Gudang Lagu

PRAKATA (4/6)

SEBAB PERMUSUHAN ISLAM-KRISTEN

Atas semua itu harus  kita  selidiki  sebab-sebab  timbulnya permusuhan  sengit  dan  peperangan yang begitu dahsyat yang telah dimulai oleh pihak Kristen terhadap Islam itu. Menurut hemat   kita,  kurangnya  pengetahuan  pihak  Barat  tentang hakekat Islam dan sejarah Nabi  adalah  sebab  pertama  yang menimbulkan  permusuhan itu. Kurangnya pengetahuan ini sudah tentu  merupakan  sebab-sebab  timbulnya  sikap kaku dan fanatisma  yang  paling  berat dan rumit. Seabad demi seabad kurangnya  pengetahuan  demikian  ini  makin  bertimbun  dan kemudian ia menjelma menjadi patung-patung dan berhala-berhala dalam jiwa generasi berikutnya,  yang  untuk menghilangkannya  tentu  memerlukan suatu kekuatan jiwa yang besar, seperti pada mula lahirnya kekuatan Islam dulu.

KRISTEN TIDAK SESUAI DENGAN WATAK BARAT

Akan tetapi kita melihat ada sebab lain  di  luar  kurangnya pengetahuan  itu  saja  yang  telah  mendorong  pihak  Barat menjadi fanatik dan  sampai  membangkitkan  peperangan  yang begtu  fatal,  sebentar-sebentar  dilancarkan terhadap Islam dan kaum Muslimin. Juga tidak terlintas dalam  pikiran kita tentang apa yang biasa kita rasakan adanya hubungan politik yang  buruk  dan   ingin   menguasai   bangsa   lain   untuk dieksploitir.  Menurut  hemat  kita itu adalah akibat -bukan sebab- dan adanya fanatisma yang sudah begitu merasuk sampai ke  soal ilmu dan penyelidikan-penyelidikan ilmiah. Sebabnya ialah, menurut hemat kita, oleh karena ajaran  Kristen  yang mengajak  orang menjauhkan kehidupan duniawi, sifat maaf dan pengampunan serta pengertian-pengertian  hidup  rohani  yang luhur, tidak sesuai dengan perangai Barat, yang sejak ribuan tahun  dalam  lingkungan  agama   polytheisma,   dan   letak geografisnya  menghendaki  perjuangan  sengit  melawan iklim dingin, melawan kesulitan  dan  keadaan  yang  serba  sukar. Apabila  peristiwa-peristiwa sejarah mengharuskan juga Barat menganut agama Kristen ini, maka tidak bisa lain ia harus juga dilibatkan ke dalam kancah perjuangan itu dan memaksa agama itu meninggalkan sifatnya yang lemah-lembut dan indah, meninggalkan  keseimbangan  rohani  yang  seharusnya menjadi mata rantai kesatuan yang telah  disempurnakan  oleh  Islam: yakni  kesatuan  yang  membuat  harmonis  antara  rohani dan jasmani, antara perasaan dan akal, emosi dan  rasio,  secara individu dan universal bersama-sama berada dalam hukum alam, yakni keduanya  sejalan  dalam  ruang  dan  waktu  yang  tak terbatas.
 
Menurut hemat kita, inilah sumber yang menyebabkan fanatisma Barat yang memusuhi Islam, suatu sikap yang menyebabkan kaum Kristen  Abisinia  menjadi  jijik  melihatnya - tatkala kaum Muslimin  mencari  perlindungan  pada  masa  mula-mula  Nabi mengajak orang kepada agama Allah.
 
Inilah,  menurut  pendapat  saya,  sebab timbulnya ekses dan cara yang berlebih-lebihan di  kalangan  orang-orang  Barat, baik  dalam  beragama  maupun dalam atheisma, fanatisma yang berlebih-lebihan serta perjuangan yang tidak mengenal  belas kasihan  dan  tidak  mengenal  ampun.  Apabila  dari  mereka sejarah sudah mengenal adanya orang-orang suci,  yang  dalam hidup    mereka    mengikuti    jejak   Isa   Al-Masih   dan pengikut-pengikutnya, juga sejarah sudah mengenal  kehidupan bangsa-bangsa di Barat yang selalu hidup dalam pertentangan, dalam perjuangan, peperangan-peperangan yang  dahsyat,  atas nama  politik  atau  atas  nama  agama, dan dikenalnya pula, bahwa paus-paus atau pembesar-penmbesar  gereja  dan  mereka yang  memegang  kekuasaan  temporal, selalu dalam persaingan mau saling mengalahkan. Suatu saat golongan ini yang menang, nantinya yang lain lagi yang menang.
 
