|
|
Dari Bagian 1 Jodi mengeluarkan tangannya dari balik celana dalam Ana yang membuatnya
sedikit kecewa, ada sesuatu yang terasa hilang. Diraihnya tepian celana
jeans Ana dan dengan cepat Ana mengangkat sedikit pantatnya dari atas
sofa, yang mau tak mau membuatnya melepaskan batang penis itu dari
mulutnya, dan mempermudah sahabat suaminya ini melepaskan celananya
dari kakinya yang halus.
Nafasnya tercekat, dada terasa berat saat dia melihat Jodi menarik
celana dalamnya. Dengan sedikit memaksa dia menurunkannya melewati
kakinya dan Ana menendangnya menjauh dari kakinya sendiri. Membantu
Jodi menelanjangi tubuh bawahnya. Jodi sekarang berlutut di lantai dan
menatap takjub pada segitiga menawan dari rambut kemaluan Ana.
Dia menyentuh vagina Ana dengan tangan kirinya, menjalankan jari
tengahnya pada kelentitnya sambil tangan yang satunya menggenggam
batang penisnya sendiri. Ana mendesah pelan, pinggulnya bergetar.
Matanya terpejam rapat, dia sangat meresapi rasa yang diberikan
selangkangannya. Jodi mengoleskan kepala penisnya pada pipi dan hidung
Ana. Saat sampai di mulutnya, Ana membuka mulutnya segera dan Jodi
langsung mendorong penisnya masuk.
Tangannya yang kecil menggenggam buah zakarnya dan Ana membuka
matanya perlahan saat dia mulai menggerakkan kepalanya naik turun pada
batang penisnya. Jodi semakin melesakkan jarinya ke dalam vagina Ana,
membuat Ana memejamkan matanya lagi, mengerang. Vaginanya terasa sangat
basah! Jarinya bergerak di seluruh rongga lubang itu, bergerak keluar
masuk saat ibu jarinya mengerjai kelentit Ana.
Kini, celana jeans dan celana dalam Jodi sudah jatuh merosot di
atas lantai, Jodi menarik penisnya keluar dari mulut Ana dan langsung
menendang pakaian bawahnya menjauh. Dia menunduk, tangannya bergerak ke
bawah bongkahan pantat Ana, mengangkatnya dari atas sofa agar bagian
bawah tubuh istri sahabatnya ini lebih terekspose ke atas. Ana meraih
penisnya dan segera memasukkannya kembali ke dalam mulutnya. Jodi
mendekatkan kepalanya pada daging nikmat Ana.
Masih tetap menahan pantat Ana ke atas, mulutnya mencium bibir
vagina Ana, mencicipi rasa dari istri sahabatnya untuk pertama kalinya.
Mulut Ana langsung mengerang merespon, sejenak menikmati sensasi yang
diberikan Jodi sebelum kembali meneruskan 'pekerjaan' mulutnya. Lidah
Jodi melata pada dinding bagian dalam dari vagina Ana, menjilati sari
buah gairah yang dikeluarkannya.
Ana merasa bibir Jodi menjepit tombol sensitifnya dan lidahnya
bergerak pelan pada sasarannya. Erangan semakin tak terkendali lepas
dari mulutnya akibat perlakuan Jodi kali ini. Batang penisnya terlepas
keluar dari cengkeraman mulut Ana. Jodi semakin menaikkan pantat Ana,
menekan vagina Ana pada wajahnya dan lidahnya semakin bergerak
menggila.
Jantung Ana serasa mau meledak, nafasnya terasa berat.. Sangat
dekat.. Jantungnya berhenti berdenyut, orgasmenya datang. Pinggulnya
mengejat di wajah Jodi dengan liar. Ana merasa jiwanya melayang entah
kemana! Pria ini memberinya sebuah oral seks terhebat yang pernah
didapatkan dalam hidupnya!
