Gudang Lagu
Sumber Lainnya

Yohanes Krisostomus (345-407)
Bapa dan Pujangga Gereja
Pesta: 13 September

Yohanes Krisostomus - Bapa dan Pujangga GerejaPada suatu hari di awal bulan Oktober tahun 403 Masehi, ibukota Konstantinopel yang agung dipenuhi dengan hiruk-pikuk massa. Dalam rangkaian kejadian yang tak terduga-duga, Patriark Yohanes yang sangat populer, yang sebelumnya telah diasingkan karena fitnah para musuh-musuhnya, telah dipanggil oleh perintah Kaisar. Yohanes adalah pengkotbah yang brilian dan dijuluki "Krisostomus" yang artinya "Si Mulut Emas" karena kepandaiannya berbicara.

Dengan didampingi oleh 30 Uskup dan sejumlah besar warga yang menyanyikan Mazmur dan membawa lilin-lilin, dia berjalan melintasi kota menuju ke Gereja Rasul-rasul Kudus (Church of Holy Apostles). Disana dia berkhotbah tanpa teks, mengulangi teks yang sama dari Kitab Ayub yang telah digunakannya selama dalam pengasingan: "Terpujilah nama Tuhan (Ayub 1:21), yang telah membolehkan aku pergi ke pengasingan, terpujilah juga nama Tuhan, yang telah memerintahkan aku untuk kembali." Sekelumit kisah ini yang terjadi pada saat Yohanes menjabat sebagai Patriark memberi gambaran semangat internal dari salah satu pujangga Gereja yang paling terkenal ini. Meskipun sepanjang karier Yohanes terlibat dalam berbagai pergulatan, entah gerejawi maupun politik, batu landasan dari hidupnya adalah kepercayaannya yang penuh kepada Allah.

Yohanes dilahirkan di kota Antiokia dalam suatu keluarga Kristen dan dia mendapat pendidikan yang bagus dibawah asuhan Libanius, seorang kafir yang terpelajar, orator paling terkenal pada jamannya. Yohanes dibaptis pada sekitar umur 20 tahun dan mengambil gaya hidup monastik, pertama-tama di rumah, lalu seterusnya selama bertahun-tahun (372-378) di antara para biarawan-biarawan yang tinggal di gunung Silpios di atas kota Antiokia. Gaya monastiknya yang ketat, merusak kesehatan tubuhnya, dan dia terdorong untuk kembali ke kota, dimana dia pertama menjabat sebagai deakon dan lalu sebagai imam pada tahun 386 Masehi. Disana dia membantu Uskup Melitius dan lalu Flavianus yang ortodoks. Setelah Yohanes diordinasi, mulailah dia dikenal sebagai pengkotbah yang sangat luar biasa. Yohanes tampaknya selalu berkhotbah secara spontan tanpa persiapan teks apa-apa, seperti tampak dalam homili-homilinya. Kepandaiannya dalam berbahasa sangat tampak menonjol dari kejelasannya berbicara dan keindahan gaya bahasanya, betapa dalam pemahamannya terhadap ayat-ayat Alkitab, termasuk juga gaya pembawaannya yang populis. Semua ini membawa sejumlah besar pendukung-pendukung dari kota-kota baik di Antiokia maupun Konstantinopel. Meskipun Yohanes menulis sekian banyak esai mengenai doktrin-doktrin maupun masalah-masalah lokal (yang terkenal diantaranya adalah karyanya yang berjudul "Keimaman" dari tahun 390). Dia digelari sebagai doctor ecclesiae (Pujangga Gereja) terutama karena ratusan homili-homilinya, yang umumnya merupakan komentar-komentar Kitab-kitab utama dalam Perjanjian Lama dan Baru. Popularitasnya sudah dikenal sejak dia masih hidup hingga berabad-abad berikutnya.

