Berikut ini ada cerita ku bersama seorang pelacur yang tidak bisa kulupakan selamanya.
Sebagai perkenalan, aku adalah seorang
pria yang mempunyai wajah yang tampan dan tubuh yang seksi, berkulit
putih dan banyak wanita yang mencoba mendekatiku, namun aku belum bisa
menerima para wanita itu sebagai teman istimewa, dan akupun tidak mau
memanfaatkan mereka hanya untuk sekedar iseng belaka.
Tetapi
sebagai lelaki normal tentu saja aku mempunyai kebutuhan seks yang
tidak bisa aku pungkiri, apalagi aku termasuk memiliki kebiasaan jelek
yaitu sering melihat gambar-gambar porno dan membaca cerita-cerita seks
di internet. Selain itu, aku tidak mau pada saat menikah nanti aku sama
sekali buta tentang seks. Dan disinilah kisahku di mulai.
Belum
lama ini akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke tempat pelacuran.
Kakiku melangkah masuk ke salah satu diskotik yang lumayan terkenal di
Jakarta.
Begitu masuk aku
langsung naik ke lantai 2 diskotik tersebut. Di sana aku lihat ada
beberapa pria dewasa sedang duduk dan bercerita di sofa sambil merokok.
Mungkin sedang menunggu wanita langganannya. Seorang bartender menyapa
aku dengan ramah "Haloo Boss, mau yang mana nihh".
Aku
lalu melihat foto-foto seksi yang ada di meja, aku akhirnya minta
bantuan bartender itu untuk memilihkan untuk aku, karena foto porno
yang ada begitu banyak. Lalu bartender itu bertanya "Sukanya yang besar
apa yang kecil ?" tanyanya ramah. Aku tidak terlalu senang
cerita-cerita dengan dia.
Entah
apa yang terjadi di kamar saat aku berduaan dengan wanita itu (sebut
saja namanya Winn). Wajahnya yang cantik ternyata tidak bisa membuat
hasratku meninggi, justru aku merasakan hampa, tidak ada libido tidak
ada hasrat dan tidak ada gairah, apakah aku mengalami disfungsi ereksi?
Akhirnya,
aku hanya bercakap-cakap dengannya. Win bercerita tentang 2 anaknya di
kampung dan seorang suami yang lagi merantau di Malaysia. Keinginannya
untuk membiayai sekolah anak-anaknya membuatnya harus memilih hidup
menjadi seorang pelacur.
Entah
kapan aku akan bertemu lagi dengan Winn karena setelah perbincanganku
dengan Winn tersebut, aku bertekad tidak akan lagi masuk ke tempat
pelacuran. Ingin kupersembahkan kelelakianku untuk istriku tercinta
nanti.
Aku
hanya berharap melalui cerita ini, mudah-mudahan istriku nanti bisa
memberikan seperti apa yang aku rasakan bersama WiNN. Dan nantinya aku
bisa bertemu dengan WiNN dalam kondisi yang lebih baik bukan sebagai
seorang Pelacur dan Pelanggannya. Tetapi sebagai seorang sahabat.