|
|
Efesus 1:21-22 "Kedudukan Kristus itu jauh lebih tinggi
daripada kedudukan segala pemerintah, segala penguasa, segala pemimpin,
segala tuan-tuan dan siapapun juga yang sudah diberikan kedudukan
tinggi ; baik yang hidup di jaman ini maupun yang hidup di jaman yang
akan datang. Allah menaklukan semuanya ke bawah kekuasaan Kristus dan
memberi Kristus kepada jemaat sebagai kepala dari segala sesuatu." (AKB)
Setelah menyaksikan kematian adikku, bibi meyakinkan ayahku agar aku
boleh pergi bersa-manya ke Shaba, dimana para tukang sihir desa kami
tidak akan dapat mencelakakan aku. Ayah menyetujui asal ia dapat
bertemu dengan pemimpin tradisional Shaba. Ayah sendirilah yang
me-ngantar aku ke sana. Kami diterima dengan baik waktu kami tiba.
Sebelum kembali ke rumah, ayah berkata kepada pemimpin tersebut, "Aku
meninggalkan putraku disini di bawah peng-awasanmu. Jagalah dia
baik-baik."
Pemimpin itu memandang aku dua kali dan berkata, "Putramu Mukendi
bukanlah seorang anak kecil. Ia adalah seorang dewasa di dalam dunia
roh, tetapi ia masih kurang dalam satu hal yang vital dan itu adalah
kekuasaan di atas dunia."
Pemimpin Shaba itu kemudian meminta ayahku untuk memberikan kepadanya
tiga ekor ayam, tiga lembar kain putih dan tiga kuali tanah liat
tradisional. Ayahku mengatakan kepadanya agar membeli saja semuanya dan
nanti ia akan membayarnya kembali. Setelah semuanya beres, aku kemudian
masuk ke dalam rumahnya dimana aku diberi minum dari tengkorak kepala
manusia dan mereka membuat bagiku sebuah jimat dari kelapa sawit. Nama
jimat itu adalah Munkulumbu Mukakala Kuyuka. Jimat itu dibuat bagiku
selagi aku duduk dikelilingi oleh para istri dan putra-putri pemimpin
tersebut. Munkulumbu artinya pohon yang memiliki kayu yang sangat
keras, Mukakala Kuyuka artinya orang yang akan selalu berkata-kata
buruk tentang diriku, tetapi mereka selalu akan dikalahkan.
Jimat itu diberikan kepadaku di dalam sebuah upacara besar-besaran dan
aku diharuskan memakainya di sekeliling pinggulku. Setiap kali aku
membutuhkan pertolongan, aku harus menekannya sambil berkonsentrasi
pada masalah yang kuhadapi dan aku segera menemukan jalan keluarnya.
Munkulumbu itu penuh dengan kuasa yang menyebabkan aku dapat melakukan
banyak hal-hal yang gaib. Salah satu kegaiban yang langsung kuterapkan
adalah ketika aku ingin mengantarkan ayahku kembali ke desa kami sambil
berjalan beberapa saat bersamanya. Ketika kembali, aku tersesat. Aku
tidak dapat menemukan arah ke desa, tetapi ketika aku menekan jimatku,
aku tiba-tiba saja menemukan diriku sendiri berada di perumahan
pemimpin dimana aku tinggal.
Tidak lama setelah itu aku diterima masuk asrama sekolah yang jauhnya
24 kilometer dari rumah dimana aku tinggal dan 4 kilometer jauhnya dari
rumah bibiku. Setiap saat aku ingin pergi ke rumah bibi atau
pemimpinku, aku tinggal menekan jimatku dan tiba-tiba saja aku akan
menemukan diriku sudah berada disana. Aku ingat pada suatu kali, bibiku
menjadi begitu marah karena seringnya kunjungan-kunjunganku ke rumahnya
pada waktu-waktu sekolah. Ia mengatakan bahwa aku seharusnya di sekolah
dan bukannya membuang waktu berkeliaran di sekitar situ.
