Gudang Lagu
(by: Balipost)

PURA Dang Kahyangan adalah pura tempat asrama para rsi atau pandita menyebarkan ajaran kerohanian Hindu pada umat agar ajaran agama itu dapat menjadi penuntun umat dalam segala aspek kehidupannya. Pura Dang Kahyangan, seperti Pura Silayukti di Padangbai dan Pura Rambutsiwi di Jembrana.

Dewasa ini umat yang mewarisi keberadaan Pura Dang Kahyangan itu seyogianya melanjutkan Pura Dang Kahyangan itu sebagai tempat menyebarkan ajaran agama Hindu dengan sebaik-baiknya. Setidak-tidaknya dari pengelolaan Pura Dang Kahyangan tersebut terpancar perilaku para pemimpin umat yang patut menjadi suriteladan bagi umat kebanyakan. Tidak berdasarkan gejolak emosi belaka, apalagi dengan menonjolkan arogansi kekuasaan, terutama bagi umat yang sedang memegang kekuasaan. Bermusyawarah sekuat tenaga dengan mengajak semua pihak yang terkait dengan masalah tersebut.

Rsi Patanjali dalam pustaka Yoga Sutranya menyatakan, prosedur untuk mencapai kemantapan hati ada beberapa tahap. Tahap pertama melakukan tarka yang artinya berdebat. Artinya berbagai perbedaan pendapat dimunculkan dengan berbagai argumentasinya. Tahap berikutnya nirwitarka, maksudnya hasil berbagai perbedaan itu direnungkan secara mendalam. Selanjutnya lakukan sawicara yaitu proses analisis yang secermat mungkin. Hasil analisis itu dilanjutkan dengan melakukan nirwicara. Artinya merenungkan kembali dengan setenang mungkin hasil analisis tersebut. Setelah melalui empat tahapan itu barulah diambil tahap akhir yaitu melakukan samanta. Maksudnya mengambil keputusan yang pasti, jelas dan tentu. Dengan proses itu masalah akan dapat diselesaikan dengan lebih jernih tanpa memancing munculnya gejolak emosi yang dapat menimbulkan masalah baru.

Melakukan proses tarka yaitu berdebat mengemukakan berbagai perbedaan pendapat, usul, saran, persepsi masing-masing dan sejenisnya dengan bicara yang baik. Bicara yang baik dalam suatu musyawarah dilakukan dengan tiga cara yakni Sastra Vada, Budhi Vada dan Prema Vada. Sastra Vada artinya setiap berbicara hendaknya didasarkan pada rujukan sastranya. Apa dasar hukumnya setiap pembicara yang dikemukakan. Bicara bukan sekadar bicara, apalagi didorong oleh gejolak emosi. Berbicara seperti itu tidak akan bermanfaat dalam suatu musyawarah.

Budhi Vada artinya berbicara dengan kesadaran budhi yang cerah. Bicara itu bukan tercetus dari pikiran yang kacau. Prema Vada artinya berbicara dalam suatu musyawarah benar-benar untuk bermusyawarah. Berbicara dalam musyawarah itu bukan dijadikan media untuk mengumbar kebencian pada orang atau kelompok tertentu. Demikianlah tuntunan ajaran Hindu dalam mengatasi suatu masalah.

Dalam Lontar Siwa Budhagama Tattwa ada dinyatakan tahapan yang wajib dilakukan dalam memecahkan suatu masalah yaitu Maya, Upeksa, Indrajala, Wikrama dan Lolika. Maya artinya data yang maya, yang ada kaitannya dengan masalah harus dikumpulkan agar menjadi jelas tak ada yang disembunyikan. Upeksa artinya data yang ada itu dianalisis dengan cermat. Indrajala artinya dari hasil analisis itu dirumuskan menjadi beberapa alternatif kesimpulan. Dari beberapa alternatif itulah ditetapkan salah satunya sebagai kebijakan untuk ditindaklanjuti. Hal inilah yang disebut Wikrama. Dalam menindaklanjuti suatu kebijakan hendaknya tetap menjaga rasionalitas. Hal inilah yang dinyatakan sebagai Lolika.

Untuk mengatasi permasalahan yang muncul di Pura Dang Kahyangan seperti di Pura Rambutsiwi, hendaknya semua pihak yang ikut dalam permasalahan itu benar-benar memperhatikan berbagai petunjuk sastra agama dalam memproses penyelesaian masalah tersebut. Persoalan tak akan selesai dengan tuntas kalau diatasi dengan emosi kekuasaan. Karena hal itu dapat meminggirkan berbagai pihak yang memiliki ruang dalam persoalan tersebut.





Article Directory: http://www.sumbercerita.com


Cerita-cerita Lainnya dari Kategori - HOME --> Kisah Rohani --> Cerita Hindu
TitleAuthorViews
Intisari Ajaran Agama Hindu Hinduisme 2,729
Banten Putu Satria 2,510
Cerita Mayadenawa, Latar Belakang Hari Galungan Berbagai Sumber 1,907
Reinkarnasi Wisnu 1,900
Galungan, Kejayaan Dharma dan Rekonsiliasi Nasional I Made Titib 1,891
Galungan dan Tujuh Sifat Dharma Ketut Adi 1,607
Moksa Yoga Adi Purwanto 1,554
Kebenaran Reinkarnasi Wisnu 1,506
Makna Siwaratri dan Kesejahteraan Sulinggih Budi Paramartha 1,483
Grahasta Wisnu 1,399
Tentang Dana Punia Wayan Catrayasa 1,394
Yoga Marga Yoga Adi Purwanto 1,353
Catur Asrama Wisnu 1,257
Galungan : Pesan Universal, Tradisi Lokal Balipost 1,217
Menengok Keberadaan Pura Buwit di Desa Tulikup, Gianyar Oka Suryawan 1,205

 

atom feed entries rss feed entries Valid XHTML 1.0 Transitional
Copyright © 2008 sumbercerita.com - Kumpulan Cerita Terpopuler
Dengan beraktivitas di website kami berarti anda setuju dengan Kebijaksanaan Privasi serta Syarat Persetujuan
eXTReMe Tracker