|
|
Dari Bagian 1 Tangan saya kembali bergerilya ke bawah punggungnya, dan berusaha
melepas BH putihnya hingga akhirnya lepas juga. Dengan tiba-tiba BH itu
disentak oleh Grace sendiri hingga lepas ke lantai dan menarik kaosnya
hingga ke atas. Tampak jelas payudaranya yang putih mulus dengan
putingnya yang sudah berdiri kencang.
"Ndi.. Pakai kondom ya..?" pinta Grace sambil meraba-raba si boy dengan pelan.
"Ya Grace.." jawab saya sambil membuka kondom yang sudah saya
persiapkan dari tadi. Grace sekarang sudah melepas kaos ketatnya hingga
tinggal tersisa rok mini dan CD putihnya.
"Tunggu Grace, biar saya saja yang nanti melepasnya" cegah saya
saat melihatnya akan membuka roknya, dan sekarang saya juga sudah
membuka pakaian dan celana panjang hingga bugil tinggal tersisa CD
saja.
"Ini rahasia kita berdua lho" bisik Grace sambil menatap saya
tajam dan saya lihat di matanya ada keinginan yang terpendam dan sudah
lama tak tersalurkan.
"Oke boss.." jawab saya sambil menciumnya dengan hangat dan
disambut dengan gemas oleh Grace, bahkan tangan saya dengan bebas
meremas payudaranya yang kiri dan kanan secara bergantian. Kemudian
ciuman saya turun ke payudaranya dan melumatnya, menghisap bahkan
menggigit putingnya hingga Grace merintih. Itu saya lakukan selama
beberapa menit.
"Sst.. mmh.. terus.. sst.. ke bawah.. dikit.. sst.." pinta Grace
sambil merintih tidak karuan sambil mendorong kepala saya memintaku
mencium dan menjilat pusarnya.
Tangan kanan saya juga aktif merayap pada pahanya dan semakin naik
ke bawah hingga masuk ke dalam roknya dan menyentuh vaginanya yang
terbungkus CD. Saya usap-usap beberapa menit, kemudian tangan saya
masukkan ke dalam CD putihnya dan mengorek-ngorek lubang vaginanya
hingga mengeluarkan cairan.
"Sst.. Ndi.. Aduh.. Geli.. Sst.." rintih Grace sambil berusaha
membuka roknya. Karena birahinya sudah cukup tinggi, saya bantu untuk
membuka rok beserta CD-nya hingga Grace bugil sama sekali dan kelihatan
bodinya yang padat dan montok.
"Ayo Ndi, buka juga dong, kok bengong.." pinta Grace tidak sabar
sambil membuka CD saya dan keluarlah si boy dengan tegaknya. Grace
sampai tercengang melihat si boy yang agak bengkok ini.
Bagaimana saya tidak bengong melihat cewek cantik putih mulus dan
seksi di hadapan saya dengan ukuran payudara 34B ini. Kami sama-sama
bugil sekarang dan saya mengambil posisi agak berjongkok untuk
menghisap vaginanya yang ditumbuhi bulu halus dan tercukur rapi,
sedangkan Grace tiduran di sofa sambil membuka pahanya agak lebar.
"Lho, kok bengong" tanya Grace sambil membimbing kepalaku agar lebih dekat pada vaginanya.
"Ehh.." jawabku kaget tapi cuma sesaat karena berikutnya, vaginanya
sudah saya jilat, yang pada awalnya baru pada bibir vagina dan
lama-kelamaan pada lubang vaginanya mencari biji kacangnya serta
menghisapnya lebih keras, bahkan bulu-bulu halusnya juga ikut tersapu
dengan jilatan dan hisapan saya.
"Sst.. Oh.. Yes.. Sst.. Mmh.." rintih Grace panjang sambil
menggerakkan pinggulnya ke atas sampai wajah saya terbenam semua dalam
permukaan vaginanya. Sementara tangan kiri saya meremas-remas
payudaranya silih berganti dengan dibantu tangan Grace sendiri.
