|
|
Bpk. Yehezkiel ini (sekitar usia 30th an) asli Madura, alias Madura
asli beristrikan seorang turunan Dayak asli. Beliau memulai ceritanya
bahwa dari lahir adalah keturunan 'sepupu', usia17 thn masuk sekolah
'teologianya sepupu', sewaktu dewasa hijrah ke Sampit, Kalimantan. Di sana kerjanya adalah "ngerjain" orang-orang Kristen yang amat ia dan kelompoknya benci.
Setiap
Hari Minggu mereka sengaja mengangkat penutup 'pengontrol got' supaya
orang2 Kristen yang mau ke gereja yang melewati trotoar terjebak jatuh
ke dalam got! Tidak sedikit korban yang keseleo dan luka. Hampir setiap
subuh ia mengantongi batu-batu khusus melempari gereja-gereja, pokoknya
benci banget dah!
Bpk. Yehezkiel ini kemudian berkenalan dengan
seorang perempuan asli suku Dayak di sana, yang mana sama sekali tidak
memakai atribut Kristiani sehingga ia tidak tau kalau wanita ini orang
Kristen. Namun setelah wanita ini mengaku jatuh hati padanya, dan
ketahuan bahwa ia seorang nasrani tentulah ditolak mentah-mentah. Tapi
karena sang wanita berjanji mau pindah kepercayaan dan bersedia menikah
secara hukum agamanya, maka merekapun singkatnya menikah. Ternyata sang
istri sesudah menikah tetap berdoa dengan cara 'lama', bukannya belajar
Al Quran, melainkan terus membaca kitab sucinya sendiri.
Pertikaian
sering terjadi, dan Bpk.Yehezkiel ini tidak tanggung-tanggung, bukan
menampar saja, melainkan amarahnya bisa sampai memukul, menganiaya
bahkan menginjak istrinya! Sudahpun demikian, sang istri hanya berkata,
"dibunuhpun saya tidak apa-apa, asal jangan engkau suruh saya
menyembah Tuhanmu, dan jangan bakar Alkitab saya ini. Saya sudah siap
membayar harga sejak saya menikah denganmu." Istrinya tetap mendoakan dia.
Suatu kali (th 2001 - edited)
terjadi kerusuhan besar di Sampit, dimana orang Dayak membantai
orang-orang Madura, memenggal kepala mereka dan memakan daging mereka!
Bpk. Yehezkiel sangatlah ketakutan! Betapa tidak, orang Dayak yang
memiliki kuasa gelap ini bisa "mencium" bau orang Madura dari jarak 500
meter!
Beliaupun meminta tolong istrinya bagaimana caranya melindungi dia. Istrinya berkali-kali menjawab, "Saya
tidak bisa melindungimu. Yang bisa menolong kamu adalah Tuhan Yesus, IA
Tuhan yang hidup, yang menolong anak-anakNya tepat pada waktunya. Tidak
ada yang mustahil bagi DIA, jadi minta tolonglah padaNya."
Tentu saja Bpk. Yehezkiel jadi marah, "ngapain minta tolong sama Tuhan mu yang gondrong, Tuhannya orang barat!". Tapi ketika ketakutan menghantuinya kembali dia minta tolong istrinya, "kan kamu orang Dayak, gimana lah caranya ngomong sama mereka! Kalau aku mati, gimana?" Istrinya berkata, "kalau kamu mati, ya kehendak Tuhan... Hanya Tuhan Yesus yang bisa menolong kamu, bukan saya." Karena buntu, ia pun terpaksa memutuskan ikut ke pengungsian, tetapi
istri tidak bersedia ikut, anak mereka waktu itu baru beberapa bulan
usianya.
Karena truk sudah datang, istrinya membawakan beliau sebuah tas kecil, sambil berpesan, "semua yang kamu perlukan Ada dalam tas itu." Bpk.Yehezkiel tidak sempat membuka apa isinya, pokoknya dia percaya
saja, lalu naik ke truk dan duduk paling pojok, penuh dengan rasa
takut. Truk tersebut dikawal oleh 4 orang tentara, di dalamnya Ada
sekitar 20 orang. Tiba2 di tengah jalan mereka bertemu dengan
segerombolan orang Dayak yang jumlahnya hampir seratus, berteriak agar
diserahkan orang-orang Madura yang di dalam truk.
Merasa bertanggung jawab, seorang tentara berkata, "tidak bisa! Langkahi dulu kami!" Tentara tersebut menembak, tetapi sebuah 'sumpit beracun' menghujam dadanya, tentara itu tewas seketika!
