Kalangan hacker
di Indonesia tidak mau tertinggal dalam menunjukkan
nasionalismenya. Tentu, caranya khas mereka. Menyikapi
sengketa Blok Ambalat dan wilayah perairan perbatasan di Laut
Sulawesi dengan Malaysia, mereka membobol sejumlah situs resmi
milik pemerintah dan kalangan swasta Malaysia.
Beberapa
situs Malaysia yang dibobol, antara lain,
www.pejsultanperak.gov.my milik pemerintah Malaysia dan
www.klpages.com, situs Yellow Pages ala Malaysia. Tampilan
muka situs pejsultanperak diubah menjadi bentuk display
selebar layar berwarna merah dan putih. Di atasnya, terpampang
tulisan INDONESIA. Di bawahnya, terdapat running teks "jangan
ganggu tanahku", "Warning to Abdulah Badawi: Neraka akan
menunggu jika engkau mengambil hak orang lain. Ingat hal itu!
Indonesia Siap tuk Perang".
Ada nickname Black Engine
dan nama jalur sebuah kamar bicara (chatroom) di server DALnet
dengan nama kelompok #medanhacker.
Ketika salah satu
halaman dalam situs itu dibuka, yakni
www.pejsultanperak.gov.my/~pejsulprkadm/valey.htm, ditemukan
naskah Pancasila. Ketika halaman panjang itu di-scroll ke
bawah, muncul foto selebriti Dian Sastro yang sedang
bergandeng tangan dengan pasangan mainnya di film Ada Apa
dengan Cinta?, Nicholas Saputra.
Namun, bagian wajah
Nicolas ditutupi dengan muka seorang pemuda yang diduga kuat
sebagai hacker-nya. Foto itu disertai keterangan di bagian
bawahnya: "COBA LIAT GANTENG GAK AKU SAMA DIAN SASTRO NIH". Di
bagian atasnya, terpampang pesan: THANK"S TO ALL OFF
INDONESIAN HACKERS, GOD BLESS US, ALLAHU AKBAR.
Di
bawah tulisan itu, muncul lagi tulisan LONGLIFE INDONESIA,
DEFACED BY KUPUSS.
Di situs www.klpages.com, muncul
sejumlah pesan bernada tantangan kepada Malaysia yang
bunyinya: Message to the Perdana Menteri Dato? Seri Abdullah
Hj. Ahmad Badawi : u want a WAR? We?ll give you a WAR !!!
Message to the Malaysian government: Retreat from Indonesian
area A.S.A.P !!! Ganyang MALAYSIA !!!".
Pada bagian
atas halaman situs berwarna hitam dan hijau muda tersebut,
terdapat tulisan kaligrafi Arab yang disertai arti dalam
bahasa Inggris: "In the name of Allah, the Most Merciful, the
Most Kind". Dari nickname yang ada, sang hacker menjuluki
dirinya sebagai "BaD^BoY^but^NiCe". Bad boy yang satu ini pun
sempat mengutip semboyan tokoh revolusi Kuba, yaitu Hasta La
Victoria Siempre !!!
Pakar telematika UGM Roy Suryo
memastikan bahwa para pelaku hacking tersebut benar-benar
berasal dari Indonesia. Mungkin dari Jakarta, Bogor, atau
Medan. Motivasinya, selain didukung rasa nasionalisme
kedaulatan Indonesia, juga sekadar iseng. Semua tampilan situs
yang di-hack bisa diperbaiki kembali dengan mudah dalam
sekejap karena tingkat pembobolan yang dilakukan terhitung
sangat ringan.
Menurut Roy, pemerintah Indonesia tidak
perlu serius menyikapi aksi para hacker itu. "Pemerintah
Malaysia tidak mungkin mempersoalkan perusakan ini. Kedua
negara kan tidak punya perjanjian ekstradisi. Beda halnya
kalau kegiatan dilakukan oleh orang Indonesia di Malaysia,"
ujarnya ketika dihubungi koran ini dari Jakarta melalui
telepon tadi malam.
Roy juga memastikan bahwa para
hacker tersebut tidak akan terjerat hukuman pidana karena
Indonesia belum memiliki UU cyber. Terlebih, situs yang
di-hack milik negara lain.