"Mengapa kau kemari ?" tanyanya dengan marah. Aku harus meninggalkan
rumah bibi untuk menghindarkan kemarahannya dan pada saat aku berada
sendirian, aku menekan jimatku dengan menujukan pikiranku pada gerbang
sekolah dan kemudian menemukan diriku telah berada disitu kembali tanpa
mengeluarkan tenaga.
Anak-anak Kristen Berada Di Bawah Perlindungan Kekuatan
gaibku yang baru membuatku kagum dan aku sangat menikmatinya. Misalnya,
aku seorang murid yang sangat bodoh di dalam kelas dan sebagai
akibatnya, aku merampas otak anak-anak lainnya. Bila aku melihat
seseorang yang pandai dan sering mengangkat tangannya bila guru
bertanya, maka aku akan merampas otaknya. Aku akan menujukan
pandanganku kepadanya dan menekan jimatku, untuk mencuri otaknya.
Beberapa waktu kemudian, kepala sekolah memperhatikan bahwa sebagian
besar murid di kelasku secara akademis merosot sekali, akan tetapi aku
masuk di dalam kelompok anak-anak pandai. Aku mempergunakan kekuatan
gaib yang sama untuk merintangi kemampuan mereka belajar dan
berprestasi di kelas. Anak-anak yang berada di bawah perlindungan
hanyalah mereka yang berasal dari rumah tangga Kristen.
Aku juga teringat saat aku menjadi begitu jemu di dalam kelas. Aku
menekan jimatku sambil berkonsentrasi memandang keluar jendela dan
segera aku berada di luar, berkeliaran di sekitar situ. Guruku dapat
melihatku berada di luar dan pada waktu ia sedang terheran-heran
memikirkan bagaimana aku dapat keluar di tengah-tengah pelajaran, aku
menekan jimatku dan berada di dalam kelas kembali sebelum ia dapat
memanggilku. Guruku menjadi amat bingung. Ia tidak mengerti apa yang
sedang terjadi. "Aku melihatmu di luar, bagaimana kau dapat berada disini ? Dan
bagaimana kau keluar kelas ? Bukankah pintu terkunci ?" tanyanya. Aku akan memanipulasi otaknya dan membual kepadanya, "Jangan hiraukan
diriku. Bukankah Bapak melihat betapa baiknya prestasiku di dalam kelas
? Mengapa bingung ?"
Aku juga berkelahi dan meninju anak-anak lain untuk memperpendek usia
mereka. Setiap kali sebuah pukulan mengenai korbanku, maka hidupnya
akan diperpendek. Aku juga mempergu-nakan kesempatan tersebut untuk
memasukkan penyakit ke dalam tubuh mereka. Kepala sekolah kemudian
mengambil keputusan untuk memulai "doa pagi bagi seluruh kelas-kelas"
sebelum pelajaran dimulai. Kami harus pergi ke gereja di dekat sekolah
dan berdoa. Segera aku menjadi sadar bahwa aku kemudian tidak dapat
lagi merampas pikiran murid-murid yang lain. Disinilah aku menyadari
bahwa sebagian besar daripada anak-anak, berada di bawah perlindungan
Ilahi yang menyeluruh setelah berdoa. Satu-satunya sasaranku hanyalah
guruku yang adalah seorang pemabuk dan pendusta. Ia telanjang sama
sekali di hadapanku dan aku mengambil keputusan untuk mempermainkannya.
