangannya akan kartun dan video game. Tidak
seorang pun yang menyadari bahwa sebenarnya kami adalah pasangan yang
sangat panas dalam bercinta.
Hampir dua jam sudah Prast meyetubuhiku dan belum tampak
tanda-tanda ia akan orgasme juga. Kekuatan dan gaya bermain seksnya lah
yang mungkin menjadikan aku makin cinta kepadanya. Aku turuti
kemauannya untuk terus bersanggama sampai kapan pun.
Dua puluh menit kemudian barulah Prast mulai tampak goyah.
Pertahanannya tampaknya akan segera jebol. Aku mulai memompa semangat
berusaha memuaskannya. Tetapi apa yang terjadi justru sebaliknya, dia
bertambah kencang dan aku bertambah lemah. Tidak, aku tidak boleh
kalah, pikirku. Akhirnya aku kembali mengalami orgasme, mengejang
keras, menggeretakkan gigi-gigiku karena tangan dan kakiku terikat.
Baru lima menit sesudahnya Prast mencabut penisnya dan bergegas
naik ke atas tubuhku dan menjepitkannya di antara kedua belah
payudaraku yang ditekannya dengan tangan sehingga mampu memberi
kenikmatan laksana dinding vagina. Digesekkannya maju mundur sampai
akhirnya spermanya dimuntahkannya di atas payudaraku dan dimintanya aku
mengulumnya, setelah bersih tidak ada lagi sisa sperma yang menyembur.
Perlahan kurasakan penisnya mengecil dalam mulutku sehingga dapat
kukulum penuh dalam mulutku beserta buah pelirnya. Kami tersenyum puas
tepat jam sebelas. Berarti kami bercinta kurang lebih selama tiga jam.
Entahlah itu tergolong lama atau tidak, yang penting aku terpuaskan
sampai tiga kali dan untungnya aku juga dapat memuaskan Prast, meskipun
setelah itu kurasakan pergelangan kakiku terasa nyeri akibat ikatan
yang terlalu kencang. Malam itu Prast akhirnya menginap di tempatku.
Setelah membersihkan badan, kami rebahan di kasur lipat tipis milik
temanku sambil nonton berita menjelang tengah malam salah satu TV
swasta. Tubuh kami masih terbalut handuk saja. Namun karena agak
dingin, aku mengambil selimut di kamar dan berpelukan agar lebih
hangat. Handuk kami lempar ke tempat pakaian kotorku. Kami terbiasa
tidur telanjang berdua di rumah Prast. Di bawah selimut, kami berdua
berpelukan, telanjang, sambil nonton TV. Segar sekali rasanya mandi
setelah bercinta. Pikiranku jadi lebih tenang dan lebih jernih. Entah
karena apa aku tidak tahu.
Kira-kira jam setengah dua dini hari, saat program TV sudah habis,
Prast membopongku ke kamar. Aku kecapekan setengah mati setelah tiga
kali orgasme malam itu. Prast selalu memilih sisi kanan ranjang. Itu
tidak masalah, karena aku dapat tidur di sisi manapun. Namun ternyata,
aku tidak dapat tidur pulas karena Prast selalu menggangguku dengan
rabaan-rabaan nakal di pusarku dan bagian atas kemaluanku yang terasa
sangat menggelitik. Kubalas dengan mencoba meraba penisnya, tetapi,
astaga, ternyata penisnya sudah tegang mengacung dan aku tertawa karena
selimut kami jadi mirip tenda pramuka. Digesek-gesekkannya penisnya ke
perutku. Aku yang tadinya kegelian kini jadi terangsang.
Tawaku berubah jadi sensasi aneh yang menjalari seluruh tubuhku.
Aku pun mulai bereaksi dengan mencari tangan Prast dan membimbing
tangannya untuk meraba dan meremas payudaraku. Aku memang terkadang
gampang panas. Mungkin ini pulalah yang disukai Prast dariku. Sementara
tangannya meremas payudaraku, tanganku bergerak ke bawah, mencoba
menggapai batang penisnya. Aku selalu menikmati momen-momen seperti
ini. Kugenggam batang penis Prast, kurasakan kehangatannya di telapakku
dan kupejamkan mataku menikmati segenap sensasi yang muncul. Rasa
hangat yang aneh, yang disertai berdirinya buluku seiring dengan
sentuhan kulit tubuh telanjang kami berdua di bawah selimut.
Tiba-tiba Prast beranjak turun dari ranjangku dan bergegas ke ruang
tamu. Aku heran, kenapa dia berbuat begitu. Ternyata dia mengambil
toples yang berisi kripik singkong. Aku memang suka menyimpan keripik
singkong yang jadi kesukaannya. Apa lagi yang hendak dilakukannya. Gaya
bercinta yang selalu baru membuatku terheran-heran atas fantasinya.
Sekarang apa lagi yang akan terjadi, aku hanya dapat menebak-nebak.
