|
|
Aku hidup sampai hari ini adalah karena Kristus. Sebenarnya, salah satu
orang Kristen yang ingin kujerat untuk mengikutiku saat waktuku habis,
adalah rekan kerjaku, Mutombu, akan tetapi Tuhan ternyata membalikkan
alur ceritanya. Aku berjumpa dengan Yesus tanpa terduga-duga melalui
dia, ketika aku sedang berusaha mengejar dan merayunya bagi iblis.
Harap diingat, kami tidak menaruh perhatian terhadap mereka yang bukan
orang Kristen, karena mereka sudah menjadi milik Lucifer, akan tetapi
terhadap mereka yang menjadi milik Yesus. Apa yang terjadi kemudian
menunjukkan dengan jelas bahwa Lucifer tidak akan memenangkan
peperangan me-lawan anak Allah, asalkan ia tetap memelihara
kekudusannya dan berpaut kepada Firman Allah. Aku mengingat akan
kelepasanku dengan penuh ucapan syukur dan ingin agar semua mereka yang
terikat oleh iblis tahu bahwa ada kelepasan dan perlindungan di dalam
Tuhan Yesus Kristus. Aku bersyukur kepada Allah bahwa Ia
menyelamatkanku.
Perjalanan menuju kelepasan adalah perjalanan yang panjang. Awalnya
adalah ketika aku masuk bagaikan badai pada sebuah perusahaan untuk
merampas pekerjaan yang ada. Aku melakukan semuanya bagi keuntungan
setan, tetapi semuanya kemudian menjadi kemuliaan bagi Allah. Nasibku
telah ditetapkan ketika aku memperoleh pekerjaan pada sebuah perusahaan
dimana aku bertemu dengan seseorang yang membawaku kepada Tuhan.
Aku ingat hari itu, aku duduk di luar rumahnya di atas kursi yang sudah
didoakannya untuk dilumuri darah Yesus dan bagaimana Tuhan Yesus secara
dramatis melepaskan diriku. Aku begitu bersyukur kepada Allah bagi
rekanku itu bersama istrinya.
Aku telah mencapai ketinggian-ketinggian serupa itu bersama setan, akan
tetapi Allah sendirilah yang menarik diriku kepadaNya. Aku telah
menghabiskan banyak waktu untuk merampok kereta api dan menghajar
orang-orang. Bibiku menjadi begitu prihatin karena akulah putra
satu-satunya ayahku. Jadi ia mendesakku untuk mencari pekerjaan yang
menghasilkan sesuatu. Aku memakai tenung dan dilatih oleh beberapa
orang Eropa untuk menjadi seorang binaragawan, tetapi semua itu
mempergunakan tenaga setan.
Suatu hari, aku berjumpa dengan seorang tentara yang meminta untuk
melihat kartu identitasku. Karena merasa sangat tersinggung, aku pergi
dan mengenakan seragam untuk berkelahi dan kemudian menantangnya. Saat
itu aku sudah dilatih sebagai binaragawan. Dan tentu saja itu ada-lah
perbuatan yang bodoh yang diilhami oleh roh-roh jahat dan untuk itu aku
harus berurusan dengan hukum. Aku dimasukkan ke dalam penjara dimana
aku harus dipukul dengan tongkat setiap harinya. Walaupun demikian,
penjara tidak dapat menahanku. Aku memiliki kekuatan untuk menyelinap
keluar tanpa terlihat dan melakukan apa saja yang kuinginkan sebelum
aku kemudian kembali lagi.
Sehubungan dengan kekuatan sihirku, aku juga berusaha menghindari rasa
sakit dengan memindahkannya kepada kawanku yang menjalani kehidupan
yang normal. Jadi setiap kali aku dicambuk di penjara, aku dapat
langsung memindahkannya kepada kawanku yang terdekat yang kemudian akan
menjerit-jerit kesakitan. Akhirnya, kawanku itu harus dirawat di rumah
sakit dimana mereka menemukan bahwa ia mengidap malaria di otaknya.
Kejadian lain yang menarikku lebih mendekat kepada Allah dan merupakan
tindak lanjut bagi kelepasanku melalui demonstrasi hadirnya Allah
bersama umatNya, adalah ketika aku mencoba bekerja di sebuah perusahaan
yang membutuhkan karyawan. Mereka hanya membutuhkan 32 orang dan
lamaran pekerjaanku sampai disana agak terlambat. Saat aku menjumpai
pimpinannya untuk memintanya meninjau kembali lamaran kerjaku, ia
berkata bahwa ia telah menerima jumlah orang yang cukup. Hal itu
membuatku marah sekali. Ketika aku mendesaknya, ia berteriak kepadaku,
"Keluar dari kantorku, sekarang …!"
