|
|
Kazadi adalah seorang tukang tenung terkenal yang antara lain dapat
mengubah pasir menjadi gula, kertas yang tidak ada gunanya menjadi kain
yang dijahit dan dipakai oleh pria maupun wanita atau mengeluarkan susu
dari dalam kayu. Pada tanggal 25 Nopember 1988, aku bertemu dengannya
lagi dan membuat janji untuk pk. 09.00 keesokkan harinya. Kazadi
berkata bahwa aku harus mandi dan memakai wangi-wangian saat pertemuan
kami besok. Aku patuh dan melakukan tepat seperti yang dimintanya. Aku
begitu penuh semangat sehingga aku datang di rumahnya pk. 08.00, lebih
awal satu jam, sehingga Kazadi terheran-heran.
Aku menjelaskan kepadanya mengapa aku begitu bersemangat. Aku percaya
bahwa orang biasanya akan bersemangat bila mereka melakukan sesuatu
yang jahat, tetapi bila harus melakukan yang baik, orang kadang-kadang
harus memohon dan membujuk-bujuknya. Pada pk. 11.00 kami memasuki
kamarnya. Ia membeberkan sehelai kain putih yang dinodai darah manusia
di atas lantai. Kemudian ia menyalakan lima lilin dan menempatkannya
pada keempat sudut kain itu dan satu di tengah. Kemudian ia mulai
membaca mantera dari secarik kertas yang ditulis dalam bahasa Perancis.
Tiba-tiba, rumah mulai bergoyang, aku mendengar suara orang-orang
berbicara dari dalam rumah dimana kami berada. Atap rumah ditarik lepas
oleh suatu kekuatan dan seluruh rumah lenyap. Aku melihat mata bagaikan
lampu (obor) dan kemudian angin besar menerpa rumah dimana kami berada.
Tiba-tiba Kazadi menghentikan upacara itu dan bertanya kepadaku,
"Mengapa kau tidak takut ? Orang-orang yang datang kemari, bila sampai
pada tahap ini akan gemetaran dan menjerit-jerit atau mereka lari
terbirit-birit." Aku memberitahukannya bahwa pengalaman-pengalaman
dengan ayahku menghapuskan segala rasa takut dari diriku. Kemudian ia
mengemasi seluruh barang-barangnya : kain, lilin, buku ; memandang
kepadaku dan berkata, "Sekarang kau akan melihatnya."
Ia membawaku keluar rumah dan mengunci pintu. Kemudian kami
mulai berjalan ke arah pekuburan di daerah tersebut. Aku terheran-heran
melihat di depan kami terdapat tiga pintu gerbang yang sebelumnya tidak
pernah kulihat. Aku begitu sering lewat disitu pada waktu siang dan
belum pernah melihat gerbang-gerbang tersebut. Akan tetapi hari itu
ketika kami sampai di pekuburan itu tepat di tengah malam, kami
menemukan diri kami di depan tiga pintu gerbang. Kazadi mulai membaca
doa-doa dan mantera-mantera magis. Gerbang pertama terbuka dengan
sendirinya. Ia memegang lenganku dan kami masuk. Sekarang kami berada
di depan gerbang yang kedua dan melalui lanjutan pembacaan mantera,
gerbang inipun membuka dengan sendirinya dan kami masuk ke dalamnya.
Gerbang ketigapun terbuka, akan tetapi kami tidak melangkah masuk. Kami
berputar tiga kali dan tiba-tiba aku melihat di depan kami sebuah jalan
raya yang besar dengan deretan rumah-rumah di kiri kanannya. Aku tidak
sempat menanyakan apa-apa kepada kawanku. Kami mulai berlari sepanjang
jalan raya itu. Beberapa rumah memiliki pintu putih, tetapi yang
lainnya begitu kotor, jadi kami terus berlari sampai akau menajdi lelah
karena tampaknya jalanan itu tidak berkahir. Aku memberitahu kawanku
untuk memperlambat kecepatan kami, tetapi ia mengatakan bahwa tidaklah
mungkin berlambat-lambat di daerah tersebut. Aku berkata untuk berhenti
dan beristirahat sejenak, tetapi ia menolak. Aku kemudian berkata
kepadanya untuk membawaku kembali ke rumah saja, tetapi ia menjawab
bahwa kami tidak dapat kembali melalui jalan yang sama. Aku terlalu
lelah untuk berjalan dan Kazadi mulai menyeretku seperti seekor
kambing. Saudara-sadaraku, aku sangat menderita. Wajah Kazadi berubah
dan menjadi buruk sekali seperti monster. Matanya mengeluarkan cahaya
yang begitu menyala-nyala sehingga aku tidak mampu manatapnya. Ia
sangat marah kepadaku.