Akhirnya, Ana kembali ke bumi. Jodi melepaskan pantatnya,
mengangkat kepalanya dari selangkangan Ana. Batang penisnya terasa
sangat keras, dan nafasnya terdengar memburu tak beraturan. Ana pikir
dia tak mungkin dapat menghentikan pria ini sekarang meskipun dia
menginginkannya. Jodi naik ke atas sofa, menempatkan dirinya di antara
paha Ana, yang tetap Ana biarkan terbentang lebar hanya untuknya.
Terlintas dalam pikirannya jika dia tetap meneruskan ini terjadi,
milik Jodi adalah penis kedua yang akan memasuki tubuhnya dalam
hidunya. Sedikit gelembung rasa bersalah melayang dalam benaknya. Yang
dengan cepat meletus menguap saat ujung kepala penis Jodi menyentuh
bibir vaginanya, membuat sekujur tubuhnya seakan tersengat aliran
listrik.
Dengan perlahan Jodi memasukkan penisnya menembus ke dalam tubuh
Ana. Pada pertengahan perjalanannya dia menghentikan sejenak
gerakannya, menikmati gigitan bibir vagina Ana pada batang penisnya dan
tiba-tiba dia menghentakkan kedalam dengan satu tusukan. Dinding
vaginanya terbuka menyambutnya, dan pelan-pelan Ana dapat merasakan
dirinya menerima sesuatu yang lain memasuki tubuhnya kini. Tubuhnya
merinding, perasaan menakjubkan ini merenggut nalarnya.
Jodi mengeluarkan separuh dari batang penisnya dan menghunjamkannya
kembali seluruhnya ke dalam vagina Ana. Erangan keduanya terdengar
saling bersahutan dan Jodi menahan penisnya sejenak di dalam vagina
Ana, meresapi sensasinya. Manahan berat tubuhnya dengan kedua
lengannya, dia menatap ke bawah pada istri sahabatnya ini sambil
menggerakkan penisnya keluar masuk dalam vagina Ana dengan gerakan
lambat.
Ana pejamkan matanya, mendesah lirih saat dia rasakan kejantanan
Jodi keluar masuk dalam tubuhnya. Jodi melihat batang penisnya
menghilang lalu muncul kembali dalam daging hangat basah milik Ana lagi
dan lagi, dan gerakannya perlahan semakin cepat. Nafas keduanya semakin
berat, Jodi bergerak semakin cepat, Ana menggelinjang, mengerang,
kakinya terangkat keatas.
Kedua kakinya akhirnya jatuh dibelakang pantat Jodi yang mengayun
keluar masuk. Tubuh Jodi menindih tubuh kecil wanita di bawahnya saat
dia mengocok vaginanya semakin keras. Dia menciumi leher Ana, dan
menghisap lubang telinganya dengan mulutnya, erangan keduanya terdengar
mengiringi setiap gerakan tubuh mereka.
Lengan Ana melingkari tubuh Jodi, kukunya tertancap pada punggung
Jodi saat kakinya terayun-ayun oleh gerakan pantat Jodi. Mulut Ana
menyusuri leher Jodi, mencari bibirnya. Saat bibir mereka bertemu,
mereka berciuman untuk pertama kalinya. Lidah Ana merangsak masuk ke
dalam mulut Jodi mengiringi batang penisnya yang menggenjot tubuhnya
berulang-ulang. Bibir keduanya saling melumat, saling mengerang dalam
mulut masing-masing di atas sofa di ruang tengah itu. Sofa itu sedikit
berderit akibat gerakan Jodi yang bertambah liar.
Ana dapat merasakan orgasmenya mulai tumbuh, dan dia menghentikan
ciumannya, tak mampu menahan erangannya lagi. Mulut mungilnya
mengeluarkan erangan yang sangat keras dan semakin keras saat penis
keras Jodi semakin melebarkan vaginanya dan Jodi memasukinya bertambah
dalam.
