|
|
Dari Bagian 3 Jodi melepaskan mulut dan tangannya dari payudara Ana dan rebah kembali
ke atas kasur. Ana mulai mengangkat pinggulnya naik ke atas hingga
batang penis Jodi nyaris terlepas ke luar seluruhnya sebelum
menghentakkan pinggulnya ke bawah lagi. Tangan Jodi kembali pada pantat
Ana, meremasnya sambil memandangi wanita yang telah menikah ini
menggoyang tubuhnya tanpa henti. Dengan tanpa bisa dibendung lagi
erangan demi erangan semakin sering terdengar keluar dari mulut Ana.
Orgasme yang sangat dinantikannya seharian ini mulai terbangun
dalam tubuhnya. Dengan meremas pantatnya erat, Jodi menggerakkan tubuh
Ana naik turun semakin keras dan keras. Hentakan tubuh mereka saling
bertemu. Nafas Ana semakin berat, Penis Jodi menyentak dalam tubuhnya
berulang kali.
Dengan cepat orgasmenya semakin mendekat. Ana mempercepat
kocokannya pada penis Jodi, menghentakkan bertambah cepat seiring
orgasmenya yang mendesak keluar. Ana tak mampu membendungnya lebih lama
lagi, pandangannya mulai menjadi gelap. Jantungnya berdegup semakin
kencang, otot vaginanya berkontraksi, seluruh sendi tubuhnya bergetar
saat dia keluar dengan hebatnya. Mulutnya memekik melepaskan himpitan
yang menyumbat aliran nafasnya.
Melihat pemandangan itu gairah Jodi semakin memuncak, dia tak
memberi kesempatan pada Ana untuk menikmati sensasi orgasmenya.
Diangkatnya tubuh mungil wanita itu, dan membaringkan di sampingnya.
Dia bergerak ke atas tubuh Ana dan Ana membuka pahanya melebar
menyambutnya secara refleks.
Jodi memandangi kepala penisnya yang menekan bibir vagina Ana.
Dengan pelan dia mulai masuk, dan mendorongnya masuk ke dalam lubang
hangatnya. Ana mengangkat kakinya ke udara, membukanya lebar lebar
untuknya. Jodi menahan berat tubuhnya dengan kedua lengannya.
Jodi memberinya satu dorngan yang kuat. Ana memekik, ombak
kenikmatan menggulungnya saat batang keras itu memasuki tubuhnya. Jodi
mulai menyetubuhinya tanpa ampun, Ana telah sangat membakar gairahnya.
Jodi mengocokkan penisnya keluar masuk dalam vagina istri sahabatnya
yang berada di bawah tubuhnya dengan cepat, kedua kaki Ana terayun-ayun
di atas pantatnya yang menghentak.
Tempat tidur sampai bergoyang karena hentakan Jodi. Ana menggigit
bibirnya untuk meredam erangannya yang semakin bertambah keras. Jodi
mulai kehilangan kontrol. Penisnya keluar masuk dalam vagina Ana
sebelum akhirnya, dia menarik keluar batang penisnya dengan bunyi yang
sangat basah. Jodi mengerang, batang penisnya berdenyut hebat dalam
genggaman tangannya. Sebuah tembakan yang kuat dari cairan kental putih
keluar dari ujung kepala penisnya dan menghantam perut Ana, beberapa
darinya bahkan sampai di payudaranya.
Ana menarik nafas, dadanya terasa sesak saat dia melihat tembakan
demi tembakan sperma yang kuat keluar dari penis Jodi, dan mendarat di
atas perutnya. Terasa sangat panas pada kulit perutnya, tapi semakin
membakar gairahnya menyadari bahwa itu bukan semburan sperma suaminya,
tapi dari seorang pria lain.
Akhirnya, sperma terakhir menetes dari penis Jodi, menetes ke atas
rambut kemaluan Ana yang terbaring di depannya dengan kaki terpentang
lebar. Dengan mata yang terpejam, Ana tersenyum puas.
