Gudang Lagu

PRAKATA (3/6)

MASALAH PENYALIBAN AL-MASIH

Masalah lain yang menimbulkan perbedaan pendapat  Islam  dan Nasrani,  dan  menjadi puncak perdebatan antara dua golongan itu pada masa  Nabi,  ialah  masalah  penyaliban  Isa  untuk menebus dosa orang dengan darahnya. Secara tegas Quran telah membantah bahwa orang-orang  Yahudi  membunuh  dan  menyalib Isa.  "Dan  perkataan  mereka  bahwa:  kami  telah  membunuh Almasih Isa anak Mariam - Utusan Allah. Tetapi mereka  tidak membunuhnya   dan   tidak   menyalibnya,   melainkan  begitu terbayang pada mereka.  Dan  mereka  yang  masih  berselisih pendapat  tentang  itu  sebenarnya masih ragu, sebab tak ada pengetahuan mereka tentang itu, selain berdasarkan prasangka saja,  dan  merekapun  tidak yakin telah membunuhnya. Bahkan Allah telah mengangkatnya kepadaNya.  Maha  Mulia  Kekuasaan Allah dan Bijaksana." (QS, 4:157-148)

Kalaupun  konsepsi  tentang  penebusan  dosa  anak-cucu Adam dengan darah Isa memang indah sekali, dan apa  yang  ditulis orang  tentang  itu  patut  menjadi  bahan studi dari segala seginya, baik literair, etika atau psikologi, namun  prinsip yang  telah  ditentukan  Islam, bahwa orang tidak dibenarkan memikul beban dosa orang lain, dan bahwa setiap  orang  pada hari kemudian diganjar sesuai dengan perbuatannya - kalau ia berbuat baik dibalas dengan kebaikan,  kalau  jahat  dibalas dengan kejahatan - menyebabkan pendekatan logis antara kedua ajaran ini  tidak  mungkin.  Di  sini  logika  Islam  sangat konkrit, sehingga tak ada gunanya usaha mencari persesuaian, melihat garis perbedaan yang begitu  tajam  antara  konsepsi penebusan dan konsepsi hukum yang bersifat pribadi. "Seorang bapa  takkan  dapat  menolong  anaknya,  dan  anakpun  tiada sedikit juga akan dapat menolong bapanya." (QS, 31:33)
 
Tentang  agama  baru ini, sudah adakah dari kalangan Nasrani ketika itu yang mau memikirkannya, serta melihat kemungkinan bertemunya  konsepsi  Tauhid  dengan  ajaran yang dibawa Isa itu? Ya, memang ada, dan banyak di antara  mereka  itu  yang lalu beriman kepada ajaran ini.

RUMAWI DAN KAUM MUSLIMIN

Akan tetapi Kerajaan Rumawi - yang karena kemenangannya kaum Muslimin  telah  turut  gembira  dan   menganggapnya   suatu kemenangan  bagi  agama-agama  Kitab  - penguasa-penguasanya tidak mau bersusah payah mempelajari agama baru itu.  Mereka memandang  semua  kemungkinan hanya dari segi politik semata dan yang dipikirkan hanya nasib kerajaannya bila agama  yang baru  itu  kelak mendapat kemenangan. Oleh karena itu mereka malah bersekongkol menentangnya, dengan mengirimkan pasukan besar-besaran  -  suatu sumber mengatakan seratus ribu, yang lain mengatakan duaratus ribu - yang mengakibatkan timbulnya perang Tabuk. Pihak Rumawi ternyata mundur berhadapan dengan pasukan Muslimin - dengan  Muhammad  sebagai komandannya - yang  hendak  menangkis serangan musuh yang tidak diinginkan itu.
 
Sejak itulah kaum Muslimin dan  kaum  Nasrani  berada  dalam posisi   permusuhan   politik,   yang   selama berabad-abad berikutnya kemenangan berada di tangan kaum Muslimin. Selama itu   lingkungan   kekuasaan  mereka  membentang  sampai  ke Andalusia di sebelah barat, ke India dan Tiongkok di sebelah timur.  Sebagian besar daerah-daerah ini menerima agama baru itu dan bahasa Arab sebagai bahasa yang sudah ditentukan.
 