Seorang pria baru! Ana tak pernah melakukannya dengan pria lain
selain Roy sebelumnya dan pria baru ini melakukannya dengan sangat
hebat! Semuanya terasa bergerak cepat. Orgasmenya meledak, Ana mencoba
menahan erangannya dengan menggigit bibir bawahnya. Dinding-dinding
vaginanya berkontraksi mencengkeram batang penis pria baru ini dengan
kuat, dan Ana menghentakkan pinggulnya keatas berlawanan dengan gerakan
Jodi di atas tubuhnya, berusaha agar batang penis Jodi tenggelam
semakin dalam pada tubuhnya saat ombak orgasme mengambil alih
kesadarannya.
Jodi memandangi Ana saat dia dilanda orgasme, masih tetap mengocok
penisnya dengan kecepatan yang dia mampu. Dia tak menyangka wanita
pemalu dan pendiam ini akan begitu mudah ditaklukannya! Dia merasakan
miliknya juga segera tiba, gerakannya semakin dipercepat. Dalam
beberapa tusukan kemudian, dan lalu meledaklah. Sejenak setelah orgasme
Ana mereda, orgasme Jodi datang.
Tusukan terakhirnya membuat penisnya terkubur semakin jauh dalam
vagina Ana. Dia menggeram, penisnya berdenyut hebat. Semburan demi
semburan yang kuat keluar dari ujung penisnya mendarat dalam rahim Ana
seakan tanpa jeda. Ana menggoyangkan pantatnya naik ke atas, memeras
semua sperma dari penis Jodi. Jodi tak bisa menahan tubuhnya lebih
lama, dia jatuh menindih tubuh Ana di bawahnya, mencoba bernafas dengan
susah payah.
Tangan Ana membelai punggung Jodi saat sperma terakhirnya keluar
dari penisnya menyirami vaginanya. Keduanya masih berusaha untuk
mengatur nafas. Kedua bibir mereka merapat, berciuman dengan lembut.
Lidahnya menggelitik rongga mulut Ana dan ciuman mereka berubah menjadi
liar saat penis Jodi mulai mengecil dalam vagina Ana. Tangan dan paha
Ana mencengkeramnya erat, menahannya agar tetap berada dalam tubuhnya.
Dia mendapatkan pengalaman lain dengan pria ini. Pria kedua yang
bercinta dengannya dalam 29 tahun usianya. Akhirnya mereka menghentikan
ciumannya. Jodi mengeluarkan penisnya yang setengah ereksi dari vagina
Ana. Keduanya mengenakan pakaiannya masing-masing tanpa saling
berkata-kata. Ana terlalu malu untuk mengucapkan sesuatu dan Jodi tak
tahu harus berkata apa.
*****
Roy pulang 30 menit kemudian dia pulang lebih awal, tapi tak
lebih awal (beruntunglah mereka). Ketiganya lalu makan malam, dan Ana
tak dapat menyingkirkan pikirannya dari bayangan Jodi sepanjang waktu
itu.
Roy dan Jodi kemudian sibuk dengan urusan pria yang tak begitu
dimengerti oleh Ana. Dan malam berikutnya, mereka berdua duduk di meja
makan bersama Ana. Para pria sedang bermain catur. Ana menghabiskan
sepanjang harinya mengasuh bayi mereka. Kapanpun saat dia sedang
sendiri, dia tak mampu hentikan dirinya memikirkan pengalamannya
bersama Jodi kemarin. Dia merasa gairahnya menyala-nyala sepanjang hari
itu, dan dia mempunyai beberapa menit untuk memuaskan dirinya dengan
tangannya sendiri.
Saat menuangkan minuman pada suaminya dan Jodi malam itu, dia
sangat bergairah, dan sangat basah. Setiap kali dia melirik Jodi, ada
desiran halus pada vaginanya. Sekarang dia telah mencoba seorang pria
lain, dan dia merasa ketagihan! Jodi tak jauh beda. Dia bermasturbasi
membayangkan istri sahabatnya ini kemarin malam, sebelum tidur.
