|
|
Dari bagian 1 Wah, mengasyikan pikirku, mengingat penampilanku kali ini yang akan
berubah total. Masalah bagaiman caranya aku balik ke kos sebagai Nathan
dengan rambutku yang sudah dibonding dan berwarna merah bisa kupikirkan
nanti saja. Hhmm.., makin cantik saja tiap kulihat di kaca, kala
Natasha sedikit demi sedikit berubah total.
Sore menjelang malam mereka selesai mendandaniku. Pelan-pelan
kubuka mataku setelah sebelumnya sering kututup dan sengaja untuk tidak
terlalu sering melihat ke kaca.
"Astaga..," teriakku dalam hati, "Siapa cewek cantik yang ada di
kaca ini". Cewek dengan make up yang terlihat fresh dan rambut merahnya
panjangnya yang indah mirip di iklan-iklan shampoo. Wajahku yang
kelihatan lebih bersih dan sudah dibubuhi make up tipis. Aku
benar-benar hampir nggak mengenali wajahku sendiri di kaca itu. Hmm..,
yang pasti Arman bakal tergila-gila melihat penampilanku sekarang.
Setelah itu aku meminjam kamar mandi salon untuk mengganti bajuku
dengan pakaian yang telah kupersiapkan untuk bertemu Arman. Sesudah
semua baju, rok, dan pakaian dalamku kutanggalkan, aku mulai memakaikan
BH dan celana dalam yang baru kubeli. Warnanya tetap hitam tapi yang
ini dihiasi dengan renda-renda dan lebih terlihat transparan. Huh, agak
repot juga saat aku mengenakan celana dalamnya soalnya penisku masih
agak menegang akibat sensasi yang baru kurasakan. Kemudian kukenakan
gaun dengan tali tipisnya berwarna biru muda. Bahan gaun itu halus dan
lembut seperti sutra sehingga tampak menempel pas dengan tubuhku yang
langsing. Tak lupa kusemprotkan parfum Issei-ku sedikit di sana-sini
termasuk di sekitar pahaku dekat selangkangan. Semoga bau harumnya yang
bercampur keringatku bisa membuat Arman melayang. Sehelai syal sutra
telah melingkar di leherku dan aku pun selesai bersiap. Sambil berjalan
menuju meja resepsionis aku melirik ke kaca sekali lagi dan huff..,
cantiknya Natasha.
Hari sudah menjelang gelap ketika aku melajukan mobilku ke tempat
yang kujanjikan dengan Arman. Di halaman parkir senuah hotel di jalan
Dago. Aku sudah tak sabar dan rasa merinding mungkin karena libidoku
yang tinggi terus menyerangku.
"sudah lama yah nunggunya, Nat," kata Arman mencoba membuka pembicaraan,"Sorry, ya.."
"Nggak lama kok, Man," sahutku lembut dan kulayangkan lirikan
padanya,"Cuman sudah rada nggak sabar ajah. Penasaran gimana tampang
kamu."
"Terus sekarang kan sudah ketemu, gimana dong kesan-kesannya,"
kata Arman sambil menggerakkan tangannya yang kekar ke atas paha
kiriku. Sejenak kurasa ada semacam sengatan pada pahaku dan aku terdiam
sejenak.
"Boleh juga, lumayan," kataku sambil kulirik tangan Arman yang terus bergerak mengarah ke selangkanganku.
"Kalau kamu keliatan cantik banget, Natasha," ucapnya di dekat
telingaku dan tangan Arman sudah sampai di atas penisku. Pujian dan
usapan lembutnya pada penisku walaupun masih di atas gaunku membuat aku
sejenak memejamkan mataku dan melayang.
"Eff..," ups tak sadar aku mendesah lirih,"Man, kita makan di dekat sini aja yah."
Ucapanku ternyata menyadarkannya dan setelah dia mengangkat tangannya di mendekatkan bibirnya ke telingaku lagi.
"Terserah kamu saja sayang," bisiknya lembut.