Setelah tiba masanya sejarah harus  beredar,  pihak  Nasrani pun  mengusir kaum Muslimin dari Andalusia, memerangi mereka dengan serangkaian Perang Salib. Mereka menyerang agama  dan Nabi  dengan  cara yang sangat keji, disertai kebohongan dan fitnah semata-mata. Demikian kejinya  mereka  itu,  sehingga lupa  mereka  tentang  apa  yang pernah disampaikan Muhammad 'alaihissalam dalam hadis-hadis  dan  dalam  Qur'an  melalui
wahyu  yang  diturunkan  kepadanya,  bahwa  Islam mengangkat martabat Isa 'alaihissalarn setinggi  yang diberikan  Allah kepadanya.

PENULIS-PENULIS KRISTEN DAN MUHAMMAD

Ketika menguraikan, pandangan penulis-penulis Kristen sampai pada pertengahan  abad  kesembilanbelas,  sehubungan  dengan adanya  mereka  yang  berprasangka  jahat  terhadap Muhammad Dictionnaire Larousse menyebutkan demikian: "Dalam pada  itu Muhammad  masih tetap sebagai tukang sihir yang hanyut dalam kerusakan akhlak, perampok unta, seorang kardinal yang tidak berhasil  menduduki  kursi Paus, lalu menciptakan agama baru untuk membalas dendam kepada  kawan-kawannya.  Cerita-cerita khayal  dan  cabul  banyak  terjadi  dalam sejarah hidupnya. Sejarah hidup Bahaume (Muhammad) hampir terdiri  dari  hasil lektur  semacam  itu. 'Cerita Muhammad' yang disiarkan oleh Reinaud dan Francisque Michel tahun 1831  melukiskan  kepada kita pandangan orang-orang yang hidup dalam Abad Pertengahan itu tentang dia. Dalam  abad  ketujuhbelas  Bell  memberikan suatu  tanggapan  tentang  sejarah yang sifatnya merendahkan arti  Qur'an  dengan  suatu  tinjauan  berdasarkan  sejarah. Sungguhpun begitu ia masih diliputi oleh ketentuan-ketentuan yang salah mengenai dirinya. Akan tetapi dia mengakui, bahwa ketentuan  moral  dan  sosial  yang  dibuatnya tidak berbeda dengan ketentuan Kristen, kecuali soal  hukum  qishash  (Lex Talionis?) dan polygyny."
 
Dari  sekian  banyak  Orientalis  yang telah membuat analisa tentang sejarah hidup Muhammad,  ada  seorang  di  antaranya yang agak jujur, yaitu penulis Perancis Emile Dermenghem. Ia memperingatkan kolega-kolega yang menulis tentang agama  ini dengan  mengatakan:  "Sesudah  pecah  perang  Islam-Kristen, dengan sendirinya jurang pertentangan  dan  salah-pengertian bertambah  lebar,  tambah tajam. Orang harus mengakui, bahwa orang-orang Baratlah yang memulai timbulnya pertentangan itu sampai   begitu   memuncak.   Sejak   zaman  penulis-penulis Bizantium,  tanpa  mau  bersusah  payah   mengadakan   studi -kecuali   Jean  Damasceme-  telah  melempari  Islam  dengan pelbagai  macam  penghinaan.  Para   penulis   dan   penyair menyerang  kaum  Muslimin  Andalusia dengan cara yang sangat rendah. Mereka menuduh, bahwa Muhammad adalah perampok unta, orang  yang hanyut dalam foya-foya, mereka menuduhnya tukang sihir, kepala bandit dan perampok, bahkan menuduhnya sebagai seorang  pendeta  Rumawi  yang marah dan dendam karena tidak dipilih  menduduki  kursi  Paus  ...   Dan   yang   sebagian mengiranya    ia    adalah    tuhan    palsu,    yang   oleh pengikut-pengikutnya dibawakan sesajen berupa  kurban-kurban manusia. Bahkan Guibert de Nogent sendiri, orang yang begitu serius masih menyebutkan, bahwa Muhammad mati karena  krisis mabuk  yang  jelas  sekali,  dan  bahwa  tubuhnya kedapatan terdampar  di  atas  timbunan  kotoran  binatang  dan  sudah dimakan  babi.  Oleh  karena  itu,  lalu  ditafsirkan, bahwa itulah  sebabnya  minuman  keras  dan  daging  binatang  itu diharamkan.
 
