|
|
Maharsi Patanjali adalah pelopor ajaran Yoga yang merupakan bagian dari
filsafat Hindu yaitu Sad Darsana. Buku beliau yang bernama Yogasutra terdiri
dari empat bagian yaitu :
- Samadhi-pada, tentang sifat, tujuan dan bentuk
ajaran yoga yang menjelaskan adanya perubahan-perubahan pikiran dalam melakukan
yoga.
- Sadhana-pada, tentang tahapan-tahapan pelaksanan yoga, cara mencapai
samadhi dan pahala yang akan didapat oleh mereka yang telah mencapai samadhi.
- Wibhuti-pada, tentang hal-hal yang bersifat bathiniah, kekuatan bathin yang
didapat oleh mereka yang melaksanakan yoga.
- Kaiwalya-pada, tentang alam
kelepasan dan keadaan jiwa yang telah dapat mengatasi keterikatan pada
keduniawian.
Tujuan yang ingin dicapai dalam melaksanakan yoga adalah pencapaian moksa
melalui kesadaran yang disebut sebagai "wiwekajnana" yaitu pengetahuan tentang
apa yang salah dan apa yang benar menurut ajaran Hindu. Sebagaimana telah
diuraikan dalam Jnana Marga, maka dapatlah dikatakan bahwa Jnana Marga adalah
dasar fundamental bagi Yoga Marga, karena untuk mencapai kesadaran Wiwekajnana
para siswa haruslah mempelajari Weda, Upanisad, Smrti, Itihasa dan Purana. Hal
ini ditegaskan oleh Maharsi Patanjali bahwa kelepasan dari ikatan duniawi dapat
dicapai melalui pengetahuan langsung terhadap perbedan atman/jiwa dengan hal-hal
yang bersifat jasmani seperti badan, pikiran dan sifat ke-akuan kemudian
mewujudkannya melalui pengendalian fungsi indria, pengendalian pikiran, dan
pengendalian "aku"
Yoga dilaksanakan melalui delapan tahapan dikenal dengan nama
"Astangga-yoga" yaitu : Yama, Niyama, Asana, Pranayama, Prtyahara, Dharana,
Dhyana, dan Samadhi.
YAMA Adalah pengendalian diri tahap pertama yang terdiri dari lima
perintah :
- Ahimsa, artinya tidak menyakiti, tidak membunuh, tidak melakukan
kekerasan, tidak melukai mahluk hidup apapun dalam pikiran, perkataan dan
perbuatan.
- Satya, artinya kebenaran dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
- Asteya, artinya pantangan menginginkan sesuatu yang bukan miliknya sendiri,
apalagi mencuri.
- Brahmacarya, artinya mengendalikan nafsu sex atau lebih
bagus lagi tidak menikmati, memikirkan dan membicarakan sex.
- Aparigraha
artinya tidak menerima pemberian materi dari orang lain.
NIYAMA Adalah pengendalian diri tahap kedua yang terdiri dari lima
perintah :
- Sauca, artinya suci lahir bathin menuju keadaan Sattwasudhi
(kesucian pikiran), Saumanasya (hati yang selalu gembira), Ekagrata (pemusatan
budhi), Atmadarsana (realisasi diri yang sejati),
- Santosa, artinya puas
dengan apa adanya yang membawa kepada rasa bahagia,
- Tapa, artinya tahan uji
terhadap godaan-godaan adharma dan keduniawian,
- Swadhyaya, artinya rajin
mempelajari ajaran-ajaran Agama serta meresapkan kedalam pikiran,
- Iswarapranidhana, artinya bhakti yang mutlak kepada Hyang Widhi.