Rumah sepanjang jalan tersebut tampaknya tidak dihuni. Juga tidak ada
seorangpun di luar. Aku ketakutan, tetapi aku terus berjalan bersama
kawanku. Ketika kami mencapai akhir dari kota itu, maka rumah-rumah
itupun lenyap dari pandangan kami. Kami sampai pada suatu daerah yang
penuh semak belukar, tetapi tidak ada atmosfir, udara ataupun angin ;
segala sesuatunya disana merupakan kehampaan yang hening dan kami
bahkan tidak dapat bernapas. Dan sekarang, bila aku menengok kembali ke
belakang, aku bertanya-tanya bagaimana aku dapat keluar dari situ
dengan selamat, hanya Tuhan yang tahu. Keadaan di seluruh daerah itu
kecoklat-coklatan seperti waktu senja yang bercampur dengan saat
matahari terbenam. Tidak ada matahari (terang) yang sesungguhnya, tidak
ada kegelapan. Kami berjalan untuk waktu yang lama sampai akhir jalanan
di daerah itu. Kami kemudian mulai berjalan di daerah yang lain, diatas
tanah yang gundul sejauh 120 meter. Tidak tampak apapun sejauh mata
memandang. Kami berjalan lagi sejauh hampir 120 mil sampai ujung bumi.
Kami melihat daerah hampa yang lain yang kupikir adalah ruang angkasa.
Kazadi menjejakkan kakinya ke atas kehampaan (ruang angkasa) itu dan
menyuruhku melakukan hal yang sama. Jujur saja, aku gemetar ketakutan.
Ketika aku menginjak kehampaan itu, rasanya seperti spons. Aku berjalan
bersamanya sejauh enam kaki di atas kehampaan itu dan berhenti setelah
tujuh kaki. Aku ingin menengok ke belakang, tetapi Kazadi
memperingatkan aku bahwa aku akan menghadapi bahaya bila aku
melakukannya.
Lucifer Tiba-tiba aku mendengar suara yang menggelegar bertanya kepada
kawanku, "Kazadi, apakah kau membawakan darah yang harus kuminum saat
ini ?"
Aku menjadi takut, karena aku tiba disitu untuk mengetahui sumber
daripada kekuatan sihir dan magis, mengapa ditanyakan tentang darah
yang akan diminum ? Dan darah siapa ? Apakah darahku yang ingin diminum
? Aku sangat kuatir. Kupikir adalah lebih baik untuk menutup mulut
Kazadi agar ia tidak menjawab pertanyaan itu. Tetapi sebelum aku dapat
memutuskan pikiranku, Kazadi telah menjawab pertanyaan itu dengan
berkata, "Ya tuan, aku telah membawakan seseorang yang sangat keras
kepala bagimu. Ia ingin melihat dan mengetahui darimana datangnya
kekuatan sihir dan magis. Ia juga sangat suka berbicara."
Kata-kata itu adalah untuk menuduhku di depan Lucifer karena
aku tidak sadar. Aku terlalu banyak berbicara. Sekarang aku mengerti
mengapa Alkitab mengatakan bahwa kita harus selalu sadar (I Pet. 5:8).
Banyak orang tertimpa masalah karena mereka tidak sadar di dalam banyak
bidang-bidang kehidupannya. Mereka berbicara dengan ceroboh dan
mengijinkan iblis menarik keuntungan dari mereka. Ada yang sekedar suka
berbicara tanpa menimbang perkataannya dan karenanya memberikan tempat
bagi setan.
Setelah jawaban Kazadi, terdengarlah suara nyaring yang
berkata, "Akulah Lucifer, malaikat terindah di seluruh dunia. Apa yang
kau cari disini ?"
Suara itu begitu kuat dan menakutkan sehingga aku mulai gemetar dan
terkencing-kencing dimana aku berdiri. Pikiranku menjadi begitu kacau
sehingga aku lupa alasan mengapa aku pergi kesana bersama Kazadi.
