|
|
Dari bagian 5 Dia nampak jongkok di belakang rimbunan perdu yang banyak di sana. Aku
tak pernah melewatkan lubang pantat, apalagi pantat orang secantik dan
seseksi Erna ini. Tiba-tiba hadir dalam benakku satu gagasan erotis.
Aku langsung menyusulnya Erna. Secercah bau tainya menyergap hidungku.
Aku mendekat ketempat jongkoknya dan berbisik,
"Boleh nggak kalau aku yang nyebokin kamu. Aku pengin nyeboki kamu
dengan lidahku". Erna menengokku dan melihati mataku, dia nampak heran
dan ragu.
"Aku akan memberi kamu 100 ribu rupiah".
Dia diam namun berpikir,
"Yaa.. N'tar lah. Mas nunggu saja di tenda," nampaknya terganggu kelancaran beraknya.
"Bener nih yaa.." sambil berjalan balik aku mencoba meyakinkannya.
Sesungguhnya ada kenikmatan juga melihati orang berak sebagaimana
yang aku alami sekarang ini. Lima menit kemudian dia muncul masuk ke
tenda. Aku telah menunggunya. Dalam keremangan dia bicara.
"Jadi nggak Mas?"
"Jadi dong," balasku cepat.
Rupanya dia memenuhi keinginanku. Ah, rupanya aku sedang menapaki
sensasional erotikku. Lidahku akan menceboki Erna yang jangkung manis
ini. Aku langsung ngaceng berat. Aku melepasi celanaku. Sementara tanpa
membuka gaunnya dia bersiap nungging,
"Ayoo, Mas.." tangannya menyibakkan roknya.
Aku melihati pantatnya yang kuning mulus. Lidah dan bibirku
mendekat. Aku mulai dengan menjilati pantat mulusnya dan turun ke
pahanya. Bau serpihan tai di analnya langsung menerpa hidungku.
"Ouchh.. Maasss.. Jangan.. Teruss.. Jangann.. Lagi Maasss.."
Akhirnya bibir dan lidahku mulai merambah wilayah anusnya. Aku
memutar kecupanku di garis lingkar seputar analnya. Aroma tainya
semakin membuat aku histeris. Aku tenggelam dalam samudra nikmat
syahwat. Dengan mata yang setengah tertutup dan perasaan intens, aku
melayang-layang kemudian menukik cepat menjemput obsesi dahsyatku. Dan
aku mulai menjilat sasaran utamaku. Lidahku menceboki lubang tai Erna.
Di tengah aroma tai, lidahku merasakan sepat tawar serpih-serpihan
di seputar anal Erna. Aku terus menjilat dan menyedotinya. Mulutku
seperti vaccum cleaner. Aku membersihkan lubang tai Erna hingga bersih
tanpa sedikitpun serpihan dan bau yang tertinggal. Dan yaacchh.. Tanpa
kusengajakan aku mendapatkan ejakulasiku. Spermaku muncrat membasahi
tikar dalam tenda.
Baru pertama kali aku mendapatkan ejakulasi tanpa kusengaja.
Mungkin sensasi erotis yang melandaku saat menceboki Erna telah
mendorong keluarnya spermaku. Aku telah menumpahkan sangat banyak
cairan kentalku. Peristiwa ini menjadi catatanku yang tak pernah
kulupakan.
Dalam keadaan telah kehilangan gairah, Erna yang nafsu syahwatnya
terdongkrak karena jilatan pada analnya kini memaksakan kontolnya ke
mulutku. Dia ngentot mulutku dengan mengayun-ayunkan kontolnya hingga
pejuhnya tumpah membasahi mulut dan kerongkonganku.
Waria Kebayoran, cerita Tomi Mereka ada di seputar jalan Raden Patah. Lingkungan itu sangat
elite, namun bukan berarti ini tempatnya waria elite. Warianya ya waria
jalanan. Namun waria Raden Patah punya daya tarik sendiri. Para waria
pemula yang masih malu-malu atau takut muncul di komunitas besar macam
Taman Lawang atau Pulo Mas akan muncul di sini.
