|
|
Pembaca yang terhormat. Untuk kesekian kalinya
aku mencoba memenuhi permintaan salah satu pembaca untuk menuliskan
pengalamannya. Banyak sekali pembaca yang memintaku untuk menuliskan
apa yang mereka alami baik itu pembaca pria maupun wanita. Namun karena
keterbatasan waktu aku belum bisa memenuhi semuanya. Aku mencoba
menuliskannya satu per satu. Untuk itu bagi pembaca yang belum dapat
kutuliskan pengalamannya agar dapat berbagi dengan seluruh pencinta
situs ini, aku mohon maaf. Pokoknya harap bersabar dulu, nanti kalau
sudah sampai gilirannya pasti aku akan membantu menuliskannya.
Kali ini aku mencoba menuliskan pengalaman yang dialami oleh salah
satu pembaca yang kebetulan tinggal di Jakarta dan berprofesi sebagai
seorang eksekutif di salah satu perusahaan asing. Berikut ini kisah
selengkapnya.
*****
Sebut saja namaku Linda (samaran). Aku saat ini bekerja sebagai
seorang senior marketing di suatu perusahaan multinasional yang
berkantor di salah satu gedung di kawasan Jakarta Selatan. Usiaku saat
ini 31 tahun. Aku sudah berkeluarga dengan satu anak yang baru berumur
2 tahun, Rio. Ia sedang lucu-lucunya. Suamiku, sebut saja Mas Edi,
bekerja sebagai seorang junior manager di salah satu perusahaan swasta
di kawasan CBD dekat Semanggi.
Aku dan suamiku saat ini sudah mampu memiliki rumah sendiri di
kawasan Cimanggis. Dengan kesibukan kami masing-masing, praktis waktu
kebersamaan kami hanyalah dua hari dalam satu minggu, yakni hari Sabtu
dan Minggu. Untuk itu kami memanfaatkan waktu kebersamaan
sebaik-baiknya.
Bagiku hubungan seks dengan suami tidak mengutamakan kuantitas.
Kualitas jauh lebih penting, karena dengan kualitas hubungan yang baik
maka kenikmatan yang aku peroleh justru sangat maksimal. Jadi dalam hal
hubungan seks, antara aku dan suamiku tidak ada masalah. Yang menjadi
masalah adalah kadang-kadang aku berfantasi ingin melakukan hubungan
seks dengan orang dari kalangan lower class!! Aku sering berfantasi dan
sangat terobsesi untuk berhubungan dengan orang yang memiliki gairah
liar. Hal ini disebabkan karena suamiku selalu memperlakukanku dengan
lembut. Itulah masalahnya!!
Aku sering membayangkan bagaimana rasanya berhubungan badan dengan
orang-orang yang kasar. Mungkin ini semacam fantasi liarku yang
terpendam. Ini mungkin timbul dari keadaanku yang sejak kecil selalu
bergaul dengan perempuan! Soalnya dari keluargaku semuanya terdiri dari
anak perempuan! Dari tiga bersaudara sekandung aku merupakan anak
pertama, kedua adikku perempuan dan sejak aku berumur 16 tahun ayahku
meninggal sehingga praktis kami berempat termasuk ibuku perempuan semua
dalam satu rumah. Begitu pula saat bekerja, di kantorku jumlah karyawan
terbanyak adalah perempuan! Karyawan laki-laki hanya beberapa orang
termasuk satpam, sopir serta office boy.
Kata orang penampilanku sangat menarik! Aku tidak menyombongkan
diri memang begitulah kenyataannya. Kulitku putih bersih. Ukuran
tubuhku sangat ideal menurut pendapatku. Tinggi badanku 165 cm dan
berat badanku 55 kg, dan ukuran dadaku 36B. Dengan keadaan fisik
seperti ini tidak sulit bagiku untuk menaklukkan lelaki yang
kuinginkan.
Di kantorku ada satu orang office boy yang membuatku tertarik akan
kejantanannya. Orang itu namanya Parjo, berasal dari Tegal, satu
kampung denganku. Ia baru berusia 21 tahun. Orangnya tinggi besar dan
wajahnya lumayan ganteng. Hal yang membuatku kadang terpesona oleh
kejantanannya adalah bau keringatnya yang menyengat dan asli khas bau
lelaki. Aku kerap kali membayangkan bagaimana bila aku disetubuhi
olehnya. Aku sering kali memimpikan bahwa memekku digenjot oleh batang
kontolnya yang dari luar celananya tampak menggembung menandakan
besarnya isi yang ada didalamnya. Inilah salah satu fantasi liarku,
yaitu disetubuhi oleh orang yang kasar seperti dia. Aku mudah saja
dekat dengannya karena kami berasal dari satu kabupaten hanya beda
kecamatan.
