Gudang Lagu
(by: Ketut Sugina)

Digagas Megawati, Diharap Dapat Diresmikan SBY Megaproyek embung Telagatunjung di Desa Timpag, Kerambitan, Tabanan, akhirnya kelar dan kemarin telah digelar pecaruan serta mulang pakelem. Kegiatan ritual tersebut dilakukan Gubernur Bali Dewa Made Beratha dan dipuput Ida Pedanda Keniten dari Gria Jumpung Banjar Lebah, Timpag. Bagaimana suasananya?

PAGI kemarin jalan Meliling-Timpag dipenuhi banyak mobil mengkilap. Beberapa diantaranya tampak mobil berplat merah. Mereka datang beriringan menuju embung Telagatunjung - sebuah proyek raksasa yang menghabiskan dana Rp 96,704 miliar serta dikerjakan sejak saat pemerintahan Presiden Megawati. Sementara di lokasi telah menunggu masyarakat berpakaian adat serta seperangkat sarana upacara.

Gubernur Dewa Beratha datang didampingi Asisten II Tabanan, Subadiwasa. Pejabat dari pusat muncul Direktur Sungai, Danau dan Waduk Direktorat Sumber Daya Air PU, Widagdo. Para pejabat ini langsung meninjau proyek yang dikerjakan tiga tahun tersebut.

Sekitar pukul 10.00 upacara dimulai dengan diawali pemelaspaan, tawur baru kemudian sembahyang bersama. Setelah itu dilanjutkan dengan mulang pekelem ke tengah sungai yang langsung dilakukan Gubernur Beratha, Widagdo dan Subadiwasa.

Menariknya, sebelum mulang pekelem Gubernur Beratha lebih dahulu menerima plakat kinerja terbaik pengelolaan sungai bidang sumber daya air untuk kategori provinsi yang diserahkan Widagdo.

Lantas, apa menariknya bendungan ini? Menurut Gubernur Beratha, bendungan yang dibangun sejak 2003 itu sempat mandeg. Karena ada penilaian bahwa pembangunan bendunga itu tidak visible. Namun pihaknya tetap melanjutkan mengingat banyaknya sawah tadah hujan di daerah Meliling. Dengan embung itu diharapkan sekitar 420 hektar sawah di Meliling, 483 hektar di Gadungan dan 430 hektar di subak Sungsang dapat memanfaatkan air yang bersumber dari sungai Yeh Ho dan tukad Maya itu. Dengan pemanfaatkan irigasi langsung ini, diharapkan produksi padi petani di Tabanan akan mengalami peningkatan.

Dia mengatakan, sebelum bendungan itu dibangun, petani di Meliling hanya bisa menanam sekali setahun karena hanya mengandalkan air hujan. "Setelah bendungan ini ada, kita harapkan petani bisa menanam padi dua sampai tiga kali setahun," ucapnya.

Hebatnya, menurut Beratha, pembangunan bendungan itu tidak akan berhenti sampai disitu saja. Bahkan pihaknya kini mengusahakan dana sekitar 1,7 miliar untuk penataan di sekitar bendungan. Karena selain untuk mengairi sawah, akan banyak manfaat lain yang bisa diambil dari bendungan tersebut. "Misalnya untuk air minum, listrik dan pariwisata atau tempat mancing," ucapnya.

Semua penataan tersebut direncanakan pada tahun ini sudah rampung. "Kita usahakan segera, dan rencananya bulan Maret depan sudah beres dan bisa diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY)," harapnya.





Article Directory: http://www.sumbercerita.com

sumber: Jawa Pos



Cerita-cerita Lainnya dari Kategori - HOME --> Kisah Rohani --> Cerita Hindu
TitleAuthorViews
Intisari Ajaran Agama Hindu Hinduisme 2,729
Banten Putu Satria 2,510
Cerita Mayadenawa, Latar Belakang Hari Galungan Berbagai Sumber 1,908
Reinkarnasi Wisnu 1,900
Galungan, Kejayaan Dharma dan Rekonsiliasi Nasional I Made Titib 1,892
Galungan dan Tujuh Sifat Dharma Ketut Adi 1,609
Moksa Yoga Adi Purwanto 1,554
Kebenaran Reinkarnasi Wisnu 1,506
Makna Siwaratri dan Kesejahteraan Sulinggih Budi Paramartha 1,484
Grahasta Wisnu 1,399
Tentang Dana Punia Wayan Catrayasa 1,394
Yoga Marga Yoga Adi Purwanto 1,353
Catur Asrama Wisnu 1,257
Galungan : Pesan Universal, Tradisi Lokal Balipost 1,218
Menengok Keberadaan Pura Buwit di Desa Tulikup, Gianyar Oka Suryawan 1,206

 

atom feed entries rss feed entries Valid XHTML 1.0 Transitional
Copyright © 2008 sumbercerita.com - Kumpulan Cerita Terpopuler
Dengan beraktivitas di website kami berarti anda setuju dengan Kebijaksanaan Privasi serta Syarat Persetujuan
eXTReMe Tracker