Setelah kukunci pintu mobilku segera Arman menggandeng tanganku dan
meremasnya. Aduh, senangnya aku seakan cuman tinggal aku satu-satunya
cewek di dunia ini. Tak lama aku dan Arman makan sambil ngobrol mesra
saling mengenal. Waktu kembali ke mobil tak lupa Arman memeluk
pinggangku dan aku pun menyandarkan kepalaku di bahunya yang kekar.
Sungguh bahagianya aku malam ini dan kini aku tak merasa canggung lagi
pada Arman. Walaupun aku masih tetap saja merinding karena horny berat.
"Man, kamu yang nyetir yah sayang," kataku sambil tersenyum menggoda.
"Oke, emang kenapa sayang, ada sesuatu yah," sahut Arman sambil
balas menggoda. Aku cuman membalas pertanyaannya dengan satu kecupan di
pipinya. Dan mobil kami pun melaju lagi di jalanan Bandung.
Aku menggeserkan letak dudukku lebih dekat ke bangku supir.
Kusenderkan kepalaku ke bahu Arman dan tanganku kuletakkan di pahanya.
Mungkin aku sudah demikian terbuai denngan Arman sehingga sikapku
semakin mesra dan centil kepadanya. Di tengah perjalanan mulai
jari-jariku mulai nakal mengusap pahanya dan sekitar selangkangan
Arman. Sampai akhirnya terpegang olehku milik Arman dan terus kuusap
dengan lembut. Penis Arman agaknya bereaksi terpengaruh oleh usapanku.
Arman hanya tersenyum dan mencium kepalaku. Hmm.., ternyata punya Arman
lumayan gede juga, minimal sedikit lebih besar ukuranku.
"Hmmff.., kamu mulai nakal yah," kata Arman sambil mengecup
kepalaku. Mendengar perkataannya aku cuma dan tak tahu kenapa aku mulai
tak sabar untuk melihat miliknya. Tanpa pikir panjang kubuka sabuknya
dan pelan-pelan kubuka resletingnya. Kupelorotkan celananya sedengkul
dan saat itu aku melihat tonjolan yang wow, gede juga. Kuusap lagi
penisnya dari luar celana dalamnya. Aku sudah mulai membayangkan
penisnya yang besar itu kukulum habis dalam mulutku.
"Emmff, sayaang..," desah Arman lirih. Desahannya membuatku tak
puas hanya memegangnya dari luar. Pelan-pelan kumasukan jari-jariku ke
dalam celananya. Kuraba mulai dari kepala penisnya yang besar dan
mekar. Terus ke batangnya dan sampai di buah zakarnya kuusap lagi
dengan gerakan memutar sambil sesekali melirik ke Arman.
Desahan-desahan lirih terus kudengar dari mulut Arman.
Tanpa kuduga Arman melihat ke arahku dengan pandangan memohon dan
mengelus rambutku. Dan dengan sedikit mendorong dia menundukkan
kepalaku ke arah penisnya. Aku sedikit kaget campur senang. Entah
kenapa aku menurut saja dorongan dari Arman itu. Kuciumi penisnya yang
besar itu dan kugigit-gigit pelan penisnya sambil tanganku yang satunya
mengelus buah zakarnya. Desahan kembali muncul dari mulut Arman sambil
tangannya terus mengelus rambutku. Membuat gairahku makin naik dan
jantungku makin berdegup kencang.
Lama-kelamaan aku tak sabar lagi dan kutolehkan pandanganku ke Arman.
"Sayang, boleh Natasha buka nggak," kataku pura-pura bertanya.
Arman yang kupikir memang menginginkannya cuman mengangguk. Lalu tanpa
menunggu lagi kubuka perlahan celana dalamnya dan kupelorotkan ke
pahanya. Wuih, aku makin horny saja takala dugaanku benar punya Arman
memang besar dan sudah berdiri tegak. Dengan bulu kemaluannya lebat dan
hitam, dan penisnya yang besar berurat seakan menungguku. Kurasa ini
saatnya kupraktekkan semua teknik yang aku tonton dari vCD setiap
menjadi Natasha di kamar kosku.
Sambil kusibak rambut kemaluannya kukecup ujung penis Arman dan
kujilati lembut. Kurasakan sudah ada sedikit cariran di ujung penisnya.