Diangkatnya selimut yang menutupi tubuhku, lalu ditariknya kakiku
sehingga badanku terseret agak ke pinggir ranjang. Diremasnya keripik
singkong itu kecil-kecil dan ditaburkannya di sekujur badanku. Kini aku
sudah mulai dapat menebak jalan pikirannya. Setelah rata ditaburkannya
keripik singkong itu di atas badanku, perlahan dia naik ke atas ranjang
dan rebah di sampingku. Posisi tubuhnya miring sehingga memungkinkannya
bersentuhan langsung dengan kulitku. Dia mulai dengan mencoba menjilati
seluruh kripik yang ditaburkanya ke sekujur badanku.
Kini aku dihinggapi sensasi aneh ketika ujung kripik singkong yang
kasar tersebut meyentuh kulitku sewaktu akan dimakan Prast. Campuran
antara kasarnya ujung singkong dan lembutnya ujung lidah Prast
menciptakan fantasi yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Ini sangat
berbeda dengan rabaan atau ciuman mesra bibir Prast yang biasanya
menghujani punggung dan dadaku.
Tanganku memelintir puting payudaraku sendiri keenakan. Kutarik
kencang-kencang agar rasa gatal akibat gesekan ujung kasar keripik itu
kalah. Tetapi hal ini tidak terlau banyak menolong. Aku makin panas dan
bertambah horny. Kubiarkan lidahnya menari-nari di atas tubuhku,
menjilati bersih semua kripik singkong yang ia taburkan. Sementara aku
mencoba menikmati segenap sensasi yang timbul dengan berdiam diri.
Semakin aku berusaha menekan, semakin tersiksa aku, namun kenikmatan
yang kudapat akibat siksaan itulah yang membuatku tetap bertahan untuk
mencapai titik akhir yang paling nikmat.
Terdengar gila memang, cewek seperti aku yang pendiam ternyata
memiliki fantasi seksual yang aneh. Mungkin ini pula yang membuatku
melayani Prast untuk main kasar tanpa harus menjadi seorang
sadomasochis. Prast lah yang mengajari semua yang kutahu, termasuk
semua istilah seksual yang tadinya adalah tabu bagiku. Karena Prast
pulalah, fantasi seksualku makin menggila. Tampaknya aku memang
berpotensi untuk memiliki fantasi seksual yang agak sakit.
Tidak perlu kukatakan betapa nikmatnya waktu lidahnya
berputar-putar di sekeliling putingku karena aku yakin pasti anda sudah
tahu. Namun waktu lidahnya mulai menjilati pusarku, inilah bagian yang
paling kusuka. Aku justru merasa sangat terangsang ketika jemari atau
lidah Prast membelai bagian antara pusar dan lubang kelaminku. Tanpa
diminta pun, Prast sudah tahu dan sedikit berlama-lama ketika mencapai
bagian ini. Pria satu ini memang penuh pengertian dan jagoan bercinta.
Setelah puas dengan sedikit foreplay, Prast berbisik
lembut kepadaku untuk mengambil agar agak memiringkan badanku. Pasti
ada posisi baru, bathinku. Aku turuti kemauannya, kumiringkan badanku
ke kiri. Prast segera mengambil posisi di dekat selangkanganku dan
menelentangkan badannya. Selangkangan kami bertemu. Aku mulai paham,
poros bertemu poros. Kaki kanan Prast di dadaku, sedangkan yang kiri di
punggungku. Begitu pula dengan kakiku yang ada di dada dan di bawah
punggungnya yang sengaja diangkatnya sedikit.
Perlahan Prast menusukkan penisnya ke lubangku. Napasku tertahan
waktu Prast memintaku untuk beringsut mendekat. Seiring aku mendekat,
penisnya makin terbenam ke lubangku dan gerakanku menciptakan sensasi
aneh. Mungkin ini terjadi karena penis Prast secara tidak beraturan
membentur dinding kemaluanku. Posisi gunting seperti ini sungguh
memberi kami kenikmatan yang teramat sangat. Ini kurasakan karena
dengan posisi begini, penis Prast dapat masuk seluruhnya ke dalam
vaginaku. Bahkan kurasakan tulang kemaluannya keras membentur dinding
luar lubang vaginaku.
Untuk memudahkan gerakannya, Prast sedikit mengangkat tubuhnya
dengan jalan bertumpu pada tangannya. Posenya seperti orang senam
kuda-kuda pelana. Kakinya sedikit menekuk tepat di depan perutku.
Dengan cara seperti ini, tubuhnya dapat bergerak seperti naik turun,
tapi dalam kondisi miring. Dia memulainya dengan gerakan perlahan,
namun secara pasti makin bertambah cepat. Tubuhku terhentak-hentak
tidak keruan karena sodokannya dari bawah tersebut. Aku berusaha untuk
turut bergerak, namun terasa agak sulit, dan terlebih lagi Prast
memintaku untuk menikmati saja setiap tusukannya.
