|
|
Agama Islam juga mengajarkan, bahwa Kristus akan datang kembali. Sebelum hari qiamat akan datanglah al~Dajal yang akan memperdayakan manusia di dalam dunia ini. Ketika telah banyak kekacauan dan fitnah yang dilakukan al~Dajal itu turunlah Nabi Isa as. Ia membunuh al~Dajal dan menolong umat yang sedang kacau itu. Nabi Isa mematahkan semua salib kaum Nasrani dan menunjukkan kebenaran yang sejati. Ia mengembalikan semua umat kepada agama Islam.
Di dalam Alkitab, ungkapan "kedatangan kedua kali" atau "kedatangan kembali" yang dipakai untuk mengungkapkan kedatangan Tuhan Yesus pada akhir zaman, tidak ada. Biasanya diungkapkan dengan kata-kata "waktu kedatangan-Nya" atau "kedatangan-Nya". Di dalam "ajaran agama Kristen" kedatangan Kristus biasa disebut "kedatangan-Nya yang kedua kali" atau "kedatangan-Nya kembali" untuk membedakan kedatangan-Nya pada akhir zaman dengan kedatangan-Nya yang pertama, ketika Kristus lahir di Betlehem.
Ada perbedaan di antara kedatangan Kristus yang pertama dan kedatangan-Nya yang kedua. Ketika Ia datang di dalam daging atau menjadi manusia, masih banyak hal yang dirahasiakan, sehingga banyak orang yang tidak tahu siapa sebenarnya Dia itu. Banyak orang yang tersandung kepada-Nya, dan lain sebagainya. akan tetapi kedatangan-Nya yang kedua kali itu akan terjadi di dalam kemuliaan. Segala rahasia pada waktu itu akan terbuka. Kedatangan-Nya dalam kemuliaan itu akan disaksikan oleh orang di seluruh dunia. Maka kedatangan Kristus yang kedua kali ini bukan hanya mengulangi kedatangan-Nya yang pertama itu, melainkan akan mengakhiri kedatangan-Nya yang pertama itu, dan akan membuka segala rahasia kedatangan-Nya yang pertama, serta akan menyempurnakannya. Sebab kedatangan Kristus yang kedua kali ini untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Di situ segala perbuatan orang akan diungkapkan sebagaimana keadaannya. Adapun norma atau ketentuan yang dipakai untuk menghakimi perbuatan segala orang, yang beriman dan yang tidak, ialah: bagaimana sikap mereka terhadap diri-Nya. Sebab Ia ditetapkan oleh Tuhan Allah menjadi Hakim segala orang yang hidup dan yang mati.
Oleh karena itu, maka pemasyhuran kedatangan Kristus yang kedua kali itu besar sekali artinya bagi kehidupan sekarang ini. Dengan itu kita akan dasar, bahwa hidup pada zaman sekarang ini adalah hidup yang penuh pertanggungjawaban. Sebab pada hari kedatangan Kristus yang kedua kali itu, kita harus mempertanggungjawabkan hubungan kita dengan sesama kita, segala kata-kata yang kita ucapkan, dan lain sebagainya. Maka kedatangan Kristus yang kedua kali bukanlah sesuatu yang tidak ada sangkut-pautnya dengan hidup kita sehari-hari. Memang, kedatangan hari itu pada waktu yang tidak diduga-dunga, sebagai datangnya pencuri pada waktu malam, tetapihal itu bukan berarti bahwa kedatangan Tuhan yang kedua kali adalah hal yang "asing" bagi hidup duniawi ini. Sebab hari itu segala sesuatu di dalam dunia akan dibuka tutupnya di hadapan hadirat Tuhan Allah. Pada waktu itu yang baik akan tampak kebaikannya, yang jahat akan tampak kejahatannya. Tidak ada satu hal pun yang jahat yang akan dianggap sebagai sesuatu yang baik, dan sebaliknya, tiada sesuatu pun yang baik yang akan dianggap sebagai sesuatu yang jahat. Pergumulan di antara yang baik dan yang jahat telah selesai. Bahkan bukan hanya itu saja, juga segala kuasa gelap akan dibuka tabirnya. Pada hari itu para kuasa dan penguasa gelap, setelah dilucuti senjatanya, akan dijadikan pertunjukan. Demikianlah cara Kristus akan menunjukkan nyata-nyata, dan akan menewaskan sekaliannya dengan salib-Nya. Sebaliknya, hidup kekal pada waktu itu juga akan dinyatakan seperti keadaan yang sebenarnya.
* Yohanes 11:25-26, "Jawab Yesus: 'Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?'" - Textus Receptus, "eipen {berkata} autê {kepadanya} ho iêsous {Yesus} egô {Aku} eimi {adalah} hê anastasis {kebangkitan} kai {dan} hê zôê {hidup} ho {yang} pisteuôn {percaya} eis {kepada} eme {-Ku} kan {meskipun} apothanê {mati} zêsetai {dia akan hidup} kai {dan} pas {setiap} ho {yang} zôn {hidup} kai {dan} pisteuôn {percaya} eis {kepada} eme {-Ku} ou mê {tidak akan pernah} apothanê {mati} eis {hingga} ton aiôna {selama-lamanya} pisteueis {percayakah} touto {akan hal ini}" - The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "Rebbe, Melech HaMoshiach said to her, 'Ani hu the Techiyas haMesim and the Chayyim: the one having emunah in me, even if he should die, will live, and everyone living and believing in me, l'Olam never dies. Do you have emunah in this?'"
