|
|
Nama saya M. Ryo. Teman-teman biasa memanggil
saya dengan Ryo karena nama M saya susah sekali untuk diingat :p Saya
besar di kota BL tapi bukan penduduk asli kota BL karena pekerjaan
orangtualah yang mengantar saya sampai di kota tersebut. Cukup lama
saya mengikuti kisah-kisah sumbercerita.com sejak di bangku kuliah dimana
saya anggap kisah-kisah di sumbercerita.com cukup membantu saya dalam hal
urusan sex.
Memang saya tergolong orang yang memiliki nafsu seks yang besar
sehingga saya sering mencari partner wanita yang bisa menerima
penyaluran nafsu saya. Tapi walaupun begitu saya lebih tertarik
melakukannya dengan wanita yang bisa betul-betul menikmati rasanya
bercinta, bukan karena membeli di tempat-tempat prostitusi. Rasanya
bagi saya berbeda sekali, saya kurang bisa menikmati rasa bercinta di
tempat-tempat prostitusi dan hal tersebut sudah pernah saya lakukan
sebanyak 2 kali di tempat prostitusi yang berbeda.
Sering kali saya memberikan bacaan dari sumbercerita.com kepada
rekan-rekan wanita saya yang terbilang 'dekat' dengan saya. Salut untuk
tim sumbercerita.com yang tetap eksis menyajikan bacaan seputar pengalaman
sex ;D Berikut ini saya ingin berbagi pengalaman saya kepada
rekan-rekan sumbercerita.com tentang pengalaman sex saya dengan mantan pacar
saya yang saya anggap pengalaman ini paling berkesan di antara
pengalaman sex saya yang lain.
*****
Kota BL, Senin-31 Desember 2001 Pukul 13.00 Sama-samar kudengar suara hujan dari kamar hotel yang kubooking
bersama teman-teman untuk acara tahun baru nanti malam. Kupandangi
kamar yang bertarif 700 ribu dengan pandangan kagum dan bangga karena
bisa menginap di hotel mewah bintang lima yang baru berdiri sejak 5
bulan yang lalu. Interior yang mewah dan suasana yang romantis serta
ciri khas kebudayaan daerah yang jelas terpampang membuatku merasa
nyaman untuk tinggal di kamar berduaan dengan pasangan, begitu yang
terlintas di benakku.
Perlahan saya bangkit dari tempat tidur berukuran king size yang
telah kududuki selama 5 menit. Pandanganku yang semula menonton acara
MTV kualihkan ke arah jendela. Saya berjalan menuju jendela, memandang
keluar melihat kotaku yang disiram oleh hujan yang telah berlangsung
selama selama dua pekan. Dingin hujan ditambah dengan dinginnya AC
membuat diriku merasa bergolak untuk menikmati kehangatan dari seorang
wanita yang telah lama menjadi partnerku untuk urusan sex.
Klik..
Kudengar suara kunci pintu diputar dan pintu kamar mandi terbuka
diiringi dengan langkah seorang gadis yang keluar dari kamar mandi.
Maya, begitu nama gadis partner sexku. Sebenarnya kami pernah
berpacaran selama kurang lebih tiga tahun yang selalu disertai putus
sambung sehingga akhirnya kami menyadari bahwa kami tidak dapat bersatu
disebabkan oleh perbedaan prinsip. Namun karena masih memiliki rasa
sayang kami akhirnya berkomitmen untuk menjadi 'sahabat' yang saling
membantu termasuk untuk urusan sex.
"Loh, kok belum dibuka sih bajunya say. Lagi liat apa?"
"Hhmm.. Gak liat apa-apa kok. Cuman lagi liat pemandangan kota aja." jawabku.
Maya berjalan ke arahku dan kemudian memelukku dari belakang.
Kurasakan dadanya yang berukuran 36-B menghimpit punggungku. Rasa
hangat kurasakan di punggungku, kudekap tangannya yang melingkari
dadaku. Memang tinggi badan kami sepadan, yaitu 168 cm. Yang berbeda
hanya beratnya saja, Maya 48 Kg dan saya 55 Kg.
"Say, udah lama yah kita ga berduaan seperti ini. Saya kangen banget ama kamu." bisik Maya.