Teman-temannya
berlari dan meninggalkan ke 20 orang Madura di dalamnya. Wah, mereka
tentu takut setengah mati! Semua sembahyang dan komat-kamit, hanya Bpk.
Yehezkiel yang 'kelu', ketakutan menyergap dia sehingga tidak tahu
harus berbuat apa.
Tiba-tiba seorang ibu muda berdiri, sambil
membopong bayinya, mungkin bermaksud meminta belas kasihan.......namun
hanya dalam hitungan detik, kepalanya sudah jatuh ke tanah, dengan
darah yang tersembur dari batang leher yang putus! Suaminya reflek
berdiri menangkap bayinya, segera sebuah tombak menembus perutnya!
Saat itulah, Bpk. Yehezkiel"coba-coba" (siapa tahu benar kata istrinya) berseru dalam hati, "Tuhannya
istriku... Kalau benar Engkau Tuhan yang hidup dan tidak Ada yang
mustahil bagiMu, maka permintaanku sangatlah mustahil : aku ingin
selamat! Dan kalau aku selamat maka seumur hidupku sampai
selama-lamanya aku akan menyembah Engkau."
Dalam sekejab,
ia merasakan ada sesuatu yang membungkus tubuhnya. Segera satu persatu
orang-orang dalam truk itu dibantai, Dan iapun harus berdiri......
tetapi aneh sekali, sekian banyak orang Dayak itu tidak ada yang
melihatnya! Ia berjalan di antara orang-orang Dayak dengan penuh
keheranan, lalu berlari terus menuju sungai yang di pinggir jalan.
Di
belakangnya ia melihat 3 orang mengejar, ia kira mengejar dirinya,
ternyata........mereka 'membaui' ada orang Madura yang bersembunyi
dalam sungai, orang itupun mati ditombak! Tetapi tetap saja mereka
tidak melihat dan 'membaui' Bpk.Yehezkiel yang ada di seberang sungai
yang sama........sesuatu yang "mustahil" sudah Tuhan lakukan. Apa yang
ia harus lakukan sekarang?
Sesudah peristiwa itu berakhir, ia kembali ke jalan raya dan berdoa (kali ini bersuara). "Tuhannya
istriku, kamp penampungan masih 8.5 km dari sini, saya tidak tahu harus
bagaimana...bukankah tidak ada yang mustahil bagiMu, dan Engkau
menolong anak-anakMu tepat pada waktunya?" Seketika itu, sebuah mobil tentara lewat dan berhenti di depannya! "Bapak
orang Madura kan ? Ayo cepat naik, kami mau ke penampungan, hari ini
penyisiran terakhir orang-orang Madura harus keluar dari Sampit!"
Terheran-heran
ia melihat pekerjaan 'Tuhan istrinya'... Sampai di kamp, puluhan ribu
orang-orang Madura di sana berkumpul. Karena sangat lapar, ia mencoba
membeli makanan, ternyata uangnya yang banyak itu tidak laku! Saat itu,
sebuah sepeda motor hanya ditukar dengan 1 dus supermi dan 1 karton
aqua. Untuk 3 dus supermi + 3 karton aqua ditukar dengan sebuah mobil L300, harta tidak lagi berharga! Ia sangat kelaparan, dibukanya tas kecil mengingat pesan istrinya, "apa saja yang kamu butuhkan ada di situ" - ternyata... isinya "hanya" sebuah Alkitab!
Maka sekali lagi ia berdoa, "Tuhan
istriku... Engkau sudah menyelamatkan aku sejauh ini, pastilah tidak
membiarkan aku mati kelaparan. "Mustahil" rasanya mendapatkan makanan
di tengah situasi begini, tetapi bukankah tidak ada perkara yang
mustahil bagiMu?"
Lalu ia beranjak keluar, berjalan saja
mengitari pinggiran camp, ternyata seorang teman melihat dia dan
memanggil namanya lalu membagikannya makanan, GRATIS!
Bukan hanya cukup untuk dirinya, ia juga bahkan bisa membagikan pada beberapa orang lain. Luar biasa!
Sesudah
itu tiba2 terdengar suara speaker, diumumkan ada truk2 yang siap
mengangkut 3.000 orang ke Surabaya subuh nanti (12 jam dari waktu itu),
jadi yang mau ikut diharapkan naik ke truk. Maka mengerikan sekali,
orang-orang berhamburan berebutan naik ke atas truk, bahkan
bergelantungan di badan truk, yang penting bisa ikut terangkut ke
pelabuhan.
