|
|
Dari Bagian 2 Segera saja kepala penis itu lenyap ke dalam mulut Ana, dan Jodi
melihat bibir itu bergerak membungkus seluruh batang penisnya.
Tangannya membelai rambut panjang Ana dengan lembut, menahan kepalanya
saat seluruh bagian batang penisnya lenyap dalam mulut Ana. Kepalanya
segera bergerak maju mundur pada batang penis itu, suara basah dari
hisapan mulutnya segera terdengar.
Kembali, mereka mendengar pintu kamar mandi dibuka, dan Jodi
mengeluarkan penisnya dari mulut Ana dengan cepat. Agak kesulitan dia
memasukkan penisnya kembali dalam celananya dan segera duduk kembali di
kursinya, menutupi perbuatan mereka. Roy duduk dan memberi Ana ciuman
kecil, tak tahu kalau istrinya baru saja mendapatkan sebuah batang
penis yang lain dalam mulutnya.
Mereka kembali mendapatkan kesempatan sekali lagi di malam itu, dan
mereka berusaha memanfaatkannya semaksimal mungkin. Bayi mereka
menangis di lantai atas, Roy berinisiatif untuk pergi melihatnya. Ana
lebih dari senang mengijinkannya. Dia sangat menginginkan penis itu,
tapi dia tak mampu berbuat apa-apa. Meskipun mendapatkannya di dalam
mulutnya tak mampu meredakan gairahnya.
Mereka dapat mendengar bunyi langkah kaki Roy yang menaiki tangga,
dan Ana langsung berdiri. Dia tak pernah seagresif ini! Tapi
kehausannya akan penis itu mampu mengubah tabiatnya. Hanya sekedar
untuk segera melihatnya lagi! Dia langsung berlutut di antara paha
Jodi, dan Jodi segera membukanya untuknya..
Tangan mungilnya dengan cekatan melepaskan kancing dan
resleitingnya, dan dia langsung membukanya dalam sekejap. Ana meraih ke
dalam celana dalam Jodi dan mengeluarkan penis kerasnya. Vaginanya
langsung basah hanya dengan memandangnya saja. Tangannya yang kecil
mengocoknya, saat lidahnya menjilati dari pangkal batang penis Jodi
hingga ke ujung.
Sekali lagi, dia kembali memasukkannya ke dalam mulutnya.
Menghisapnya dengan rakus hingga mengeluarkan bunyi, tak menghiraukan
resiko kepergok suaminya. Jodi mendengarkan dengan seksama gerakan dari
lantai atas, memastikan Roy tidak turun ke bawah.
Jodi menatapnya. Bibirnya membungkus batang penisnya dengan erat,
kepala penisnya tampak bekilatan basah terkena lampu ruangan ini saat
itu keluar dari mulutnya, mata Ana terpejam menikmati. Dia ternyata
begitu pintar memberikan blow job! Jodi sangat ingin menyetubuhi wanita
ini, meskipun hanya sesaat.
Gairahnya sudah tak terbendung lagi, dan dia memegang pipi Ana,
batang penisnya keluar dari mulutnya. Jodi berdiri, penisnya mengacung
tegang, dan Ana berdiri bersamaan, memandangnya dengan api gairah yang
sama. Jodi menciumnya, lembut, melumat bibirnya. Dia menciumnya lagi,
dan lidah mereka saling melilit. Lalu ciuman itu berakhir. Jodi memutar
tubuh Ana membelakanginya. Ana merasakan tangan Jodi berada pada
vaginanya, berusaha melepaskan kancing celananya.
"Jangan.." desahan lirih keluar dari mulutnya.
Dia tak tahu mengapa kata itu keluar dari mulutnya saat dia ingin
mengucapkan kata 'ya'. Celananya jatuh hingga lututnya, memperlihatkan
pantatnya yang dibungkus dengan celana dalam katun berwarna putih. Jodi
merenggut kain itu dan langsung menyentakkannya ke bawah, membuat
pantat Ana terpampang bebas di hadapannya. Jodi masih dapat mendengar
suara gerakan di lantai atas jadi dia tahu dia aman untuk beberapa
saat, dia hanya perlu memasukkan penisnya ke dalam vaginanya, walaupun
untuk se detik saja!