Banyak dari koleksi homili Yohanes mencerminkan berbagai kontroversi dan peristiwa yang terjadi masa itu. Diantara kumpulan homilinya yang terdahulu misalnya, ada kumpulan yang disebut "Tentang Allah yang tak terpahami", yang ditujukan terhadap pengikut ektrim bidaah Arianisme, yaitu Eunomius yang mengaku memiliki pengetahuan penuh tentang keilahian. Seri lainnya dikenal sebagai "Melawan pengikut Yahudinisasi" yang ditujukan kepada orang Kristen yang tertarik pada aliran Yahudi-isme yang muncul di Antiokia. Kumpulan "Homili tentang Patung-patung", mencerminkan krisis di tahun 387 ketika gerombolan huru-hara menghancurkan patung-patung kaisar dan hukuman yang dijatuhkan oleh kekaisaran sebagai balasannya. Yohanes pertama dan terutama adalah seorang pakar Alkitab. Belasan tahun dia menginjil di Antiokia dan hasilnya yaitu 67 homili tentang kitab Kejadian, 58 tentang Mazmur, 88 tentang Injil Yohanes, dan tidak kurang dari 90 tentang Injil Matius. Masih ada sejumlah koleksi tentang kitab-kitab lainnya dalam jumlah yang lebih kecil. Diantara para pengarang Alkitab, Paulus adalah favorit Yohanes. Dia meninggalkan sejumlah besar homili-homili yang didedikasikan bagi surat-surat rasul Paulus yang jumlahnya total mencapai 200. Demikian juga komentar surat Galatia yang aslinya berupa sekumpulan homili. Sebagai tambahan, Yohanes berkhotbah 7 homili, "memuji Santo Paulus", yang merupakan salah satu introduksi yang paling brilian yang pernah dituliskan tentang Rasul Paulus. Dalam "Homili-homili mengenai surat Roma" yang merupakan karya terbesarnya dalam surat-surat Paulus, Yohanes menunjukkan kecintaannya terhadap Paulus dalam kata-kata berikut ini: "Sebagaimana aku terus mendengar surat-surat rasul Paulus yang kudus dibacakan, dan dua kali setiap minggunya, dan kadang tiga atau empat kali, ketika kita sedang merayakan memori para martir yang kudus, aku sangat menikmati terompet spiritual dan terbangun semangat ketika mengenali suara yang begitu dekat denganku; dan aku tampak seolah melihatnya dalam pandanganku dan melihatnya bicara kepadaku."

Pada tahun 398 tanpa diduga-duga Yohanes dipromosikan untuk menjabat Tahta Konstantinopel sebagai Uskupnya yang ke-12 dan dia menjadi salah satu panutan Gereja yang terbesar. Namun disana dia terseret dalam politik yang rumit oleh Kaisar Arcadius dan istrinya yang berkuasa, Eudoxia. Yohanes bukannya tanpa kemampuan berpolitik sama sekali, dia seringkali menggunakan popularitas homilinya untuk mendukung posisinya dan program-programnya. Dia bahkan mampu bertindak secara blak-blakan dan bahkan kadang otoritarian sehingga memberinya reputasi sebagai orang yang bertemperamen buruk. Meskipun demikian, Yohanes bukanlah seorang politikus, tetapi semata-mata seorang pastor (gembala) yang berusaha melayani kepentingan-kepentingan Gereja dan berusaha memberikan petunjuk-petunjuk moral praktis bagi kongregasinya.

Selama lima tahun jabatannya sebagai Patriark Konstantinopel penuh dengan kontroversi. Meskipun dia masih terus sering berkhotbah, terutama tentang Paulus yang digemarinya, demikian juga Kisah Para Rasul (55 homili), banyak dari tenaganya dihabiskan untuk melakukan manuver-manuver politik. Yohanes memiliki banyak musuh yang merupakan petinggi-petinggi kekaisaran maupun Gereja. Akhirnya musuh-musuh Yohanes yang dipimpin oleh Patriark Theopilus dari Alexandria yang tak bermoral, membuatnya dikutuk oleh konsili-semu yang dipadati oleh para musuh-musuhnya pada bulan September 403. Peristiwa yang membawanya pada pembuangannya yang pertama. Kembalinya Yohanes yang penuh kemenangan, seperti diceritakan pada awal tulisan ini, hanya bertahan sebentar saja. Suatu ketika Eudoxia, musuhnya yang terbesar, sangat marah terhadap Yohanes atas homili yang disangkanya ditujukan kepadanya. Dia mengatur rencana yang membawa pada pembuangan Yohanes yang kedua di musim semi 404. Pertama-tama Yohanes disingkirkan ke kota di pegunungan di sebelah selatan Turki, tetapi pada awal tahun 407 dia diperintahkan diasingkan ke Pythius, dusun yang terpencil di Laut Hitam, di wilayah yang terjauh dari kekaisaran. Selama tiga bulan sang Patriark yang sudah tua dan lemah fisik tersebut dibawa sepanjang wilayah Asia Kecil hingga akhirnya dia wafat di perjalanan pada tanggal 14 September 407. Di tengah-tengah penderitaannya, seperti Rasul Paulus yang begitu dikaguminya, dia menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang besar. Hatinya begitu terhibur mengetahui bahwa Sri Paus tetap merupakan sahabatnya, dan Sri Paus melakukan segala apa yang bisa dilakukannya untuk membela Yohanes.