Aku tidak tahan lagi. Ayo kundalini, tahan orgasmemu sebentar lagi,
bisikku dalam hati. Terus terang sangat sulit bagiku untuk tidak
langsung orgasme dengan posisi sanggama seperti ini. Aku berusaha
menahan orgasme dengan menekan kenikmatan yang kurasakan. Secara
psikologis aku memang agak tertekan kalau begini. Aku tahan semampuku,
namun jebol juga pertahananku. Aku tidak kuat lagi untuk menahan
segenap cairan yang sudah meluap-luap di dalam kemaluanku. Aku rengkuh
betis Prast dan kutarik sekuatnya agar penisnya terbenan seluruhnya
ketika aku orgasme.
Aku tahan beberapa waktu dan Prast menurut saja. Kupikir dia tahu
aku mencapai puncakku. Kurasakan hangat dan nikmat. Aku pasrah saja dan
membiarkan Prast melanjutkan permainan kami. Lagian aku juga menikmati
setiap tusukan Prast ketika kami bersanggama.
Tidak lama kemudian kulihat lutut Prast sedikit bergetar. Pasti dia
sudah hampir memuncak, pikirku. Dan benar saja. Gerakan Prast cepat dan
bertambah cepat serta tidak teratur. Kini dia tidak saja menghunjamkan
penisnya, namun juga menggoyangkannya. Mau tidak mau aku yang tadinya
pasrah menikmati, akhirnya jadi tambah tinggi juga karena tusukan yang
disertai goyangan ini.
Ehhg, jeritku tertahan. Aku mencoba menahan diri ketika kurasakan
Prast mencabut batang penisnya dan duduk mendekatiku. Secara refleks,
langsung kukocok penisnya, sementara tangan Prast meraih vaginaku dan
memainkan klitorisku dengan jari tengahnya (mungkin karena hal ini
tanda jari tengah dianggap 'saru'). Dengan gemasnya jari Prast
menekan-nekan klitorisku, dan ini membuatku makin terangsang.
Segera saja kumasukkan sebagian batang penisnya ke mulutku dan
kuoral dia, keluar masuk mulutku sambil kumainkan lidahku di glan
penisnya. Tidak tahan dengan hisapan dan jilatan lidahku, Prast
akhirnya memuntahkan seluruh spermanya. Ditekannya kepalaku agar
seluruh penisnya masuk ke mulut, dan benar-benar menyentuh anak
tekakku. Kurasakan enam kali semburan keras diikuti beberapa kali
semburan kecil. Semua spermanya tertelan olehku. Aku hampir muntah
ketika penisnya menyentuh anak tekakku. Untung aku sudah agak terbiasa
dengan batang penisnya yang, menurutku, lumayan panjang.
Sebenarnya aku agak jijik kalau harus meminum spermanya. Tapi kali
ini apa boleh buat, ini juga tidak terhindarkan dan langsung masuk ke
tenggorokanku. Ketika itu aku pun tidak terlalu merasakan jijik karena
sedang terbuai kenikmatan jari Prast yang dengan kerasnya menekan dan
memutar-mutar di klitorisku serta meremas bibir kemaluanku dengan
ganasnya. Perbuatannya memaksaku untuk mencapai orgasme kedua yang
hanya berbeda beberapa saat dengan saat Prast mencapai puncaknya.
Hari itu kami bangun agak telat, pada saat acara musik TV swasta
yang ditayangkan setiap jam 08.30 pagi sudah hampir usai. Kami
menikmati hari berdua saja dan hanya keluar rumah kost untuk membeli
makanan.
TAMAT
| Title | Author | Views |
| Cerita Remaja 2: Nakalnya Mama Andre |
Joko Susilo |
188,715 |
| Selingkuh Dengan Istri Teman |
roy_takeshi@yahoo.com |
102,301 |
| Pembantu Hasrat |
dark.blackest@yahoo.co.id |
97,963 |
| Pengalamanku Dengan Suami Orang |
deknas@yahoo.com |
78,400 |
| Pantat Bahenol Mbak Surti |
radhiepatahdenkul@gmail.com |
75,747 |
| Perawatku yang Seksi |
syidi_theman@astaga.com |
75,294 |
| Syahwat di Celah Dinding Rumah Kontrakan - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
67,674 |
| Sperma Lelaki Lain di Celana Dalam Istriku – 3 |
tante_mirna@yahoo.com |
63,653 |
| Pesona Iparku Yang Mempesona |
priaasli@yahoo.com |
62,516 |
| Warnet Hot - Buka Perawan |
ipank.metal@gmail.com |
61,915 |
| Perselingkuhan Istri Muda - 1 |
ab1071@yahoo.com |
61,033 |
| Shinta Sang Sekretaris |
wirlise@crb.elga.net.id |
60,710 |
| Tetanggaku Sayang |
M. Hakim |
56,364 |
| Penjual DVD Cantik |
ebiznet88@yahoo.com |
54,843 |
| Pengalaman Pertamaku Bercinta |
deknas@yahoo.com |
54,245 |
|
|
|
|
|
|
|