Nafas keduanya memburu, dan Ana sedikit menundukkan tubuhnya ke
depan, tangannya bertumpu pada meja makan, membuka lebar kakinya. Jodi
jauh lebih tinggi darinya, penisnya berada jauh di atas bongkahan
pantatnya. Dia sedikit menekuk lututnya agar posisinya tepat. Dia
semakin menekuk lututnya, sangat tidak nyaman, tapi dia sadar kalau dia
terlalu tinggi untuk Ana. Dia tahu dia akan merasa kesulitan dalam
posisi ini, tapi hasratnya semakin mendesak agar terpenuhi segera.
Dia menggerakkan pinggulnya ke depan, ujung kepala penisnya
menyentuh bibir vaginanya. Ana sudah teramat basah! Dan itu semakin
mengobarkan api gairah Jodi. Saat bibir vagina Ana sedikit mencengkeram
ujung kepala penisnya, Jodi tahu jalan masuknya sudah tepat. Dia
mendorong ke depan. Ana menghisapnya masuk ke dalam, separuh dari
penisnya masuk ke dalam dengan cepat.
Ana mendesah, merasa Jodi memasukinya. Jodi mencengkeram pantat Ana
dan memaksa memasukkan penisnya semakin ke dalam. Batang penisnya sudah
seluruhnya terkubur ke dalam cengkeraman hangatnya. Jodi mulai
menyetubuhinya dari belakang, menarik penisnya separuh sebelum
mendorongnya masuk kembali, lagi dan lagi. Serasa berada di surga bagi
mereka berdua. Jodi berada di dalam vaginanya hanya beberapa detik,
tapi bagi keduanya itu sudah dapat meredakan gelora api gairah yang
membakar.
Tiba-tiba Jodi mendengar gerakan dari lantai atas. Ana tak
menghiraukannya, dia sudah tenggelam jauh dalam perasaannya. Jodi
mengeluarkan penisnya dari vagina Ana. Sebenarnya Ana ingin teriak
melampiaskan kekesalannya, tapi segera dia sadar akan bahaya yang
mengancam mereka berdua, segera saja dia menarik celana dan celana
dalamnya sekaligus ke atas. Saat Roy datang, mereka berdua sudah duduk
kembali di kursinya masing-masing, gusar.
Jodi dan Ana menghabiskan sisa malam itu dengan gairah yang
tergantung. Saat malam itu berakhir, Jodi segera bergegas pergi ke
kamarnya dan langsung mengeluarkan penisnya. Hanya dibutuhkan 3 menit
saja baginya bermasturbasi dan legalah.. Tapi bagi Ana, tidaklah
semudah itu. Kamar tidurnya berada di lantai yang berlainan dengan
kamar tamu yang dihuni Jodi, dan dia tak punya kesempatan untuk
melakukan masturbasi. Bahkan Roy tak mencoba untuk bercinta dengannya
malam itu! Seperempat jam ke depan dilaluinya dengan resah. Ana memberi
beberapa menit lagi untuk suaminya sebelum dia tak mampu membendungnya
lagi.
Dia turun dari tempat tidur, setelah memastikan suaminya sudah
tertidur lelap. Dia mengendap-endap menuju ke kamar tamu. Malam itu dia
hanya memakai kaos putih besar hingga lututnya dan celana dalam saja
untuk menutupi tubuh mungilnya. Dengan hati-hati dia membuka pintu
kamar Jodi, menyelinap masuk, dan menutup perlahan pintu di
belakangnya. Jodi sudah tertidur beberapa menit yang lalu. Ana berdiri
di samping tempat tidur, memandang pria yang tertidur itu, memutuskan
bahwa dia akan melakukannya. Ini tak seperti dirinya! Dia tak pernah
seagresif ini! Dia tak pernah berinisiatif! Tapi sekarang, terjadi
perubahan besar.