"Aku membutuhkannya" bisiknya.
Mereka terdiam beberapa saat meredakan nafas yang memburu sebelum
akhirnya mulai membersihkan tubuh basah mereka. Jodi mencium dengan
lembut bibir Ana yang tersenyum. Ana memakai kaosnya dan menggenggam
celana dalamnya dalam tangan, melangkah keluar dari kamar itu dengan
perasaan yang sangat lega.
*****
Jodi bangun di keesokan harinya. Peristiwa semalam langsung
menyergap benaknya, penisnya mulai mengeras. Dikeluarkannya batang
penisnya dan perlahan mulai mengocoknya. Dia merasa sangat senang saat
mendengar ada seseorang yang sedang mandi. Dimasukkannya penisnya
kembali ke dalam celana dalamnya, bergegas memakai celana jeansnya dan
bergegas keluar kamar dengan bersemangat, turun ke lantai bawah.
Dia berharap yang sedang mandi adalah Roy dan Ana ada di lantai
bawah. Dia mendengar seseorang sedang membuat kopi di dapur. Dia segera
ke sana dan ternyata.. Ana masih dengan pakaian yang dikenakannya malam
tadi, sebuah kaos besar hingga lutut, dan sebuah celana dalam saja di
baliknya. Dia menoleh saat mendengar ada yang mendekat, dan langsung
tersenyum saat mengetahui siapa yang datang. Terasa ada desiran halus
di vaginanya saat memandang Jodi.
Ana terkejut saat tangan Jodi melingkar di pinggangnya memeluknya
erat dan mencium bibirnya. Lalu Ana sadar ada seseorang yang sedang
mandi di lantai atas dan Roy lah yang sedang berada di kamar mandi itu.
Bibirnya membalas lumatan Jodi dengan menggebu saat tangan Jodi
menyusup ke dalam kaosnya untuk menyentuh payudaranya.
Ana melenguh di dalam mulut Jodi yang memeluknya merapat ke
tubuhnya. Desiran gairah memercik dari payudaranya langsung menuju ke
vaginanya, membuatnya basah. Wanita mungil itu tak berdaya dalam
dekapan Jodi, tangan Ana melingkari leher Jodi.
Mereka berciuman dengan penuh gairah, lidah saling bertaut,
perlahan Jodi mendorong tubuh Ana merapat ke dinding. Tangannya meremas
bongkahan pantat Ana di balik kaosnya. Dan Ana sangat merasakan
tonjolan pada bagian depan celana jeans Jodi yang menekan perutnya.
Ciuman Ana turun ke leher Jodi, lidahnya melata menuju puting Jodi.
Ana membiarkan Jodi mengangkat tubuhnya ke atas meja, memandangnya
dengan pasif saat Jodi menyingkap kausnya hingga dadanya. Ana
mengangkat kakinya bertumpu pada tepian meja, mempertontonkan celana
dalam putihnya.
Vaginanya berdenyut tak terkontrol, menantikan apa yang akan
terjadi berikutnya. Jodi berlutut di hadapannya, dia dapat mencium
aroma yang kuat dari lembah surganya saat hidungnya bergerak mendekat.
Perlahan diciumnya vagina Ana yang masih tertutupi kain itu, Ana
mendesah, kenikmatan mengaliri darahnya. Untuk pertama kalinya, Ana
merasa gembira saat Roy berada lama di dalam kamar mandi!
Dengan tak sabar, tangannya menuju ke pangkal pahanya. Jodi hanya
menatapnya saat tangan Ana menarik celana dalamnya sendiri ke samping,
memperlihatkan rambut kemaluannya, dan kemudian bibir vaginanya yang
kemerahan.
Ana menatap pria yang berlutut di antara pahanya, api gairah tampak
berkobar dalam matanya, menahan celana dalamnya ke samping untuknya.
Jodi menatap matanya seiring bibirnya mulai mencium bibir vaginanya.
Membuat lebih banyak desiran kenikmatan mengguyur tubuhnya dan dia
mendesah melampiaskan kenikmatan yang dirasakannya.
