Gudang Lagu

PRAKATA (1/6)

Lingkungan kekuasaan Islam yang pertama; Islam dan Nasrani;  Kaum  Muslimin  dan  Isa; Orang-orang Kristen yang fanatik dan  Muhammad; Dasar-dasar  yang  sederhana  dalam  kedua agama; Perbedaan Tauhid  dan  Trinitas;  Kaum  Nasrani mengajak  Nabi  berdebat; Masalah penyaliban Almasih;  Rumawi  dan  kaum  Muslimin; Penulis-penulis  Kristen  dan  Muhammad;  Sebab permusuhan Islam-Kristen; Kristen  tidak sesuai dengan  watak  Barat; Penjajahan dan propaganda anti Islam; Islam dan apa yang terjadi dengan umat  Islam; Sikap jumud di kalangan pemuda; Ilmu dan literatur Barat; Usaha-usaha modernisasi  dunia  Islam; Misi penginjil dan golongan yang berpikiran beku; Terpikir  akan menulis  buku  ini; Qur'an sumber yang paling otentik; Konsultasi yang tepat; Dalam batas-batas  biografi, tidak lebih; Penyelidikan berguna bagi seluruh umat manusia.

MUHAMMAD, 'alaihi'sh-shalatu wassalam.

Dengan nama yang begitu  mulia,  jutaan  bibir  setiap  hari mengucapkannya,   jutaan   jantung  setiap  saat  berdenyut, berulang kali. Bibir dan jantung yang bergerak dan berdenyut sejak  seribu  tiga  ratus limapuluh tahun. Dengan nama yang begitu mulia, berjuta bibir akan terus mengucapkan,  berjuta jantung akan terus berdenyut, sampai akhir zaman.
 
Pada    setiap    hari    di    kala    fajar   menyingsing, lingkaran-lingkaran putih di ufuk sana mulai  nampak  hendak menghalau   kegelapan  malam,  ketika  itu  seorang  muazzin bangkit, berseru kepada setiap makhluk insani, bahwa  bangun bersembahyang  lebih  baik daripada terus tidur. Ia mengajak mereka  bersujud  kepada   Allah,   membaca   selawat   buat Rasulullah.
 
Seruan  ini  disambut  oleh ribuan, oleh jutaan umat manusia dari segenap penjuru  bumi,  menyemarakkannya  dengan  salat menyambut pahala dan rahmat Allah bersamaan dengan terbitnya hari  baru.  Dan  bila  hari  siang,  mataharipun  berangkat pulang,  kini muazzin bangkit menyerukan orang bersembahyang lohor, lalu salat asar, magrib, isya. Pada setiap kali dalam sembahyang  ini  mereka menyebut Muhammad, hamba Allah, Nabi dan RasulNya itu, dengan penuh permohonan, penuh  kerendahan hati   dan   syahdu.   Dan  selama  mereka  dalam  rangkaian
sembahyang lima waktu itu, bergetar jantung mereka  menyebut asma  Allah  dan menyebut nama Rasulullah. Begitulah mereka, dan akan begitu mereka, setelah Allah  memperlihatkan  agama yang sebenarnya ini dan melimpahkan nikmatNya kepada seluruh umat manusia.

LINGKUNGAN KEKUASAAN ISLAM YANG PERTAMA

Tidak  banyak   waktu   yang   diperlukan   Muhammad   dalam menyampaikan  ajaran  agama,  dalam  menyebarkan panjinya ke penjuru dunia. Sebelum wafatnya, Allah telah  menyempurnakan agama  ini  bagi  kaum  Muslimin. Dalam pada itu iapun telah meletakkan landasan penyebaran agama  itu:  dikirimnya  misi kepada  Kisra1,  kepada  Heraklius  dan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa lain supaya mereka  sudi  menerima  Islam. Tak  sampai  seratus  limapuluh  tahun  sesudah itu, bendera Islampun sudah berkibar sampai ke Andalusia di Eropa sebelah
barat,  ke  India,  Turkestan,  sampai  ke  Tiongkok di Asia Timur, juga telah sampai ke Syam (meliputi  Suria,  Libanon, Yordania   dan   Palestina   sekarang),   Irak,  Persia  dan Afganistan, yang semuanya sudah menerima Islam.  Selanjutnya negeri-negeri  Arab  dan  kerajaan  Arab,  sampai  ke Mesir, Cyrenaica, Tunisia, Aljazair, Marokko,  -sekitar  Eropa  dan Afrika-  telah dicapai oleh misi Muhammad 'alaihissalam. Dan sejak waktu itu sampai masa kita  sekarang  ini  panji-panji Islam  tetap  berkibar  di semua daerah itu, kecuali Spanyol yang kemudian diserang oleh Kristen dan penduduknya  disiksa dengan  bermacam-macam  cara  kekerasan.  Tidak  tahan  lagi mereka hidup. Ada di antara mereka yang kembali  ke  Afrika, ada  pula  yang  karena  takut dan ancaman, berbalik agama berpindah dari agama asalnya kepada agama  kaum  tiran yang menyiksanya.
 
