|
|
Dari Bagian 1 Kami sama-sama berbaring. Verne mungkin mengira aku sudah habis malam
itu. Tapi pikiranku tidak mau kalah. Aku mengingat-ingat apakah benar
kelelahan jadi faktor utamaku gagal ereksi?
"Sory Verne.. Ini baru pertama kalinya aku alami" ujarku dengan sangat malu.
"Its Okay, Boy. Kamu kan memang lagi kecapekan.." jawabnya.
Aku tak tahu apa yang dipikirkannya. Tetapi walaupun dia tidak
mempermasalahkan kejadian ini, aku yang mempermasalahkannya! Aku meraba
penisku dan mencoba mengocoknya. Ternyata penisku bereaksi bagus.
Mungkin karena 2 bulan tidak ML? Mungkin saja. Aku terus mengocok
penisku dan dalam waktu sangat singkat aku berejakulasi. Aku senang
bisa ejakulasi. Itu tandanya aku tinggal menunggu penisku ereksi lagi.
Aku butuh makan untuk menambah energiku. Sudah jam 19.00. Aku menelepon
room service dan memesan nasi rawon dan ice tea.
Makanan datang dan aku segera memakannya. Kudengar hujan turun
dengan lebat. Aku suka sekali dengan suara hujan. Membuatku merasa
nyaman. Selesai makan aku minum cukup banyak supaya bau rawon di
mulutku hilang. Kemudian aku berbaring di ranjang. Aku merasakan
penisku mulai normal lagi. Perlahan kepercayaan diriku muncul. Aku
berusaha keras melupakan kejadian tadi. Untungnya Verne cukup sabar dan
memberiku semangat.
"Gak apa-apa kok. Jangan dipikirkan, nanti kamu malah trauma. Kan memang kamu lagi capek banget.."
Kata-kata Verne menguatkanku. Aku yang tadi sangat shock dan malu
mulai percaya diri. Kubuka kondom dan mulai memakainya. Tidak masalah
penisku belum ereksi penuh. Belum lama rebahan di ranjang, Verne
kembali naik ke atas tubuhku dan mulai menciumku. Dia menikmati sekali
mencumbuku. Aku mengikuti tempo-nya.
Rata-rata wanita butuh waktu 15-30 menit untuk orgasme, sedangkan
pria cuma 3-5 menit, karena itu tidak ada gunanya aku menggebu-gebu.
Kubiarkan Verne menguasaiku. Menghisap bibirku, menghisap lidahku.
Kelebihannya memang di ciumannya. Sementara gerak tubuh dan tangannya
belum terlalu mahir. Tetapi tubuh telanjang kami yang saling
bersentuhan, yang bergerak alami, sudah cukup untuk membuat kami intim.
Payudaranya yang seksi menempel erat di dadaku. Kenyal dan lembut..
Perutnya.. Terasa hangat di perutku. Kulit kami bersentuhan dan
menggesek pelan memberikan stimuli nikmat yang menggetarkan hati.
Jantung kami memompa darah lebih cepat. Nafas makin memburu. Ciuman
Verne makin dalam. Makin panas. Aku juga sudah mulai panas.
Kutingkatkan kekuatanku. Aku menyerbu bibirnya dengan panas. Kami
saling melumat makin liar, makin keras, makin cepat.. Luar biasa
nikmat. Aku membayangkan.. Berciuman saja sudah sedemikian nikmat,
apalagi nanti kalau penisku sudah menembus vaginanya? Perlahan-lahan
ereksi penisku mencapai puncaknya. Keras sekali. Dalam hati aku senang
sekali. Aku makin percaya diri.
"Verne.. It's the time.." bisikku sangat pelan nyaris tak terdengar.
Sambil tubuh Verne tetap berada di atasku, aku memasukkan penisku
dari arah pantatnya. Penisku yang sudah tegak perkasa dengan berani
menusuk masuk vagina Verne.
"Ogh.." kami sama-sama mengerang.