"Namanya juga tinggal berjauhan. Masak kamu tega sih nyuruh saya
tiap hari bolak balik S-BL. Emangnya saya penjabat? Kalo pengacara iya.
He.. He.. He.." candaku.
"Ihh.. Nihh orang. Asal aja ya ngomongnya." sambil berkata
demikian Maya memasang tampang cemberut sambil melayangkan cubitan ke
arah pinggang dan tanganku.
Secara refleks kubalikkan badanku dan kutangkap kedua tangannya.
Sambil senyum kutatap kedua matanya dan perlahan kucium bibirnya yang
merah merona. Dengan mata terpejam Maya menerima ciumanku dan kedua
tangannya perlahan-lahan memeluk leherku. Kedua tanganku kuarahkan ke
bongkah pantatnya yang montok dan kuremas-remas. Ternyata Maya hanya
mengenakan celana dalam berenda warna merah dan buah dadanya dibiarkan
tanpa ditutupi dengan BH. Kurasakan lidah Maya menari bersama lidahku,
kami saling berpagutan dengan penuh nafsu.
Tiba-tiba..
"Aduh..!! Apaan sihh! Sakit tahu!" kulepaskan ciumanku. Kurasakan
sakit di bibirku. Maya sengaja menggigit bibir bawahku, raut muka nakal
terlihat dari wajahnya yang bersih.
"Rasain. Itu balasannya yang udah buat saya kangen selama 6 bulan.
Gara-gara suara kamu yang mendesah-desah di telepon saya sampai gak
bisa tidur sebelum masturbasi." jawab Maya sambil tersenyum.
Memang selama ini setiap kali kami saling telepon akan ada selingan
sex telepon selama 20 menit. Hal itu sering kami lakukan sehingga
membuat tagihan telepon kami menjadi bengkak. Maklumlah selama ini kami
kuliah di kota berbeda. Maya di kota Sd dan saya di Kota S tetapi
setiap 6 bulan saya dan Maya berusaha pulang ke kota kami di BL.
"Awas kamu yahh. Kubalas nih.." Langsung kucium bibir Maya dengan
penuh nafsu. Maya berusaha mengimbangi ciuman yang kulancarkan sambil
tangan kanannya mengelus-elus penisku dari luar celana. Tangan kananku
pun tak mau kalah, kuremas buah dada Maya sebelah kanan sambil
kupelintir putingnya yang berwarna kecoklatan.
Masih saling berciuman, kedua tangan Maya berusaha membuka kancing
celana jins biru tua kesayanganku. Setelah berhasil membuka kancing dan
resleting celanaku, secara otomatis celanaku jatuh ke bawah melewati
kedua kakiku, yang tersisa hanyalah CD-ku saja. Kuangkat kedua kakiku
secara bergantian untuk lepas dari celana yang sudah jatuh ke lantai.
Maya langsung memasukkan tangannya kedalam CDku, perlahan-lahan
tangannya mulai mengelus dan mengocok penisku yang sudah tegak berdiri
dari tadi.
Kulepaskan ciumanku dan dengan cepat pula kulepaskan kaos yang
kupakai serta CD-ku. Begitu melihat penisku yang berdiri tegak ke atas,
Maya terlihat kaget.
"Gila! Say, kontolmu kok tambah gede? Habis kamu apain?"
"Nggak kuapa-apain kok. Paling cuma ngocok aja waktu kita sex di telepon."
"Ah yang bener.. Jangan-jangan kamu sering ngentot ama perempuan lain yahh.."
Pertanyaan Maya hanya kujawab dengan senyuman, memang gaya bahasa
Maya agak kasar bagiku tapi Maya memang kuajarkan untuk berbahasa kasar
ketika kami sedang bercinta karena Maya dulunya adalah gadis alim yang
punya nafsu sex yang besar tapi tidak dapat tersalurkan.
"Udah jangan ngerusak suasana, mo dilanjutin nga acara ngentotnya? Kalo mau buka donk CD-nya"
"Ihh.. Yayangku kok jadi pemarah sih.. Hehehehhe.." Sehabis berkata
demikian Maya segera melepas CD-nya. Terlihat bulu kemaluannya yang
tercukur tipis dan rapi membuat diriku bertambah nafsu.