"Sst.. Teru.. Ss.. Ndi.. Sstss.. Mmh.. Sst.. Saya.. Kelu.. Ar..
Arkh.." jerit Grace karena dengan tiba-tiba menjepit kepala saya dengan
kedua pahanya.
Rupanya Grace telah mengalami orgasmenya yang pertama karena saya tahu begitu banyak cairannya yang keluar.
"Grace, mau nggak isep si boy?" tanya saya menghentikan gerakan menghisap cairan vaginanya sambil menyodorkan si boy padanya.
"Mmh.. Gimana ya, Grace belum pernah tuch" jawabnya sangsi karena mungkin Grace memang belum pernah menghisap kemaluan cowok.
"Gini, kuajarin, Grace lumat aja dan jilat dulu kepalanya ya" bujuk
saya sambil membimbing Grace duduk di sofa dan saya berdiri di
hadapannya mengulurkan kontol. Tangan kanannya saya arahkan untuk
memegang kontol saya dan memintanya mengocok pelan.
"Begini ya..?" tanya Grace sambil mengocok kontol saya pelan dan mengurutnya hingga si boy semakin keras saja.
Rupanya si Grace cepat belajarnya, dan saya semakin menikmatinya.
"Bagus.. Sekarang kulum Grace.. Sst.. Ya.. Gitu.." pinta saya lirih
karena dengan cepatnya Grace mengulum kepala kontol saya dan semakin
lama semakin ke dalam hingga kontol saya sampai masuk semua pada
mulutnya, bahkan kadang-kadang tanpa diminta, Grace menjilati buah
zakar saya tanpa jijik dan kembali mengulum dan menghisap kontol saya
dengan irama yang kadang cepat kadang pelan.
"Sst.. Udah Grace.. Cukup.." pinta saya karena sudah tidak kuat menahan hisapan Grace yang semakin lama se makin liar saja.
"Ayo Ndi, Grace udah nggak tahan nich.." jawab Grace sambil memasangkan kondom pada kontol saya.
Kemudian Grace rebah telentang lagi di sofa dengan masih memegang
kontolku yang sudah memakai kondom dan mengarahkannya pada bibir
vaginanya. Kontol saya gesek-gesekkan dulu pada bibir vaginanya untuk
pemanasan hingga membuat Grace mendesis kegelian.
"Sst.. Geli.. Ndi.. Udah masukin aja.."
"Auwh.. Sst.. Pelan.. Sst.." jerit Grace karena kepala kontol saya
sudah masuk setengah pada vaginanya dan akhirnya masuk semua dalam
vaginanya.
"Sst.. Aduh.. Mmh.. Sstss.." rintih Grace begitu kontol saya masuk
semua dan menggoyangkan pinggulnya dengan pelan. Saya juga memompa
kontol saya keluar masuk vaginanya dengan perlahan dan semakin lama
makin cepat.
"Sst.. Ndi.. Mmh.. Sst.. Ce.. Petan.. Sst.." pinta Grace pada saya karena saya memperlambat sodokan kontol saya.
"Mmh.. Nah.. Gitu.. Ter.. Us.. Ssttss.."
"Grace.. En.. Ak.. Nggak.. Sst..?" tanya saya tersengal-sengal
karena Grace semakin aktif memutar-mutar pinggulnya, bahkan tangan
kanannya memegang pantat saya dan menekannya dengan keras hingga kontol
saya semakin dalam masuk ke vaginanya.
"Sstss.. Enak.. Ndi.. Sstt.." jawabnya lirih karena kedua tangan
saya silih berganti meremas payudaranya yang kadang-kadang saya isap
puting susunya bergantian.
"Sstssrtt.. Udah.. Ndi.. Kelu.. Arin.. Samaan.. Sst.." pinta Grace
yang rupanya sudah tidak tahan pada sodokan kontol saya yang keluar
masuk makin cepat diimbangi pula dengan cepatnya goyangan pinggul
Grace.