"Tuan," jawabku dengan hati-hati, "Aku mencari keberhasilan."
Saudara-saudara, anda dapat tertawa, tetapi aku sangat sedih karena
banyak sekali terdapat orang-orang seperti diriku. Mereka dapat membual
dan berkata bahwa mereka adalah pengikut-pengikut iblis, tetapi bila
mereka melihat iblis muka dengan muka, maka mereka akan meleleh
ketakutan.
Lucifer tertawa dan berkata, "Oh, jadi kau mencari
keberhasilan ? Akulah sumber segala keberhasilan. Jadi kau harus
memberiku darah untuk kuminum dan aku akan memberimu keberhasilan. Bila
kau telah melihat aku, itu berarti kau telah melihat keberhasilan."
Dan kenyataannya, aku melihat Lucifer, hanya seperti tiga buah
mata yang memandang seperti proyektor-proyektor yang kuat. Mata yang
terletak di tengah berwarna merah dan berputar-putar seperti lampu
mobil ambulans. Kemudian Lucifer berkata kepadaku, "Kau harus
memberikan darahmu untuk kuminum agar kau dapat berhasil."
Aku berkata bahwa aku tidak memiliki darah yang dapat
kuberikan kepadanya. Ia lalu mengatakan bahwa ia mengenal diriku dari
sejak aku dilahirkan dan bahwa aku saat itu berusia 17 tahun. Harap
diingat bahwa aku diperkenalkan dengan ilmu sihir sejak aku berusia 3
tiga hari. Jadi Lucifer benar bila ia berkata bahwa ia mengenalku dan
bahwa aku adalah miliknya sejak masa kanak-kanakku.
Lucifer berkata, "Aku akan memberikan perpanjangan 8 tahun
lagi bagimu untuk hidup di bumi dan setelah itu, kau akan mati dan
datang kemari untuk bersama denganku pada tanggal 30 Juni 1988. Kita
akan bekerja bersama disini. Aku memberikan keberhasilan kepada
orang-orang hanya sampai 25 tahun. Tidak seorangpun dapat melampaui
usia itu dengan keberhasilan yang datangnya daripadaku. Selama 8 tahun
kehidupanmu di bumi, kau akan masuk di sekolah rahsia internasionalku
untuk belajar caranya bekerja bersama denganku, karena aku sangat
mencin-taimu. Kau sudah menjadi milikku sejak masa kanak-kanakmu. Aku
mengenalmu dan sedang menanti-nantikan dirimu.
Tiba-tiba aku melihat sebuah botol besar berisi darahku dan Lucifer
meminum sebagian besar daripadanya dan meninggalkan sedikit bagiku yang
hanya cukup untuk hidup selama delapan tahun tambahan yang diberikannya
kepadaku. Aku juga mengerti bahwa aku harus mengisi botol tersebut dari
waktu ke waktu dengan darahku sendiri. Lucifer sangat suka akan darah.
Di dalam bahasaku, ia menyebutnya "anggur merah."Lucifer kemudian
berbalik kepadaku dan berkata, "Karena matamu telah melihatku dan
telingamu telah mendengar suaraku, maka selama sisa hidupmu di atas
bumi, kau tidak akan pernah tidur lagi dan kau akan terus menerus
mendengar suara-suara orang dan bunyi-bunyi selama 24 jam. Bila kau
menutup atau membuka matamu, kau akan terus melihat dan mendengar
segala sesuatu di sekelilingmu. Bila kau ingin beristirahat, kau tidak
boleh tidur pada sisi kanan atau kiri tubuhmu, tetapi harus terlentang
menghadap ke atas."
Ketika aku memandang ke arah kiriku, aku melihat seseorang
yang sangat besar mendatangiku dengan membawa botol berisi darah dan
sehelai bulu burung elang. Ia menyuruhku memper-gunakan bulu burung
elang dan darahku di dalam botol untuk menulis dan menandatangani
namaku pada daftar setan. Saat aku melakukannya, aku mendengar
suara-suara keras orang bersorak dan berteriak mengatakan "Pria
terhormat."
Aku ingin menengok ke arah datangnya suara-suara itu, tetapi
Kazadi menghalangiku berbuat demikian. Setan berkata lagi kepadaku,
"Sekarang kau akan kembali lagi ke bumi dan kau akan dibaptis dengan
cara sebagai berikut : pergilah ke pasar dan belilah tiga benda,
singkong, kacang dan minyak sawit. Ketiganya harus kau makan bersamaan,
kemudian ambil sebagian, usapkan ke seluruh tubuhmu. Dengan demikian
maka segala sesuatu yang kukatakan kepadamu akan dipenuhi."