Kembali kucium Maya dengan penuh nafsu sambil kutuntun Maya ke arah
ranjang dan kuremas-remas kedua buah dadanya. Maya pun tidak tinggal
diam, kedua tangannya asyik mengelus biji penisku dan mengocok penisku
dengan lembut. Kudengar suara napas Maya dan diriku sudah mulai berat
seperti habis olahraga selama 2 jam. Begitu sampai di tepi ranjang,
Maya menjatuhkan dirinya secara perlahan dengan ditopang oleh kedua
tangannya dengan posisi masih dalam keadaan berciuman. Begitu Maya
sudah dalam posisi tidur, perlahan ciumanku mulai kuarahkan ke bagian
telinganya, turun ke leher dan akhirnya berhenti di dada sebelah kanan.
Kuhisap secara bergantian kedua puting milik Maya yang sudah mengeras
sambil kuremas-remas dengan penuh nafsu. Tangan Maya mencengkeram
kepalaku sambil merintih pelan.
"Sstt.. Ah.. Ahh.. Hmm.. Eennaakk Say.."
Lidahku mulai menari di kedua puting milik Maya. Kujilat,
kusedot-sedot dan kugigit-gigit pelan kedua putingnya secara
bergantian. Puting yang sudah mengeras seperti biji kacang atom
menambah nafsuku untuk terus bermain di dadanya. Memang untuk ukuran
wanita puting susu milik Maya termasuk besar dan saya termasuk lelaki
yang lumayan suka dengan puting susu wanita yang besar (karena menurut
mitos yang kubaca di majalah, wanita dengan puting susu besar memiliki
nafsu sex yang besar pula).
Kedua tangan Maya mulai mengacak-acak rambutku. Kuarahkan tangan
kiriku ke daerah vaginanya. Perlahan kuarahkan jari tengahku ke belahan
vaginanya. Kurasakan vagina Maya sudah mulai basah. Kumasukkan secara
perlahan jari tengahku kedalam lubang vaginanya dan jari tengahku mulai
bermain di dalam lubang kenikmatannya. Kedua tangan Maya menjambak
rambutku secara tiba-tiba sambil mengeluarkan suara.
"Uuhh.. Ahh.. Say udah nga tahan lagi nniihh.. Cepat Masukin kontolnya..!"
Rengekan Maya tetap tak kuhiraukan, kumainkan kedua dadanya sambil
kupercepat pompaan jari tengahku di dalam lubang kenikmatan milik Maya.
Rupayanya Maya sudah tidak tahan, berkali-kali kedua pahanya menjepit
tanganku. Selang 5 menit kemudian Maya mengejang, kedua pahanya
menjepit tanganku dan rambutku dijambak dengan kuatnya.
"Aahh.." Erang kenikmatan Maya.
Tanganku penuh dengan cairan kenikmatan yang terasa hangat, jari
tengahku pun terasa dipijit perlahan oleh dinding kenikmatan milik
Maya. Begitu kedua pahanya mulai longgar kutarik tanganku dan kujilat
cairan kenikmatan dari Maya tanpa sisa. Tampaknya saya masih haus
dengan cairan kenikmatan milik Maya, segera kuarahkan kepalaku ke
vaginanya dan kujilat serta kusedot-sedot vagina milik Maya. vaginanya
terasa becek lagi, Maya kembali mengusap-usap kepalaku.
"Say, gantian donkk. Maya khan juga pengen ngisap kontolmu, pengen rasain sperma kamu."
"Ya udah kita ganti posisi ke 69 aja. Saya di bawah yahh.."
Kami pun berganti posisi, saya tidur telentang dan Maya naik diatas
perutku. vagina Maya yang terlihat basah dengan warna merah
kecoklat-coklatan diarahkan ke mukaku. Segera kusambar vagina, kujilat,
kusedot-sedot, dan kumainkan lidahku di vagina Maya. Maya sendiri asyik
dengan kontolku, perlahan dikocok dan dihisap kontolku dengan lembut
disertai dengan permainan lidah Maya di seputar kepala kontolku.