"I.. Ya.. Grace.. Sst.." desis saya lirih karena saya dengan kuat
juga diputar-diputar oleh pinggul Grace yang kencang itu hingga kontol
saya rasanya senut-senut dijepit oleh vaginanya.
Beberapa puluh menit saya dan Grace melakukan making love itu
dengan bersemangat hingga kepala Grace menoleh ke kiri-ke kanan tak
beraturan. Rupanya pertahanan saya sudah akan bobol dan akhirnya saya
memberi aba-aba pada Grace disertai dengan pelukan Grace yang makin
kencang.
"Sst.. Ayo.. Grace.. Sst.."
"Ssrtrrsst.. Arkhkk.." jerit Grace melengking sambil menjepit
kontol saya dengan erat, disertai sodokan kontolku yang makin cepat dan
akhirnya..
Crot.. croot.. croot.. Tiga kali tembakan saya muntahkan dalam
vaginanya tapi masih di dalam kondom. Grace akhirnya lunglai sambil
memeluk saya dengan hangat.
"Hahh.. Lega rasanya.."
"Gimana rasanya Grace?" tanya saya sambil membelai rambutnya yang harum itu.
"Enak gila" jawabnya sambil tersenyum.
Selama dua hari, sejak kejadian itu saya sering melakukan making
love dengan Grace, bahkan sering Grace yang memulai lebih dulu.
Akhirnya pada hari terakhir saya mengantar Grace ke bandara Selaparang.
Hari masih pagi kira-kira jam 05.25, karena pesawatnya akan berangkat
jam 07.00. Mungkin Grace masih ingin curhat pada saya mengenai beberapa
hal.
"Wah, masih sepi ya.."
"Iya Grace, baru kita aja yang datang, tapi nggak apalah, kita khan bisa ngobrol" jawab saya santai.
"Iya, ya"
Pagi itu Grace mengenakan hem yang baru dibelinya dan dipadu dengan
rok jins mini kesukaannya yang berwarna putih. Setelah mengobrol
sekitar lima belas menit, Grace kelihatannya gelisah dan mengajak saya
ke toilet wanita.
"Saya tunggu di sini ya"
"Udah ayo masuk, mumpung nggak ada orang" pinta Grace sambil menggandeng tangan saya masuk ke toilet wanita itu.
Lalu kami masuk ke kamar mandi di pojok yang kosong. Gila juga
Grace, nanti kalau ada yang tahu bagaimana, pikirku. Belum sempat saya
berpikir panjang, Grace sudah melepas celana dalamnya yang berwarna
merah dan mendorong saya duduk di atas toilet modern itu.
"Eh.. Grace.. Gimana kalo ada orang nich" jawab saya bingung, tapi
akhirnya saya lepas juga celana jins beserta CD saya hingga si boy
nongol dengan tegaknya.
"Sst.. Udah diam aja kamu" jawab Grace sambil meremas kontol saya hingga tegak sempurna.
"Tapi belum pake kondom nich"
"Nggak usah, Grace pengin yang original, ayo.." pintanya sambil mengarahkan kontol saya pada vaginanya.
Saya juga membantunya dengan memegang pantatnya hingga masuk semua
kontol saya pada vaginanya. Posisi saya yang duduk memangku Grace dan
Grace berhadapan dengan saya mengakibatkan tekanan vaginanya lebih
terasa.
"Sst.. Ndi.. Ayo.. Cepetan.. Sst.."
"Iya.." jawab saya sambil dengan cepat menyodokkan kontol keluar masuk vaginanya.
Untung saja pagi itu belum ramai oleh penumpang dan toilet itu
belum ada yang mendatanginya hingga Grace dan saya bisa making love
dengan nikmat yang bercampur dengan perasaan berdebar-debar.
"Sst.. Sayang.. Cepet.. Ssrrtt.." rintih Grace sambil menggoyang pinggulnya dengan liar.
