Gudang Lagu

Dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas, naskah-naskah Alkitab yang dihasilkan oleh para ahli kitab itu dapat dikatakan luar biasa tepatnya. Sering kali naskah tulisan tangan yang tersedia untuk disalin kurang sempurna. Kecerobohan dan praduga adakalanya mempengaruhi pertimbangan ahli kitab itu dalam mengubah atau "membetulkan" naskah asli. Sebaliknya, beberapa ahli kitab yang namanya diketahui dari tanda tangan mereka menulis dengan ketepatan luar biasa, dan dari ketelitian serta kecermatannya terlihat bahwa mereka telah berusaha untuk mengikuti contoh dasar dengan setia. Meskipun tidak ada di antaranya yang benar-benar sempurna, tidak banyak yang sengaja mengubah atau  memalsukan naskah-naskah itu.

Betapapun banyaknya kemungkinan untuk salah, mungkin Perjanjian Baru adalah yang paling dapat dipercaya dari antara karya sastra purba yang berhasil diselamatkan. Ialah yang paling banyak mempunyai sumber untuk penyusunan kembali daripada dokumen-dokumen lainnya dari zaman klasik.  Sepotong kecil papyrus, Fragmen Rylands Injil Yohanes, mungkin ditulis sekitar lima puluh tahun dari masa hidup penulis itu, sedang papyrus Chester Beatty, yang aslinya berisi sebagian besar Perjanjian Baru, dibuat sekitar tahun 250. Sebagai bandingannya, percakapan Plato, karangan-karangan dramawan Yunani dan puisi-puisi Virgil telah diturunkan melalui beberapa salinan yang jumlahnya sangat sedikit, dan mungkin terpisah dari naskah aslinya sekitar 1.400 tahun. Bukannya tidak  mungkin bahwa suatu papyrus dari abad yang pertama yang berisi beberapa Injil atau surat-surat dapat diketemukan yang dapat membaca kembali naskah tertulis ini kepada generasi kedua dari gereja Kristen.

Untuk menyusun kembali naskah Perjanjian Baru, kini tersedia lima jenis sumber yang berbeda. Yang pertama dan yang terpenting dari antaranya meliputi naskah tulisan tangan yang berupa edisi-edisi berbahasa Yunani yang berhasil diselamatkan dari masa yang sangat awal. Fragmen Rylands yang disebutkan di atas, yaitu sepotong papyrus, berukuran satu setengah inci persegi, papyrus Chester Beatty, yang berisi sebagian Injil, Kisah Para Rasul, surat-surat Paulus, dan Wahyu, dan Papirus Bodmer dari Injil Yohanes berasal dari abad ketiga atau lebih awal lagi. Naskah besar yang tertua adalah Aleph, atau Codex Sinaiticus, yang sekarang berada di Musium Britis, dan B, atau Codex Vaticanus, milik Perpustakaan Vatikan di Roma. Keduanya ditulis pada abad keempat dan mungkin merupakan salah  satu di antara salinan-salinan yang dipesan Konstantinus bagi gereja-gereja. Aslinya mereka mengandung seluruh Perjanjian Baru, meskipun keduanya sudah kehilangan beberapa halaman.

Naskah-naskah tulisan tangan di atas tergolong ke dalam kelas yang disebut 'uncial' yang dinamakan demikian karena ditulis dalam huruf-huruf cetak besar setinggi sekitar satu inci. Rupanya naskah-naskah tersebut dibuat untuk pembacaan umum, dan disalin dengan sangat hati-hati. Oleh karenanya naskah 'uncial' biasanya dianggap yang paling dapat dipercaya.

Jenis Alkitab yang kedua, disebut "cursive", ditulis dalam tulisan sambung. Huruf-hurufnya tidak dicetak secara terpisah seperti dalam naskah-naskah 'uncial', tetapi dihubungkan dengan garis-garis penghubung. Banyak di antara naskah-naskah 'cursive' ini yang digunakan bagi kepentingan pribadi; yang lainnya dibuat untuk pembacaan umum. Pada umumnya mereka berasal dari waktu yang lebih belakangan dari naskah-naskah 'uncial', bermula dari abad kesepuluh dan menghilang  dalam abad kelima belas, setelah ilmu cetak mulai diperkenalkan di Eropa. Dalam beberapa contoh nampaknya mereka telah menyalin dari suatu naskah yang serupa dengan naskah-naskah 'uncial'; sebagian besar dari padanya mewakili naskah gereja Bizantium yang terkenal itu.

Sumber informasi lainnya diperoleh dari pelbagai "versi" atau  terjemahan yang dibuat selama ekspansi misi gereja. Ketika Injil diberitakan ke arah barat ke wilayah Negara Romawi yang berbahasa Latin, dan ke arah timur  ke pemukiman-pemukiman Aram di Timur Tengah, Kitab Suci diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Siria. Kedua versi ini mungkin telah diterbitkan sejak pertengahan terakhir abad kedua, dan dengan sendirinya mengambil dasar dari naskah-naskah Yunani yang lebih tua daripada yang ada sekarang ini. Meskipun suatu terjemahan tidak selalu dapat mengartikan kata-kata yang digunakan dalam naskah asli dengan tepat, versi-versi ini memberikan pengetahuan yang cukup memadai tentang susunan dan isi umum dari naskah yang mereka turun.