Walaupun ia yang memimpin kami ke gereja, akan tetapi ia sendiri tidak
pernah berdoa. Setiap kali ia memberikan sebuah pertanyaan, aku akan
menekan jimatku dan mengkonsentrasikan diriku kepada pikirannya. Guruku
sama sekali tidak pernah berdoa. Ia adalah seorang pemabuk berat dan
pendusta berat, sehingga ia merupakan sasaran empuk bagi kekuatan
gaibku. Dengan jelas aku dapat melihat seluruh pertanyaan dan jawaban
di balik otaknya. Semua yang berada di dalam kelas termasuk guruku
sendiri, begitu kagum akan kemampuanku. Mereka sama sekali tidak tahu
bahwa sumber kekuatanku adalah setan. Hal ini berlanjut sampai pada
tingkatan dimana guruku akan dicekik oleh tangan-tangan yang tidak
nampak bila ia mencoba mengusik diriku.
Suatu ketika di dalam sebuah pertandingan tinju dengan seorang anak
laki-laki yang lain, aku menekan jimatku dan lawanku kemudian menyangka
bahwa aku adalah seekor singa yang garang, yang siap untuk menerkam.
Ketika ia masuk ke dalam ring tinju, ia tidak melihat diriku, tetapi
seekor singa yang siap menerkam dirinya. Itulah yang kemudian
diceritakannya kepada seluruh sekolah. Jadi sebelum aku dapat berbuat
apa-apa atas dirinya, ia mulai menjerit-jerit sambil lari
terbirit-birit keluar ring. Otomatis ia mengalami diskualifikasi.
Kepada sekolah yang kebetulan hadir sebagai penonton pada saat itu,
sangat bingung melihat diriku di atas ring tanpa sepengetahuannya. Ia
lalu memutuskan untuk kembali lagi ke sekolah dan memeriksa apakah yang
dilihatnya itu benar-benar diriku atau bukan. Ia tidak dapat
mempercayai penglihatannya. Ketika ia memasuki mobilnya, aku segera
menekan jimatku dan berada di sekolah kembali sebelum ia tiba. Satu jam
kemudian, seluruh murid dipimpin oleh kepala sekolah datang mene-muiku
di kamarku. Mereka semuanya sangat kebingungan dan kepala sekolah
kemudian meme-catku dari sekolah. ""Kumpulkan barang-barangmu dan
pulanglah. Kami tahu sekarang bahwa kau adalah seorang tukang sihir,"
katanya.
Aku tidak mempunyai pilihan lain, selain kembali lagi ke rumah pemimpin
itu, yang kemudian berkata bahwa ia akan mengabarkannya kepada ayahku
yang berada 135 kilometer jauhnya dari tempat kami. Inilah yang
dilakukannya. Ia memetik daun dari sebuah pohon dan mulai berbicara
dengan ayahku. Aku dapat mendengar mereka berbicara dan ayahku berkat
bahwa ia akan menjemput aku malam itu, karena saat itu ia masih sibuk
di ladang. Malam itu ketika ayahku tiba, ia mengirimkan kerumunan lebah
untuk menyengat seluruh isi sekolah. Semua mereka kena sengat, kecuali
anak-anak dari rumah tangga Kristen yang memiliki perlindungan, karena
darah Yesus di atas hidup mereka senantiasa melindungi mereka.
Berhati-hatilah para guru, mungkin saja beberapa murid anda berasal
dari latar belakang seperti itu. Dan bila anda tidak berada di dalam
Tuhan, maka anda telanjang sama sekali di hadapan mereka. Anda juga
merupakan sasaran empuk bagi kekuatan-kekuatan gaibnya. Tetapi bila
anda berada di dalam Tuhan, maka anda memiliki perlindungan yang
menyeluruh. Guruku menjadi korban kekuatan magisku karena ia adalah
seseorang yang hidup di dalam dosa.
Berhati-hatilah, para orang tua, kehidupan Kristiani anda penting
artinya bagi perlindungan anak-anak anda. Bila anda bukan orang Kristen
yang lahir baru, maka anak-anak anda akan menderita seumur hidupnya.
Ada orang-orang yang menerima keselamatan, akan tetapi mereka terus
bermabuk-mabukan dan merokok. Mereka merusakkan tubuh mereka yang
dikhususkan sebagai bait Roh Kudus. Anda harus selalu sadar setiap saat
dan tidak memberikan tempat atau celah bagi musuh untuk merusakkan
kehidupan anda.