Sulit kiranya bagi para pembaca modern untuk menghargai efek dari pengajaran Yohanes, yang bertautan dengan retorik khotbah gaya kuno yang seringkali tampak terlalu bertele-tele bagi kita. Yohanes, yang berbeda dengan gaya para bapa-bapa Kapadokia, bukan seorang pemikir spekulatif yang memberi sumbangan berharga bagi pemahaman atas doktrin Trinitas atau Allah-Manusia. Yohanes dididik dibawah asuhan Diodore dari Tarsus, pakar tafsir Kitab Suci yang paling menonjol dari sekolah Antiokia. Yohanes adalah seorang guru praktis yang berusaha mengemukakan makna doktrinal, moral, dan spiritual dari ayat-ayat Alkitab bagi para pendengarnya. Kita membaca tulisan-tulisan Yohanes Krisostomus bukan untuk menemukan argumen yang paling mendalam dalam berhadapan dengan kaum bidaah, tetapi lebih merupakan "jendela" dunia Kristen kuno. Si Mulut Emas menyajikan kita dengan hidup Kristen yang konkrit dan aktual, di dunia yang masih setengah pagan. Dia bersemangat untuk membimbing kongregasinya kepada doktrin-doktrin yang ortodoks yang bisa menghindarkan mereka dari berbagai bentuk bidaah Kristen yang mereka temui sehari-hari. Dia juga sangat peduli untuk memberikan instruksi-instruksi moral, baik yang positif (seperti mengenai penyangkalan-diri, doa, dan penitensi) maupun yang negatif (seperti menghindari bahaya teater dan gelanggang permainan). Homili-homili Yohanes Krisostomus membuat kita seolah berada pada masa itu, disaat dimana keKristenan yang ortodoks mulai mengambil bentuknya yang karakteristik hingga sekarang. Pesta peringatan Santo Yohanes Krisostomus dirayakan setiap tanggal 13 September dalam ritus Latin.

Santo Yohanes Krisostomus, doakanlah kami!





Article Directory: http://www.sumbercerita.com

Sumber: The Doctor of The Church, Bernard McGinn, ed.1999, hal.56
Diterjemahkan oleh Jeffry Komala



Cerita-cerita Lainnya dari Kategori - HOME --> Kisah Rohani --> Cerita Katholik
TitleAuthorViews
Darimana Asalnya Alkitab? Jeffry Komala 2,657
Rahasia Arwah-Arwah di Api Penyucian Jeffry Komala 2,003
Peristiwa Penting dalam Sejarah Gereja Setelah Wafatnya Kristus gerejakatolik.org 1,865
Suatu Tanda Dari Bunda Maria Mic Mac 1,849
Menghirup Udara Katolik David Palm 1,787
Sukacita Dr.Douglas Lowry 1,438
Kembali Kepada Tradisi Apostolik Alex Jones 1,092
Kebenaran Tidak Mengenal Warna Glen Allen 1,075
Santo Ignatius dari Loyola - Pendiri Serikat Yesus Jeffry Komala 1,073
Santo Ignatius dari Antiokia Jeffry Komala 1,022
Gereja Pentakosta Kulit Hitam Memilih Untuk Menjadi Katolik Diane Morey Hanson 1,022
Kesaksian Saya: Dari Ateis Menjadi Baptis Dan Akhirnya Katolik Gary Hoge 1,009
Misa Kudus dan Kitab Wahyu Prof. Scott Hahn 990
Basilika Santa Maria Mayor Jeffry Komala 958
Apakah Saya Bisa Jadi Evangelis? Greg Trainor 883

 

atom feed entries rss feed entries Valid XHTML 1.0 Transitional
Copyright © 2008 sumbercerita.com - Kumpulan Cerita Terpopuler
Dengan beraktivitas di website kami berarti anda setuju dengan Kebijaksanaan Privasi serta Syarat Persetujuan
eXTReMe Tracker