Bayangan tubuh telanjangnya memenuhi benaknya sepanjang hari. Saat Roy
pergi ke kamar mandi, Jodi beringsut mendekati Ana.
"Apa kamu menikmati waktu kita kemarin?" tanyanya berbisik.
"Ya." Ana tersenyum manis. Sifatnya yang malu-malu membuat birahi Jodi terbakar.
"Apa kamu menginginkannya sekarang?" dia bertanya memastikan.
Penisnya sudak mengeras sekarang. Ana terkejut dengan pertanyaannya
yang sangat berani itu, malu-malu, lalu mengangguk.
Jodi memutuskan akan sedikit menggodanya. Membuat Ana semakin
menginginkannya agar kesempatan mendapatkannya lagi semakin terbuka
lebar. Dia menurunkan resleiting celananya dan melepaskan kancingnya,
tangannya masuk ke dalam pakaian dalamnya. Dia mengeluarkan penisnya,
yang sudah ereksi penuh. Nafas Ana tercekat di tenggorokan, denyutan di
vaginanya memberinya sebuah sensasi. Batang penis itu berada dalam
tubuhnya kemarin. Dia menginginkannya lagi sekarang.
Mereka mendengar pintu kamar mandi terbuka dan Jodi segara
memasukkan penisnya kembali ke dalam celananya. Roy masuk ke dalam
ruangan, tak mengira sahabatnya baru saja memperlihatkan penisnya yang
ereksi pada istrinya. Tak lama berselang, entah kenapa dewa kemujuran
selalu berpihak pada mereka, Roy lagi-lagi mau ke kamar mandi. Saat dia
berdiri dan bergegas ke kamar mandi, vagina istrinya berdenyut
membutuhkan penis Jodi. Begitu Roy menghilang dari pandangan keduanya,
Jodi langsung bangkit dari kursinya. Mata Ana berbinar terfokus pada
tonjolan di celana Jodi saat mereka mendengar pintu kamar mandi
ditutup.
Dia langsung menurunkan resleitingnya, dan mengeluarkan batang
penisnya. Dengan cekatan Jodi mengocok penisnya sampai ereksi penuh,
sangat dekat di wajah Ana. Jodi berdiri dei depan Ana, dan Ana langsung
berlutut di hadapan sahabat suaminya. Kepala penisnya menyentuh kulit
pipinya, dan perlahan bergerak ke mulutnya. Saat Jodi merasa bibir
lembut Ana menyentuh ujung kepala penisnya, dia merasa mulut itu
membuka.
Ke Bagian 3
| Title | Author | Views |
| Cerita Remaja 2: Nakalnya Mama Andre |
Joko Susilo |
188,830 |
| Selingkuh Dengan Istri Teman |
roy_takeshi@yahoo.com |
102,341 |
| Pembantu Hasrat |
dark.blackest@yahoo.co.id |
97,977 |
| Pengalamanku Dengan Suami Orang |
deknas@yahoo.com |
78,405 |
| Pantat Bahenol Mbak Surti |
radhiepatahdenkul@gmail.com |
75,783 |
| Perawatku yang Seksi |
syidi_theman@astaga.com |
75,321 |
| Syahwat di Celah Dinding Rumah Kontrakan - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
67,684 |
| Sperma Lelaki Lain di Celana Dalam Istriku – 3 |
tante_mirna@yahoo.com |
63,676 |
| Pesona Iparku Yang Mempesona |
priaasli@yahoo.com |
62,531 |
| Warnet Hot - Buka Perawan |
ipank.metal@gmail.com |
61,922 |
| Perselingkuhan Istri Muda - 1 |
ab1071@yahoo.com |
61,108 |
| Shinta Sang Sekretaris |
wirlise@crb.elga.net.id |
60,750 |
| Tetanggaku Sayang |
M. Hakim |
56,373 |
| Penjual DVD Cantik |
ebiznet88@yahoo.com |
54,850 |
| Pengalaman Pertamaku Bercinta |
deknas@yahoo.com |
54,258 |
|
|
|
|
|
|
|