Hanya  saja  apa  yang  telah  diderita  Islam  di Andalusia sebelah barat Eropa  itu  ada  juga  gantinya  tatkala  kaum Usmani  (Turki)  memasukkan dan memperkuat agama Muhammad di Konstantinopel.  Dari  sanalah  ajaran  Islam  itu  kemudian menyebar  ke  Balkan,  dan  memercik pula sinarnya sampai ke Rusia dan Polandia sehingga  berkibarnya  panji-panji  Islam itu berlipat ganda luasnya daripada yang di Spanyol.
 
Sejak  dari  semula Islam tersebar hingga masa kita sekarang ini  memang  belum   ada   agama-agama   lain   yang   dapat mengalahkannya.  Dan  kalaupun ada di antara umat Islam yang ditaklukkan,  itu  hanya  karena   adanya   berbagai   macam kekerasan,  kekejaman  dan despotisma, yang sebenarnya malah menambah kekuatan iman mereka  kepada  Allah,  kepada  hukum Islam, dengan memohonkan rahmat dan ampunan daripadaNya.

ISLAM DAN NASRANI

Kekuatan  inilah  yang telah menyebabkan Islam itu tersebar, telah dikonfrontasikan langsung dengan  pihak  Nasrani  yang menghadapinya  dengan  sikap  permusuhan yang sengit sekali. Muhammad telah berhasil melawan  paganisma  dan  mengikisnya dari   negeri-negeri   Arab,   seperti  juga  yang  kemudian dilakukan oleh para penggantinya yang mula-mula, di  Persia, di   Afganistan   dan   tidak   sedikit   pula   di   India. Pengganti-pengganti Muhammad telah  dapat  juga  mengalahkan kaum  Nasrani  di  Hira, di Yaman, Syam, Mesir dan sampai ke
pusat Nasrani sendiri di Konstantinopel.
 
Seperti halnya dengan paganisma, adakah juga terhadap  agama Nasrani akan senasib mengalami kelenyapan sebagai salah satu agama Kitab yang juga dihormati oleh Muhammad dan yang  juga mendapat wahyu melalui Nabinya? Adakah orang-orang Arab itu, Arab pedalaman yang datang  merantau  dari  pelosok  jazirah padang  pasir  yang gersang, akan ditakdirkan juga menguasai taman-taman Andalusia, Bizantium  dan  daerah-daerah  Masehi lainnya?  Lebih baik mati daripada itu. Selama beberapa abad terus-menerus    antara    pengikut-pengikut     Isa     dan
pengikut-pengikut  Muhammad  telah  terjadi  peperangan yang terus-menerus. Dan peperangan itu tidak terbatas pada pedang dan   meriam   saja,   malah   juga   diteruskan  sampai  ke bidang-bidang  perdebatan  dan  pertentangan  teologis  yang dibawa  oleh  pejuang-pejuang  itu,  masing-masing atas nama Muhammad dan atas  nama  Isa,  masing-masing  mencari  jalan mempengaruhi umum dan beragitasi membangkitkan fanatisma dan semangat rakyat jelata.

KAUM MUSLIMIN DAN ISA

Akan  tetapi  Islam  melarang  kaum   Muslimin   merendahkan kedudukan  Isa - karena dia hamba Allah yang diberiNya kitab dan dijadikanNya seorang nabi, dijadikanNya  ia  orang  yang beroleh  berkah  di  mana pun ia berada, diperintahkanNya ia melakukan sembahyang, mengeluarkan  zakat  selama  ia  masih hidup,  dijadikanNya  ia  orang yang berbakti kepada ibunya, dan tidak pula  dijadikan  orang  yang  pongah  dan  celaka. Bahagia  ia tatkala dilahirkan, tatkala ia wafat dan tatkala ia dibangkitkan hidup kembali.