Oleh  karena  kemenangan terakhir dalam abad kesembilanbelas itu berada di tangan kekuasaan temporal6, maka kekuasaan ini berusaha  hendak  membasmi  kehidupan  rohani atas nama ilmu pengetahuan. Ia mengira, bahwa dalam kehidupan umat  manusia ilmu   itu   akan  dapat  menggantikan  iman  seperti  dalam kehidupan rohani.  Sesudah  melalui  perjuangan  yang  cukup lama, sekarang mereka mengetahui bahwa pendapat demikian itu salah sekali, dan bahwa  apa  yang  mereka  tuju  itu  dalam kenyataannya  tak  mungkin  dapat  dilaksanakan. Sekarang di Barat terdengar jeritan disana-sini mengajak mereka  kembali mencari  pegangan  rohani  yang sudah hilang. Mereka mencari pegangan itu  d  dalam  maupun  diluar  teosofi.7  Sekiranya ajaran  Kristen  itu  memang sesuai dengan naluri perjuangan yang telah dibawa oleh  hukum  alam  sebagai  sebagian  cara hidup  Barat,  sesudah ternyata konsepsi materialisma mereka tidak berhasil memberikan konsumsi rohani, tentu  akan  kita lihat  mereka  kembali  mencari  pegangan agama Kristen yang begitu indah, agama Isa anak Mariam  -kalaupun  Tuhan  belum akan  membimbing mereka kepada Islam- dan tidak perlu mereka pergi berpindah  ke  India  atau  ke  tempat  lain,  mencari pegangan  hidup  rohani,  yang oleh manusia sangat dirasakan perlunya seperti kebutuhan  bernapas;  sebab  ini  merupakan sebagian  kodratnya,  bahkan  merupakan  sebagian  dari jiwa raganya.


PENJAJAHAN DAN PROPAGANDA ANTI ISLAM

Ternyata  imperialisma  Barat   memberikan   bantuan   dalam meneruskan serangan yang mereka lancarkan terhadap Islam dan terhadap Muhammad,  dan  minta  mereka  supaya  berpendirian seperti   penduduk  Mekah  yang  menginginkan  supaya  agama Nasrani menderita kehinaan karena  kekalahan  Heraklius  dan Rumawi  menghadapi  Persia.  Pernah  mereka mengatakan - dan masih banyak di antara mereka yang mengatakan - bahwa  Islam itulah   yang   menyebabkan   mundurnya  bangsa-bangsa  yang menganutnya dan menyebabkan mereka tunduk kepada pihak lain. Ini   adalah   kebohongan   yang  kita  tolak  dengan  cukup mengingatkan  kepada  mereka  yang  mengatakan  itu,   bahwa peradaban  umumnya  dan  kekuasaan  dunia yang cukup dikenal selama berabad-abad itu berada di tangan bangsa-bangsa  yang yang  terdiri  dari  umat  Islam  itulah. Di sana pusat ilmu pengetahuan  dan  tempat  sarjana-sarjana,  dari  sana  pula datangnya  pelopor kemerdekaan, yang oleh Barat belum selang lama ini baru dikenalnya. Apabila mungkin mundurnya beberapa golongan   bangsa   akan   dihubungkan   dengan  agama  yang dianutnya, maka agama itu  tentu  bukan  Islam,  Islam  yang telah  membuat  orang-orang  pedalaman  seluruh jazirah Arab jadi bangkit dan dapat membuat mereka menguasai dunia.
 