"Sst.. Mmhmm.. Ssrttss.." desisnya.
"Grace.. Sst.." desis saya lirih sambil tangan saya melepas kancing
hemnya dan masuk ke dalam BH-nya serta meremas payudaranya dengan
pelan, bahkan kadang-kadang saya cium juga bibirnya yang merah basah
dengan gemas, yang dibalasnya dengan ciuman yang liar juga.
"Ssrtss.. Ssttrtss.." rintih Grace pelan sambil mempercepat goyangan pinggulnya.
Dan akhirnya kegiatan yang berlangsung kurang lebih 40 menit itu
saya akhiri dengan mempercepat sodokan kontol saya dengan cepat hingga
akhirnya muncratlah lahar putih saya dalam vaginanya dengan keras tanpa
penghalang kondom.
"Sst.. Arkhkk.." jerit Grace sambil memeluk saya dengan erat karena
bersamaan dengan keluarnya lahar putih saya, juga keluar lahar putih
dari Grace. Hingga beberapa saat saya dan Grace masih menikmati sensasi
itu dengan berciuman lembut.
"Trim's ya Ndi.."
"Sama-sama Grace, kapan-kapan main-main ke Lombok lagi ya" jawab
saya sambil membereskan celana dan baju, begitu pula dengan Grace yang
mengganti celana dalamnya dengan yang berwarna hijau lumut.
Setelah rapi, saya dan Grace keluar toilet untuk mengobrol lagi
menunggu pesawat yang masih belum berangkat juga. Beberapa saat
kemudian baru Grace berangkat ke Jakarta dengan membawa dan
meninggalkan sejuta kenangan. Selamat jalan Grace, terima kasih atas
amplop dan kenangannya serta ijinmu agar saya bisa mengirimkan cerita
pengalaman kita berdua ini, salam sayang dari sahabatmu Andi. Jangan
lupa ya kirim komentarmu atas cerita saya ini.
*****
Bagi para cewek atau ibu-ibu yang ingin jalan-jalan ke pulau Lombok
bisa menghubungi saya lewat email, dijamin pasti puas, bahkan bisa
curhat. Khusus untuk cewek-cewek yang tinggal di pulau Lombok bisa
langsung berkenalan dengan saya. Saya biasa rental internet di belakang
mall Cilinaya sekitar hari Senin pagi jam 08.45 atau sore jam 17.30,
biasa duduk di pojok nomor 8 atau nomor 2.
E N D
| Title | Author | Views |
| Cerita Remaja 2: Nakalnya Mama Andre |
Joko Susilo |
188,762 |
| Selingkuh Dengan Istri Teman |
roy_takeshi@yahoo.com |
102,309 |
| Pembantu Hasrat |
dark.blackest@yahoo.co.id |
97,970 |
| Pengalamanku Dengan Suami Orang |
deknas@yahoo.com |
78,402 |
| Pantat Bahenol Mbak Surti |
radhiepatahdenkul@gmail.com |
75,760 |
| Perawatku yang Seksi |
syidi_theman@astaga.com |
75,304 |
| Syahwat di Celah Dinding Rumah Kontrakan - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
67,680 |
| Sperma Lelaki Lain di Celana Dalam Istriku – 3 |
tante_mirna@yahoo.com |
63,661 |
| Pesona Iparku Yang Mempesona |
priaasli@yahoo.com |
62,523 |
| Warnet Hot - Buka Perawan |
ipank.metal@gmail.com |
61,918 |
| Perselingkuhan Istri Muda - 1 |
ab1071@yahoo.com |
61,069 |
| Shinta Sang Sekretaris |
wirlise@crb.elga.net.id |
60,729 |
| Tetanggaku Sayang |
M. Hakim |
56,367 |
| Penjual DVD Cantik |
ebiznet88@yahoo.com |
54,847 |
| Pengalaman Pertamaku Bercinta |
deknas@yahoo.com |
54,248 |
|
|
|
|
|
|
|