Ditariknya selimut yang menutupi tubuh Jodi, Jodi tergolek tidur di
atas kasur hanya memakai celana dalamnya. Ana mencengkeram bagian
pinggirnya dan dengan cepat menariknya turun hingga lututnya,
membebaskan penis Jodi yang masih lemas. Dengan memandangnya Ana
merasakan desiran halus pada vaginanya. Dia tak percaya Jodi tak
terbangunkan oleh perbuatannya tadi! Yah, baiklah, dia tahu bagaimana
cara membangunkannya.
Ana duduk di samping Jodi, dengan perlahan membuka kaki Jodi ke
samping. Tangan mungilnya meraih penis Jodi yang masih lemas menuju ke
mulutnya. Rambut panjangnya jatuh tergerai di sekitar pangkal paha
Jodi. Jodi setengah bangun, merasa nyaman. Penisnya membesar dalam
mulut Ana, dan sebelum ereksi penuh, dia akhirnya benar-benar terjaga.
Tak membutuhkan waktu lama baginya untuk mengetahui apa yang sedang
terjadi istri sahabatnya sedang menghisap penisnya!
Dia mendesah, tangannya meraih ke bawah dan mengelus rambut panjang
Ana saat dengan pasti penisnya semakin mengeras dalam mulut Ana.
Merasakan penisnya yang semakin membesar dalam mulutnya membuat celana
dalam Ana basah, dan dia mulai menggerakkan kepalanya naik turun. Dia
menghisap dengan berisik, lidahnya menjalar naik turun seperti seorang
professional.
Jodi dapat mendengar bunyi yang dikeluarkan mulut Ana saat
menghisap penisnya, dan dia dapat melihat bayangan tubuh Ana yang
diterangi cahaya bulan yang masuk ke dalam kamarnya yang gelap. Ana
sedang memberinya blow job yang hebat. Untunglah dia bermasturbasi
sebelum tidur tadi, kalau tidak pasti dia tak akan dapat bertahan lama.
Ana tak mampu menahannya lagi. Dia ingin vaginanya segera diisi.
Dia sangat terangsang, dia sangat membutuhkan penis itu dalam vaginanya
seharian tadi. Dikeluarkannya penis Jodi dari dalam mulutnya, dan
berdiri dengan bertumpukan lututnya di atas tempat tidur itu. Tangannya
menarik bagian bawah kaosnya ke atas dan menyelipkan kedua ibu jarinya
di kedua sisi celana dalamnya dan mulai menurunkannya. Diangkatnya
salah satu kakinya untuk melepaskan celana dalam itu dari kakinya. Kaki
yang satunya lagi dan kemudian merangkak naik ke atas kasur setelah
menjatuhkan celana dalamnya ke atas lantai. Nafasnya sesak, menyadari
apa yang menantinya.
Diarahkannya batang penis Jodi ke atas dengan tangannya yang kecil
dan bergerak ke atas Jodi, memposisikan vaginanya di atasnya. Jodi
dapat merasakan bibir vagina Ana yang basah menyentuh ujung kepala
penisnya saat Ana mulai menurunkan pinggulnya. Daging dari bibir
vaginanya yang basah membuka dan kepala penis Jodi menyelinap masuk.
Ana mengerang lirih, tubuhnya yang disangga oleh kedua lengannya jadi
agak maju ke depan. Ana semakin menekan ke bawah, membuat keseluruhan
batang penis Jodi akhirnya tenggelam ke dalamnya.
Erangan Ana semakin terdengar keras. Dia merasa sangat penuh! Jodi
benar-benar membukanya lebar! Ana semakin menekan pinggulnya ke bawah
dan dia mulai menciumi leher Jodi, berusaha menahan Jodi di dalam
tubuhnya. Bibir mereka bertemu dan saling melumat dengan bernafsu.