Kurasakan rasa dingin bercampur nikmat setiap kali Maya memainkan
lidahnya di seputar kepala kontolku. Tanpa bisa kucegah kutembakan
cairan spermaku kedalam mulut Maya, Maya langsung berhenti menghisap
kontolku. Setelah selesai kukeluarkan spermaku Maya menelan semua
spermaku dan menjilat sisa-sisa sperma yang ada di kontolku.
"Satu sama yahh.." Maya tersenyum sambil mengedipkan matanya.
"Spermamu banyak juga, saya sampe sempat eneg waktu nelannya.." Sambil berkata demikian Maya berlutut di samping tubuhku.
"Iya udah dua minggu nggak ngocok biar bisa keluarin di mulut kamu ama di dalam memek kamu."
"Daasarr..! Masukkin ya kontolnya.." ujarnya sambil meraih kontolku dan mengarahkannya ke vagina miliknya.
"Iya, masuukin aja. Saya udah nggak tahan nih.."
Kontolku masuk dengan mudahnya di vagina Maya yang sudah basah oleh
cairannya sendiri dan cairan ludahku. Setelah masuk semuanya, Maya
mulai perlahan naik turun diatas kontolku. Dengan posisi Maya diatas
dia terlihat sexy, kedua payudaranya ikut naik turun mengikuti irama
Maya yang memompa kontolku. Kupeluk pinggangnya dan perlahan
kugoyangkan kedua pinggulku mengikuti irama goyangan Maya. Tak lama
kemudian Maya terlihat begitu liar, dia menggoyang pinggulnya dengan
cepat dan ditopangkannya kedua tangannya ke dadaku.
"Cepookk.. Cepokk.. Ceepookk..", ternyata vagina Maya sudah becek
sekali sehingga menimbulkan bunyi dan tak berapa lama kumudian Maya
mengalami orgasmenya yang kedua.
Maya pun merebahkan tubuhnya ke dadaku yang bidang, kurasakan
kontolku dipijat-pijat dengan perlahan oleh dinding vagina Maya.
Kubiarkan Maya menikmati sisa-sisa orgasmenya. Setelah nafas Maya mulai
teratur segera kubalikkan tubuhnya dan kini posisi kami adalah
missionary. Maya hanya bisa menatapku sambil tersenyum, kupompakan
kontolku dengan perlahan sambil mencium bibir Maya. Semakin lama
kupercepat pompaan kontol dengan hitungan 10x pompa cepat 1x tusukan
yang dalam (teknik ini kupelajari semalam sebelumnya dari sebuah
majalah bacaan dewasa). Rupanya Maya sangat menikmati teknik yang
kulakukan padanya.
"Ehh.. Hhmm.. Say.. Enakk.."
"Teerruuss sayy.. Teerruuss.. Ahh.."
Tiba-tiba.., "Saayy.." teriak Maya.
Saya masih terus memompa vagina Maya, tak kuhiraukan teriakan dan
cakaran Maya di punggungku. Kucium bibir Maya dan kemudian kualihkan ke
payudaranya. Kunikmati kedua puting coklat Maya seperti saya menikmati
es krim. Rasa pegal dikedua tanganku mulai terasa, perlahan kurebahkan
badanku diatas tubuh Maya dan kucium bibirnya dengan nafsu. Maya tampak
begitu nafsu menyambut ciumanku, dia menyedot lidahku dan memainkan
lidahnya didalam rongga mulutku. Puas dengan ciuman dibibir kuarahkan
ciumanku kekupingnya. Kumainkan lidahku di lekukan telinganya, hal ini
membuat Maya tambah naik nafsunya.
"Say.. Geellii.. Aahh.."
"Sayy.. Lebbihh dallaamm lagii.. Teruusshh.."
Racauan Maya tak kudengar lagi karena tiba-tiba kurasakan kontolku hendak memuntahkan 'peluru' yang sudah lama kutahan.
"May.. Saya mo keluar nihh.."
"Sama-sama.. Saya juga mo keluar kokk.."
Kupercepat pompaanku dan tak lama kemudian.. Kutekan pinggulku
dengan kuat ke dalam vagina Maya dan kulepaskan sperma yang sudah siap
untuk bertemu dengan induknya. Sekejap rasa nikmat, puas dan lega
menjadi satu membuat diriku seperti terbang ke langit kesembilan.
"Saayy.. Saya.. Sayaa.. Aahh.."