Banyak naskah Latin Kuno yang berasal dari abad keempat hingga abad ketujuh, dan beberapa di antaranya bahkan berusia lebih muda. Tidak banyak keseragaman di antara mereka; jumlah versi yang ada hampir sebanyak jumlah salinan yang ada. Mungkin mereka dibuat secara terpisah satu dengan yang lainnya, atau terjemahan yang pertama digubah dengan bebas dan disalin dengan sembarangan hingga jumlah naskah yang berbeda makin bertambah dengan cepat. Kemungkinan yang pertama nampaknya lebih masuk di akal, karena pemimpin-pemimpin gereja barat yang pertama dapat berbicara bahasa Latin maupun Yunani, dan banyak menggunakan Kitab Suci Yunani dalam kegiatan belajar dan mengajarnya. Beberapa di antara naskah-naskah yang tertua, seperti Codex D (Bezae) dari abad kelima,  menggunakan dua bahasa, dan menunjukkan bahwa orang yang menggunakannya lebih memahami bahasa Latin daripada Yunani.

Perbanyakan terjemahan Latin ini menjadi begitu membingungkan hingga Paus Damasus dalam tahun 384 memerintahkan Hieronimus untuk menerbitkan suatu standar terjemahan Latin yang baru. Berdasarkan naskah tulisan tangan Yunani tertua yang dapat diperolehnya ia meluruskan terjemahan Latin  itu,  dan menghasilkan versi Vulgata (umum), yang masih menjadi Kitab Suci standar gereja Roma hingga saat ini.

Versi Siria Kuno terutama diwakili oleh dua naskah tulisan tangan Injil:  yaitu naskah Curetonian Siria, yang diketemukan oleh William Cureton di Musium British di antara sejumlah naskah tulisan tangan tua yang  diambil dari sebuah biara di gurun Nitria di Mesir, dan naskah Sinaitic Siria yang diketemukan pada tahun 1892 oleh dua bersaudara, Nyonya Agnes Lewis dan Nyonya Margaret Gibson, di biara St. Catherine di Gunung Sinai. Yang terakhir adalah sebuah 'palimpsest', yaitu sebuah naskah tulisan tangan yang sudah dihapus sebagian dan ditulisi kembali. Keduanya berasal dari abad kelima, dan banyak di antara bacaannya yang sangat menyerupai Alkitab Latin Kuno.

Di samping itu semua yang perlu mendapat perhatian adalah Diatesaron dari Tatianus, suatu harmoni yang pertama kali dibuat bagi keempat Injil yang berasal dari akhir abad kedua. Suatu potongan yang diketemukan  baru-baru ini menunjukkan bahwa ia ada dalam bahasa Yunani maupun Siria, dan harmoni yang berbahasia Siria merupakan suatu terjemahan. Ia merupakan versi yang popular di Gereja Timur hingga abad yang kelima ketika Rabula,  yang menjadi uskud di Edessa, memutuskan bahwa gereja-gereja harus memakai keempat Injil yang berdiri sendiri, yang dikenal sebagai "Kitab-kitab Injil yang Terpisah". Ia mendukung penggunaan Peshitta,  Vulgata Siria, yang sekarang merupakan versi resmi gereja Siria.

Dalam abad-abad berikutnya dihasilkan versi-versi lainnya, beberapa di antaranya diturunkan langsung dari naskah Yunani, yang lainnya dari naskah Latin dan Siria. Naskah Armenia Kuno, yang kini hanya dapat dilihat dalam beberapa bacaan yang ada dalam versi Armenia yang lebih baru, naskah Georgia, Copt, Etiopia, dan Goth, diterbitkan sebelum awal abad yang ketujuh. Mereka mengandung kesaksian tentang naskah-naskah yang lebih tua, tetapi kurang bermanfaat bagi kepentingan penyelidikan dibandingkan versi-versi Latin dan Siria. Saat ini ada lebih dari seribu versi Perjanjian Baru atau bagian-bagian daripadanya, tetapi mereka tidak mempengaruhi watak dasar dari naskah itu, yang telah terbentuk dengan pasti.





Article Directory: http://www.sumbercerita.com


Cerita-cerita Lainnya dari Kategori - HOME --> Kisah Rohani --> Cerita Kristen
TitleAuthorViews
Resiko Film Porno Bagi Remaja Eddy 9,582
Kesepuluh Suku Israel yang Terhilang ada di Indonesia? Bahana 9,529
Gereja Setan Benar Ada: Sasaran Mereka Orang Yang Di Gereja Silvy Rumayar 5,293
Semua Hanya Karena Cinta Jawaban 5,167
Kiamat Versi Islam Yohanes 4,790
Kiamat Versi Kristen Yohanes 4,712
Pertobatan Kota Pusat Gereja Setan Silvy Rumayar 4,545
Kepuasan Hanya Ada Di Rasa Syukur Daniel 3,729
Menelanjangi Santet Budiyanto 3,304
Kisah Marie Louise Devina Jap 3,227
Belajar Dari Tukang Kayu Galilea TeDu 2,697
Konggres Setan TeDu 2,653
Bagaimana Melatih Roh Manusia Kenneth E. Hagin 2,649
Yang Terbaik Akan Datang Bo Sanchez 2,597
Menang Atas Santet Budiyanto 2,476

 

atom feed entries rss feed entries Valid XHTML 1.0 Transitional
Copyright © 2008 sumbercerita.com - Kumpulan Cerita Terpopuler
Dengan beraktivitas di website kami berarti anda setuju dengan Kebijaksanaan Privasi serta Syarat Persetujuan
eXTReMe Tracker