Tiba-tiba kehadiran Lucifer lenyap dari pandangan kami. Kami
berbalik dan berjalan 6 kaki dan setelah 7 kaki, maka kami kembali lagi
ke bumi. Sekali lagi kami memulai perjalanan panjang kami kembali yang
membosankan, masuk ke pekuburan tadi. Banyak roh-roh yang mengikuti di
belakang kami dengan jarak satu mil. Mereka takut kepada kami karena
kami masih memiliki tubuh jasmani kami. Mereka tidak dapat bertahan
terhadapnya. Mereka terus mengajak kami berbicara dan memberi isyarat
agar kami mendekat, sambil berkata dengan malu-malu, "Hai manusia,
mengapa kalian tidak tertarik kepada kami ? Bila rekan-rekan kalian
kemari, mereka akan membawa kami, akan tetapi kalian tampaknya tidak
tertarik kepada kami, mengapa ?" Kazadi memperingatkan agar aku tidak
menjawab mereka bahkan tidak perlu mendengarkan mereka, itu bukan
urusan kami. Tampaknya, perjalanan kembali lebih singkat. Kami sampai
di pekuburan pada pk. 08.30. Sekarang kami dapat melihat dunia kami dan
itu mulai menjadi pudar. Kami mulai mencium bau yang sangat busuk.
Kazadi telah memperingatkan aku untuk memakai wangi-wangian. Ada
wangi-wangian tertentu yang tampaknya memegang peran yang sangat
penting di dalam dunia kegelapan yang menghasilkan suatu perjanjian
penuh wewangian dengan roh-roh orang mati. Roh-roh itu berkeliaran di
daerah pekuburan mencari tuan rumah baru. Apakah ini sebabnya mengapa
para tukang sihir dan tukang tenung membubuhkan wangi-wangian tertentu
pada pasien mereka ? Hal ini terutama sekali bagi seseorang yang ingin
menarik lawan jenis. Wangi-wangian seperti itu seringkali digunakan
dalam upacara-upacara okultisme. Bukannya aku melarang orang memaki
minyak wangi, karena karena Yesuspun memakainya, akan tetapi ada
formula-formula tertentu yang khusus bagi tujuan-tujuan yang
berhubungan dengan hal-hal yang dari setan dan itu diberikan oleh para
dukun.
Aku berketapan untuk memenuhi apa yang diharapkan iblis dari
diriku, sebelum aku nantinya kembali lagi kepadanya untuk mengikuti
latihan.
| Title | Author | Views |
| Saya Benci Orang Kristen |
Idawati |
14,288 |
| Kesaksian Keajaiban Yang Mengherankan Di Ambon |
Budiyanto |
11,090 |
| Dia Telah Membuka Jilbabku |
E. Kartini Ar. Yasin |
10,267 |
| Kesaksian dari Pemeran Yesus di film The Passion |
Debbie Kusuma |
6,972 |
| Permaisuri Lucifer |
Daniel |
6,819 |
| Kesaksian Bp. Yehezkiel Imanuel Tentang Kerusuhan Sampit |
Aina |
6,139 |
| Pakoe Boewono Bertemu Isa Almasih |
Gloria |
5,460 |
| Kesaksian Rahib Budha dari Negeri Myanmar |
Debbie Kusuma |
4,930 |
| Mujizat Tuhan Di Candirejo Borobudur |
Priyo Prasetiawanhadi |
4,658 |
| Gereja Dibela oleh Tukang Ojek dan Becak |
Saumiman Saud |
4,282 |
| Dikunjungi YESUS Di Ruang Tahanan |
Daniel |
4,153 |
| Gerombolan Neraka Sedang Berbaris |
Rick Joyner |
4,131 |
| Hati-hati Buat yang Doyan Kwamia (Ramal Nasib) |
Lewi |
3,920 |
| Sang Malaikat Kecil telah Menyelesaikan Tugasnya |
Thomas (ACC, MPA, Padang) |
3,877 |
| Mukjizat Natal |
Mang Ucup |
3,694 |
|
|
|
|
|
|
|