Kedua paha Maya menjepit pinggulku, Maya pun mengalami orgasme yang
ketiga. Kubiarkan Maya memelukku, kudengar suara nafas Maya yang
terengah-engah seperti lari 5 km. Berangsur-angsur nafas Maya mulai
kembali normal. Perlahan kuangkat tubuhku, kulihat Maya tersenyum
dengan bahagia. Kucium bibirnya dan kurebahku tubuhku disampingnya.
Maya memelukku sambil tangannya mengelus-elus kontolku (Sejenak saya
berpikir mengapa kontolku tidak lemas setelah berhubungan dengan Maya,
apa memang nafsuku sedang tinggi. Tapi tak kuhiraukan kejanggalan
tersebut karena hari ini saya memang akan bercinta sampai puas dengan
Maya).
"Say, tadi itu enak banget. Saya ampe keluar empat kali. Kamu emang perkasa.."
"Loh.. Bukannya tiga kali? Tadi kamu tiba-tiba teriak kenapa?"
"Ihh.. Kamu ini. Tadi itu pas ngentot pertama saya keluar trus
keluar lagi barusan. Jadi selama ngentot tadi saya keluar 2 kali." Maya
tersenyum malu ketika mengatakan hal tersebut
"Jadi hari ini saya yang menang yahh.. Hehehhehe.."
"Iya, kamu yang menang. Kontol kamu enak banget say. Tambah gede dan juga kamu tambah pintar aja. Sapa yang ngajarin?"
"Ada dehh.. RAHASIA. Tapi memek kamu juga enak, kelihatannya tambah
sempit. Beda ama waktu kita ngentot pertama kali. Makasih yahh..!
CUP.." ujarku sambil kukecup keningnya tanda ucapan terimakasih dan
sayang. Tampak raut muka Maya tersipu malu bercampur senang dan
memelukku dengan lebih erat lagi.
"Yang penting kamu bisa membuat saya puas itu sudah cukup kok."
Setelah itu permainan kami lanjutkan seharian di kamar mandi, di
ranjang, di atas kursi tamu, di depan jendela yang menghadap ke kota
serta di lantai kamar beralaskan selimut hotel yang tebal. Total
permainan kami saat itu adalah sekitar 8 kali.
Akhirnya Maya kuantar pulang ke rumah pukul 21.45 dan saya kembali
ke hotel tempat saya melakukan 'olahraga' nikmat bersama Maya karena
malam itu saya mengadakan pesta tahun baru bersama teman-temanku.
Sepanjang jalan kuputar lagu Stinky yang berjudul 'Cinta Suci' secara
berulang-ulang dan saya pun dengan suara lemas ikut menyanyikan lagu
tersebut.
E N D
| Title | Author | Views |
| Cerita Remaja 2: Nakalnya Mama Andre |
Joko Susilo |
188,723 |
| Selingkuh Dengan Istri Teman |
roy_takeshi@yahoo.com |
102,303 |
| Pembantu Hasrat |
dark.blackest@yahoo.co.id |
97,967 |
| Pengalamanku Dengan Suami Orang |
deknas@yahoo.com |
78,401 |
| Pantat Bahenol Mbak Surti |
radhiepatahdenkul@gmail.com |
75,751 |
| Perawatku yang Seksi |
syidi_theman@astaga.com |
75,295 |
| Syahwat di Celah Dinding Rumah Kontrakan - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
67,675 |
| Sperma Lelaki Lain di Celana Dalam Istriku – 3 |
tante_mirna@yahoo.com |
63,657 |
| Pesona Iparku Yang Mempesona |
priaasli@yahoo.com |
62,517 |
| Warnet Hot - Buka Perawan |
ipank.metal@gmail.com |
61,916 |
| Perselingkuhan Istri Muda - 1 |
ab1071@yahoo.com |
61,043 |
| Shinta Sang Sekretaris |
wirlise@crb.elga.net.id |
60,713 |
| Tetanggaku Sayang |
M. Hakim |
56,365 |
| Penjual DVD Cantik |
ebiznet88@yahoo.com |
54,845 |
| Pengalaman Pertamaku Bercinta |
deknas@yahoo.com |
54,245 |
|
|
|
|
|
|
|