Kemudian tubuh kami sama-sama bergoyang mengejar gesekan nikmat
antara penis dan vaginanya. Kami sama-sama bergerak. Terkadang tempo
kami berbeda hingga membuat gesekan terasa tidak nikmat. Dengan
beberapa kali penyesuaian, kami makin cepat mendaki puncak kenikmatan.
"Kamu di atas ya, Boy.." kata Verne.
Dia mungkin kelelahan berada di atas terus. Tubuhnya berbaring dan
aku naik ke atas tubuhnya. Kembali penisku menghunjam masuk. Gesek
nikmat kembali terjadi.. Tetapi aku sangat kesulitan dengan posisi itu
karena kakiku terlipat. Aku menghentikan kocokanku. Kutarik Verne agak
ke bawah lalu aku berdiri di pinggir ranjang. Aku lebih nyaman dengan
posisi berdiri sementara Verne tetap berbaring.
"Boy, lepas saja kondomnya ya?" pinta Verne.
Rupanya dia menginginkan kenikmatan yang lebih. Okay.. Aku melepas
kondomku. Dengan perkasa penisku kembali menyodok masuk. Ufh.. hangat..
Kurasakan sensasi hangat dan nikmat saat penisku menerobos masuk
vaginanya.
"Ogh.. Yeah.." desah Verne.
Dengan tempo sedang aku memacu birahi kami. Verne mulai gelisah.
Serangan nikmat yang kulancarkan perlahan mulai meruntuhkan
benteng-benteng sarafnya. Darahnya mengalir makin lancar. Desahan,
raungan dan rintihan nikmatnya silih ganti meramaikan suasana
remang-remang kamar hotel.
"Boy.. Enak.. Gila.. Okh.." rintih Verne.
Tempoku makin cepat. Suara penisku yang keluar masuk menembus
vaginannya juga makin keras. Makin membuatku bersemangat. Verne
terguncang-guncang menahan nikmat. Matanya sampai terpejam dan bibirnya
menutup, membuka.
"Agh.. Argh.. Boy.. Oh God.." ceracau Verne.
Aku makin cepat mengocok. Tak lama kemudian aku merasakan aku
hampir ejakulasi. Aku berhenti dulu. Menenangkan pikiran. Kucabut
penisku. Kali ini tugas kulimpahkan pada jariku. Dengan dua jari aku
menerobos vaginanya. Mencari dan menemukan G-Spotnya. Titik erotis ini
mulai kuserang. Selama ini aku sudah cukup hafal letak G-Spot sehingga
dengan Verne aku tidak kesulitan.
Begitu jariku menekan-nekan G-Spotnya, Verne bergetar hebat.
Tubuhnya seperti mau terpental keluar. Aku menahannya dengan tanganku
yang lain. Desahan Verne makin kuat.
"Okhw.. Ogh.. Sshh.. Ergg.. Uwhh.." Entah bagaimana menuliskan
erangannya? Sangat bervariasi dan bahkan Verne mulai mendesis dan
mengeluarkan suara seperti mau menangis.
"Egh.. Egh.. Hh.. Hh.."
Aku makin bersemangat. Jariku satunya menyerang klitorisnya.
Sebenarnya wanita tidak ada yang frigid. Selama dia menginginkan
orgasme, dia akan mendapatkannya. Tentunya sebagai pria aku harus
membantunya meraih orgasme. Klitoris dan G-spot, dua titik paling peka
di tubuh wanita, dengan ribuan saraf yang peka, kuserang habis-habisan.
Verne bergerak makin liar. Kedua tangannya mencengkeram erat sprei di
ranjang.
"Aku nggak kuat, Boy.. Sudah.." pintanya.
Inilah Verne. Ingin orgasme, tapi saat sudah mendekati, malah minta
berhenti. Tentu aku menolaknya. Penisku yang sedari tadi melihat jariku
beraksi mulai cemburu. Dia mulai ingin bekerja lagi. Haha.. Dengan
ijinku, penisku kembali menerobos masuk. Kali ini aku mengarahkan
penisku ke atas, berusaha menyentuh G-Spotnya. Lalu kusodok dengan
tempo pelan. Tubuhku menindihnya menghampiri Verne yang segera saja
memelukku.
