|
|
Sambungan dari bagian 01 Aku menghampiri tempat tidurnya yang tertata rapi. Perlahan kubaringkan
tubuhku, dan rasa dingin sejuk merayap di sekujur kulitku.
"Sini." Ia tampak ragu, kembali kami saling berhadapan, tapi matanya menerawang jauh.
"Take your shirt off."
Perintah itu seolah membawanya kembali ke bumi dan perlahan ia
duduk di sisi tempat tidur. Ia menggigit bibir bawahnya, dan kembali
lehernya berdetak.
"Slowly." Aku memberi petunjuk dengan senyum merekah.
"Ya," jawabnya singkat layaknya pasien yang terhipnotis.
Jari-jarinya merenggut ujung bawah kaosnya dan melepasnya dengan
sigap. Terpampanglah dada seorang pria dewasa di depanku. Putingnya
yang kecil bulat menegang dengan bertaburkan bulu-bulu halus di
sekelilingnya. Urat-urat kebiruan sedikit menonjol di sepanjang lengan
dan tangannya. Ia memperhatikan mataku yang menyapu dadanya. Tiba-tiba
lengannya terangkat dengan tangan terbuka.
"Kenapa," ujarnya penasaran.
"Gimme those hands."
Ia merangkak mendekat di atas tempat tidur mendekatiku.
"Mau diapain?" sepertinya dengan pikiran yang berkecamuk.
"Celanaku basah."
Ia tersenyum tertahan. "I hope so."
"No. no. Aku tadi sempat kedudukan bangku yang basah waktu di angkot. Mau bantu aku melepaskannya?"
Ia berkata, "Boleh," tapi sama sekali tak bergerak.
"Want me to?" Aku meraih ujung celanaku dan mengangkat pantatku. Ia
meletakkan salah satu tangannya di perutku untuk menahanku. Ia menatap
kakiku, dadaku, dan mulutku. Ketika ia menatap mataku, matanya kembali
turun ke bawah. "Sudah cukup lama," katanya muram.
"Dan kamu udach lapar sekali, khan?"
Ia menarik nafas panjang memenuhi setiap sudut paru-parunya.
Badannya bergetar kembali. Aku dapat melihat ketegangan di balik
celananya. Posisinya benar-benar merangsangku seperti gelembung balon
yang mau pecah. Ia menggenggam dengan tangannya sendiri dan meremasnya.
Keras. Menghembuskan nafas dari hidungnya dengan menggigit bibir
bawahnya.
Aku mengangkat kembali pantatku dan berusaha melepaskan celana
katunku beserta underwear-nya. Aku menunggu usapan tangannya dengan
berdebar-debar. Ketika tangan itu datang, elusannya benar-benar halus.
Kewanitaanku bergejolak menanggapi sensasi yang dibuatnya. Ia menarik
celanaku menggantikan kedua tanganku yang sudah meremas sprei tempat
tidur. Aku mengangkat kedua kakiku ke atas untuk memudahkannya terlepas
sempurna. Ia melipat celanaku rapi dan meletakkan underwear-ku
diatasnya. Tangannya kembali merenggut kedua pahaku dan
merenggangkannya.
Wajahnya diletakkan sedekat mungkin dari kewanitaanku. Ia
menghirupnya dalam dan menutup matanya. Sekarang giliran Indra yang
melenguh tertahan. Tiba-tiba, ia melepas pegangannya di pahaku. Ia
bangkit dan melepas celana jeans dan underwear. Kejantanannya mengacung
lega di antara kami berdua, menghadap atap kamar yang gemuruh diterpa
hujan. Bilur-bilur nadi di sekujur batang kemaluannya menambah nuansa
tersendiri. Ia menatapku sesaat dan mengangguk tanpa arti. Tanpa sadar
jari jemariku mulai melepas kancing kemejaku dan melempar ke mukanya.
Ia tidak kaget, bahkan menangkap kemejaku dengan sigap. Dan ritual
melipat pakaiannya terulang kembali. Aku memiringkan tubuhku.
"Would you mind?" sambil membuat lirikan manja.
Ia menghampiri dan menatapku tajam. Ia membantu melepaskan kaitan
bra-ku dan dengan sedikit gemas aku menggaruk punggungnya. Aku sudah
mulai tidak sabar. Aku tidak memperhatikan lagi kemana perginya bra-ku.
Kedua tangannya mendorong pundakku dan aku hanya mengikuti pasrah.
Tubuhku sudah mulai berkeringat dan kewanitaanku sudah semakin
melembab. Dinginnya sprei tempat tidur hanya memberikan kesejukan
sementara pada syaraf-syaraf kulitku yang terombang-ambing kenikmatan
duniawi. Ia kembali menatap dengan mata yang semakin berbinar seolah
seorang anak yang diberi mainan baru tanpa keinginan untuk memegangnya.