Tanda kalau Arman sudah horny dari tadi. Kujilati terus ke arah bawah
mulai dari ujungnya sampai ke buah zakar. Di daerah buah zakarnya
sengaja kumain-mainkan dengan jilatan dan gigitan-gigitan kecil
mulutku. Sambil terus kucoli batang penisnya dengan gerakan naik turun.
Tanganku yang satunya lagi mengelus-elus pahanya.
Ahh.. mmff.. enak sayang," desah Arman sambil terus melajukan
mobilku dengan lambat-lambat. Aku melirik ke arahnya dan mulai
kumasukkan burung Arman ke mulutku. Pertama kumainkan pelan dan setelah
yakin aku bisa melakukannya tanpa terkena gigiku aku pun mulai
memainkan lidahku. Makin lama semakin cepat dan makin gesit kumainkan
lidahku. Aku sungguh menikmati saat mengulum penis Arman apalagi saat
penisnya kumasukkan makin dalam ke mulutku.
Ess.. mm.. sayaang..," Arman terus mendesah kali ini mulutnya
sampai agak terbuka menikmati servis oralku. Tangannya makin kuat
meremas rambutku dan tubuhnya sedikit bergetar. Aku makin senang
melihat Arman bertingkah seperti itu.
"Sssayaang.. aku kayaknya mau keluar deh.. mmff.. ," kata Arman
terbata padaku. Mendengar perkataannya aku makin gencar menyerangnya.
Dan satu desahan terakhir dari Arman mendorong cairan maninya yang
kental keluar dari penisnya yang makin berurat dan menegang.
Mmm.. aku sengaja berencana untuk tak akan melepaskan mulutku dan
berusaha menikmati cairan maniku yang pertama dari seorang pria. Agak
asin dan aneh rasanya lalu kutelan saja dan mulai kumainkan lidahku
pada kepala burung Arman. Arman pasti merasakan sensasi yang luar biasa
karena dia tak berhenti mendesah dan tubuhnya menggelinjang. Setelah
kuhabiskankan tanpa sisa semua cairan yang ada di penisnya baru
kulepaskan mulutku. Arman mendorong kepalaku ke arahnya dan memberikan
satu kecupan di bibirku. Bahaginya hatiku aku ternyata bisa memuaskan
Arman dan aku berhasil melakukan oral untuk pertama kalinya dalam
hidupku.
Kubersihkan bibirku dengan tissue dan kubereskan lagi celana Arman.
Setelah itu kusenderkan lagi kepalaku ke bahunya dan dengan lembut
mulai lagi kuusap penis Arman yang terbaring lemas di dalam celananya.
Arman tersenyum kepadaku dan berkata,"Dasar nakal, belum puas yah.."
"Belum dong sayang.. eh kita kemana sekarang.. ," tanyaku.
"Kita ke hotelku aja yah sayang.. aku mau bales kamu, hehe.." candanya sambil terus mengelus rambutku.
"Oke, aku pasrah aja deh sama kamu.. Man." jawabku manja sambil
kupejamkan mataku berusaha menikmati semua yang terjadi hari ini.
Tak lama pun kami sampai ke hotel tempat Arman menginap. Kurapikan
bajuku dan kusisir rambutku dengan jari-jariku. Kemudian kuambil travel
bag-ku yang berisi pakaian dan alat make upku. Aku memanng sudah
mempersiapkan semua kebutuhanku kalau Arman nanti mengajak untuk
menginap. Digandengnya aku melewati lobi sambil tanganku melingkar di
pinggangnya. Ingin rasanya membuat iri orang-orang yang ada di lobi
hotel itu dengan kemesraan yang kutujukan untuk Arman. Tampaknya
lumayan berhasil karena segerombolan anak muda yang sedang santai di
lobi sempat terdiam dari obrolannya dan melirik ke arahku. Aduh, aku
merasa seneng dan bangga membalas pandangan ingin tahu mereka.