Ketakutan membuat orang-orang ini kehilangan akal,
betapa tidak... di dalam kamp pun kadang-kadang ada yang bisa tertombak
mati. Tidak sedikit yang mati terinjak-injak saat itu!
Bpk. Yehezkiel 'bengong' melihat truk2 yang 'diselimuti' manusia, dan ia berdoa, "Tuhannya istriku... aku ingin ke Surabaya, tapi tidak bisa dan tidak mau naik truk yang seperti itu... "
Tiba-tiba
ketika ia sedang berdiri di pinggir kamp, sebuah truk lewat, isinya
hanya beberapa orang! Truk itu ternyata milik ipar pamannya, dan iapun
naik ke truk itu. Sampai di pelabuhan, begitu truk mereka naik ke
kapal, pintu kapalpun ditutup. Masih ratusan orang yang tidak
terangkut, seorang ibu tampak meratap, memohon belas kasihan, "suami
dan bayi saya sudah naik Pak, tolong saya bisa ikut... kasihan bayi
saya bisa mati kalau tidak ada yang menyusui...tolonglah saya, Pak..."
Tetapi tanpa belas kasihan petugas berkata, "Gak bisa ! Kalau diijinkan pada naik akan melebihi kapasitas!" Tali dilepas dari darmaga, hati Bpk. Yehezkiel terenyuh melihat ibu
itu. Kapal sudah mulai berjalan perlahan, ia kembali berdoa, "Tuhannya
istriku... kalaupun saya tidak ikut, saya ingin ibu itu bisa naik
menggantikan saya..." Ternyata kapal merapat kembali, terdengar suara
kapten dari speaker, "Semua penumpang yang masih ada di dermaga
pelabuhan cepat naik!"
Sungguh, semua yang "mustahil" dan
"pertolongan yang tepat waktu" terus terjadi sepanjang hari, membuat
Bpk. Yehezkiel 'melihat' betapa Tuhan istrinya itu,TuhanYesus, adalah
Tuhan yang hidup! Melewati 7 thn berlalu, Bpk. Yehezkiel menyadari,
karena seorang istri yang bersedia membayar harga, ia saat ini mengenal
dan melayani Tuhan Yesus. Dalam perjalanan pulang di mobil, kami ber-3,
rekan saya bilang, 'istrinya luar biasa!'.
Bener, tapi memang
untuk menyelamatkan seorang Yehezkiel (Arifin), istrinya itu
ditempatkan dan dilengkapi dengan karunia tersebut, maka ia siap
membayar harga. Kalo enggak, ampun deh...tolooonggg....mana tahan.
"Love your enemies and pray for those who persecute you" Mat 5:44)
"Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya - Yoh 20:29"
| Title | Author | Views |
| Saya Benci Orang Kristen |
Idawati |
14,288 |
| Kesaksian Keajaiban Yang Mengherankan Di Ambon |
Budiyanto |
11,091 |
| Dia Telah Membuka Jilbabku |
E. Kartini Ar. Yasin |
10,268 |
| Kesaksian dari Pemeran Yesus di film The Passion |
Debbie Kusuma |
6,973 |
| Permaisuri Lucifer |
Daniel |
6,819 |
| Pakoe Boewono Bertemu Isa Almasih |
Gloria |
5,461 |
| Kesaksian Rahib Budha dari Negeri Myanmar |
Debbie Kusuma |
4,931 |
| Mujizat Tuhan Di Candirejo Borobudur |
Priyo Prasetiawanhadi |
4,658 |
| Gereja Dibela oleh Tukang Ojek dan Becak |
Saumiman Saud |
4,282 |
| Dikunjungi YESUS Di Ruang Tahanan |
Daniel |
4,153 |
| Gerombolan Neraka Sedang Berbaris |
Rick Joyner |
4,131 |
| Hati-hati Buat yang Doyan Kwamia (Ramal Nasib) |
Lewi |
3,921 |
| Sang Malaikat Kecil telah Menyelesaikan Tugasnya |
Thomas (ACC, MPA, Padang) |
3,877 |
| Mukjizat Natal |
Mang Ucup |
3,694 |
| Mukendi: Bab 1. Aku DIberi ASI oleh seekor Duyung |
Rumah Doa |
3,046 |
|
|
|
|
|
|
|