Lidah Ana menerobos masuk ke dalam mulut Jodi, menjalar di dalam rongga
mulutnya saat dia tetap menahan batang penis Jodi agar berada di dalam
vaginanya.
Jodi membalas lilitan lidah Ana, tangannya bergerak masuk ke balik
kaos yang dipakai Ana, bergerak ke bawah tubuhnya hingga akhirnya
tangan itu mencengkeram bongkahan pantat Ana. Tangannya mengangkat
pantat Ana ke atas, membuat tubuhnya naik turun di atasnya Ana tetap
tak membiarkan batang penis Jodi teangkat terlalu jauh dari vaginanya!
Tak menghiraukan keberadaan Roy yang masih terlelap tidur di
kamarnya, mereka berdua berkonsentrasi terhadap satu sama lainnya.
Tangan Jodi naik ke punggung Ana, menarik kaos yang dipakai Ana
bersamanya. Ciuman mereka merenggang, Ana mengangkat tubuhnya,
tangannya mengangkat ke atas saat Jodi melepaskan kaosnya lepas dari
tubuhnya. Payudaranya terbebas. Jodi melihatnya untuk pertama kalinya.
Di dalam keremangan cahaya, Jodi masih dapat menangkap keindahannya.
Payudaranya yang tak begitu besar dengan puting susu yang keras
menantang, dan dia menggoyangkannya dihadapan Jodi, menggodanya.
Jodi mengangkat tubuhnya, tangannya yang besar menahan punggung Ana
saat dia menghisap putingnya ke dalam mulutnya. Ana menggelinjang
kegelian saat lidahnya bergerak melingkari sebelah payudaranya sebelum
mencium yang satunya lagi. Pada waktu yang bersamaan Jodi mengangkat
pantatnya, masih berusaha agar tetap tenggelam dalam vaginanya, tapi
bergerak keluar masuk dengan pelan. Tangannya meremas payudara Ana yang
bebas, sedangkan mulutnya terus merangsang payudara yang satunya dengan
mulutnya.
Ana memandang Jodi yang merangsang payudaranya, tangannya membelai
rambut Jodi dengan lembut. Ana merasa penis Jodi bergerak keluar
sedikit tapi tak lama kemudian masuk kembali ke dalam vaginanya. Dia
merasa sangat nyaman, sangat berbeda di dalam tubuhnya. Dia mulai
menggoyang, mengimbangi kocokan Jodi yang mulai bertambah cepat.
Ke Bagian 4
| Title | Author | Views |
| Cerita Remaja 2: Nakalnya Mama Andre |
Joko Susilo |
188,830 |
| Selingkuh Dengan Istri Teman |
roy_takeshi@yahoo.com |
102,341 |
| Pembantu Hasrat |
dark.blackest@yahoo.co.id |
97,977 |
| Pengalamanku Dengan Suami Orang |
deknas@yahoo.com |
78,405 |
| Pantat Bahenol Mbak Surti |
radhiepatahdenkul@gmail.com |
75,783 |
| Perawatku yang Seksi |
syidi_theman@astaga.com |
75,321 |
| Syahwat di Celah Dinding Rumah Kontrakan - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
67,684 |
| Sperma Lelaki Lain di Celana Dalam Istriku – 3 |
tante_mirna@yahoo.com |
63,676 |
| Pesona Iparku Yang Mempesona |
priaasli@yahoo.com |
62,531 |
| Warnet Hot - Buka Perawan |
ipank.metal@gmail.com |
61,922 |
| Perselingkuhan Istri Muda - 1 |
ab1071@yahoo.com |
61,108 |
| Shinta Sang Sekretaris |
wirlise@crb.elga.net.id |
60,750 |
| Tetanggaku Sayang |
M. Hakim |
56,373 |
| Penjual DVD Cantik |
ebiznet88@yahoo.com |
54,850 |
| Pengalaman Pertamaku Bercinta |
deknas@yahoo.com |
54,258 |
|
|
|
|
|
|
|