Jadi aku sering kemari karena kalau untung aku bisa dapat
perawannya waria. Dan itulah tujuanku sore ini iseng-iseng dari Tebet
ke Raden Patah, siapa tahu aku bisa ketemu perawan.
Kalau ke Raden Patah aku selalu mangkal di warung bubur dan roti
bakar Ujang. Aku merasa aman ninggalin motor di situ. Walaupun tidak
setiap hari ketemu, Ujang sudah tahu aku sejak 5 tahun yang lalu.
Sesudah parkir motor aku pesan wedang ronde aku pamit mau jalan-jalan
dulu. Tolong rondeku ditutupi biar nggak kena debu, pesanku pada Ujang.
Belum lagi 10 langkah dari warung Ujang aku melihat cewek, waria
tentunya, jangkung banget, mungkin lebih tinggi dari aku, ada 175 cm
kali. Aku cepat terpesona dengan yang jangkung-jangkung macam begini.
Bergegas aku menghampirinya.
Aku semakin terpesona saat berhadapan dengannya. Namanya Tania.
Ternyata dia adalah blasteran China dan Sunda. Pantesan. Aku rasa
ngajak Tania tidur di Hilton pun tak akan rugi aku. Coba lihat,
posturnya yang jangkung sepantasnya berada di catwalk mengantarkan
busana couturenya Oscar Lawalata. Dan yang bikin aku kelenger adalah
bahunya yang tegak bidang dan demikian serasinya saat turun ke dada.
Aku sudah membayangkan nikmat aroma ketiak di bawah bahunya itu.
Wakau hanya dengan blus katun murah dan celana jean pasaran pula,
dalam pandanganku pesona Tania amatlah dahsyat. Aku tak berpikr panjang
lagi untuk mengajak kencan dengannya. Dengan uangku yang pas-pasan
kuajak dia ke Hotel Prapanca di bilangan Kemang itu. Sesudah aku titip
motor ke Ujang aku panggil taksi menuju ke tempat tersebut.
15 menit kemudian aku dan Tania telah bergelut saling lumat dan
pagut di kamar 208 Prapanca Hotel. Aku keranjingan dengan semua detail
tubuhnya. Aku keranjingan dengan aroma alaminya. Aku keranjingan dengan
keringat dan ludahnya. Bahkan suaranyapun membuat aku keranjingan. Aku
rasa kali ini aku kena batunya. Aku jatuh cinta habis-habisan pada
Tania.
Tania sendiri membuat aku jengkel dan gemas. Nampaknya dia
biasa-biasa saja dengan keranjinganku yang telah kuperlihatkan padanya.
Aku pikir mungkin bukan hanya aku yang demikian keranjingan padanya.
Bukan hanya aku yang kalang kabut jatuh cinta padanya. Mungkin aku
memang tidak tahu diri.
Namun semua itu tak menghalangi aku untuk mendayung nikmat
bersamanya. Aku melumati seluruh bagian tubuhnya. Dari kaki hingga
ubun-ubunnya tak ada yang kulewatkan. Tania mengerang nikmat saat aku
menjilati lubang tainya. Dia merintih saat aku menyedot dan menciumi
vaginanya. Suara erang dan desah birahinya terus memenuhi ruang kamar
208 yang sejuk ini.
Kontolnya tidak sehebat postur tubuhnya. Namun kontol Tania yang
tak disunat itu sungguh menggetarkan syahwatku. Aku suka banget
mengulumnya. Saat kulupnya terbuka karena tegang, aku menemukan keju di
balik kulupnya. Aku ciumi dan jilati keju kulup itu sebelum kukenyam
untuk kutelan. Keju kontol Tania sangat lembut rasanya.
