|
|
Alkitab memberitakan juga bahwa kedatangan Kristus disertai atau didahului oleh bermacam-macam tanda. Jikalau tanda-tanda itu dikumpulkan, dapatlah diringkaskan sebagai berikut:
1. Akan datang Kristus-Kristus yang palsu, yang akan menyesatkan banyak orang. 2. Akan datang godaan yang besar, yang akan menjadikan banyak orang murtad; ada penganiayaan, saling benci-membenci, sehingga keluarga pecah-belah, saling bunuh-membunuh. 3. Akan ada perang, dan kabar perang, bala kelaparan, dan gempa bumi. 4. Akan ada bencana alam yang besar sekali. 5. Di langit akan ada tanda Anak Manusia. 6. Akan ada banyak orang berpaling dari iman, murtad. 7. Datanglah "manusia durhaka" yaitu Anti Kristus. 8. Injil Kerajaan akan diberitakan di seluruh dunia. 9. Kerajaan Seribu Tahun. 10. Bangsa Yahudi akan bertobat.
Tanda-tanda inilah yang di sepanjang abad-abad yang lalu telah diterima oleh Gereja sebagai tanda-tanda yang harus mendahului kedatangan Kristus, artinya: Tuhan Yesus Kristus tidak akan datang kembali sebelum tanda-tanda ini semuanya terjadi. Jadi semua tanda itu adalah kejadian-kejadian yang akan terjadi pada waktu-waktu sebelum akhir zaman, jadi di bagian terakhir dari tahapan zaman sekarang ini.
Ada banyak sekali tafsiran yang mengenai tanda-tanda ini. Ada yang menerangkan, bahwa tanda-tanda itu akan terjadi dengan cara yang menyolok, artinya: lain dari kejadian-kejadian biasa. (Umpamanya: perang yang disebutkan di situ berlainan sekali dengan perang yang biasa atau yang hingga sekarang terjadi; gempa bumi adalah gempa bumi yang luar biasa; bala kelaparan juga secara luar biasa, dan sebagainya). Ada lagi yang menerangkan, bahwa kejadian-kejadian yang menjadi tanda kedatangan Tuhan Yesus itu akan terjadi dengan cara yang menyeluruh, artinya: meliputi seluruh dunia. (Umpamanya: perang menjadi perang dunia; gempa bumi menyeluruh di seluruh dunia; bencana alam di seluruh dunia, dan sebagainya).
Cara menafsir yang demikian ini tidak benar. Pertama-tama harus diingat, bahwa cara menafsir yang demikian itu sebenarnya mengandung sifat: memperhitungkan kedatangan kembali Tuhan Yesus. Sebab sebelum Tuhan Yesus datang kembali orang telah dapat menentukan, sekalipun penentuan itu masih samar-samar. Orang telah dapat menentukan, bahwa Tuhan Yesus tidak mungkin datang kembali sekarang, sebab segala tanda-tanda tadi belum terjadi, atau baru sebagian saja yang terjadi, dan lain sebagainya. Padahal terang firman Tuhan, bahwa bukan hak kita untuk mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya, dan bahwa hari Tuhan akan datang seperti pencuri pada malam, artinya: tanpa dapat diduga-duga atau diperhitungkan terlebih dahulu.
Selanjutnya, bahwa cara menafsir yang demikian itu berarti memisahkan ayat-ayat dari hubungannya, seolah-olah ayat-ayat itu berdiri sendiri-sendiri. Padahal sebenarnya tidaklah demikian. Menafsirkan Alkitab secara benar haruslah melihat ayat-ayat di dalam hubungannya.
