Gudang Lagu
(by: TeDu)

* Markus 3:27, "Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu."

Alkitab Terjemahan Lama, "Maka tiada barang seorang pun dapat masuk ke dalam rumah orang yang kuat akan merampas hartanya, kecuali diikatnya dahulu orang yang kuat itu, baharulah dapat ia merampasi rumahnya itu."

Stephanus Textus Receptus, "ou {tidak} dunatai {dapat} oudeis {tidak seorang pun} ta skeuê {barang} tou iskhurou {orang yang kuat} eiselthôn {masuk} eis {ke dalam} tên oikian {rumah} autou {-nya} diarpasai {merampas} ean {jika} mê {tidak} prôton {pertama} ton iskhuron {orang yang kuat} dêsê {dia akan mengikat} kai {dan} tote {pada saat itu} tên oikian {rumah} autou {-nya} diarpasei {dia akan merampas}"

The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "But no one is able, having entered into the house of the strong man to plunder his possessions, unless first, he binds the strong man, and then he will plunder the house of the strong man."

Kutipan di atas dapat pula dibandingkan dengan Yesaya 49:24-25, "Dapatkah direbut kembali jarahan dari pahlawan atau dapatkah lolos tawanan orang gagah? Sungguh, beginilah firman TUHAN: 'Tawanan pahlawanpun dapat direbut kembali, dan jarahan orang gagah dapat lolos, sebab Aku sendiri akan melawan orang yang melawan engkau dan Aku sendiri akan menyelamatkan anak-anakmu.'" - "hayuqakh {akan dibebaskan} migibor {dari orang  perkasa} malqoakh {jarahan} ve'im-syvi {dan tawanan} tsadiq {orang yang benar} yimalet {akan lolos} ki-koh {karena demikian} amar {firman} yhwh {TUHAN} gam-syvi {juga tawanan} gibor {orang perkasa} yuqakh {akan dibebaskan}umalqoakh {dan jarahan} arits {orang gagah} yimalet {akan lolos} ve'et-yerivek {dan yang melawan engkau} anoki {Aku} ariv {akan melawan} ve'et-banayik {dan anak-anakmu} anoki {Aku} osyia {akan menyelamatkan}"

Salah satu hal utama yang ditekankan dalam Injil Markus ialah hasrat Yesus Kristus untuk mengalahkan Iblis dan kuasa roh jahat; dalam Markus 3:27 hal ini diungkapkan sebagai "diikatnya dahulu orang kuat itu" ('ton iskhuron dêsê', yaitu, Iblis) dan "merampok rumah itu" ('tên oikian autou diarpasei' yaitu, membebaskan mereka yang diperbudak oleh Iblis). Kuasa atas Iblis ini nyata sekali dalam hal mengusir setan-setan (Yunani 'daimonion') atau roh-roh jahat.

Perjanjian Baru berkali-kali menunjuk kepada mereka yang menderita karena penindasan dan pengaruh Iblis sebab ada roh jahat yang tinggal di dalam diri mereka, dan kepada pertempuran Yesus dengan setan-setan.

Setan-setan adalah makhluk roh yang berkepribadian dan berakal. Sebagai anggota kerajaan Iblis dan sebagai musuh Allah serta manusia, mereka itu jahat, kejam dan berada di bawah kekuasaan Iblis. Setan-setan adalah kuasa yang terdapat dalam berhala. Dengan demikian, menyembah pada allah yang palsu berarti menyembah setan-setan.

Perjanjian Baru memperlihatkan dunia sebagai terasing dari Allah dan dikuasai oleh Iblis. Setan-setan termasuk dalam jenjang kedudukan para penguasa zaman ini; orang Kristen harus senantiasa berperang melawan mereka.

Setan-setan dapat, dan sering kali, tinggal di dalam tubuh orang yang tidak percaya serta menggunakan suara mereka untuk berbicara. Mereka memperbudak orang itu dan mempengaruhi mereka untuk melakukan kejahatan, kebejatan, dan kerusakan. Setan-setan dapat mengakibatkan penyakit jasmaniah di dalam tubuh manusia, sekalipun tidak semua penyakit disebabkan oleh roh jahat.

Mereka yang terlibat dalam spiritisme dan ilmu sihir sedang berhubungan dengan roh-roh jahat; hal ini dengan mudah dapat mengakibatkan perbudakan kepada kuasa setan.

Roh-roh jahat akan sangat aktif khususnya pada hari-hari terakhir zaman ini, meningkatkan ilmu gaib, kebejatan, kekerasan, dan kekejaman; mereka akan menyerang firman Allah dan doktrin yang benar. Pencurahan utama dari segala kegiatan setan-setan adalah di dalam diri antikristus dan para pengikutnya.

Dalam mukjizat-mukjizat-Nya Yesus sering kali menyerang kuasa Iblis dan setan-setan. Salah satu tujuan kedatangan Yesus ke dunia ini adalah untuk mengikat Iblis dan membebaskan mereka yang diperbudak olehnya.

