Gudang Lagu
Sumber Lainnya
(by: Yohanes)

Pertama-tama harus dikemukakan, bahwa Alkitab tidak membuka rahasia ini secara terang-terangan. Yang jelas ialah bahwa keselamatan setelah mati ini memang nyata, real. Keselamatan ini diungkapkan dengan kata-kata "bersama-sama dengan Kristus" seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus kepada penjahat di kayu salib. Akan tetapi harus diingat, bahwa "bersama-sama dengan Kristus" di sini tidak dipisahkan dari harapan kepada kebangkitan orang mati, yang akan terjadi pada hari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Jadi seandainya kebangkitan orang mati itu tidak ada, keselamatan setelah mati yang diungkapkan dengan kata-kata "bersama-sama Kristus" itu tentu juga tidak ada.

* 1 Korintus 15:18, "Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus." - Textus Receptus, "ara {demikianlah} kai {dan} hoi koimêthentes {tertidur} en {dalam} khristô {Kristus} apôlonto {dibinasakan}" - The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "and even the ones who sleep the sleep of the Mesim in Rebbe, Melech HaMoshiach haveperished."

Bagi orang yang beriman mati sebelum kedatangan kembali Kristus bukanlah mati begitu saja. Sebab orang beriman setelah mati tetap hidup, hanya saja hidupnya dihubungkan dengan Kristus. Oleh karena itulah orang beriman yang mati sebelum Kristus datang kembali disebut "mati dalam Kristus". Jadi setelah orang beriman mati, ia masih berhubungan dengan Kristus. Maka Kristus juga disebut "Tuhan atas orang mati dan atas  orang hidup", bukan hanya atas orang yang hidup saja.

Jadi "bersama-sama dengan Kristus" memiliki arti yang luas sekali. Kebahagiaan itu bukan hanya berlaku bagi hidup pada zaman sekarang ini, melainkan juga bagi waktu setelah mati, bahkan juga bagi waktu setelah Kristus datang kembali pada akhir zaman.

Apakah isi kebahagiaan "bersama-sama dengan Kristus" setelah mati itu?
* 2 Korintus 5:8, "tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami  beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan." - Textus Receptus,  "tharroumen {kami yakin} de {tetapi} kai {dan} eudokoumen {bersedia} mallon {lebih} ekdêmêsai {beralih} ek {dari} tou sômatos {tubuh} kai {dan} endêmêsai {menetap} pros {pada} ton kurion {Tuhan}" - The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "therefore we have bittachon and are pleased rather to leave home from the guf and to be at home with Adoneinu"

Alkitab tidak memberi keterangan yang panjang lebar mengenai hal itu. Menurut 2 Korintus 5:8, kebahagiaan itu terdiri dari "beralih dari  tubuh ini untuk menetap pada Tuhan". Ungkapan "beralih dari tubuh" adalah  lawan dari ungkapan yang dalam Filipi 1:24 disebut "tinggal di dalam dunia", yang secara harfiah adalah "tinggal dalam daging". Jikalau ungkapan "tinggal di dalam dunia" berarti "tetap hidup", maka ungkapan "beralih dari tubuh" berarti "mati". Maka yang dimaksud dengan ungkapan "menetap pada Tuhan" dalam 2 Korintus 5:8 tadi ialah perpindahan dari "hidup" kepada "mati". Ungkapan "menetap pada Tuhan" juga berarti: serumah  dengan Tuhan. Di sini Rasul Paulus memakai gambaran rumah kediaman. Orang  hidup digambarkan sebagai "berdiam dalam tubuh sebagai rumahnya", sedang Kristus digambarkan sebagai memiliki rumah sendiri. Mati diartikan sebagai "meninggalkan rumah kediamannya untuk berdiam serumah dengan Kristus, menjadi sekeluarga dengan Kristus."

* Filipa 1:24, "tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu." - Textus Receptus, "to de {tetapi} epimenein {tinggal} en {dalam} tê sarki {daging} anagkaioteron {lebih diperlukan} di {oleh} humas {kamu}" - The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "But on the other tzad to remain in the basar is more necessary for your sake."