Akan tetapi  kemunduran  bangsa-bangsa  yang  telah  menjadi beban   bagi   Islam   itu   sangat  disayangkan  bila  akan dihubungkan kepada agama  yang  sebenarnya  tidak  demikian; bukan  itu  yang dikehendaki oleh Allah dan oleh Rasul. Tapi mereka menganggap bahwa yang demikian itulah dasar agama dan barangsiapa yang menentang ia akan dianggap atheis.


ISLAM DAN APA YANG TERJADI DENGAN UMAT ISLAM

Kita tinggalkan dulu bicara tentang agama ini, dan mari kita lihat   sejarah   orang   yang   membawanya - Muhammad 'alaihissalam.
 
Banyak  buku-buku  sejarah  tentang  kehidupan Nabi itu yang telah- menambahkan hal-hal yang tak dapat diterima akal  dan yang  memang  tidak  diperlukan  menambahkan  demikian untuk menguatkan risalahnya itu. Dan apa yang  ditambah-tambahkan, itulah  yang dijadikan pegangan oleh kalangan Orientalis dan oleh mereka yang mau mendiskreditkan Islam  dan  Nabi,  juga oleh  mereka  yang mau mengecam umat Islam; dijadikannya itu tongkat  penunjuk  dalam  kecaman  mereka  yang  akan  cukup memanaskan hati setiap orang yang berpikir jujur.
 
Hal semacam ini dan apa yang mereka ciptakan sendiri, itulah yang menjadi pegangan mereka, lalu mereka mengatakan,  bahwa mereka  menulis  itu  berdasarkan metoda ilmiah yang modern, metoda yang  mengemukakan  peristiwa-peristiwa,  orang-orang dan  pahlawan-pahlawan.  Lalu  diberikannya  suatu penilaian yang  pantas  jika  dianggap  pada  tempatnya   mengeluarkan penilaian  demikian.  Dan kalau kita baca dengan seksama apa yang  mereka  tulis  itu  akan  kita  lihat  bahwa  hal  itu sebenarnya  penuh  dengan  nafsu  permusuhan  dan caci-maki, terbungkus  dalam  susunan  kata-kata  yang   tidak   kurang indahnya,   menarik   hati   mereka   yang   sepaham  dengan anggapannya, bahwa pembahasannya itu ilmiah, terdorong hanya akan mencari kebenaran semata-mata, ingin meneropongnya dari segenap penjuru. Inilah yang dituju oleh penulis-penulis dan ahli-ahli  sejarah  yang  fanatik  itu.  Hanya  saja, adanya beberapa orang yang masih dapat berpikir lebih tenang - baik penulis  atau  sarjana  -menyebabkan  mereka yang berpikiran bebas itu dapat bersikap lebih  adil  dan  jujur,  sekalipun dari pihak Kristen sendiri.
 
Dalam  berbagai  macam  bidang  beberapa  ulama  Islam telah tampil dan berusaha menangkis tuduhan orang-orang Barat yang fanatik  itu.  Dan  nama  Syaikh  Muhammad  Abduh tentu yang paling menonjol dalam bidang ini. Tetapi  mereka  ini  tidak menempuh   metoda   yang  ilmiah  -seperti  didakwakan  oleh penulis-penulis dan ahli-ahli  sejarah  Eropa,  sebab  hanya merekalah  yang  memakai  cara  itu.  Maksudnya supaya dalam menghadapi lawan alasan mereka  lebih  kuat.  Kemudian  lagi ulama  Islam itu - dan Syaikh Muhammad Abduh yang terutama - telah dituduh atheis dan kufur. Maka argumentasi mereka  itu menjadi makin lemah di depan lawan Islam.