Aku kemudian berpuas-puas menyedot dan meninggalkan cupangku pada
perut, dada dan ketiaknya. Tania meremasi rambut kepalaku saat aku
menjilati bagian-bagian tubuhnya itu. Dan saat dilanda gairah birahinya
Tania telah memperlihatkan tingkah liar erotiknya. Dengan matanya yang
setengah membeliak karena 'trance' dalam nikmat syahwatnya, nafasnya
terdengar memburu.
Dia menerjang dan merubuhkan tubuhku. Menggumul dan menindih aku
untuk pasrah akan keliarannya. Bibir dan lidahnya termonyong-monyong
saat menjilat dan menyedoti kontolku. Namun semua itu sama sekali tidak
mengurangi pesona seksualnya. Dia lumati bijih pelirku, batang dan
bonggolnya. Tangannya erat memegang pahaku agar aku tak lagi bergerak
bergelinjang. Keseluruhan tingkahnya itu sungguh melambungkan citra
sensualitas Tania di depan mataku.
Aku tak berdaya menghadapi citra sensualitasnya sedahsyat ini.
Aliran spermaku mendesaki saraf-saraf syahwatku. Cairan kentalku tak
tertahan untuk muncrat tumpah. Dan pada akhirnya baik aku maupun dia
tak mungkin menghindarkan atau menahan saat tubuhku berkejat-kejat
menandai lepasnya spermaku ke mulutnya.
Kuperhatikan Tania begitu rakus dengan mulutnya me'nyeruput' air
maniku untuk ditelannya. Sebagian lain yang tercecer di jembut dan
perutku dijilatinya hingga bersih tandas. Aku terharu akan kebuasan
seksualnya. Aku bangkit dan peluk Tania untuk cepat melumati bibirnya.
Sebagian spermaku di mulutnya balik tertelan ke mulutku sendiri.
Dalam kencan pertama di Hotel Prapanca itu aku sempat menenggak 3
kali tumpahan spermanya ke mulutku dan 2 kali spermaku ke mulut dan
gerbang analnya. Pada akhirnya aku menyadari bahwa Tania bukan hanya
milikku. Biarlah keindahan dan keliarannya terbang bebas untuk
menjemputi kumbang haus yang ingin mendapatkan manis madunya pula.
Tania memang pantas menjadi asset waria Jakarta.
Pada kesempatan ini tak cukup aku menceritakan secara detail
seluruh bagian sensual pada tubuh Tania. Namun dari apa yang aku
utarakan di atas telah cukup menggambarkan bahwa tak ada cacat pada
keindahan dan erotis tubuhnya. Tania adalah cantik sempurna. Dia adalah
seorang 'ladyboy'.
*****
Di sunting oleh tante_mirna.
E N D
| Title | Author | Views |
| Aku Dan Pakaian Dalam Cewek |
Kuntilanak |
28,932 |
| Kencan Waria di Jakarta - 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
27,572 |
| Bercinta dengan Waria |
Jayus |
24,844 |
| Sang Tukang Pijat |
David Lie |
23,988 |
| Kencan Waria di Jakarta - 3 |
tante_mirna@yahoo.com |
20,845 |
| Malam yang Indah |
Agus Sumitro |
18,963 |
| Seminggu Full Waria, Duh Nikmatnya.. - 1 |
lisa_ramon@yahoo.com |
13,054 |
| Pengalaman Pribadi Lucy |
Mas Hoo |
12,319 |
| Saling Telan Sperma Dengan Waria - 1 |
lisa_ramon@yahoo.com |
11,968 |
| Emma, Oh Emma 02 |
Mahmud Yunus |
11,836 |
| Pengalaman Pertamaku Menjadi Waria - 1 |
suratnatasha@yahoo.com |
11,667 |
| Emma, Oh Emma 01 |
Mahmud Yunus |
11,123 |
| Siang Pejabat, Malam Waria 1: Sekda Propinsi |
lisa_ramon@yahoo.com |
9,958 |
| Sensasi Erotik Saat Menjadi Waria - 3 |
lisa_ramon@yahoo.com |
9,907 |
| Kencan Waria di Jakarta - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
9,716 |
|
|
|
|
|
|
|