Perihal Yesus mengikat Iblis itu, dilaksanakan sebagiannya dengan mengusir setan-setan dan secara lebih sempurna dengan kematian dan kebangkitan-Nya. Tindakan tersebut telah menghancurkan kuasa kerajaan Iblis dan memugar kuasa Kerajaan Allah.

Neraka (Yunani 'gehenna') sebagai tempat siksaan telah dipersiapkan oleh Tuhan kita bagi Iblis dan setan-setannya.

Alkitab mengajarkan bahwa orang yang sungguh-sungguh percaya dan didiami oleh Roh Kudus tidak mungkin kerasukan setan; Roh Kudus dan setan-setan tidak dapat tinggal bersama-sama dalam satu tubuh. Akan tetapi, setan-setan dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan tindakan orang percaya yang tidak menuruti pimpinan Roh Kudus.

Yesus menjanjikan kepada orang percaya sejati bahwa mereka akan menerima kuasa atas Iblis dan rekan-rekannya. Pada saat kita berhadapan dengan mereka, maka kita harus mematahkan kuasa yang mereka ingin gunakan atas diri kita dan orang lain dengan jalan memerangi mereka secara rohani  oleh kuasa Roh Kudus. Dengan cara ini kita dapat terlepas dari kuasa kegelapan.

Menurut perumpamaan dalam Markus 3:27, peperangan rohani melawan Iblis meliputi tiga aspek: menyatakan perang terhadap Iblis sesuai dengan tujuan Allah; memasuki rumah Iblis (di manapun ia berkuasa), menyerang dan menguasainya dengan doa dan pemberitaan firman Allah serta membinasakan senjata-senjata tipu daya dan godaan setan; merebut miliknya, yaitu, membebaskan mereka yang selama ini ditawan oleh kuasa Iblis dan memberi mereka kepada Allah supaya dapat menerima pengampunan dan pengudusan melalui iman kepada Kristus.

Berikut ini adalah proses yang harus kita ikuti untuk mengalahkan Iblis:

  1. Menyadari bahwa kita tidak berperang melawan darah dan daging, tetapi melawan kekuatan dan kuasa kejahatan.
  2. Hidup di hadapan Allah, dengan sungguh-sungguh mengabdi kepada kebenaran-Nya.
  3. Yakin bahwa kuasa Iblis dapat dipatahkan di tiap daerah kekuasaannya, serta menyadari bahwa orang percaya mempunyai senjata rohani yang ampuh yang diberikan oleh Allah untuk membinasakan kubu-kubu Iblis.
  4. Memberitakan Injil Kerajaan dengan kepenuhan Roh Kudus.
  5. Menantang Iblis dan kuasanya secara langsung dengan percaya dalam nama Yesus, dengan mempergunakan firman Allah, dengan berdoa dalam Roh, dengan berpuasa dan dengan mengusir setan-setan.
  6. Berdoa khusus agar Roh Kudus menginsafkan orang yang terhilang akan dosa, kebenaran, dan penghakiman yang akan datang.
  7. Berdoa dan mendambakan manifestasi Roh lewat karunia-karunia kesembuhan, berbahasa roh, mukjizat, dan tanda-tanda ajaib.

 





Article Directory: http://www.sumbercerita.com


Cerita-cerita Lainnya dari Kategori - HOME --> Kisah Rohani --> Cerita Kristen
TitleAuthorViews
Resiko Film Porno Bagi Remaja Eddy 9,581
Kesepuluh Suku Israel yang Terhilang ada di Indonesia? Bahana 9,528
Gereja Setan Benar Ada: Sasaran Mereka Orang Yang Di Gereja Silvy Rumayar 5,293
Semua Hanya Karena Cinta Jawaban 5,166
Kiamat Versi Islam Yohanes 4,790
Kiamat Versi Kristen Yohanes 4,712
Pertobatan Kota Pusat Gereja Setan Silvy Rumayar 4,543
Kepuasan Hanya Ada Di Rasa Syukur Daniel 3,728
Menelanjangi Santet Budiyanto 3,304
Kisah Marie Louise Devina Jap 3,227
Belajar Dari Tukang Kayu Galilea TeDu 2,696
Konggres Setan TeDu 2,652
Bagaimana Melatih Roh Manusia Kenneth E. Hagin 2,649
Yang Terbaik Akan Datang Bo Sanchez 2,597
Menang Atas Santet Budiyanto 2,476

 

atom feed entries rss feed entries Valid XHTML 1.0 Transitional
Copyright © 2008 sumbercerita.com - Kumpulan Cerita Terpopuler
Dengan beraktivitas di website kami berarti anda setuju dengan Kebijaksanaan Privasi serta Syarat Persetujuan
eXTReMe Tracker