ORANG-ORANG KRISTEN YANG FANATIK DAN MUHAMMAD

Sedang dari pihak kaum Masehi, banyak di antara  mereka  itu yang   menyindir-nyindir   Muhammad  dan  menilainya  dengan sifat-sifat  yang tidak   mungkin   dilakukan   oleh   kaum terpelajar  -  untuk  melampiaskan  rasa  kebencian yang ada dalam  hati  mereka  serta beragitasi  membangkitkan  emosi orang.  Meskipun  ada dikatakan bahwa perang salib itu sudah berakhir sejak ratusan  tahun  yang  lalu,  namun  fanatisma gereja  Kristen  terhadap Muhammad mencapai puncaknya sampai pada waktu-waktu belakangan ini. Dan barangkali masih  tetap demikian   kalau   tidak  akan  dikatakan  malah  bertambah, sekalipun dilakukan  dengan  sembunyi-sembunyi,  berselubung misi  dengan  pelbagai  macam  cara.  Hal ini tidak terbatas hanya  pada  gereja   saja   bahkan   sampai   juga   kepada penulis-penulis  dan ahli-ahli pikir Eropa dan Amerika, yang dapat dikatakan  tidak  seberapa  hubungannya  dengan  pihak gereja.
 
Bisa   jadi  orang  merasa  heran  bahwa  fanatisma  Kristen terhadap Islam masih begitu  keras  pada  suatu  zaman  yang diduga  adalah  zaman cerah dan zaman ilmu pengetahuan, yang berarti juga zaman toleransi dan kelapangan dada. Dan  orang akan  lebih  heran lagi apabila mengingat kaum Muslimin yang mula-mula, betapa mereka merasa gembira  melihat  kemenangan kaum  Kristen begitu besar terhadap kaum Majusi (Mazdaisma), melihat kemenangan  pasukan  Heraklius  merebut  panji-panji Persia  dan dapat melumpuhkan tentara Kisra. Masa itu Persia adalah yang memegang tampuk pimpinan di seluruh jazirah Arab bagian  selatan,  sesudah Kisra dapat mengusir Abisinia dari Yaman. Kemudian Kisra mengerahkan pasukannya  -  pada  tahun 614  -  di  bawah  salah  seorang  panglimanya  yang bernama Syahravaraz2 untuk menyerbu Rumawi, dan dapat mengalahkannya ketika  berhadap-hadapan  di Adhri'at3 dan di Bushra4, tidak jauh dari Syam ke negeri Arab. Mereka banyak yang  terbunuh, kota-kota mereka dihancurkan, kebun-kebun zaitun dirusak.
 
Pada  waktu  itu  Arab - terutama penduduk Mekah - mengikuti berita-berita  perang  itu  dengan  penuh  perhatian.  Kedua kekuatan  yang  sedang  bertarung  itu  merupakan  peristiwa terbesar  yang  pernah  dikenal   dunia   pada   masa   itu. Negeri-negeri  Arab ketika itu menjadi tetangga-tetangganya. Sebahagian berada di bawah kekuasaan Persia, dan  sebahagian lagi  berbatasan  dengan  Rumawi.  Orang-orang  kafir  Mekah bergembira sekali melihat kekalahan kaum Kristen itu;  sebab mereka   juga  Ahli  Kitab  seperti  kaum  Muslimin.  Mereka berusaha mengaitkan tercemarnya kekalahan Kristen itu dengan agama kaum Muslimin.
 
Sebaliknya  pihak  Muslimin merasa sedih sekali karena pihak Rumawi  juga  Ahli  Kitab  seperti  mereka. Muhammad dan sahabat-sahabatnya   tidak   mengharapkan  kemenangan  pihak Majusi dalam melawan Kristen. Perselisihan kaum Muslimin dan kaum   kafir  Mekah  ini  sampai  menimbulkan  sikap  saling berbantah dari kedua belah  pihak.  Kaum  kafirnya  mengejek kaum   Muslimin,  sampai  ada  di  antara  mereka  itu  yang menyatakan kegembiraannya di depan Abu Bakrf dan Abu Bakrpun sampai  marah dengan mengatakan: Jangan lekas-lekas gembira; pihak Rumawi akan mengadakan pembalasan.
 
Abu Bakr adalah orang yang terkenal tenang dan lembut  hati. Mendengar  jawaban itu pihak kafir membalasnya dengan ejekan pula: Engkau pembohong.  Abu  Bakr  marah:  Engkaulah  musuh Tuhan  yang  pembohong!  Hal  ini  disertai  dengan  taruhan sepuluh ekor unta bahwa pihak Rumawi akan  mengalahkan  kaum Majusi  dalam  waktu  setahun.  Muhammad  mengetahui  adanya peristiwa taruhan ini, lalu dinasehatinya Abu Bakr,  supaya taruhan  itu ditambah dan waktunyapun diperpanjang. Abu Bakr memperbanyak jumlah  taruhannya  sampai  seratus  ekor  unta
dengan  ketentuan,  bahwa Persia akan dapat dikalahkan dalam waktu kurang dari sembilan tahun.
 
