Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan, yang kali ini jatuh pada tgl 30 ov 2002.
Sehari sebelum Hari Raya Kuningan disebut dengan Hari Penampahan Kuningan,
yang jatuh pada hari Jumat, Wage, wuku Kuningan yaitu tgl 29 Nov 2002.
Pada hari ini merupakan saat untuk mempersiapkan segala perlengkapan
upacara untuk perayaan Kuningan keesokan harinya.
Hari Raya Kuningan atau sering disebut Tumpek Kuningan jatuh pada hari Sabtu, Kliwon, wuku Kuningan. Pada hari ini umat
melakukan pemujaan kepada para Dewa, Pitara untuk memeohon keselamatan,
kedirgayusan, perlindungan dan tuntunan lahir-bathin. Pada hari ini
diyakini para Dewa, Bhatara, diiringi oleh para Pitara turun ke bumi
hanya sampai tengah hari saja, sehingga pelaksanaan upacara dan
persembahyangan Hari Kuningan hanya sampai tengah hari saja. Sesajen
untuk Hari Kuningan yang dihaturkan di palinggih utama yaitu tebog, canang meraka, pasucian, canang burat wangi. Di palinggih yang lebih kecil yaitu nasi selangi, canang meraka,
pasucian, dan canang burat wangi. Di kamar suci (tempat membuat
sesajen/paruman) menghaturkan pengambeyan, dapetan berisi nasi kuning,
lauk pauk dan daging bebek. Di palinggih semua bangunan (pelangkiran)
diisi gantung-gantungan, tamiang, dan kolem. Untuk setiap rumah tangga
membuat dapetan, berisi sesayut prayascita luwih nasi kuning dengan
lauk daging bebek (atau ayam). Tebog berisi nasi kuning,
lauk-pauk ikan laut, telur dadar, dan wayang-wayangan dari bahan pepaya
(atau timun). Tebog tersebut memaki dasar taledan yang berisi ketupat
nasi 2 buah, sampiannya disebut kepet-kepetan. Jika tidak bisa membuat
tebog, bisa diganti dengan piring.
Sesayut Prayascita Luwih : dasarnya kulit sesayut, berisi tulung
agung (alasnya berupa tamas) atasnya seperti cili. Bagian tengahnya
diisi nasi, lauk-pauk, di atasnya diisi tumpeng yang ditancapkan bunga
teratai putih, kelilingi dengan nasi kecil-kecil sebanyak 11 buah,
tulung kecil 11 buah, peras kecil, pesucian, panyeneng, ketupat kukur
11 buah, ketupat gelatik, 11 tulung kecil, kewangen 11 pasucian,
panyeneng, buah kelapa gading yang muda (bungkak), lis bebuu, sampian
nagasari, canang burat wangi berisi aneka kue dan buah. Sesajen ini
dapat juga dipakai untuk sesajen Odalan, Dewa Yadnya, Resi Yadnya dan
Manusa Yadnya.
Beberapa perlengkapan Hari Kuningan yang khas yaitu: Endongan sebagai simbol persembahan kepada Hyang Widhi. Tamyang sebagai simbol penolak malabahaya. Kolem sebagai simbol tempat peristirahatan hyang Widhi, para Dewa dan leluhur kita.
Pada hari Rabu, Kliwon, wuku Pahang, disebut dengan hari Pegat Wakan yang merupakan hari terakhir dari semua rangkaian Hari Raya Galungan-Kuningan. Sesajen yang dihaturkan pada hari ini yaitu sesayut Dirgayusa, panyeneng, tatebus kehadapan Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian berakhirlah semua
rangkaian hari raya Galungan-Kuningan selama 42 hari, terhitung sejak
hari Sugimanek Jawa.