* 2 Tesalonika 1:7-10, kita dapat mengetahui, bahwa kedatangan Kristus yang kedua kali digambarkan sebagai turun dari surga dengan para malaikat. Jadi kedatangan Tuhan Yesus digambarkan sebagaimana Kitab Perjanjian Lama menggambarkan kedatangan Tuhan Allah di mana disebutkan, bahwa TUHAN, Allah akan datang bersama-sama dengan semua orang kudus. Bahkan bukan hanya itu saja, juga jikalau Perjanjian Baru mengatakan, bahwa kedatangan Kristus perlu untuk menghakimi musuh-Nya, memisahkan orang beriman daripada yang tidak beriman, gambaran yang dipakai diambil dari Perjanjian Lama. Orang-orang yang tidak kenal akan Tuhan akan dipisahkan dari wajah Tuhan, sedang para orang beriman akan bersama-sama dengan Tuhan untuk selama-lamanya, dan akan memuliakan Tuhan dengan kehebatan.
* 2 Tesalonika 1:7-10, "dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam surga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya, apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai.
Selanjutnya kedatangan Tuhan Yesus digambarkan sebagai di dalam awan-awan, dan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya yang dibarengi dengan bencana alam yang besar sekali. Juga semua gambaran ini dikutip dari Perjanjian Lama.
Jikalau kita memperhatikan semua nubuat yang disebutkan dalam Perjanjian Lama, kita akan mengerti, bahwa pemenuhan nubuat-nubuat itu tidak persis sama dengan nubuatnya secara harfiah, melainkan nubuat-nubuat itu hanya menunjukkan bahwa Tuhan Allah datang dengan kemuliaan. Oleh karena itu maka menurut kami, juga nubuat-nubuat yang mengenai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali tidak boleh kita artikan secara harfiah. Semua uraian yang mengenai hal itu hanya menunjukkan, bahwa kedatangan Kristus yang kedua kali adalah suatu kedatangan atau kehadiran yang dengan menampakkan kemuliaan. Adapun persoalan yang mengenai bagaimana wujud kemuliaan itu tentu tidak akan dapat kita jawab dengan semestinya.
Yang terang ialah, bahwa Kristus, yang telah datang di dalam kehinaan itu, akan datang kembali dengan kemuliaan dan keagungan yang akan disaksikan juga oleh para musuh-Nya, dan yang akan menakjubkan para orang beriman, sehingga mereka terpesona dan memuliakan nama-Nya.
Agama Hindu mengajarkan, bahwa sebelum kedatangan Kalki, yaitu penitisan Wisnu yang terakhir, sebagai seorang ksatrya yang mengendarai kuda putih dengan membawa pedang menyala di tangannya untuk mengadili orang jahat dan menghadiahi atau memberi pahala kepada orang yang baik, keadaan dunia kacau sekali. Para raja dan bangsawan menindas rakyatnya. Para Brahmana atau rohaniwan memerosotkan derajatnya hingga setarif dengan sudra. Para pedagang berlaku curang. Kepala keluarga melalaikan tugasnya menjadi pengemis, mereka dikuasai oleh isterinya. Wanita menjadi tidak tahu malu, lancang dan gasang. Kota-kota penuh dengan orang-orang jahat. Bencana alam merajalela, perang dan bala kelaparan menurunkan penduduk dunia, dan lain sebagainya.
Menurut Agama Islam, hari qiamat didahului oleh tanda yang bermacam-macam yaitu: iman yang makin mengurang, sehingga banyak orang buta akan agama; pendudukan tempat-tempat yang tinggi oleh orang-orang yang tidak layak; kemerosotan moral, di mana bilangan lelaki menjadi lebih kurang daripada wanita (perbandingan 1:50); pemberontakan dan perang; bala kelaparan, wabah penyakit dan segala macam kesengsaraan di dunia ini; kedatangan dajal, yang akan menyesatkan manusia, dengan keanehan-anehannya; kedatangan nabi Isa, yang akan membinasakan dajal dan menolong manusia yang sedang kacau itu dengan mematahkan semua salib dan menjalankan syariat nabi Muhammad; lalu ada suatu waktu kebahagiaan dan kemakmuran; datanglah 'dabbah' (binatang) yang pandai bercakap-cakap dengan manusia; matahari terbit di sebelah barat; pengrusakan Ka'bah; lenyapnya Al~Qur'an dari segala tulisan dan ingatan (artinya Al~Qur'an lenyap tulisannya, tinggal kertasnya, dan tidak ada orang yang hafal Al~Qur'an lagi); segala penduduk di bumi murtad.
| Title | Author | Views |
| Resiko Film Porno Bagi Remaja |
Eddy |
2,298 |
| Gereja Setan Benar Ada: Sasaran Mereka Orang Yang Di Gereja |
Silvy Rumayar |
2,063 |
| Kiamat Versi Kristen |
Yohanes |
1,890 |
| Pertobatan Kota Pusat Gereja Setan |
Silvy Rumayar |
1,853 |
| Kisah Marie Louise |
Devina Jap |
1,326 |
| Semua Hanya Karena Cinta |
Jawaban |
1,287 |
| Kepuasan Hanya Ada Di Rasa Syukur |
Daniel |
1,176 |
| Menelanjangi Santet |
Budiyanto |
1,161 |
| Bagaimana Melatih Roh Manusia |
Kenneth E. Hagin |
1,147 |
| Konggres Setan |
TeDu |
1,072 |
| Awas Chating Via MIRC |
Dalnet |
1,064 |
| Belajar Dari Tukang Kayu Galilea |
TeDu |
1,050 |
| Menang Atas Santet |
Budiyanto |
1,026 |
| Kesepuluh Suku Israel yang Terhilang ada di Indonesia? |
Bahana |
980 |
| Mudah Marah, Mudah Melupakannya |
TeDu |
966 |
|
|
|
|
|
|
|