Lidah Jodi mulai menjilat dari bagian bawah bibir vagina Ana sampai
ke bagian atasnya, mendorong kelentitnya dengan ujung lidahnya saat dia
menemukannya. Diselipkannya lidahnya masuk ke dalam lubang vaginanya,
merasakan bagaimana rasanya cairan gairah Ana.
Dihisapnya bibir vagina itu ke dalam mulutnya dan dia mulai
menggerakkan lidahnya naik turun di sana, membuat Ana semakin basah.
Desahannya terdengar, menggoyangkan pinggulnya di wajah Jodi. Jodi
melepaskan bibirnya, lidahnya bergerak ke kelentitnya. Dirangsangnya
tonjolan daging sensitif itu menggunakan lidahnya dalam gerakan
memutar.
Ana menaruh kakinya pada bahu Jodi, duduknya jadi tidak tenang.
Tiba-tiba, Jodi menghisap kelentitnya ke dalam mulutnya, menggigitnya
di antara bibirnya. Ana memekik agak keras saat serasa ada aliran
listrik yang menyentak tubuhnya. Lidah Jodi bergerak berulang-ulang
pada kelentit Ana yang terjepit di antara bibirnya, tahu bahwa titik
puncak Ana sudah dekat. Dilepaskannya kelentit itu dari mulutnya dan
tangannya menggantikan mengerjai kelentit Ana dengan cepat.
"Oh Tuhan.." bisiknya mendesah, merasakan orgasmenya mendekat.
Jari Jodi bergerak tanpa ampun, pinggul Ana terangkat karenanya.
Ana menggigit bibirnya berusaha agar suara jeritannya tak terdengar
sampai kepada suaminya yang berada di kamar mandi saat orgasmenya
datang dengan hebatnya. Dadanya sesak, nafasnya terhenti beberapa saat,
dinding-dinding vaginanya merapat. Kedua kakinya terpentang lebar di
belakang kepala Jodi. Ana mendesah hebat, akhirnya nafasnya kembali
mengisi paru-parunya mengiringi terlepasnya orgasmenya.
Jodi berdiri dan langsung mengeluarkan penisnya. Ana memandang
dengan lapar pada batang penis dalam genggaman tangan Jodi. Sebelah
tangan Ana masih memegangi celana dalamnya ke samping saat tangannya
yang satunya lagi meraih batang penis Jodi. Tangan kecil itu
menggenggamnya saat Jodi maju mendekat.
Dengan cepat Ana menggesek-gesekkannya pada bibir vaginanya yang
basah, berhenti hanya saat itu sudah tepat berada di depan lubang
masuknya. Mereka berdua mendengarkan dengan seksama suara dari kamar
mandi di lantai atas yang masih terdengar. Jodi melihat ke bawah pada
kepala penisnya yang menekan bibir vagina Ana.
Jodi mendorong ke depan dan menyaksikan bibir itu membuka untuknya,
mengijinkannya untuk masuk. Desahan Ana segera terdengar saat dia
merasa terisi. Jodi terus mendorong, vagina Ana terus menghisapnya
sampai akhirnya, Jodi berada di dalamya dalam satu dorongan saja.
Ana sangat panas dan mencengkeramnya, dan Jodi membiarkan penisnya
terkubur di dalam sana untuk beberapa saat, meresapi perasaan yang
datang padanya. Tangan Ana masih menahan celana dalamnya ke samping,
tangan yang satunya meraih kepala Jodi mendekat padanya.
Lidahnya mencari pasangannya dalam lumatan bibir yang rapat. Dengan
pelan Jodi menarik penisnya. Dia mendorongnya masuk kemabali, keras,
dan Ana mengerang dalam mulutnya seketika. Tubuh mereka saling merapat,
kaki Ana terjuntai terayun di belakang tubuh Jodi dalam tiap hentakan.
Roy yang masih berada di kamar mandi tak mengira di lantai bawah penis
sahabatnya sedang terkubur dalam vagina istrinya.