Sebagai seorang Senior Marketing aku menempati ruang khusus sebagai
kantorku. Pembaca jangan membayangkan kalau ruang khusus di kantorku
ruangnya tertutup sama sekali. Tidak, ruang kantorku sebenarnya
mirip-mirip aula yang luas! Cuma disekat-sekat dengan partisi. Ruang
khusus yang kumaksudkan adalah dalam satu ruangan yang disekat partisi
dengan luas kira-kira 2,5 x 2 m hanya diperuntukkan bagiku. Karyawan
lain yang tingkatannya masih di bawahku biasanya menempati satu ruang
yang disekat secara bersama-sama sekitar 3 atau 4 orang dalam satu
ruangan. Dengan demikian aku mempunyai lebih banyak privacy di kantorku
ini.
Aku kerap kali membuka-buka internet terutama saat-saat istirahat
pada jam-jam menjelang kerja lembur. Salah satu situs yang menjadi
favoritku adalah sumbercerita.com ini. Soalnya dengan membaca kisah-kisahnya
fantasiku bisa melayang sesuai dengan alur cerita yang dibawakan si
penulis! Aku tak peduli kalau itu kisah nyata atau cuma karangan si
penulis.. Yang penting bagiku bisa memuaskan imajinasiku, titik! Oh
ya.. Karena kesibukanku, aku kerap kali harus bekerja lembur sore hari
hingga sampai jam 20.00 aku baru keluar kantor. Dalam satu minggu,
mungkin aku kerja lembur selama 3 hari. Bagiku lembur lebih baik
dibandingkan harus terkena macet di jalan yang tiap hari selalu
menghantui Jakarta. Yach.. Dari pada waktu terbuang karena macet di
jalanan, mendingan kerja lembur bisa dapat tambahan uang belanja, iya
kan?
Suatu sore, seperti biasanya saat menjelang lembur aku mulai asyik
membuka-buka kisah-kisah erotis di situs ini. Suasana kantor sudah
mulai sepi karena karyawan sudah mulai meninggalkan tempatnya
masing-masing. Hal ini sudah biasa bagiku dan tidak menjadi sesuatu
yang istimewa sehingga aku cuma menyahut kecil saat satu-demi satu
rekan-rekanku pamitan mau pulang duluan.
Aku mulai terangsang saat membaca kisah-kisah yang benar-benar
erotis. Ingatanku jadi melayang pada fantasi liar yang selalu
mengobsesiku. Entah karena kebetulan atau memang nasib sedang mujur..
Ternyata office boy yang menjadi incaranku saat itu sedang membersihkan
ruang meeting yang besok pagi akan digunakan untuk rapat evaluasi
bulanan. Ruang meeting itu persis berada di samping ruanganku sehingga
saat si Parjo lewat, keringatnya yang baunya menusuk sempat tercium
olehku. Fantasiku kian menggelora begitu mengendus aroma keringatnya
itu.
Aku segera mencari akal bagaimana caranya agar si Parjo
mendekatiku. Akhirnya aku punya akal untuk menyuruhnya membersihkan
ruanganku yang sengaja kubuat berantakan. Ini kumaksudkan agar Parjo
berada dekat denganku dan aku bisa terus mengendus keringatnya yang
seksi itu.
Dengan patuh akhirnya Parjo datang juga ke ruanganku dan mulai
membereskan tempatku yang memang berantakan. Aku masih tetap membuka
situs ngeres ini sambil menghirup aroma keringatnya yang semakin
menyengat saat ia mulai bekerja. Aku sempat meliriknya saat ia
mencuri-curi pandang ke arah pahaku yang setengah terbuka. Aku memang
memakai rok pendek sehingga pahaku yang putih jenjang kelihatan sangat
indah dan sangat kontras dengan rok pendekku yang berwarna gelap. Parjo
memalingkan wajahnya dengan malu saat kutangkap basah mencuri-curi
pandang ke arah pahaku.