"Boy, oh.. God.. Yess.." erang Verne.
Aku terus memacu penisku. Lama-lama makin kuat dan cepat, sampai
akhirnya dengan kecepatan tinggi dan tenaga kuat aku mengocoknya dengan
stabil.
"Ck.. Ck.. Ck.. Sr.. Sr.. Ck.." suara penisku yang beradu dengan vaginanya.
"Argh.. Arghh" Verne berteriak.
Jarinya mencengkeram punggungku dan mencakarnya. Wah, luka lagi
deh.. pikirku. Tapi tidak masalah. Aku sungguh menikmati melihat wajah
Verne yang sedang dilanda birahi. Matanya terpejam, merah, dengan mulut
yang mengeluarkan suara-suara mirip tangisan.
"Sudah.. Boy.. Sudah.." Verne kembali ingin berhenti. Aku terus memacunya.
"Gila kamu Boy.. Gila..!!" Verne terguncang-guncang.
"Ah.. Ah.. AAHH..."
Verne melenguh panjang. Tubuhnya agak mengejang dan terangkat
sedikit. Kurasakan jemarinya kaku. Kakinya juga mengejang. Goyangannya
berhenti. Matanya terpejam dengan mulut terbuka menganga. Verne
orgasme. Tapi aku belum, maka dengan cepat aku mengocokkan penisku
mengejar orgasmeku. Tetapi orgasmeku masih lama. Beberapa menit
kemudian Verne membuka mata. Penis kucabut.
"Sudah Boy.. Aku capek banget.. Gila.. Badanku lemas sekali" bisik Verne.
"Mau aku terusin?" aku ingin membuatnya mengalami multi orgasme.
"No.. Aku capek sekali.." katanya. Aku jadi heran. Wanita mana yang menolak multi orgasme?
"Kamu belum pernah mengalami ini ya?"
"Iya.. Malu-maluin ya?" Verne tersipu malu.
Dia sudah ML sejak 4 tahun yang lalu dan ini adalah orgasme
pertamanya! Aku cuma tersenyum. Wajar deh kalau dia sampai kelelahan
begitu. Tak kukira dia sampai lemas begitu. Aku berdiri dan minum air
mineral. Kemudian berbaring di ranjang. Verne kembali menaiki tubuhku
dan menciumku. Aku membalas ciumannya. Beberapa menit kami bercumbu,
lalu aku duduk dan mulai memijat tubuhnya.
"Wah.. pakai dipijat segala.." katanya.
Tentu saja, ada foreplay, making love, dan afterplay. Aku
menyebutnya after orgasm service. Kupijat punggung, tengkuk dan
pinggulnya. Verne tampak kelelahan. Nafasnya masih memburu. Aku sendiri
malah dalam top form. Setelah kejadian tadi, aku berhasil melupakannya
dan bangkit menjadi perkasa. Inilah aku, yang selalu berusaha membuat
wanita orgasme.
"Kamunya sendiri belum dapet ya Boy?" tanya Verne.
Iya sih.. Aku belum orgasme, tetapi tidak masalah. Aku sudah
ratusan kali orgasme, sedangkan Verne.. Ini adalah pertama kalinya!
Banyak wanita yang berpikir dia sudah mengalami nikmatnya bercinta.
Benar. Tetapi banyak wanita yang tidak tahu, bahwa mereka belum pernah
mencapai orgasme.. Ketika malamnya aku mengantar Verne pulang dan kami
berkirim SMS, aku kembali menanyakan apa yang dirasakannya.
"Verne.. Tadi kamu tidak faking orgasme (pura-pura) kan?" aku tentu
saja tidak ingin wanita yang ML bersamaku berpura-pura mengalami
orgasme.
"Tidak, Boy. Sudah kubilang, aku tidak mengejar orgasme. Jadi
mengapa aku berpura-pura? Aku ragu-ragu waktu kau bilang akan membuatku
orgasme, tetapi waktu mengalaminya.. Astaga.. Luar biasa.." balas
Verne.
"Oh ya? Bagaimana rasanya? Bagian tubuh yang mana yang merasakan orgasme?" tanyaku penasaran.