Di   samping  itu  ada  beberapa  nyanyian  yang  melukiskan Muhammad  sebagai  berhala  dari  emas,  dan   mesjid-mesjid sebagai  kuil-kuil  kuno yang penuh dengan patung-patung dan gambar-gambar.   Pencipta   "Nyanyian   Antakia"    (Chanson d'Antioche)  membawa cerita tentang adanya orang yang pernah melihat berhala "Mahom" terbuat dari emas  dan  perak  murni dan  dia  duduk  di atas seekor gajah di tempat yang terbuat dari lukisan mosaik. Sedang "Nyanyian  Roland"  (Chanson  de Roland) melukiskan pahlawan-pahlawan Charlemagne menghancurkan berhala-berhala Islam, dan mengira bahwa  kaum Muslimin  di  Andalusia  itu menyembah trinitas terdiri dari Tervagant, Mahom dan Apollo. Dan "Cerita Muhammad" (Le Roman de  Mahomet)  itu menganggap, bahwa Islam membenarkan wanita melakukan polyandri.
 
"Cara  berpikir  yang  penuh  dengan  kedengkian  dan  penuh legenda  itu  tetap  menguasai kehidupan mereka. Sejak zaman Rudolph de Ludheim, sampai saat kita sekarang ini, masih ada saja  orangorang  semacam  Nicolas  de Cuse, Vives, Maracci, Hottinger, Bibliander, Prideaux dan yang  lain.  Mereka  itu menggambarkan  Muhammad  sebagai penipu, dan Islam merupakan sekumpulan kaum bidat. Semua  itu  adalah  perbuatan  setan. Kaum  Muslimin  adalah orang-orang buas sedang Qur'an adalah suatu gubahan yang tak berarti. Mereka tidak membicarakannya secara  sungguh-sungguh,  karena  sudah  dianggap  tidak ada artinya.  Tetapi,  dalam  pada  itu  Pierre  le   Venerable, pengarang  pertama  yang telah menulis risalah anti Islam di Barat dalam abad keduabelas telah menterjemahkan  Qur'an  ke dalam  bahasa  Latin.  Dalam abad keempatbelas Peirre Pascal termasuk orang yang mau mendalami studi-studi tentang Islam. Innocent  III  pernah  melukiskan Muhammad, bahwa dia adalah musuh  Kristus   (Antichrist).   Sedang   abad   Pertengahan menganggap  Muhammad seorang heretik (melanggar ajaran agama Kristen).  Orang-orang  semacam  Raymond  Lulle  dalam  abad keempatbelas,   Guellaume  Postel  dalam  abad  keenambelas, Roland dan Gagnier dalam  abad  kedelapanbelas,  Pendeta  de Broglie  dan  Renan  dalam  abad  kesembilanbelas, mempunyai tanggapan  yang  beraneka  ragam.   Sebaliknya   orang-orang semacam  Comte Boulainvilliers, Scholl, Caussin de Perceval, Dozy,  Sprenger,  Barthelemy  Saint-Hilaire,  de  Casteries, Carlyle  dan  yang  lain, pada umumnya mereka memperlihatkan sikap  jujur   terhadap   Islam   dan   Nabi,   dan   kadang memperlihatkan  sikap hormat. Sungguhpun begitu, dalam tahun 1876 Droughty bicara  tentang  Muhammad  dengan  mengatakan: "Itu Arab munafik yang kotor." Sebelum itu, dalam tahun 1822 juga Foster telah  mencacinya.  Sampai  sekarang  sebenarnya masih ada musuh-musuh Islam itu yang bersemangat."[5]
 
(bersambung ke bagian 4)





Article Directory: http://www.sumbercerita.com

Catatan kaki:
-------------
[5] Emile Dermenghem, La Vie de  Mahomet,  halaman  135  dan berikutnya.
 
