|
|
Nama gue X, 28 tahun, tinggal di kota Jakarta.
Sebenarnya gue ingin menceritakan kisah seks dengan seorang gadis yang
gue juluki "Kupu-kupu Liar" sejak lama. Tapi karena belum sempat
menuliskannya.., yah akhirnya baru sekarang gue sempatin untuk
menceritakan kepada pembaca 17Tahun.com secara detail. Semoga saja
cerita gue ini dapat dipetik manfaatnya. Kalo pembaca menganggap gue
orang brengsek, ya jangan diikuti, simple kan?
*****
Gue bertemu dia sekitar pertengahan tahun 2001. Jujur saja, semula
gue mengira dia itu sudah menikah. Karena badannya kelihatan seperti
wanita yang sudah menikah tetapi setelah kenal, ternyata dia belum
menikah.
Dari pertemuan ke pertemuan berikutnya, gue dan dia semakin akrab
dan sering saling mengirimkan SMS. Walaupun itu hanya SMS yang isinya
sekedar menanyakan sudah makan siang atau belum, lama-kelamaan gue
sering kangen sama dia.
"Wah gawat nih kalo gue mulai suka sama dia," begitu pikir gue.
Waktu itu gue lagi 'jomblo' dan lagi males untuk pacaran karena
baru putus cinta. Tapi akhirnya gue sadar kalau gue suka banget sama
dia. Bukan dari fisik tapi dia itu orangnya baik dan cerdas. Tapi ada
satu hal secara fisik yang membuat sulit banget melupakan dia yaitu
ukuran dadanya yang mungkin 34 C.
Sebagai gambaran, wajahnya lumayan, kulit kuning, dan rambut ikal.
Gue lupa kapan pertama kali mengajak dia kencan. Tapi yang gue ingat
yaitu pertama kali membawa dia ke tempat kos gue.
Saat itu, penghuni kos sedang pergi atau entah pulang ke kotanya
masing-masing, gue ajak dia ke tempat kos. Mulanya sih ngobrol yang
nggak-nggak dan entah bagaimana ceritanya, gue langsung kulum bibir dia
yang mungil.
Wow, enak banget man.. Rasanya melayang. Lidah gue terus masuk ke
mulutnya dan kami saling mengulum lama sekali. Tiba-tiba, lidah gue
sudah menjilati dua bukit kembarnya yang besar. Putingnya sampai
mengkilat terkena air ludah gue.
"Terus say.. Jilat, hisap say," ujarnya.
Gue jilati sampai dia orgasme. Tapi mungkin yang pertama, gue belum
sempat menjilati veginya yang sudah panas banget. Malamnya, gue ajak
dia check ini di hotel bintang empat di kawasan Jakarta Barat. Begitu
masuk kamar, gue langsung serbu bibirnya yang sexy.
"Say.. Mau nggak gue jilatin," kata gue.
Dengan pandangan matanya yang sayu.. Dia mengangguk. Langsung gue
buka perlahan bra dan celana dalamnya. Wah besar banget bukit kembar
cewek ini, begitu pikir gue. Setelah puas memainkan bibirnya yang sexy,
lidah gue langsung turun ke dua bukit kembarnya.. Dia hanya bisa
mendesah.. Dan mengelus-elus rambut gue..
"Enak say.. Hisap yang keras say."
Putingnya langsung mengeras dan tegak. Dengan warna yang coklat
tua, semakin membangkitkan gairah gue. Gue jilati juga semua bagian
perut, pusarnya dari atas ke bawah. Setelah sampai di veginya.. Gue
langsung senang karena sudah dicukur rapi. Veginya masih tertutup
rapat, tapi sudah mengeluarkan sedikit lendir. Lidah gue langsung masuk
dan mencari klitorisnya.. Dia hanya bisa menutup mata dan mengerang.
"Sst, ah.. Ah.. Enak say.. Elo pintar banget sih. Ah.. Enak.. Sedot say," katanya.
Gue jilati veginya sambil gue remas-remas bukit kembarnya yang
besar dan bergoyang-goyang. Setelah sekian lama gue jilati, akhirnya
gue tahu kalau dia akan orgasme. Pantatnya terangkat tinggi.
"Ah.. Gue keluar say."