Dalam tahun 625  ternyata  Heraklius  menang  melawan  pihak Persia.  Syam  direbutnya  kembali  dan  Salib  Besar  dapat diambil lagi. Dalam taruhan ini Abu Bakrpun menang.  Sebagai nubuat  atas  kemenagan ini firman Tuhan turun seperti dalam awal Surah ar-Rum: "Alif- Lam. Mim.  Kerajaan  Rumawi  telah dikalahkan.   Di   negeri   terdekat.  Dan  mereka,  sesudah kekalahan itu,  akan  mendapat  kemenangan.  Dalam  beberapa tahun saja. Di tangan Tuhan keputusan itu. Pada masa lampau, dan masa akan datang. Pada hari itu orang-orang beriman akan
bergembira. Dengan pertolongan Allah; Ia menolong siapa yang dikehendakiNya. Maha  Mulia  Ia  dalam  Kekuasaan  dan  Maha Penyayang.  Demikian  janji  Allah.  Allah  takkan menyalahi janjiNya. Tetapi  kebanyakan  orang  tidak  mengerti."  (QS,30:1-6)
 
Besar  sekali  kegembiraan  kaum  Muslimin  atas  kemenangan Heraklius dan kaum Nasrani itu. Hubungan persaudaraan antara mereka  yang  menjadi  pengikut  Muhammad  dan  mereka  yang percaya  kepada  Isa,  selama  hidup  Nabi,  besar   sekali, meskipun  antara  keduanya sering terjadi perdebatan. Tetapi tidak demikian halnya kaum  Muslimin  dengan  pihak  Yahudi, yang  pada mulanya bersikap damai, lambat-laun telah menjadi permusuhan yang  berlarut-larut,  yang  sampai  meninggalkan bekas  berdarah  dan  membawa  akibat  keluarnya orang-orang Yahudi dari seluruh jazirah Arab.  Kebenaran  atas  kejadian ini  ialah  firman  Tuhan: "Pasti akan kaudapati orang-orang yang  paling  keras  memusuhi  mereka  yang  beriman   ialah orang-orang  Yahudi  dan orang-orang musyrik; dan pasti akan kaudapati orang-orang yang paling  akrab  bersahabat  dengan mereka  yang  beriman  ialah  mereka yang berkata: 'Kami ini orang-orang Nasrani.' Sebab, di antara mereka terdapat  kaum pendeta  dan rahib-rahib, dan mereka itu tidak menyombongkan diri." (QS, 5:82)
 
(bersambung ke bagian 2)





Article Directory: http://www.sumbercerita.com


Cerita-cerita Lainnya dari Kategori - HOME --> Kisah Rohani --> Cerita Islam
TitleAuthorViews
Perbedaan Antara Qodho dan Qodar Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin 2,748
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Kedua - MEKAH, KA'BAH DAN QURAISY 4 Muhammad Husain Haekal 2,511
Sejarah Hidup Muhammad Muhammad Husain Haekal 2,201
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Keempat - MUHAMMAD DARI PERKAWINAN SAMPAI MASA KERASULANNYA 1 Muhammad Husain Haekal 2,086
Kisah Nyata: Karirku Kapankah Berlalu? Maramis Setiawan 2,082
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Pertama - ARAB PRA-ISLAM 4 Muhammad Husain Haekal 2,007
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Pertama - ARAB PRA-ISLAM 1 Muhammad Husain Haekal 1,952
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Ketiga - MUHAMMAD DARI KELAHIRAN SAMPAI PERKAWINANNYA 1 Muhammad Husain Haekal 1,820
Sejarah Hidup Muhammad : Perkenalan Muhammad Husain Haekal 1,744
Kisah Nyata: Kisah Taubat Sang Jagoan Maramis Setiawan 1,676
Tips Sholat Khusyu noinitial 1,498
Sejarah Hidup Muhammad : Pengantar 8 Muhammad Husain Haekal 1,466
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Kedua - MEKAH, KA'BAH DAN QURAISY 1 Muhammad Husain Haekal 1,454
Sejarah Hidup Muhammad : Prakata 6 Muhammad Husain Haekal 1,310
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Kedelapan - Dari Pembatalan Piagam Sampai Kepada Isra' 3 Muhammad Husain Haekal 1,273

 

atom feed entries rss feed entries Valid XHTML 1.0 Transitional
Copyright © 2008 sumbercerita.com - Kumpulan Cerita Terpopuler
Dengan beraktivitas di website kami berarti anda setuju dengan Kebijaksanaan Privasi serta Syarat Persetujuan
eXTReMe Tracker