Gudang Lagu
(by: Oka Suryawan)

Dulu Menjadi Lokasi Pelabuhan di Zaman Arya Pura Buwit yang berlokasi di pinggir pantai Tulikup Gianyar menyimpan nilai sejarah yang cukup tinggi. Zaman dahulu pura tersebut adalah pelabuhan para arya yang datang dari Pulau Jawa ke Bali Dwipa. Seperti apa?

SIANG kemarin, terik matahari begitu menyengat. Di jalan setapak sepanjang kurang lebih 300 meter masuk agak ke selatan itu tidak terlihat satupun warga yang melintas. Sepanjang jalan selebar kurang dari dua meter itu nampak pohon pisang menyambut. Jalan tersebut adalah jalan satu-satunya menuju Pura Buwit yang berlokasi di pinggir pantai. Lokasi pura sangat gampang dicari lewat jalan bypass Prof Ida Bagus Mantra. Lokasinya percis di timur jembatan Lebih- Tulikup. Agar tidak membingungkan umat, di pinggir jalan tersebut diisi plang khusus.

Lokasi pura sendiri terletak di tengah sawah dan sangat asri. Di utama mandala sendiri belum semua pembangunan permanen. Hanya terdapat sebuah palinggih pesamuan alit yang belum selesai dikerjakan. Tembok pura juga belum semuanya terpasang. Pura yang luasnya kurang lebih sepuluh are itu diempon warga Sangging se-Bali. Jumlah warga Sangging di Pulau Dewata ini diperkirakan mencapai 18 ribu jiwa. Hal itu dibenarkan oleh Ketut Wijana Sangging, salah satu pengempon Pura Buwit.

Menurutnya, piodalan di Pura Buwit berlangsung setiap Tumpek Wayang setiap enam bulan sekali. Sangging menceritakan, nama Buwit sendiri berarti pelabuhan. Ini tercantum dalam berbagai Susastra. "Dulu di sekitar pura diyakini menjadi pelabuhan para arya yang datang ke Bali. Sebagai bukti ada gundukan kecil yang ada di tengah pura," ujar Sangging meyakinkan.

Menurutnya, setiap berlangsung piodalan semua warga Sangging se-Bali datang sembahyang di pura tersebut. "Pura Buwit diyakini sebagai pura dasar Sangging di Bali," cetusnya meyakinkan.

Renovasi beberapa palinggih di utama mandala pura demikian Sangging dilakukan tahun 2005. "Renovasi belum bisa dilakukan secara penuh. Ini karena faktor biaya. Kita lakukan secara bertahap," ujarnya.

Yang penting kata Sangging, bagaimana warga Sangging di Bali bisa mengetahui keberadaan pura yang memiliki sejarah yang cukup tinggi. " Ini ibarat kawitan. Jangan sampai umat tidak mengetahui," ujarnya.





Article Directory: http://www.sumbercerita.com

sumber: Jawa Pos



Cerita-cerita Lainnya dari Kategori - HOME --> Kisah Rohani --> Cerita Hindu
TitleAuthorViews
Intisari Ajaran Agama Hindu Hinduisme 2,729
Banten Putu Satria 2,510
Cerita Mayadenawa, Latar Belakang Hari Galungan Berbagai Sumber 1,908
Reinkarnasi Wisnu 1,900
Galungan, Kejayaan Dharma dan Rekonsiliasi Nasional I Made Titib 1,892
Galungan dan Tujuh Sifat Dharma Ketut Adi 1,609
Moksa Yoga Adi Purwanto 1,554
Kebenaran Reinkarnasi Wisnu 1,506
Makna Siwaratri dan Kesejahteraan Sulinggih Budi Paramartha 1,484
Grahasta Wisnu 1,399
Tentang Dana Punia Wayan Catrayasa 1,394
Yoga Marga Yoga Adi Purwanto 1,353
Catur Asrama Wisnu 1,257
Galungan : Pesan Universal, Tradisi Lokal Balipost 1,218
Makna Hari Raya Kuningan Berbagai Sumber 1,189

 

atom feed entries rss feed entries Valid XHTML 1.0 Transitional
Copyright © 2008 sumbercerita.com - Kumpulan Cerita Terpopuler
Dengan beraktivitas di website kami berarti anda setuju dengan Kebijaksanaan Privasi serta Syarat Persetujuan
eXTReMe Tracker