Di dalam memikirkan hal ini kita harus ingat, bahwa Alkitab tidak mengajarkan adanya nyawa atau jiwa sebagai zat yang tidak dapat mati, yang tetap ada setelah orang mengalami mati. Menurut Alkitab, manusia bukanlah terdiri dari tubuh sebagai rumah yang berdiri sendiri dan  nyawa sebagai yang menghuninya. Mati di dalam Alkitab bukan berarti "binasa" atau hancur, melainkan "terpisah". Yang mati bukan tubuhnya, sedang nyawanya tetap hidup, melainkan: yang mati adalah manusia, artinya: tubuhnya atau dirinya dipisahkan dari hidupnya. Oleh karena itu maka gambaran yang dipakai di 2 Korintus 5:8 ini juga harus ditinjau dari gagasan pokok tersebut.

Sejak orang beriman masih hidup di dalam dunia ini hidupnya telah tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Bersama-sama dengan Kristus setelah mati, atau "menetap pada Tuhan" juga menunjuk kepada hidup setelah mati yang tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah  tadi. Hidup setelah mati bukanlah hidup di dalam dunia ini. Oleh karena itu hidup yang tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah, yang terjadi setelah orang beriman mati, adalah suatu hidup yang telah dibebaskan dari segala cacat dan kekurangan hidup duniawi ini, hidup  yang telah dibebaskan dari kuasa dosa, dan telah dibebaskan dari segala keruwetan dan kesengsaraan badaniah.

Di satu pihak kita harus ingat, bahwa "menetap pada Tuhan" setelah mati bukanlah hidup di dalam tubuh yang telah dimuliakan. Sebab hidup di  dalam tubuh yang telah dimuliakan itu baru akan terjadi setelah Kristus  datang kembali pada akhir zaman. Oleh karena itu "bersama-sama dengan Kristus" atau "menetap pada Tuhan" setelah mati adalah suatu hidup yang sukar untuk digambarkan oleh akal manusia. Yang jelas ialah bahwa di situ  orang beriman tidak dipisahkan dari Kristus, sebab mati tidak dapat  memisahkan kita dari kasih Kristus. Maka hidup setelah mati adalah hidup yang  masih dikuasai oleh kasih Kristus, dan penuh dengan kasih. Hidup ini tersembunyi di dalam kemahakuasaan Allah yang ada di dalam Kristus.  Maka sekalipun orang beriman mengalami mati, ia tetap menang oleh Dia yang telah mengasihinya.





Article Directory: http://www.sumbercerita.com


Cerita-cerita Lainnya dari Kategori - HOME --> Kisah Rohani --> Cerita Kristen
TitleAuthorViews
Resiko Film Porno Bagi Remaja Eddy 8,220
Kesepuluh Suku Israel yang Terhilang ada di Indonesia? Bahana 5,345
Gereja Setan Benar Ada: Sasaran Mereka Orang Yang Di Gereja Silvy Rumayar 3,769
Semua Hanya Karena Cinta Jawaban 3,653
Kiamat Versi Kristen Yohanes 3,598
Kiamat Versi Islam Yohanes 3,558
Pertobatan Kota Pusat Gereja Setan Silvy Rumayar 3,402
Kepuasan Hanya Ada Di Rasa Syukur Daniel 2,697
Kisah Marie Louise Devina Jap 2,460
Menelanjangi Santet Budiyanto 2,291
Belajar Dari Tukang Kayu Galilea TeDu 2,040
Bagaimana Melatih Roh Manusia Kenneth E. Hagin 1,953
Konggres Setan TeDu 1,895
Menang Atas Santet Budiyanto 1,848
Awas Chating Via MIRC Dalnet 1,765

 

atom feed entries rss feed entries Valid XHTML 1.0 Transitional
Copyright © 2008 sumbercerita.com - Kumpulan Cerita Terpopuler
Dengan beraktivitas di website kami berarti anda setuju dengan Kebijaksanaan Privasi serta Syarat Persetujuan
eXTReMe Tracker