ASANA Asana adalah sikap duduk
pada waktu melaksanakan yoga. Buku Yogasutra tidak mengharuskan sikap
duduk tertentu, tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada siswa sikap duduk
yang paling disenangi dan relax, asalkan dapat menguatkan konsentrasi
dan pikiran dan tidak terganggu karena badan merasakan sakit akibat
sikap duduk yang dipaksakan. Selain itu sikap duduk yang dipilih agar
dapat berlangsung lama, serta mampu mengendalikan sistim saraf sehingga
terhindar dari goncangan-goncangan pikiran. Sikap duduk yang relax
antara lain : silasana (bersila) bagi laki-laki dan bajrasana
(metimpuh-bhs. Bali, menduduki tumit) bagi wanita, dengan punggung yang
lurus dan tangan berada diatas kedua paha, telapak tangan menghadap
keatas.
PRANAYAMA. Pranayama adalah pengaturan nafas
keluar masuk paru-paru melalui lobang hidung dengan tujuan menyebarkan
prana (energi) keseluruh tubuh. Pranayama terdiri dari : Puraka yaitu
memasukkan nafas, Kumbhaka yaitu menahan nafas, dan Recaka yaitu
mengeluarkan nafas. Puraka, kumbhaka dan recaka dilaksanakan
pelan-pelan bertahap masing-masing dalam tujuh detik. Hitungan tujuh
detik ini dimaksudkan untuk menguatkan kedudukan ketujuh cakra yang ada
dalam tubuh manusia yaitu : muladhara yang terletak di pangkal tulang
punggung diantara dubur dan kemaluan, svadishthana yang terletak diatas
kemaluan, manipura yang terletak di pusar, anahata yang terletak di
jantung, vishuddha yang terletak di leher, ajna yang terletak
ditengah-tengah kedua mata, dan sahasrara yang terletak diubun-ubun.
Bagi siswa yang ingin memperdalam atau mengkhususkan diri dalam Yoga
Kundalini, selanjutnya dapat membaca petunjuk-petunjuk yang diuraikan
aadalam buku Sri Swami Sivanandaji Maharaj. PRATYAHARA. Pratyahara adalah penguasaan
panca indria oleh pikiran sehingga apapun yang diterima panca indria
melalui syaraf ke otak tidak mempengaruhi pikiran. Panca indria adalah
: pendengaran, penglihatan, penciuman, rasa lidah dan rasa kulit. Pada
umumnya indria menimbulkan nafsu kenikmatan setelah mempengaruhi
pikiran. Yoga bertujuan memutuskan mata rantai olah pikiran dari
rangsangan syaraf ke keinginan (nafsu), sehingga citta menjadi murni
dan bebas dari goncangan-goncangan. Jadi yoga tidak bertujuan mematikan
kemampuan indria.
| Title | Author | Views |
| Intisari Ajaran Agama Hindu |
Hinduisme |
2,727 |
| Banten |
Putu Satria |
2,510 |
| Cerita Mayadenawa, Latar Belakang Hari Galungan |
Berbagai Sumber |
1,906 |
| Reinkarnasi |
Wisnu |
1,899 |
| Galungan, Kejayaan Dharma dan Rekonsiliasi Nasional |
I Made Titib |
1,891 |
| Galungan dan Tujuh Sifat Dharma |
Ketut Adi |
1,604 |
| Moksa |
Yoga Adi Purwanto |
1,553 |
| Kebenaran Reinkarnasi |
Wisnu |
1,505 |
| Makna Siwaratri dan Kesejahteraan Sulinggih |
Budi Paramartha |
1,483 |
| Grahasta |
Wisnu |
1,399 |
| Tentang Dana Punia |
Wayan Catrayasa |
1,393 |
| Catur Asrama |
Wisnu |
1,255 |
| Galungan : Pesan Universal, Tradisi Lokal |
Balipost |
1,217 |
| Menengok Keberadaan Pura Buwit di Desa Tulikup, Gianyar |
Oka Suryawan |
1,205 |
| Makna Hari Raya Kuningan |
Berbagai Sumber |
1,188 |
|
|
|
|
|
|
|