Aku tetap pura-pura sibuk melihat monitor sambil membaca cerita
erotis yang tersaji di depanku. Parjo yang sedang berjongkok
membersihkan kolong mejaku tampak berhenti bergerak. Dengan sudut
mataku kulihat ia sedang memperhatikan kedua pahaku dari kolong mejaku.
Kubiarkan saja hal itu terjadi. Iseng-iseng aku menggodanya agar ia
pusing sendiri melihat keindahan pahaku.
Aku tidak menduga kalau ternyata Parjo seberani itu. Tiba-tiba aku
merasa ada benda hangat menyentuh pahaku yang setengah terbuka. Aku
tercekat mendapati ia senekat itu, padahal sempat kudengar masih ada
suara orang lain yang sedang bercakap-cakap di ruang sebelah. Ternyata
masih ada dua orang kolegaku yang belum keluar. Mereka sedang
bersiap-siap pulang dan sedang berjalan mendekat ke ruanganku untuk
pamitan. Aku tidak berani berteriak saat tangan Parjo yang nakal mulai
menggerayangi pahaku dari kolong mejaku. Aku hanya berusaha mengatupkan
kedua pahaku agar tangannya tidak bergerak terlalu jauh. Aku menggigit
bibirku menahan geli saat tangannya yang kasar mengelus-elus paha
bagian dalamku dan tangannya yang terjepit kedua pahaku berusaha
bergerak-gerak ke atas.
"Mbak Linda.. Mau lembur lagi" terdengar suara Ida salah seorang staf bagian purchasing menyapaku dari luar ruangan.
"Ehh.. Ii.. Iya habis buat persiapan meeting besok" aku tergagap menjawab pertanyaannya.
Aku khawatir kalau-kalau si Ida dan Dewi yang saat itu belum pulang
masuk ke ruanganku dan tahu apa yang terjadi. Yang kurang ajar lagi,
ternyata tangan Parjo terus memaksa bergerak ke atas hingga aku tak
mampu menahannya lagi. Kini tangannya sudah mulai meraba dan meremas
vaginaku dari luar CD nylonku. Aku yang tadi sudah terangsang karena
bacaan cerita ngeres semakin terangsang lagi dengan perlakuan Parjo
itu.
"Kita pulang duluan ya Mbak.. Sampai ketemu besok! Salam buat Rio si kecil".
Suara Dewi sedikit melegakanku, karena kekhawatiranku kalau mereka
akan nyelonong ke ruanganku tidak terjadi. Mereka berdua langsung
keluar ruangan. Kini di kantor hanya tinggal aku dan Parjo yang saat
itu masih sibuk meremas vaginaku dari luar CD-ku.
Aku yang sudah sangat terangsang tidak dapat menolak lagi apa yang
ia perbuat. Tanpa sadar aku membuka kedua pahaku agak lebar. Mendapat
angin seperti itu, jari Parjo yang nakal segera menyusup ke dalam CD-ku
dan mulai mengorek-ngorek lubang vaginaku yang sudah mulai basah.
Napasku sudah mulai memburu menahan gejolak yang mulai mendesak.
Konsentrasiku membaca sudah mulai hilang karena pandangan mataku
mulai kabur menerima rangsangan Parjo. Kini bukan hanya tangannya yang
aktif bergerilya di selangkanganku yang sedikit terbuka. Lidah Parjo
pun mulai bergerak menjilati kedua pahaku sambil bersimpuh di depan
kursiku. Rok pendekku dipaksanya terbuka hingga pahaku semakin terbuka.
Lidah Parjo yang panas menggelora mulai bergerak-gerak liar menyapu
seluruh permukaan kulit pahaku yang sangat sensitif. Tubuhku semakin
menggigil menahan geli saat lidahnya menyusuri kulit pahaku disertai
dengan gigitan-gigitan kecil. Gila, Parjo rupanya tahu kalau aku sedang
membuka cerita ngeres saat ia masuk dan kusuruh membersihkan ruanganku
sehingga ia berani berbuat kurang ajar padaku. Aku sebetulnya tadi cuma
menggoda saja. Aku tidak menduga kalau akan sejauh ini.
"Jo.. Jang.. anhh" aku mendesis tapi tidak berani berteriak karena takut kalau ada orang yang mendengar.
