Sekelompok anak orang-orang berkulit putih bermain balon. Lalu
mereka melepaskan balon itu. Terbanglah balon itu tanpa tahu kemana
akan turun. Semakin lama semakin jauh. Hingga akhirnya tidak terlihat
lagi. Anak-anak itu pun pergi. Dan menghilang pula dalam pandangan mata.
Ada seorang anak berkulit hitam. Sudah sejak lama ia memerhatikan
anak-anak yang bermain balon. Entah apa yang dipikirkannya. Lalu dia
pun berdiri. Mendatangi seorang penjual balon. “Apakah balon berwarna
hitam juga bisa terbang?” tanya anak itu.
Sedikit kaget dirasakan si penjual balon. Sedikit banyak dia tahu
apa yang dipikirkan anak itu. Dia merasa iba dalam hati. Sekaligus
terenyuh dengan pertanyaan itu.
“Bisa. Tentu bisa terbang nak. Yang membuat balon itu terbang bukan
warnanya. Tetapi apa yang ada di dalamnya,” jawab penjual balon.
Saudaraku sekalian. Seringkali kita terkurung dalam paradigma. Kita
sering menilai kesuksesan itu hanya dari hal luar. Seperti warna kulit,
etnis, kondisi keluarga, dan sebagainya. Kita melihat kesuksesan dari
sudut yang kurang tepat. Kita melihat kesuksesan adalah bukan sesuatu
yang diusahakan. Sering kita melihat bahwa kesuksesan hanya milik
orang-orang tertentu.
Kesuksesan tidak dilihat dari penampilan. Bukan dari suku, warna
kulit, etnis, atau kondisi keluarga. Kesuksesan ditentukan dalam diri
sendiri. Sukses di akherat maupun dunia. Yang terpenting adalah usaha
kita. Kemauan kita. Do’a kita. Bagaimana menerima takdir, hingga tidak
ada putus asa.
Untuk masuk surga tidak dibutuhkan warna kulit yang bagus. Untuk
jadi presiden tidak perlu dari suku tertentu. Untuk jadi orang kaya
tidak perlu dari etnis tertentu. Untuk jadi orang sukses, tidak
ditentukan kondisi keluarga kita.
Allah menilai orang berdasar kadar iman dan taqwa. Rakyat dipilih
presiden karena kemampuannya. Rekan bisnis anda menilai bagaimana anda,
bukan darimana anda. Keluarga anda tidak terlalu berperan terhadap
kesuksesan anda, tetapi bagaimana azzam/kemauan anda. Memang terkadang
keluarga menjadi sumber motivasi. Tapi, ketika keluaga anda tidak
seperti itu, apakah hari akan berhenti? tidak kan?
Balon terbang karena isinya. Manusia dipandang pun karena
prestasinya. Karena apa yang diperbuatnya. Karena kebaikan hatinya. So,
jangan patah arang kala menghadapi rintangan. Jangan kecil hati
terhadap kelemahan kita. Toh takada manusia sempurna. Dan tetap ada
kelebihan yang kita punya. Tinggal maksimalkan apa kelebihan kita. Dan
kita akan terbang karenanya. Tetap peihara impian kita. Sebagai
motivasi dalam hidup. Ingat selalu Tuhanmu. Karena hanya untuk-Nya kita
ada di dunia ini.
Keep spirit to fight!!!