Dalam Matius 24:4-44 dan Lukas 21:5-36 Tuhan Yesus menubuatkan hal kerusakan Yerusalem dan hal hari Anak Manusia. Jikalau kita memperhatikan nubuat hal "Kristus yang palsu" yang terdapat dalam Matius 24:33, 26 umpamanya, kita akan menemukan, bahwa nubuat ini dicampur dengan nubuat tentang kerusakan Yerusalem. Jadi teranglah bahwa nubuat yang mengenai "hari Tuhan" tadi tidak dapat dipisahkan dari kejadian-kejadian pada zaman atau waktu nubuat itu diucapkan. Dalam Matius 24:21 dan Markus 13:19 disebutkan, bahwa pada waktu itu akan timbul sengsara yang besar, "seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang" ['oia ou gegonen ap arkhês kosmou heôs tou nun'], dan yang juga tidak akan terjadi sesudah zaman itu. Jikalau diperhatikan, nubuat ini sama dengan yang disebutkan dalam Daniel 12:1, yang ditujukan kepada zaman Raja antiokhus Epiphanes. Juga di situ disebutkan, bahwa akan ada suatu masa kesukaran yang begitu "besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu." Nubuat Nabi Daniel itu ditujukan kepada kejadian-kejadian pada zaman itu. Dari sejarah kita tahu bagaimana kejadian-kejadian pada zaman Antiokhus Epiphanes tadi.
Demikian juga halnya dengan nubuat-nubuat di dalam Perjanjian Lama yang mengenai bencana-bencana alam lainnya yang besar. Semua mengingatkan kita kepada zaman nubuat-nubuat itu diucapkan. Umpamanya: Yesaya 13:9-10 dan 13, yang menubuatkan kerusakan Babil, dengan mengatakan, bahwa hari Tuhan yang datang dengan kebengisan, dengan gemas dan dengan murka yang menyala-nyala untuk membuat bumi menjadi sunyi sepi dan untuk memusnahkan daripadanya orang-orang yang berdosa, sebab bintang-bintang dan gugusan-gugusannya di langit tidak akan memancarkan cahayanya,matahari akan menjadi gelap pada waktu terbit dan bulan tidak akan memancarkan sinarnya. Dari pemenuhan-pemenuhan nubuat itu di dalam Perjanjian Lama teranglah, bahwa nubuat-nubuat itu tidak boleh diterangkan secara harfiah.
Nubuat Tuhan Yesus dalam Matius 24:21 dan Markus 13:19 tadi adalah kutipan dari Daniel 12:1. Demikian juga halnya dengan nubuat-nubuat lainnya di dalam Perjanjian Baru yang mengenai bencana alam dan lain sebagainya, adalah kutipan-kutipan dari Perjanjian Lama, mengingat akan kata-katanya yang sama.
* Daniel 12:1, "Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu."
Sebab nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama dimasukkan ke dalam perjanjian Baru, dimaksudkan untuk menekankan, bahwa apa yang diberitakan itu adalah hal yang penting sekali, yang wajib diperhatikan oleh yang mendengarnya, agar dengan demikian para orang beriman dapat memenuhi panggilannya untuk bertahan dan berjaga-jaga.
Dari uraian di atas itu kita dapat menentukan, bahwa nubuat-nubuat yang berbentuk wahyu, senantiasa dihubungkan dengan kejadian-kejadian yang terjadi pada zaman wahyu tadi dikaruniakan, artinya: nubuat-nubuat yang berbentuk wahyu tadi dimaksudkan bagi zaman yang erat hubungannya dengan zaman itu, jadi bukan dimaksudkan bagi zaman yang jaraknya berabad-abad terpisah dari zaman itu.
| Title | Author | Views |
| Resiko Film Porno Bagi Remaja |
Eddy |
2,298 |
| Gereja Setan Benar Ada: Sasaran Mereka Orang Yang Di Gereja |
Silvy Rumayar |
2,063 |
| Pertobatan Kota Pusat Gereja Setan |
Silvy Rumayar |
1,851 |
| Kiamat Versi Islam |
Yohanes |
1,847 |
| Kisah Marie Louise |
Devina Jap |
1,322 |
| Semua Hanya Karena Cinta |
Jawaban |
1,287 |
| Kepuasan Hanya Ada Di Rasa Syukur |
Daniel |
1,176 |
| Menelanjangi Santet |
Budiyanto |
1,160 |
| Bagaimana Melatih Roh Manusia |
Kenneth E. Hagin |
1,146 |
| Konggres Setan |
TeDu |
1,072 |
| Awas Chating Via MIRC |
Dalnet |
1,064 |
| Belajar Dari Tukang Kayu Galilea |
TeDu |
1,050 |
| Menang Atas Santet |
Budiyanto |
1,025 |
| Kesepuluh Suku Israel yang Terhilang ada di Indonesia? |
Bahana |
980 |
| Mudah Marah, Mudah Melupakannya |
TeDu |
966 |
|
|
|
|
|
|
|