Kemudian badannya berbaring dan kepalanya mengarah pada wajahku.
Tapi perkiraanku ternyata meleset! Untuk beberapa saat ia mencari
sesuatu di atas kepalaku. Ketika ia kembali pada posisi duduk, mulutnya
sudah menggigit sebungkus kondom. Aku berusaha beranjak bangun dan
menatap antusias apa yang akan terjadi selanjutnya. Jari-jari tangan
kirinya menahan ujung penisnya yang sudah merah mengkilat dan
menggulung karet pengaman itu menutupi seluruh kejantanannya dengan
jari-jari tangan kanannya. Ia berlutut di atas tempat tidur dan
jari-jarinya kembali mengurut penisnya seperti meyakinkan posisi karet
yang benar-benar nyaman. Jujur saja, saat itu kepalaku sudah semakin
pusing dan desiran-desiran yang menyelubungi kewanitaanku semakin
menjadi-jadi. Kami melakukan foreplay tanpa sentuhan fisik yang
berarti!
Ia menyelinap di antara kedua kakiku. Kedua lututnya yang terlipat
menahan kedua pahaku yang merenggang pasrah. I know this man is gonna
rock me. Aku menggapai belakang kepalaku untuk sesuatu sebagai
pegangan. Sesuatu yang bisa kugunakan sebagai jangkar sehingga aku
dapat menahan serangannya nanti. Rongga kewanitaanku melemas terbuka
bersiap untuk menelan sesuatu yang keras dan gemuk di hadapannya. Indra
bergerak sangat perlahan. Ia menatap ke bawah tubuh kami dan terkesima
melihat daerah pertempuran yang berada di bawah kontrolnya.
"Can I?" ia bertanya, suaranya ketat dan tinggi, seperti kejantanannya.
"Terserah!" dengan warna suara yang sudah tidak sabar lagi.
Action! Ia mendorong keras memasukiku, memenuhi rongga vaginaku,
mendesakku ke tempat tidur, dan badanku bergetar keras ketika ia
menariknya keluar. Selalu berulang. Keras. Menuju dalamnya tubuhku, dan
kembali. Menyusun irama kenikmatan menemani rain symphony.
"Rapatkan kakimu," kataku memohon.
Ketika ia melakukannya, bukit kecil pelvisnya menabrak klitorisku.
Sensasional dan menyenangkan. Denyutan orgasmeku semakin nyata,
sayangnya belum cukup.
"I wanna roll over."
"Yeah." Ia berhenti bergerak di dalamku. Agak menarik mundur.
Membiarkan lututku pergi. Aku berusaha berbalik mengelilingi
kejantanannya, tanpa melepaskannya, sehingga tubuhku berada di atasnya
sekarang. Ia meremas pinggulku, seperti pengungkit, ia mulai memompa,
mendesak, dan menusuk. Kedua tanganku meremas dadanya, memilin puting
payudaraku, dan menggaruk paha kakinya. Aku mengangkat tubuhku sehingga
dapat melihat batang kemaluannya yang masuk-keluar menggesek-gesek
bibir vaginaku. Aku menggenggam bola-bola kejantanannya dengan tangan
kiri, dan menjepit klitorisku diantara telunjuk dan jari tengah tangan
kananku.
----------
Did u know? Pria lebih pendiam dibandingkan wanita pada saat
bersetubuh? Hal ini disebabkan fungsi otak pria yang harus bekerja
keras selama prosesi penetrasi/intercourse berlangsung. Aktifitas otak
pria diambil alih oleh semua organ seksual dan syaraf-syaraf
kenikmatannya. Sedangkan pada wanita, otak masih dapat bekerja secara
normal. Hal inilah yang membuat wanita terlihat lebih liar dan tidak
terkendali. Tapi wanita dapat dengan segera menyadari perubahan
lingkungan di sekitarnya. Jadi jika pria ingin menahan orgasmenya, pada
saat mau klimaks, alihkan perhatian otak anda ke sesuatu selain seks.
Anda dapat memikirkan pekerjaan kantor/kuliah, rencana esok hari,
jadwal/hasil pertandingan, atau susunan pemain team sepak bola.
Normalnya, semakin otak pria berpikir keras, aliran darah dan
sensitifitas syaraf di organ seksual akan semakin berkurang.