Kita sudah melihat, bukan, penulis-penulis Barat itu, begitu rendah menyerangnya? Juga sudah kita lihat kegigihan  mereka selama berabad-abad     yang  mau menanamkan rasa permusuhan dan kebencian di kalangan umat manusia. Padahal di  kalangan mereka  itu  ada orang-orang yang sudah mengalami zaman yang biasa disebut zaman ilmu pengetahuan, zaman riset dan  zaman kebebasan   berpikir  serta  adanya  deklarasi  persaudaraan antara sesama manusia.
 
Dengan  adanya  orang-orang  yang  jujur  dalam  batas-batas tertentu   telah   mengurangi   juga  adanya  pengaruh  yang menyesatkan seperti yang diisyaratkan oleh  Dermenghem  itu. Di  antara  mereka ada yang mengakui kebenaran iman Muhammad membawakan risalah itu  yang  dipercayakan  Allah  kepadanya melalui  wahyu  yang harus disampaikan. Ada pula yang sangat menghargai kebesaran Muhammad dalam arti rohani,  ketinggian akhlaknya,  harga  dirinya serta jasanya yang tidak sedikit. Ada yang melukiskan semua itu  dengan  gaya  yang  kuat  dan indah  sekali.  Meskipun  demikian,  pihak  Barat masih juga berprasangka  buruk  terhadap  Islam  dan   terhadap   Nabi, kemudian  demikian  beraninya  mereka  itu sampai-sarnpai di daerah-daerah Islam sendiri kalangan misionaris  melancarkan penghinaan yang begitu rendah, dan berusaha membelokkan kaum Muslimin dari ajaran agamanya kepada agama Kristen.



Cerita-cerita Lainnya dari Kategori - HOME --> Kisah Rohani --> Cerita Islam
TitleAuthorViews
Perbedaan Antara Qodho dan Qodar Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin 2,749
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Kedua - MEKAH, KA'BAH DAN QURAISY 4 Muhammad Husain Haekal 2,511
Sejarah Hidup Muhammad Muhammad Husain Haekal 2,201
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Keempat - MUHAMMAD DARI PERKAWINAN SAMPAI MASA KERASULANNYA 1 Muhammad Husain Haekal 2,086
Kisah Nyata: Karirku Kapankah Berlalu? Maramis Setiawan 2,082
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Pertama - ARAB PRA-ISLAM 4 Muhammad Husain Haekal 2,007
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Pertama - ARAB PRA-ISLAM 1 Muhammad Husain Haekal 1,952
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Ketiga - MUHAMMAD DARI KELAHIRAN SAMPAI PERKAWINANNYA 1 Muhammad Husain Haekal 1,820
Sejarah Hidup Muhammad : Perkenalan Muhammad Husain Haekal 1,744
Kisah Nyata: Kisah Taubat Sang Jagoan Maramis Setiawan 1,676
Tips Sholat Khusyu noinitial 1,498
Sejarah Hidup Muhammad : Pengantar 8 Muhammad Husain Haekal 1,466
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Kedua - MEKAH, KA'BAH DAN QURAISY 1 Muhammad Husain Haekal 1,454
Sejarah Hidup Muhammad : Prakata 6 Muhammad Husain Haekal 1,310
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Kedelapan - Dari Pembatalan Piagam Sampai Kepada Isra' 3 Muhammad Husain Haekal 1,273

 

atom feed entries rss feed entries Valid XHTML 1.0 Transitional
Copyright © 2008 sumbercerita.com - Kumpulan Cerita Terpopuler
Dengan beraktivitas di website kami berarti anda setuju dengan Kebijaksanaan Privasi serta Syarat Persetujuan
eXTReMe Tracker