Dan ketika ia marah, maka aku dapat menguasai pikirannya, aku
mengambilnya dan menyimpannya di dalam sakuku untuk membuatnya tunduk
pada permintaanku. Dan untuk menguji coba apakah aku benar-benar telah
berhasil melakukannya, maka aku mengangguk dan iapun melakukan hal yang
sama ; aku mengayunkan leherku dan iapun menirukannya. Aku kemudian
mengetahui bahwa ia telah berada di bawah kendali kekuatan tenungku dan
ia lalu tanpa ragu-ragu mengambil pena dan menuliskan namaku sebagai
nomor 33 pada daftarnya.
Para majikan, berhati-hatilah dengan kantor anda. Karena aku memiliki
kuasa untuk memasuki setiap tempat, maka aku memutuskan untuk memasuki
kantornya pada waktu malam dan karena ia seorang yang hidup di dalam
kedagingan, maka aku tidak menemukan kesulitan untuk masuk dan
mengambil dokumen rahasia yang aku inginkan, termasuk daftar karyawan.
Saat aku mempelajari daftar tersebut, aku melihat beberapa nama yang
bersinar terang bagaikan nyala api. Lucifer memberitahukan bahwa itulah
nama-nama mereka yang merupakan milik Yesus. Aku tidak berani
menyentuhnya. Tetapi ketika aku sampai pada nomor 14, aku melihat
perbedaannya. Nomor itu tidak menyala, jadi aku memindahkannya menjadi
no. 33 dan namaku menjadi no. 14.
Waktu kami mulai melaporkan diri untuk pekerjaan itu, orang yang
nomornya kuambil maju untuk menyampaikan protes kepada pimpinan, yang
kemudian menjadi begitu naik darah sehingga ia berteriak sambil
berkata, "Aku tidak mau melihatmu lagi. Keluar dari sini !"
Ketika berada di dalam dunia yang jahat dan bila kita tidak berada di
bawah tudung darah Yesus, maka kita tidak akan dapat bertahan terhadap
kesulitan-kesulitan hidup ini. Mungkin saja orang-orang yang
terus-menerus mencari pekerjaan dan setiap kali gagal sekalipun mereka
memenuhi kualifikasi yang diperlukan, berada di bawah serangan seperti
itu. Hal ini juga berlaku bagi murid yang duduk menghadapi ujian.
Mengapa seorang murid yang cerdas mengerjakan ujiannya dengan buruk,
sedangkan murid yang bodoh mengerjakannya dengan lebih baik ? Ada
beberapa kasus dimana setan dilibatkan. Penting sekali bagi semua untuk
berdoa senantiasa dan terus menerus menutup kantornya dengan darah
Yesus. Ada kuasa-kuasa kegelapan tertentu yang dengan mudah dapat masuk
ke dalam kantor orang tanpa sepengetahuannya. Bahkan ketika orang-orang
berada di rumah di malam hari, mungkin saja para agen iblis sedang
sibuk mempelajari dokumen maupun informasi lainnya. Orang yang dituju
kemudian akan merasa semangatnya menurun, malas dan tidak berkompeten
dan akhirnya kehilangan pekerjaannya.
Selama waktu itu, aku hampir selalu dapat memperoleh segala sesuatu
yang kuinginkan di dalam pekerjaanku, kecuali dimana nama dan darah
Yesus dilibatkan. Aku tidak dapat melangkahi batasan tersebut.
Aku juga teringat suatu kejadian dimana aku menghajar seorang misionari
Kristen yang sedang menambang intan untuk membiayai pelayanannya.
Setiap kali aku menjumpai umat Yesus, aku segera dikuasai oleh amarah
yang sedemikian rupa sehingga aku ingin mencelakakan mereka. Ini
merupakan pelajaran lain lagi yang menyadarkan diriku, ketika saatnya
tiba, bahwa Yesus pasti lebih besar dan lebih berkuasa daripada Lucifer
yang kulayani. Aku tiba di daerah pertambangan itu agak terlambat.