Lalu gue sorongkan adik gue ke mulutnya. Sambil tiduran, dia terus
mengulum 'adik' gue.. Turun, dan naik.. Sambil lidahnya bergerak ke
sana kemari dan sekali-kali menyapu lubang kencing adik gue.
"Enak say?," katanya.
Gue bilang, "Hisap say.."
Lalu dia menghisap adik gue yang berukuran sekitar 19-20 cm itu.
Sambil menjilat, dikocoknya adik gue.. Setelah beberapa lama.. Gue
yakin mau orgasme.
"Say, gue mau keluar nih," kata gue.
"Cepet keluarin dalam mulut gue.."
"Gue keluar say.. Ah.. Ah..," seiring dengan keluarnya sperma gue
beberapa kali tembakan di mulutnya. Dia menelan semua sperma gue sampai
habis.
Setelah istirahat sejenak, gue mau masukin adik gue ke veginya yang sudah basah.
"Say, gue masukin ya," kata gue. Dia hanya menggangguk. Tapi begitu kepala adik gue yang masuk.. Dia merintih.
Terus gue tanya, "Loe sudah pernah ML sebelumnya?" Dia mengatakan belum pernah.
Pelang-pelan gue dorong lagi adik gue.. Awalnya dia berkata, "Enak
say, terus say, gesek yang kenceng." Tapi begitu gue mau masukin adik
gue.., kembali dia merintih, "Sakit Say."
Akhirnya gue tidak tega untuk memaksakan penetrasi. Tapi malam itu,
dia berhasil membuat adik gue memuntahkan sperma sampai empat kali. Dia
bahkan mengalami lima kali orgasme. Setelah check in, besoknya dia SMS
gue.
"Gue malu bertemu elo lagi."
Lalu gue jawab, "Kenapa?".
Dia bilang malu.., karena baru bertemu langsung mau diajak check
in. Tapi setelah gue menjelaskan beberapa alasan, akhirnya dia mau
mengerti.
Kos gue dan dia tidak seberapa jauh. Hanya sekali naik angkot, gue
sampai di kosnya. Kosnya memang enak dan tenang. Cowok dan cewek boleh
tinggal satu kamar karena rumah ibu kosnya jauh dari kos tersebut.
Pulang kerja, gue langsung mampir ke tempat kosnya. Meskipun aman,
tetapi pembantu kosnya agak reseh. Bahkan sering pembantu kos itu
menanyakan kepada cewek atau cowok penghuni kos itu. Pokoknya reseh
deh.
Kebetulan malam itu, dia mengatakan pembantu kos sudah pulang. Ketika sampai di pintu pagar, gue langsung telepon dia.
"Eh bukain pintu dong, gue sudah di luar nih." Tidak seberapa lama, dia keluar sambil membuka pintu gerbang kos.
"Masuk deh, langsung ke kamar saja," katanya. Untungnya semua kamar waktu itu sudah tertutup rapat meskipun belum begitu malam.
"Masukin saja sepatu elo, biar nggak ketahuan ada tamu," katanya.
Begitu di dalam kamar, dia langsung mengunci pintu dan menyerbu bibir gue.
"Gue kangen sama elo. Elo kemana saja sih."
Gue kulum bibirnya.. Sambil meremas pantatnya yang besar. Ternyata
dia sudah tidak memakai celana dalam. Langsung saja gue perosotin
celana pendeknya, dan gue gosok bibir veginya dengan jari gue.
"Say.., gue pengen nih," ujar gue. Bra-nya gue copot dan langsung
gue kenyot buah dadanya yang besar dengan puting yang sudah mengeras.
"Say, enak banget sih cucu elo."
Setelah puas, lidah gue langsung menyerbu veginya.. Gue jilatin
klitorisnya berulang kali sampai dia mendapatkan orgasme yang pertama.
Sambil pantatnya diangkat tinggi-tinggi, dia merintih. Gue khawatir dia
berteriak, langsung gue kulum bibirnya sambil terus mempermainkan bibir
veginya yang sudah basah.
Setelah orgasme kedua, dia langsung menduduki tubuh gue.. Gue yang
sudah horny, langsung mengenyot dua bukit kembarnya yang bergelantungan
secara bergantian. Setelah puas, adik gue langsung dikulumnya..
"Enak say," ujarnya.