SIKAP JUMUD DI KALANGAN PEMUDA

Tuduhan  mereka  itu sebenarnya memberi pengaruh besar dalam jiwa  angkatan  muda  Islam  yang  terpelajar.  Terkesan  di kalangan  pemuda  itu,  bahwa  atheisma  dan  logika sejalan dengan  ijtihad  (aktif),  sedang  iman  sama  dengan  Jumud (pasif).  Oleh  karena itu jiwa mereka gelisah. Mereka pergi membaca buku-buku Barat;  dengan  itu  mereka  akan  mencari kebenaran,  dengan  keyakinan bahwa mereka tidak mendapatkan yang demikian itu  dalam  buku-buku  kaum  Muslimin.  Dengan sendirinya  buku-buku  agama  dan sejarah Kristen tidak juga terpikirkan  oleh  mereka;  mereka  sudah  hanyut  ke  dalam buku-buku  filsafat,  yang  dengan  gayanya  yang ilmiah itu mereka mencari setitik  air  yang  akan  menghilangkan  rasa dahaga  akan  kebenaran  yang ada dalam jiwa mereka itu, dan dengan logika yang dikemukakannya sudah merupakan nyala suci yang   masih   tersembunyi   dalam  jiwa  umat  manusia  dan dijadikannya pula alat  komunikasi  yang  akan  mengantarkan mereka  kepada  alam  serta  kebenaran yang tertinggi. Dalam buku-buku Barat, baik dalam filsafat, etika atau  humanities pada  umumnya  banyak  sekali yang akan mereka dapati dengan sangat menarik hati, baik karena gayanya  yang  indah,  atau karena  logikanya  yang kuat serta apa yang tampaknya hendak memperlihatkan adanya kemauan  baik  dan  niat  yang  ikhlas hendak  mencapai pengetahuan demi kebenaran. Oleh karena itu jiwa pemuda-pemuda itu  jadi  jauh  dari  pemikiran  tentang agama-agama   semua   dan   tentang   risalah Islam  serta pembawanya.
 
Sikap mereka  itu  guna  menghindarkan  diri  jangan  sampai timbul  konflik antara mereka dengan kebekuan beragama sebab mereka yakin takkan dapat mengalahkannya, juga karena mereka tidak   menyadari,  betapa  pentingnya  hubungan  yang  akan mengangkat martabat manusia ke tingkat yang lebih  sempurna, sehingga kekuatan moralnyapun akan berlipat-ganda.
 
 
(bersambung ke bagian 5)





Article Directory: http://www.sumbercerita.com

S E J A R A H    H I D U P    M U H A M M A D
oleh MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL
diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah
Penerbit PUSTAKA JAYA
Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat
Cetakan Kelima, 1980
Seri PUSTAKA ISLAM No.1



Cerita-cerita Lainnya dari Kategori - HOME --> Kisah Rohani --> Cerita Islam
TitleAuthorViews
Perbedaan Antara Qodho dan Qodar Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin 2,748
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Kedua - MEKAH, KA'BAH DAN QURAISY 4 Muhammad Husain Haekal 2,511
Sejarah Hidup Muhammad Muhammad Husain Haekal 2,201
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Keempat - MUHAMMAD DARI PERKAWINAN SAMPAI MASA KERASULANNYA 1 Muhammad Husain Haekal 2,086
Kisah Nyata: Karirku Kapankah Berlalu? Maramis Setiawan 2,082
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Pertama - ARAB PRA-ISLAM 4 Muhammad Husain Haekal 2,007
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Pertama - ARAB PRA-ISLAM 1 Muhammad Husain Haekal 1,952
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Ketiga - MUHAMMAD DARI KELAHIRAN SAMPAI PERKAWINANNYA 1 Muhammad Husain Haekal 1,820
Sejarah Hidup Muhammad : Perkenalan Muhammad Husain Haekal 1,744
Kisah Nyata: Kisah Taubat Sang Jagoan Maramis Setiawan 1,676
Tips Sholat Khusyu noinitial 1,498
Sejarah Hidup Muhammad : Pengantar 8 Muhammad Husain Haekal 1,466
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Kedua - MEKAH, KA'BAH DAN QURAISY 1 Muhammad Husain Haekal 1,454
Sejarah Hidup Muhammad : Prakata 6 Muhammad Husain Haekal 1,310
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Kedelapan - Dari Pembatalan Piagam Sampai Kepada Isra' 3 Muhammad Husain Haekal 1,273

 

atom feed entries rss feed entries Valid XHTML 1.0 Transitional
Copyright © 2008 sumbercerita.com - Kumpulan Cerita Terpopuler
Dengan beraktivitas di website kami berarti anda setuju dengan Kebijaksanaan Privasi serta Syarat Persetujuan
eXTReMe Tracker