Begitu melihat orang tersebut berpakaian, aku langsung tahu bahwa
itulah musuhku. Tetapi ketika orang itu melihatku, ia menyambut aku
dengan baik dan berkata kepada seseorang untuk memberikan tempat bagiku
untuk mulai menambang. Aku lebih membencinya lagi karena ia
memperlakukanku dengan begitu baik.
Aku lalu melompat ke arahnya, memaki dan memukulnya sambil mengeluarkan
sumpah serapah. Orang itu tidak membalas, juga tidak marah, akan tetapi
mulai berteriak agar Yesus menolongnya.
"Yesus, Yesus, tolong aku, lindungi hidupku," serunya.
Aku sebelumnya telah melumpuhkan seluruh anak buahnya sehingga mereka
semua berdiri tertegun di tempat masing-masing dan tidak datang
menolongnya. Akan tetapi setiap kali ia menyerukan nama "Yesus", maka
aku merasa begitu lemah. Hal ini memaksaku untuk meninggalkannya dan
lari keluar dari tempat itu. Setelah kejadian itu, aku belajar bahwa
apapun juga yang dibualkan oleh Lucifer, Yesus tetap saja memegang
kendali secara keseluruhan.
Setelah pemukulan itu, aku melarikan diri dan menyadari bahwa aku
menderita sakit gigi yang sangat parah. Seluruh gigiku terasa sakit
tanpa siapapun menyentuhnya.
Biasanya aku menyembuhkan diriku sendiri melalui sihir, tetapi
untuk kasus-kasus tertentu aku akan membawanya kepada iblis. Ada rumah
sakit di neraka dengan ahli-ahli dalam berbagai macam penyakit. Saat
memeriksa diriku, Lucifer langsung berkata bahwa rasa sakit itu bukan
tindakan manusia atau roh jahat, akan tetapi tindakan Allah. Aku berada
di bawah penghukuman Allah karena telah menyakiti hambaNya.
Iblis mengambil semua gigiku dan menggantinya dengan gigi "baru" dan
sakitnya lenyap. Dengan gigi baruku, bila aku mencium seseorang, maka
aku dapat menyihirnya atau mema-sukkan kekuatan sihir ke dalamnya. Bila
itu adalah pria, maka ia akan bangun keesokan harinya dengan perasaan
bahwa ia telah tidur dengan lawan jenisnya semalam. Walaupun Lucifer
mengaku telah memberiku gigi baru, gigiku tetap saja sama, bahkan
sangat sehat.
Beberapa pengalamanku telah meyakinkan diriku akan ke-Tuhan-an Yesus,
akan tetapi aku bahkan menjadi lebih benci lagi kepadaNya. Setan
benar-benar telah mendidikku untuk menjadi sangat sombong dan angkuh.
Aku selalu berusaha mencari kesempatan untuk mendiskreditkan dan
menghancurkan mereka yang memiliki Yesus dan mencoba segala macam cara
untuk memenangkan mereka bagi iblis. Aku berada sebagai utusan, seperti
yang telah anda ketahui aku diberi waktu yang sangat singkat untuk
hidup.
Ketika waktuku menjadi semakin mendekat, aku berusaha keras untuk
merusak kehidupan rekan-rekan kerjaku. Semuanya kena, kecuali satu
orang yang bernama Mutombu, yang bila tanpa dia, maka aku tidak akan
hidup hari ini dan bersuka di dalam Tuhan. Iblis membangun ketegangan
dan ketakutan yang sedemikian rupa di dalam diriku saat hari-hariku
makin mendekat sehingga aku mulai mengalami sakit perut yang
berkepanjangan (ataukah itu sakit lambung ?). Aku masih mempunyai dua
bulan lagi. Aku mendekati Mutombu karena dialah yang bertanggung jawab
atas kunci-kunci gudang dan kau menceritakan masalahku kepadanya. Ia
sama sekali tidak mencurigai siapa diriku yang sebenarnya. Aku tahu
akan pengakuannya yang terus menerus tentang Kristus, akan tetapi aku
tetap memutuskan untuk memintanya membiarkan gudang terbuka sehingga
aku dapat mencuri dan menjual sebuah barang dari situ. Istriku akan
melahirkan dan aku tidak memiliki uang. Mutombu menolak untuk
sementara, tetapi lambat laun menyerah dan membiarkan gudang terbuka
agar aku dapat masuk dengan mudah. Aku kemudian membebaskan diri dari
segala tuduhan pencurian dengan berkata, "Aku tidak bertanggung jawab
atas pencurian itu, tetapi Mutombu karena dialah yang membukakan pintu
bagiku."
