Pesta adalah acara yang penuh kesenangan dan ekspresi kebahagiaan.
Begitu juga ramadhan. Di bulan yang suci ini kita mendapat undangan
dari Allah SWT. Kita diajak untuk mencicipi hidangan-Nya. Hidangan
terbaik di Dunia. Hidangan yang tidak bisa disuguhkan oleh selain Dia.
Bahkan Allah memberikan “door prize” bagi siapa saja yang memenuhi
undangan-Nya. Yang melaksanakan aturan-Nya dengan sebaik-baiknya.
(Moga-moga kita termasuk di dalamnya. Amin) Namun, pesta ini wajib
dihadiri.
Kenapa senang? karena banyak hadiah dan hidangan lezat. Seperti
hidangan penawar dosa. Hidangan penuh nutrisi pahala. Dan, hidangan
penambah stamina Taqwa. Hadiahnya, hmm. Ga usah ditanya deh. Tidur aja
udah tambah rekening pahala. Apalagi “door prize”nya. Hmm, siapa yang
ga tahu malam “Lailatul Qadar” ? Kalau dapat, “gizi” kita pasti
terpenuhi selama kurang lebih 80 tahun. OOO, sapa yang ga mau?
Sebagaimana kita menghadiri pesta. Pasti kita melakukan perjalanan dulu. Dan pasti ada aja halangan dalam perjalanan itu. Wong, perjalanan menuju maksiat aja ada halangan. Apalagi yang penuh
kebaikan. Ada rambu-rambu yang mesti ditaati. Kalau ga, ya ditilang
deh. hehehe. Bukan berarti Allah memberi rambu-rambu itu untuk membuat
kita tidak datang di pesta-Nya. Tapi malah sayang sama kita. Supaya
kita selamat sampai tujuan. Misal nih ya. Kalau ga ada lampu lalu
lintas, semua pasti ga teratur. Trus bikin macet. Trus berantem. Dll.
Ga mau juga kan?
Rambu-rambunya mudah kok. Cuma meninggalkan hal yang sia-sia.
Melakukan yang diwajibkan dan disunahkan. Trus, ikhlas dalam
menjalaninya. Mudah kan? Cuma itu aja. Iya, tapi godaanya banyak. Nah,
kalau semua menaati rambu-rambunya, pasti akan selamat semua kok. Ga
percaya? Secara teori, semakin banyak orang di jalan yang menaati
aturan lalu lintas, semakin kecil presentasi kecelakaan. Ok, optimis
aja deh. Mari kita semua berlomba sesuai aturan untuk meyambut
pesta-Nya. Belum tentu kita dapat undangan lagi.
Ayo meriahkan pesta ini dengan hati riang. Dengan semangat yang
menyala. Dengan motivasi penuh dalam dada. Dan bermain sesuai aturan.
Ingat, perilaku kita di jalan, turut menentukan keselamatan orang lain.
So, buat semuanya, semangat ya! Ga usah macem-macem. Biar sampai di
pesta-Nya dengan selamat semua. Dan menikmati hidangan-Nya dengan
lahap. Dengan perasaan yang ceria. Syukur-syukur dapat “Door Prize”Nya.
Amin.
Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga amal kita deterima oleh
Allah SWT. Amin. Penulis juga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas
semua khilaf yang dilakukan. Yuk, lalui ramadhan ini dengan penuh
senyuman di hati. Dan menggapai surga-Nya, bersama-sama, nanti.