Kita pasti pernah ngerasaain sumpek. Kita
merasa hidup ini ngebosenin. Hidup ini sepertinya penuh masalah. Tidak
habis dimakan waktu. Mengejar kita hingga akhir hayat. Apa benar hidup
itu seruwet itu? Ibarat benang, kita ini sebenernya yang bikin ruwet.
Bukan masalah-masalahnya atau apanya.
Hidup ini indah kok. Apalagi di akherat nanti. Nah, sebenernya hidup
ini tergantung bagaimana kita memaknainya. Kalau dirasa sumpek ya
sumpek terus. Kalau dirasain dengan ceria ya insyaAllah ceria. Kalau di
bilang susah ya susah. Kalau dibuat mudah ya mudah. Jika anda merasa
bahwa hidup ini hanya penuh masalah, coba cari hikmahnya. Coba cari
sebabnya. Lalu buat solusi yang tepat. Dan jangan lupa do’a.
Kalau masih susah, senyum aja. Senyuman tuh sodaqoh, sodaqoh
membantu kita meringankan hidup. Trus senyum itu menambah rasa optimis.
Senyuman bisa juga jadi inspirasi. Meringankan pikiran sehingga
memudahkan kita mendinginkan kepala. Senyuman mengurangi resiko
penuaan. Dan masih banyak yang kita dapat dari tersenyum.
Hidup ini penuh tantangan. Jangan dianggap sebagai halangan.
Keluarkan potensi kita. Maksimalkan semua yang ada. Lakukan yang
terbaik yang kita bisa. Toh, tak ada yang kita dapat dari mengeluh.
Syukuri saja. Hidup ini tergantung bagaimana hati kita. Seberapa besar
hati ini menerima yang terjadi. Semakin luas, maka semakin kita bahagia.
Nah, sebentar lahi kan Ramadhan. Mari kita belajar untuk jadi orang
yang lebih baik. Belajar untuk lebih optimis. Belajar tersenyum dengan
ikhlas. Karena akan banyak pahala disebar. Ada banyak bunga-bunga
penggugur dosa. Dan door prize berupa malam “lailatul Qadar”. Nikmati
setiap tantangan di dalamnya. Dan menangkan hadiahnya. OK?
Selamat Ramadhan. Mari kita sucikan hati. Basuh jiwa. Dan bersihkan
semua noda dosa kita. Semangat ya.. Penulis Blog ini juga minta maaf
atas semua khilaf. Smoga Ramadhan ini menjadi Ramadhan yang berkesan.
Agar kita dapat merindukannya lagi. Lalu berdo’a tuk dipertemukan
dengan Ramadhan lagi.
Barakallah
Syukron katsiron wa afwan jiddan