Gue mengangguk sambil terus menikmati kuluman di adik gue. Sambil
mengulum, dia juga kocok adik gue dan sekali-kali menjilati buah pelir
adik gue. Dia hisap adik gue dengan keras, dan akhirnya menyemburlah
sperma gue di mulutnya dan sebagian lagi mengenai wajahnya. Dia
menjilati semua sperma gue sampai bersih.
Kejadian itu terjadi berulang-ulang sampai ratusan kali dan gue
nggak bisa menghitung lagi.., sudah berapa kali gue sedot veginya yang
harum itu. Sampai sekarang gue belum pernah penetrasi ke veginya karena
dia menolak karena masih virgin. Gue menghormati dia seperti apa
adanya. Biarlah hanya suaminya kelak yang merenggut keperawanannya.
Tapi gue akhirnya sayang banget sama dia. Dia juga mengatakan hal
yang sama. Pernah suatu kali, kita mencoba tidak bertemu dan tidak
saling berhubungan. Tapi hanya bertahan sekitar tiga bulan. Setelah
itu, kami kembali saling memuaskan dan tidak lupa mencupang buah
dadanya yang besar itu.
Gue sebenarnya pengen masukin adik gue ke veginya tetapi karena dia
menolak, gue nggak bisa memaksa dia. Dia juga sempat jalan bareng sama
beberapa cowok lain tapi dia selalu bilang hanya dengan gue dia bisa
puas. Hal itu terbukti meskipun dia juga melakukan hal yang sama, tapi
itu tidak bertahan lama. Paling lama dua-tiga bulan, dia sudah malas
untuk berhubungan dengan cowok itu.
Kejadian saling memuaskan itu membuat kami ketagihan.
Sampai-sampai, kami pernah membuat dia orgasme sampai lima kali. Kami
melakukan itu hampir setiap hari sepulang kantor. Dia pernah bilang
pengen lepas dari gue, tapi selalu tidak berhasil. Begitu juga gue. Gue
pernah tidak menghubungi sekitar dua bulan, tapi ujung-ujungnya gue
kangen sama dia dan kembali saling memuaskan.
Tapi gue juga sadar, sampai kapan hal ini kami lakukan. Gue pernah
merasa berdosa banget sama dia. Tapi bayangan keseksiannya sulit gue
lupain. Gue juga sayang sama dia.. Entah sampai kapan.
Belakangan ini, gue dan dia masih berhubungan tapi sudah tidak
melakukan hal itu karena percuma saja. Dalam hatiku, dia tetap
"Kupu-kupu Liar"ku selamanya yang nggak akan bisa gue lupain. Gue cuma
bisa mengingat kejadian sexy itu.
*****
Bagi yang ingin memberikan komentar or nyobain.., kirim ke email gue.
E N D
| Title | Author | Views |
| Cerita Remaja 2: Nakalnya Mama Andre |
Joko Susilo |
188,718 |
| Selingkuh Dengan Istri Teman |
roy_takeshi@yahoo.com |
102,302 |
| Pembantu Hasrat |
dark.blackest@yahoo.co.id |
97,964 |
| Pengalamanku Dengan Suami Orang |
deknas@yahoo.com |
78,401 |
| Pantat Bahenol Mbak Surti |
radhiepatahdenkul@gmail.com |
75,748 |
| Perawatku yang Seksi |
syidi_theman@astaga.com |
75,294 |
| Syahwat di Celah Dinding Rumah Kontrakan - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
67,674 |
| Sperma Lelaki Lain di Celana Dalam Istriku – 3 |
tante_mirna@yahoo.com |
63,655 |
| Pesona Iparku Yang Mempesona |
priaasli@yahoo.com |
62,517 |
| Warnet Hot - Buka Perawan |
ipank.metal@gmail.com |
61,915 |
| Perselingkuhan Istri Muda - 1 |
ab1071@yahoo.com |
61,036 |
| Shinta Sang Sekretaris |
wirlise@crb.elga.net.id |
60,711 |
| Tetanggaku Sayang |
M. Hakim |
56,364 |
| Penjual DVD Cantik |
ebiznet88@yahoo.com |
54,843 |
| Pengalaman Pertamaku Bercinta |
deknas@yahoo.com |
54,245 |
|
|
|
|
|
|
|