Sementara itu Ana, sedang berada di ambang orgasmenya yang lain.
Penis pria ini menyentuhnya dengan begitu berbeda! Terasa sangat nikmat
saat keluar masuk dalam tubuhnya seperti itu! Dia orgasme, melenguh,
melepaskan ciumannya. Jodi mundur sedikit dan melihat batang penisnya
keluar masuk dalam lubang vaginanya yang kemerahan, tangannya yang
kecil menahan celana dalamnya jauh-jauh ke samping yang membuat Jodi
heran karena kain itu tak robek. Dia mulai menyetubuhinya dengan keras,
menyadari kalau mungkin saja dia tak mempunyai banyak waktu lagi.
Jika Roy masuk ke sudut ruangan itu, dia akan melihat ujung kaki
istrinya yang terayun dibelakang pantat Jodi. Celana jeans Jodi merosot
hingga mata kakinya, celana dalamnya berada di lututnya, dan pantatnya
mengayun dengan kecepatan penuh di antara paha Ana yang terbuka lebar.
Roy mungkin mendengar suara erangan kenikmatan istrinya.
Jodi terus mengocok, dia dapat merasakan kantung buah zakarnya
mengencang dan dia tahu itu tak lama lagi. Dia menggeram, memberinya
beberapa kocokan lagi sebelum dilesakkannya batang penisnya ke dalam
vagina wanita bersuami itu dan menahannya di dalam sana. Dia menggeram
hebat, penisnya menyemburkan spermanya yang panas di dalam sana. Begitu
banyak sperma yang tertumpah di dalam vagina Ana. Erangan keduanya
terdengar saling bersahutan untuk beberapa saat hingga akhirnya mereka
tersadar kalau suara dari dalam kamar mandi sudah berhenti, dan tak
menyadari sudah berapa lama itu tak terdengar.
Bibir Jodi mengunci bibirnya dan mereka saling melumat untuk
beberapa waktu seiring kejantanan Jodi yang melembut di dalam tubuhnya.
Kemudian mereka saling merenggang dan Jodi mengeluarkan penisnya yang
setengah ereksi itu dari vagina Ana. Dengan cekatan dia mengenakan
pakaiannya kembali. Ana membiarkan celana dalamnya seperti begitu. Dia
merasa celananya menjadi semakin basah saat ada sperma Jodi yang
menetes keluar dari vaginanya saat dia berdiri.
Lalu Roy turun tak lama berselang, bersiap untuk sarapan.
E N D
| Title | Author | Views |
| Cerita Remaja 2: Nakalnya Mama Andre |
Joko Susilo |
188,830 |
| Selingkuh Dengan Istri Teman |
roy_takeshi@yahoo.com |
102,341 |
| Pembantu Hasrat |
dark.blackest@yahoo.co.id |
97,977 |
| Pengalamanku Dengan Suami Orang |
deknas@yahoo.com |
78,405 |
| Pantat Bahenol Mbak Surti |
radhiepatahdenkul@gmail.com |
75,783 |
| Perawatku yang Seksi |
syidi_theman@astaga.com |
75,321 |
| Syahwat di Celah Dinding Rumah Kontrakan - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
67,684 |
| Sperma Lelaki Lain di Celana Dalam Istriku – 3 |
tante_mirna@yahoo.com |
63,676 |
| Pesona Iparku Yang Mempesona |
priaasli@yahoo.com |
62,531 |
| Warnet Hot - Buka Perawan |
ipank.metal@gmail.com |
61,922 |
| Perselingkuhan Istri Muda - 1 |
ab1071@yahoo.com |
61,108 |
| Shinta Sang Sekretaris |
wirlise@crb.elga.net.id |
60,750 |
| Tetanggaku Sayang |
M. Hakim |
56,373 |
| Penjual DVD Cantik |
ebiznet88@yahoo.com |
54,850 |
| Pengalaman Pertamaku Bercinta |
deknas@yahoo.com |
54,258 |
|
|
|
|
|
|
|