-----------
Indra menggeram sekarang, dan tekanan di antara kami berdua membuat
udara di paru-paruku terlepas keluar membentuk desahan dan jeritan
tertahan. Aliran kenikmatan telah menjalar dari tumit sampai ke
ubun-ubun kepalaku. Ia menarik keluar penisnya dengan cepat. Vaginaku
terasa hampa tanpa arti. Aku merendahkan kewanitaanku berusaha
menemukan kembali kejantanannya. Batang kemaluannya terselip di antara
bibir-bibir vaginaku, tanpa berusaha untuk menerobos masuk kembali.
Kepala penisnya menemukan titik keras klitorisku lagi dan berulang. Aku
menekan jari-jariku untuk menahan batang kemaluannya tetap pada posisi
itu.
"Kayaknya sebentar lagi nich. Aku akan meledak sebentar lagi," kataku sambil terengah-engah.
"Bilang aja kalau udah deket," bisiknya di telingaku.
Erangan kenikmatan sudah tidak bisa kukendalikan lagi. Mulut Indra
berusaha untuk membungkamku, mengurangi keliaranku. Aku tidak bisa
menahannya walau sudah berjuang keras. Dan aku benar-benar
menikmatinya. Ia mendorong kembali pinggulnya dan memasukiku. Ia
membenamkan wajahnya di leherku. Aku dapat merasakan denyut nadi di
batang kemaluannya, dan kekagetanku yang membuatku melayang ketika
tangannya meremas payudaraku dan memilin putingku dengan keras.
Perlahan kami berusaha menormalkan kembali pernafasan. Ia membaringkan
tubuhku kembali di atas tempat tidur dan meletakkan tubuhku di sisinya.
Ia menciumi dengan lembut leher dan dadaku.
"Thanks," ucapnya lirih.
"Lagi..," jawabku manja.
Hari ini terpaksa makan siangku digabung dengan makan malam. Indra
benar-benar kujadikan pemuas dahagaku. Kerinduanku seakan terjawab
ketika berbaring di atas kasur yang basah dan lengket. Aromanya
membuatku mabuk dan lemas. Aku pun harus dibantu untuk melangkah keluar
kamar. Selama aku di kamar mandi pun, Indra harus mengecek untuk
memastikan bahwa aku tidak pingsan akibat staminaku yang terkuras
habis. Ketika pulang, ia mengantarku sampai di depan kamar kostku dan
memberikan ciuman kilat di bibirku. Ia menolak dengan tegas undanganku
untuk mampir sebentar menikmati nyamannya kamar kostku. Aku mengerti
mendengar alasannya yang harus menyelesaikan tugas kuliah malam ini.
Sebetulnya staminaku telah kembali seperti semula. Dan aku siap untuk
melakukan posisi-posisi bersetubuh lainnya.
Dengan air hangat, aku membersihkan tubuhku dan meresapi kembali
kenikmatan yang tersisa. Semua pikiran dan emosi yang mengarahkanku
pada cinta telah kubuang jauh-jauh. Aku tak mau terjebak di antaranya.
Biarlah pangeranku yang nun jauh di sana dapat merasakan getaran
hatiku. Semoga kasihku berkenan datang dalam mimpiku malam ini. Aku
berjanji takkan kulepas tubuhmu walau hanya sesosok bayangan. Selamat
malam, my sweetheart. See you in dream.
TAMAT
| Title | Author | Views |
| Cerita Remaja 2: Nakalnya Mama Andre |
Joko Susilo |
188,721 |
| Selingkuh Dengan Istri Teman |
roy_takeshi@yahoo.com |
102,303 |
| Pembantu Hasrat |
dark.blackest@yahoo.co.id |
97,965 |
| Pengalamanku Dengan Suami Orang |
deknas@yahoo.com |
78,401 |
| Pantat Bahenol Mbak Surti |
radhiepatahdenkul@gmail.com |
75,749 |
| Perawatku yang Seksi |
syidi_theman@astaga.com |
75,295 |
| Syahwat di Celah Dinding Rumah Kontrakan - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
67,675 |
| Sperma Lelaki Lain di Celana Dalam Istriku – 3 |
tante_mirna@yahoo.com |
63,657 |
| Pesona Iparku Yang Mempesona |
priaasli@yahoo.com |
62,517 |
| Warnet Hot - Buka Perawan |
ipank.metal@gmail.com |
61,916 |
| Perselingkuhan Istri Muda - 1 |
ab1071@yahoo.com |
61,037 |
| Shinta Sang Sekretaris |
wirlise@crb.elga.net.id |
60,713 |
| Tetanggaku Sayang |
M. Hakim |
56,365 |
| Penjual DVD Cantik |
ebiznet88@yahoo.com |
54,843 |
| Pengalaman Pertamaku Bercinta |
deknas@yahoo.com |
54,245 |
|
|
|
|
|
|
|