Aku juga tahu bahwa yang kubutuhkan hanyalah beberapa hari lagi sebelum
Mutombu dapat kumasukkan ke dalam sakuku. Aku begitu bergembira
memperoleh kesempatan seperti itu. Aku bersama roh-roh jahatku
menanti-nantikan Mutombu dengan tidak sabar pada keesokan harinya.
Begitu melihatnya, aku menceritakan kepadanya betapa sesuai barang yang
telah kuambil itu, dan sebagai balasannya aku menawarkannya untuk minum
the bersama.
Begitu Mutombu meminum tehnya, aku menelitinya melalui radarku dan
melihat bahwa ia sudah telanjang. Sasaran yang luar biasa ! Aku ingat
perkataanku kepada Lucifer bahwa aku bekerja keras untuk membawa
baginya semua orang yang bekerja bersamaku di perusahaan itu. Begitu
Mutombu mulai menghirup tehnya, aku berhasil menanam di dalam dia roh
pencurian. Ia tidak ragu-ragu, akan tetapi langsung menerima tugas
barunya dan menjadi pencuri. Dan karena istrinyapun menerima
barang-barang curian itu, maka aku juga mencoba menguasainya di
rumahnya, karena barang curian yang kami bagi bersama diantara kami.
Segera ia menjadi seorang pendusta. Ia juga menjadi telanjang.
Ketika aku bersiap melakukan tindak lanjut penghancuran mereka secara
total ternyata pasangan tersebut pergi ke gereja dan bertobat dengan
air mata, setelah mereka mendengarkan kotbah yang berapi-api dan
setelah mengadakan doa sepanjang malam. Aku berencana untuk
mempermainkan mereka setelah akhir minggu, jadi aku lewat di depan
rumahnya dan ingin menjumpainya. Tetapi istrinya, sekarang berpakaian,
menemuiku dan memanggilku saudara, mengatakan bahwa suaminya telah
berangkat kerja dan ia menambahkan, "Allah berkata bahwa kau adalah
seorang tukang sihir dan kau harus bertobat hari ini."
Bagaimana cara ia mengetahui hal tersebut menjengkelkan diriku. Di
dalam keadaan bagaimanapun juga, aku tidak pernah melakukan tindakan
bodoh seperti bertobat. Dan lagi, aku bukan saudaranya. Tetapi yang
mengherankan, aku telah kehilangan korban-korbanku yang baru, mereka
sudah kembali lagi berpakaian ! Aku begitu marah dan penuh pertanyaan.
Aku baru saja melihatnya telanjang sehari sebelumnya. Aku menganggapnya
sebagai suatu kegagalan di pihakku dan merasa sangat terluka. Aku
memutuskan untuk menghajar suaminya di tempat kerja kami.
Setelah sampai, aku mendatanginya lalu mendorong dan memakinya untuk
mencari gara-gara, akan tetapi cara ia menanggapinya menghalangi diriku
untuk dapat mencapai jiwanya. Aku berkata bahwa aku akan meninjunya dan
ia menjawab bahwa Yesus berkata agar kita memberikan pipi yang satunya
lagi. Setiap kali ia mengutip ayat dan menyebut nama Yesus, maka aku
merasa lemah. Ia sedang membakar diriku. Ia memiliki kuasa Allah yang
menguasai dirinya dan menghadapinya merupakan hukuman berat bagiku. Ia
terus saja berbicara mengenai keselamatan. Firman Allah mengenai diriku
bagaikan "pedang bermata dua."
Aku juga berkata bahwa aku akan menumbuknya dengan kepalaku, yang
dijawabnya, "Kau tidak akan melukai diriku," dan perkataan yang
kedengarannya seperti, "Aku memakai nama Yesus Kristus di sekelilingku
dan kau akan sakit sendiri nanti di dalam nama Yesus." Itu lebih lagi
melemahkan aku ; ditambah lagi ia tidak menjadi marah sama sekali. Aku
mengancam akan menendang dan membantingnya ke tanah dan Mutombu
menjawab sekalipun ia jatuh, ia akan bangkit lagi di dalam nama Yesus.
