|
|
Meditasi yang diterapkan secara baik
ternyata sangat membantu proses belajar mengajar. Hal ini telah
dibuktikan di SD Cipta Darma, Denpasar yang telah membudayakan meditasi
serta duduk hening sejak setahun belakangan. Kepala SD Cipta Darma, Ni
Nyoman Muliathi, menyatakan terjadi perubahan perilaku anak didik sejak
sekolah ini menerapkan meditasi yang teratur di sekolahnya sebelum
proses belajar mengajar.
Untuk menyiapkan siswa kelas VI menghadapi
ujian, dilaksanakan meditasi dan pasraman kilat di Pasraman Lumajang,
Tabanan, Rabu (17/1) hingga Kamis (18/1) kemarin. Karena perilaku
meditatif telah menjadi budaya, para siswa tampak senang dengan
aktivitas tersebut. Dua orang siswa, Bagus Angga Wirajaya dan Bagus Kresna, pada acara
penutupan kemarin menyatakan sangat senang dengan pasraman kilat yang
telah digelar. Angga mengaku meditasi banyak membantunya dalam belajar.
Putra pasangan I Wayan Sudana dan Gusti Ayu Purnawati ini mengaku lebih
bisa berkonsentrasi sejak belajar meditasi. Sebagai anak, ia mengaku
awalnya merasa pegal, tetapi setelah dilakoninya dengan senang,
ternyata memberi manfaat yang sangat besar. Bukan hanya di sekolah, di rumah bersama keluarganya ia terbiasa
melakukan meditasi. Bagus Kresna juga mengaku mengalami hal serupa. Ia
mengaku lebih riang sejak sekolahnya mewajibkan untuk meditasi. Pesraman kilat yang telah dilakukan dua kali di Pasraman Lumajang ini
diikuti 156 siswa dan 27 orang guru. Bukan hanya siswa yang harus
melakukan meditasi, kata Muliathi, semua guru harus mengajar yang
disertai dengan contoh nyata. Di sekolahnya, meditasi dilakukan tiga
kali seminggu yakni setiap Selasa, Rabu, dan Kamis yang diikuti oleh
semua warga sekolah, termasuk para pegawai bahkan sampai cleaning
service. Perubahan yang nyata, kata Muliathi, terlihat ketika meditasi dan duduk
hening diterapkan secara teratur. Para siswa menjadi lebih disiplin,
mudah bergaul serta lebih fokus pada pelajaran. "Etika mereka juga
terbentuk dengan sendirinya dan secara alami," terangnya. Selain
perilaku meditasi, di sekolah ini juga diajarkan pola hidup bersih.
Selesai melakukan aktivitas apa saja, para siswa wajib membuang sampah
pada tempatnya.
| Title | Author | Views |
| Intisari Ajaran Agama Hindu |
Hinduisme |
2,729 |
| Banten |
Putu Satria |
2,510 |
| Cerita Mayadenawa, Latar Belakang Hari Galungan |
Berbagai Sumber |
1,908 |
| Reinkarnasi |
Wisnu |
1,900 |
| Galungan, Kejayaan Dharma dan Rekonsiliasi Nasional |
I Made Titib |
1,891 |
| Galungan dan Tujuh Sifat Dharma |
Ketut Adi |
1,609 |
| Moksa |
Yoga Adi Purwanto |
1,554 |
| Kebenaran Reinkarnasi |
Wisnu |
1,506 |
| Makna Siwaratri dan Kesejahteraan Sulinggih |
Budi Paramartha |
1,484 |
| Grahasta |
Wisnu |
1,399 |
| Tentang Dana Punia |
Wayan Catrayasa |
1,394 |
| Yoga Marga |
Yoga Adi Purwanto |
1,353 |
| Catur Asrama |
Wisnu |
1,257 |
| Galungan : Pesan Universal, Tradisi Lokal |
Balipost |
1,218 |
| Menengok Keberadaan Pura Buwit di Desa Tulikup, Gianyar |
Oka Suryawan |
1,205 |
|
|
|
|
|
|
|