Ayahku Masuk Ilmu Sihir Yang Lebih Dalam Lagi Atas Prakarsa Seorang Pemimpin Ayahku menghabiskan tiga bulan berikutnya untuk masuk ilmu
sihir yang lebih dalam lagi atas prakarsa saudara si pemimpin, yang
merupakan seorang dukun yang sangat kuat. Setiap hari, ayah dan aku
akan memulai malam hari kami bersama dengannya, dengan diberi ramuan
yang sangat kuat. Sihir tersebut melibatkan seekor siput yang berjalan
lambat dari Mwene-Ditu ke desa kami, suatu perjalanan yang harus
diselesaikannya setelah tiga tahun. Ketika akhirnya siput itu mencapai
desa kami, diperkirakan ia telah membunuh 155 orang dewasa. Sihir
inilah yang akhir-nya menyebabkan kematian ayahku. Ketika siput itu
sampai di depan rumah kami, terjadilah pe-perangan yang ganas antara
siput tersebut dengan roh-roh yang bekerja bagi ayahku. Roh-roh itu
menolak roh-roh siput itu untuk masuk ke dalam rumah kami. Lama
kelamaan, roh-roh yang bekerja bagi ayahku memutuskan untuk merampas
nyawa ayahku agar ayahku tidak lepas dari cengkeraman mereka. Dengan
cara itulah ayahku mati.
Aku diterima masuk sekolah mekanik profesional yang dimaksudkan sebagai
Sekolah Tinggi Sihir. Di waktu pagi, kami adalah calon-calon mekanik
seperti murid-murid yang lain, tetapi di malam hari terjadilah hal-hal
yang tidak tampak ; kursus sihir besar-besaran diajarkan disitu. Suatu
hari, aku sangat lelah, jadi seperti biasanya, aku menekan jimatku dan
menemukan diriku telah berada di luar kelas dan masuk ruang kepala
sekolah dengan santai. "Apa yang ingin kau tanyakan ?" tanyanya. "Guru
menyuruhku mengambil kapur tulis," jawabku.
Ketika aku berjalan keluar, kepala sekolah mengikutiku masuk kelas
untuk mengetahui apakah aku berdusta atau tidak. Aku tahu aku berada di
dalam kesulitan dan sekali lagi kutekan jimatku untuk kemudian dalam
beberapa detik telah berada kembali di dalam kelas. Ketika kepala
sekolah mengetahui siapa aku sebenarnya, ia mengusir aku dari sekolah.
Bibiku menanggapi pengusiran diriku dengan mengambil sebilah pisau dan
sebuah ember dan mengancam akan memotong-motong diriku untuk mengetahui
apa yang telah dilakukan ayahku sehingga aku begitu diman-jakan. Aku
telah diperingatkan oleh ayahku untuk tidak membuka rahasia kepada
siapapun tentang apa yang telah diajarkannya kepadaku. Aku menangis
sambil bersumpah kepada bibiku bahwa aku tidak mengetahui apa yang
dimaksudkannya. "Lebih baik bibi membunuh aku saja daripada menyiksa
aku dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak kuketahui," jawabku.
Seorang tukang sihir diharuskan memegang rahasia dan bila tidak bisa
patuh, ia akan dihukum berat. Itulah peraturannya dan aku harus
menepatinya. Sekali lagi aku diterima di sebuah sekolah profesional
tidak jauh dari tempat dimana kami berdiam.
Suatu hari, sedang kami membuat baterai menurut formula yang diberikan
kepada kami, aku telah memakai terlalu banyak zat asam cuka sehingga
hasil pekerjaanku rusak. Guruku menjadi begitu marah dan memaki diriku.