Aku keluar dari ruangan itu dengan gerakan kilat, bingung dan terluka
karena kegagalanku mengatasi tantangan seperti itu. Mutombu tidak
meninggalkan aku. Ia tetap mengejar aku sampai kami berada di tempat
dimana majikan kami dapat melihat kami. Aku mengancamnya dengan berkata
bahwa majikan nanti akan memecatnya, yang dijawab, "Aku tidak takut
kepada majikan manapun, aku hanya takut kepada Dia yang berkuasa
membinasakan baik tubuh maupun jiwa." Ayat tersebut sama sekali
menghabisiku. Aku terpaksa menghubungi Lucifer dan menceritakan
bagaimana Mutombu mengikutiku secara agresip. Lucifer mengatakan agar
aku jangan kuatir, karena ia melihatnya sebagai suatu kesempatan yang
bagus untuk menguasai Mutombu maupun istrinya. Ia memerintahkan aku
untuk mempersiapkan 500 roh jahat, 250 bagi Mutombu dan 250 bagi
istrinya. Aku kemudian mengunjungi rumah Mutombu usai kerja, untuk
diselamatkan.
Usai kerja tidak pernah datang. Mutombu dan aku pulang lebih awal. Pada
hari yang menentukan itu, aku mencoba membangkitkan rasa bersalah di
dalam dirinya dengan menunjukkan usahanya untuk menyelinap keluar
sebelum jam kantor, tetapi ia tampaknya tidak terganggu karenanya.
Bagi mereka yang mencari jiwa-jiwa untuk dimenangkan, anda tahu bahwa
aku tidak bermaksud untuk pergi dan diselamatkan, akan tetapi aku pergi
dengan perlengkapan untuk menguasai mereka. Ketika kami sampai di
rumahnya, aku duduk di luar, tetapi Mutombu memintaku untuk duduk di
atas kursi yang diambilnya dari dalam yang telah didoakannya sejak tadi
pagi sebelum ia berangkat kerja, agar dilumuri dengan darah Yesus. Aku
sedang bercakap-cakap dengan Mutombu ketika istrinya keluar dan
langsung menyarankan agar kami berdoa terlebih dahulu untuk mengikat
roh-roh jahat. Aku tidak menolak dan duduk di atas kursi yang ditunjuk,
akan tetapi hanya untuk mencemoohkan iman mereka. Begitu aku duduk,
seutas tambang yang panjang jatuh dari langit di dekat kakiku !
Aku terkejut dan menghubungi Rosa untuk menanyakan apakah tambang
tersebut diberikan kepadaku untuk mengikat pasangan di depanku itu.
Yang mengherankan adalah cara Rosa menanggapi hal itu dengan ringan
sekali, "Jangan kuatir, segala sesuatunya disini berjalan dengan baik.
Disini kami tidak memiliki tambang seperti itu, " katanya.
Kemudian aku memanggil Lucifer dan ia berkata bahwa ia akan datang
untuk melepaskan aku. Tambang tersebut sekarang mengikat aku dengan
erat dan mengangkat diriku.
| Title | Author | Views |
| Saya Benci Orang Kristen |
Idawati |
14,288 |
| Kesaksian Keajaiban Yang Mengherankan Di Ambon |
Budiyanto |
11,090 |
| Dia Telah Membuka Jilbabku |
E. Kartini Ar. Yasin |
10,267 |
| Kesaksian dari Pemeran Yesus di film The Passion |
Debbie Kusuma |
6,972 |
| Permaisuri Lucifer |
Daniel |
6,819 |
| Kesaksian Bp. Yehezkiel Imanuel Tentang Kerusuhan Sampit |
Aina |
6,139 |
| Pakoe Boewono Bertemu Isa Almasih |
Gloria |
5,460 |
| Kesaksian Rahib Budha dari Negeri Myanmar |
Debbie Kusuma |
4,930 |
| Mujizat Tuhan Di Candirejo Borobudur |
Priyo Prasetiawanhadi |
4,658 |
| Gereja Dibela oleh Tukang Ojek dan Becak |
Saumiman Saud |
4,281 |
| Dikunjungi YESUS Di Ruang Tahanan |
Daniel |
4,153 |
| Gerombolan Neraka Sedang Berbaris |
Rick Joyner |
4,131 |
| Hati-hati Buat yang Doyan Kwamia (Ramal Nasib) |
Lewi |
3,920 |
| Sang Malaikat Kecil telah Menyelesaikan Tugasnya |
Thomas (ACC, MPA, Padang) |
3,877 |
| Mukjizat Natal |
Mang Ucup |
3,694 |
|
|
|
|
|
|
|