Namun Parjo rupanya sudah kesetanan. Pantatku ditariknya ke bawah
hingga aku terduduk di ujung kursiku. Hal ini memudahkan Parjo
menyingkap rokku dan menarik CD-ku hingga ke lututku. Tanpa membuang
waktu, Parjo mengangkat kedua pahaku dan mementangkannya di atas
kepalanya. Wajahnya menyuruk ke selangkanganku dan lidahnya menghunjam
ke dalam lubang vaginaku yang sudah sangat basah. Aku tak mampu
bergerak lagi. Tangannya yang kokoh memegang erat kedua pahaku hingga
tak bisa lagi bergerak. Aku takut memberontak karena aku sudah duduk di
ujung kursi, jadi kalau bergerak dengan keras aku mungkin bisa jatuh.
Aku hanya pasrah dan menikmati saja apa yang seharusnya tidak boleh
kulakukan. Aku memang terobsesi bercinta dengan orang kasar seperti
dia, namun itu hanya sebatas fantasi liarku. Aku tidak ingin
mengkhianati suamiku. Desakan birahi semakin menyergapku saat lidah
Parjo menyeruak masuk ke dalam lubang vaginaku dan bergerak kasar
menggesek-gesek menggelitik lubang vaginaku. Lidahnya yang kasar
bergerak liar semakin dalam ke dalam lubang kemaluanku. Napasnya yang
menggemuruh kurasakan menghembus bibir vaginaku.
Mataku mulai berkunang-kunang menahan gejolak nafsuku yang kian
meledak-ledak. Perutku sudah mulai kejang karena bibir Parjo mulai
menyedot-nyedot itilku yang sudah sangat membengkak. Aku hampir saja
mencapai orgasme saat tiba-tiba telepon di mejaku berdering.
"Jo.. Stop.. Stopp" Seolah-olah tersadar akan keadaanku, aku segera berteriak keras menghentikan aktivitas Parjo.
"Ma.. Maaf Bu.." ujarnya.
Mungkin karena takut aku akan berteriak, Parjo segera berhenti dan
langsung keluar ruanganku serta menghilang ke dalam meeting room. Aku
segera membereskan pakaianku yang acak-acakan dan mengatur napas
sebelum mengangkat telepon.
"Halloo.." sapaku di telepon.
"Mah.. Ini aku Edy! Mau pulang sama-sama enggak?" terdengar suara suamiku di seberang sana.
"I.. Iya.. Aku tunggu Pah.." akhirnya aku memutuskan untuk jadi lembur hari itu.
Aku merasa bersalah dengan suamiku. Untung saja tadi suamiku
menelepon hingga aku tidak berbuat terlalu jauh dengan si Parjo. Untuk
menutupi rasa bersalahku sekaligus menuntaskan apa yang tadi telah
dimulai oleh Parjo, malam itu aku mengajak suamiku bermain cinta. Aku
melayani suamiku secara total. Kami yang biasanya bermain cinta sekali,
malam itu aku meminta suamiku menyetubuhiku hingga tiga kali. Gila!
Untung saja suamiku tidak terlalu curiga dengan keganjilan ini. Hari
ini aku selamat dari perbuatan selingkuh.
Ke Bagian 2
| Title | Author | Views |
| Cerita Remaja 2: Nakalnya Mama Andre |
Joko Susilo |
188,725 |
| Selingkuh Dengan Istri Teman |
roy_takeshi@yahoo.com |
102,303 |
| Pembantu Hasrat |
dark.blackest@yahoo.co.id |
97,967 |
| Pengalamanku Dengan Suami Orang |
deknas@yahoo.com |
78,401 |
| Pantat Bahenol Mbak Surti |
radhiepatahdenkul@gmail.com |
75,752 |
| Perawatku yang Seksi |
syidi_theman@astaga.com |
75,295 |
| Syahwat di Celah Dinding Rumah Kontrakan - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
67,675 |
| Sperma Lelaki Lain di Celana Dalam Istriku – 3 |
tante_mirna@yahoo.com |
63,657 |
| Pesona Iparku Yang Mempesona |
priaasli@yahoo.com |
62,517 |
| Warnet Hot - Buka Perawan |
ipank.metal@gmail.com |
61,916 |
| Perselingkuhan Istri Muda - 1 |
ab1071@yahoo.com |
61,045 |
| Shinta Sang Sekretaris |
wirlise@crb.elga.net.id |
60,713 |
| Tetanggaku Sayang |
M. Hakim |
56,365 |
| Penjual DVD Cantik |
ebiznet88@yahoo.com |
54,845 |
| Pengalaman Pertamaku Bercinta |
deknas@yahoo.com |
54,245 |
|
|
|
|
|
|
|