Sesampai di kamar hotel, aku minta ijin pada Arman untuk ke kamar
mandi sebentar. Aku ingin menganti bajuku dan kalau bisa mandi
sebentar. Soalku badanku terasa lengket banget setelah seharian belum
mandi.
"Man, aku mandi dulu yah.. lengket nih.."
"Oke, jangan lama-lama yah .. Abis itu aku juga mau mandi nih.."
sahut Arman sambil melepaskan gandengannya dari tanganku. Di kaca kamar
mandi aku memandang diriku yang masih terlihat cantik walaupun sudah
agak kusut. Kulepaskan syalku dan mulai kukeluarkan pakaian yang akan
kupakai setelah mandi.
"Tok, tok.." tiba-tiba pintu kamar mandi diketok.
"Ya, ada apa sayang,"sahutku.
"E.., sayang ini ada barang yang jatuh punya kamu bukan.. ," kata Arman.
"Barang apa..?" kataku penasaran sambil membuka kunci pintu dan
melongokkan kepalaku di sela pintu kamar mandi. Tiba-tiba Arman
menyeruak masuk ke kamar mandi dan langsung memutar tubuhku sehingga
sekarang posisinya memelukku dari belakang.
"Man, apa-apaan kamu..Nakal banget sih.." kataku manja.
"Aku sudah nggak sabar nih.." katanya sambil mulai meraba tubuhku dan menciumi leherku.
"Sebentar dong sayang.. aku sudah lengket nih.." sahutku sambil
memejamkan mataku. Tangannya yang tadinya memilin-milin putingku
tiba-tiba sudah masuk ke celana dalamku dan meremasnya bersama buah
zakarku dalam satu genggaman tanggannya yang besar.
"Acchh.. Aduh.. Mmm.. Sayang sabar dulu dong.." kataku sambil
kupegang tangannya dan membalikkan badanku sehinga kami berhadapan.
Kulingkarkan tanganku di lehernya dan kudekatkan mulutku ke mulutnya.
Arman langsung menciumku dan melumat bibirku. Ketika lidahnya mulai
masuk ke mulutku tangannya sudah berpindah ke atas pantatku dan
meremas-remasnya. Dan kami pun sekejab ber-french kiss dengan panasnya.
Aku sungguh menikmatinya dan tampaknya penisku pun menikmatinya. Makin
membesar dan menekan ke punya Arman. Kemudian Arman melepas lembut
bibirnya dan mengecup keningku sambil berkata padaku, "Hayo kamu juga
sudah nggak sabar yah.. Aku tunggu di luar yah sayang, kamu mandi dulu
yah."
"Eeehh.."desahku merajuk sambil mengangguk.
Ke bagian 2
| Title | Author | Views |
| Aku Dan Pakaian Dalam Cewek |
Kuntilanak |
28,936 |
| Kencan Waria di Jakarta - 1 |
tante_mirna@yahoo.com |
27,583 |
| Bercinta dengan Waria |
Jayus |
24,850 |
| Sang Tukang Pijat |
David Lie |
23,997 |
| Kencan Waria di Jakarta - 3 |
tante_mirna@yahoo.com |
20,854 |
| Malam yang Indah |
Agus Sumitro |
18,969 |
| Seminggu Full Waria, Duh Nikmatnya.. - 1 |
lisa_ramon@yahoo.com |
13,055 |
| Pengalaman Pribadi Lucy |
Mas Hoo |
12,322 |
| Saling Telan Sperma Dengan Waria - 1 |
lisa_ramon@yahoo.com |
11,969 |
| Emma, Oh Emma 02 |
Mahmud Yunus |
11,836 |
| Pengalaman Pertamaku Menjadi Waria - 1 |
suratnatasha@yahoo.com |
11,667 |
| Emma, Oh Emma 01 |
Mahmud Yunus |
11,123 |
| Siang Pejabat, Malam Waria 1: Sekda Propinsi |
lisa_ramon@yahoo.com |
9,958 |
| Sensasi Erotik Saat Menjadi Waria - 3 |
lisa_ramon@yahoo.com |
9,912 |
| Kencan Waria di Jakarta - 4 |
tante_mirna@yahoo.com |
9,717 |
|
|
|
|
|
|
|