Seperti biasanya, setiap hari Minggu pagi orang-orang datang ke gereja
dan langsung memilih tempat duduk di bangku bagian belakang. Demikian
juga dengan pagi ini, kecuali seorang pendatang baru yang langsung
menuju ke bangku paling depan.
Setelah kebaktian, Pendeta memberi salam kepada pendatang baru ini
sambil bertanya mengapa ia duduk di bangku paling depan. "Saya seorang
sopir bus," jawabnya, "dan saya datang untuk belajar dari anda
bagaimana caranya membuat orang-orang berebut duduk di bangku yang
paling belakang."