"Seluruh tubuh, Boy. Tapi ya di bagian bawah itu yang paling
terasa. Gila.. Aku seperti melayang, terbang. Kepalaku seperti terbelah
dua. Semua gerakan tubuhku waktu orgasme seperti bukan otakku yang
mengontrolnya. Lepas kendali.. Enak sekali. Tapi ya itu.. Lemasnya itu
yang aku nggak tahan.."
Aku tersenyum membaca SMS-nya. Berbeda dengan pria yang hanya dapat
merasakan nikmat di penisnya, wanita mengalami kenikmatan di seluruh
tubuhnya. Urat nadinya terbuka, darah mengalir lebih lancar..
Benar-benar wow!
"Sory ya Verne karena aku tadi sempat gagal. Aku belum hebat deh tadi.."
"Boy.. Segitu tidak hebat? Sulit dipercaya. Banyak hal yang baru
kualami pertama kali waktu ML denganmu. I will never forget it.." Aku
tersanjung berhasil membuat Verne orgasme untuk pertama kalinya.
Besok paginya aku bangun dan melihat ada SMS dari Verne..
"Boy, I go back home to my city. Thanks for accompany me while I'm
in your city, especially for the nice memory. Hope to see you again
soon and I'll wait for the story. Take care, keep in touch and bye
bye.. :)"
Wanita seksi dengan puting menantang itu telah pulang ke kotanya.
Aku jadi teringat malam itu, sehabis bercinta dengannya, aku menanyakan
hal yang sama pada Verne. Tentang pilihannya. Cowok yang jago sex tapi
sangat buruk pribadinya, atau impoten tapi pribadinya sangat baik.
Verne ternyata lebih memilih cowok yang sexnya jago. Akan tetapi
jika itu untuk pasangan seumur hidup, dia jadi bimbang dan memilih
abstain. Ketika aku memintanya untuk mempertimbangkan keluarga,
anak-anak dan semua aspek.., Verne memilih laki-laki yang pribadinya
baik, tetapi itu setelah usianya di atas 30 tahun, setelah dia berhenti
dari semua petualangan sexnya.
Verne, jika kau sudah membaca cerita ini. Thanks sekali lagi.
Orgasme-mu bukan cuma karena teknikku, tetapi karena bantuanmu juga. I
miss you, and.. your kisses.
*****
Cerita ini kutulis untuk Verne khususnya, dan untuk wanita-wanita
yang belum pernah orgasme. Percayalah, kalau kalian menginginkannya,
pasti bisa. Jika ada komentar atau ingin mengenalku, aku tunggu email
kalian.
E N D
| Title | Author | Views |
| Cerita Remaja 2: Nakalnya Mama Andre |
Joko Susilo |
188,765 |
| Selingkuh Dengan Istri Teman |
roy_takeshi@yahoo.com |
102,313 |
| Pembantu Hasrat |
dark.blackest@yahoo.co.id |
97,970 |
| Pengalamanku Dengan Suami Orang |
deknas@yahoo.com |
78,402 |
| Pantat Bahenol Mbak Surti |
radhiepatahdenkul@gmail.com |
75,760 |
| Perawatku yang Seksi |
syidi_theman@astaga.com |
75,304 |
| Syahwat di Celah Dinding Rumah Kontrakan - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
67,680 |
| Sperma Lelaki Lain di Celana Dalam Istriku – 3 |
tante_mirna@yahoo.com |
63,661 |
| Pesona Iparku Yang Mempesona |
priaasli@yahoo.com |
62,523 |
| Warnet Hot - Buka Perawan |
ipank.metal@gmail.com |
61,918 |
| Perselingkuhan Istri Muda - 1 |
ab1071@yahoo.com |
61,069 |
| Shinta Sang Sekretaris |
wirlise@crb.elga.net.id |
60,730 |
| Tetanggaku Sayang |
M. Hakim |
56,367 |
| Penjual DVD Cantik |
ebiznet88@yahoo.com |
54,847 |
| Pengalaman Pertamaku Bercinta |
deknas@yahoo.com |
54,248 |
|
|
|
|
|
|
|