Sebaliknya, akupun menjadi begitu jengkel sehingga aku menyihirnya dan
melemparkan kutuk ke atasnya. Tidak lama setelah itu, ia mengalami
persoalan dengan pemerintah dan sekolah pribadinya ditutup untuk
selama-lamanya. Bibiku menangis sejadi-jadinya karena sekali lagi aku
telah kehilangan sebuah kesempatan untuk belajar. Ia mengalami depresi
dan mengeluarkan keluhan-keluhan yang pahit, sampai aku akhirnya
berhasil masuk pada sekolah yang lain dimana kawan-kawan lamaku juga
diterima. Karena melihat bahwa bibiku sangat menaruh perhatian, maka
aku mengambil keputusan untuk belajar dengan keras dan memperoleh
ijazah dan juga menurutku, adalah lebih baik bila aku melepaskan
Munkulumbuku untuk sementara waktu. Aku menyembunyikannya diantara
lapisan-lapisan besi atap rumah kami. Pada tahun 1983. Aku berhasil
bekerja keras dan memperoleh ijazah. Aku kemudian diundang untuk
mengikuti latihan di sebuah perusahaan pertambangan. Ketika kursus
dimulai, ada seorang rekan sekelasku yang mempergunakan jimat agar
dapat lebih dari yang lain. Jimatnya berupa kabel besi yang dipakainya
seperti gelang pada tangannya. Ia selalu memperoleh angka-angka yang
lebih baik daripadaku dan hal itu membuatku begitu iri sehingga aku
memutuskan untuk mengambil jimatku kembali dari tempat bibiku. Tujuanku
adalah untuk mengalahkannya dalam prestasi kelas. Inilah yang kulakukan
: aku menguasai pikiran guruku untuk menundukkannya, lalu aku
melanjutkan dengan menjadikan pikiran rekan sekelasku itu dungu dalam
latihan itu, untuk menundukkan dia juga. Bila ia diberikan sebuah mesin
untuk diuji coba, maka aku akan menekan jimatku untuk merusakkan
hasilnya sehingga dialah yang harus mempertanggung-jawabkan kerusakan
tersebut. Aku mengulanginya beberapa kali dan dalam waktu yang
bersama-an, aku juga mempergunakan kepandaiannya untuk dapat berhasil.
Sebagai akibat keberha-silanku, aku boleh mengikuti latihan lanjutan
dan bibiku sangat puas melihat hasil-hasilku.
| Title | Author | Views |
| Saya Benci Orang Kristen |
Idawati |
14,288 |
| Kesaksian Keajaiban Yang Mengherankan Di Ambon |
Budiyanto |
11,091 |
| Dia Telah Membuka Jilbabku |
E. Kartini Ar. Yasin |
10,268 |
| Kesaksian dari Pemeran Yesus di film The Passion |
Debbie Kusuma |
6,973 |
| Permaisuri Lucifer |
Daniel |
6,819 |
| Kesaksian Bp. Yehezkiel Imanuel Tentang Kerusuhan Sampit |
Aina |
6,140 |
| Pakoe Boewono Bertemu Isa Almasih |
Gloria |
5,461 |
| Kesaksian Rahib Budha dari Negeri Myanmar |
Debbie Kusuma |
4,931 |
| Mujizat Tuhan Di Candirejo Borobudur |
Priyo Prasetiawanhadi |
4,658 |
| Gereja Dibela oleh Tukang Ojek dan Becak |
Saumiman Saud |
4,282 |
| Dikunjungi YESUS Di Ruang Tahanan |
Daniel |
4,153 |
| Gerombolan Neraka Sedang Berbaris |
Rick Joyner |
4,131 |
| Hati-hati Buat yang Doyan Kwamia (Ramal Nasib) |
Lewi |
3,921 |
| Sang Malaikat Kecil telah Menyelesaikan Tugasnya |
Thomas (ACC, MPA, Padang) |
3,877 |
| Mukjizat Natal |
Mang Ucup |
3,694 |
|
|
|
|
|
|
|