GROBOGAN - Sumber Cerita - Lantaran
sakit hati, seorang suami tega membunuh istrinya, kemudian mengubur
mayatnya di kebun belakang rumah, Jumat (19/11) dini hari. Beberapa jam
seusai pembunuhan itu, tersangka Sudjud (55), warga Dusun Tumenggungan,
Desa Genuksuran, Kecamatan Purwodadi, pergi ke Semarang dan menyerahkan
diri ke aparat Polres Semarang Timur. Sementara kuburan korban Harni
(40) dibongkar dan selanjutnya jenazah diautopsi.
Sudjud mengaku nekat
menghabisi istrinya lantaran lama menaruh dendam. Dia sakit hati karena
Harni kerap berselingkuh dengan lelaki lain. Menurut dia, perbuatan itu
sudah dilakukan istrinya sejak mereka menikah 25 tahun silam.
Harni, kata lelaki yang bekerja sebagai petani itu, bahkan pernah
berselingkuh dengan salah seorang adik kandungnya pada awal pernikahan
mereka. Beberapa waktu terakhir dia juga menjalin hubungan gelap dengan
lelaki lain.
"Dia kalau pulang selalu malam, kadang jam dua belas, bahkan sering
sampai jam satu. Kalau ditanya, dia tidak pernah mau mengaku," ujar
Sudjud di sela-sela pemeriksaan oleh aparat Polres Semarang Timur.
Keterangannya itu masih akan diselidiki untuk mengungkap motif sebenarnya.
Sudjud mengaku membantai istrinya saat wanita itu pulang Jumat sekitar pukul 01.00.
Sebelumnya mereka cekcok di kamar karena Sudjud terus menanyakan
kepergian Harni sepanjang hari itu, sementara korban membela diri.
Dia mengaku saat itu tidak bisa menahan amarahnya. Dia pun mengambil
palu besar, lalu menghantamkan ke kepala istrinya berkali-kali hingga
tewas. Korban tidak bisa memberikan perlawanan karena diserang
membabi-buta. Setelah itu, mayat Harni digotong ke kebun belakang rumah
dan dikubur.
Saat kejadian, tidak ada orang lain di rumah itu. Kedua anak mereka
tinggal di tempat lain. Anak sulung, Siti Rahayu (20), sudah menikah
dan ikut suaminya di desa lain, sedangkan anak kedua, Joko Prasetyono
(18) bekerja di Kudus.
Tidak Mendengar
Pembongkaran mayat oleh jajaran Polres Grobogan sangat mengejutkan
warga sekitar. Puluhan warga memadati sekeliling rumah itu. Namun tak
seorang pun di antara mereka yang mengetahui kapan tersangka membunuh
dan mengubur istrinya.
"Saya tidak tahu ada kejadian seperti itu. Padahal semalam saya juga
tidak tidur mempersiapkan keperluan tasyakuran," kata Riswati (44),
tetangga Sudjud, yang mengaku sangat terkejut mendengar kematian Harni.
Hal senada diungkapkan Ny Supartin, warga setempat yang membantu
Riswati. Dia mengatakan, saat rewang beberapa kali keluar rumah, namun
juga tidak mendengar sesuatu. Padahal, lokasi tersebut berdekatan
dengan tempat korban dikuburkan. "Saya pulang dari rewang pukul 23.00,"
tuturnya.
Kapolres Grobogan AKBP Bedjo Sulaksono melalui Kasat Reskrim AKP
Widiatmoko mengatakan, pembongkaran mayat tersebut berdasarkan
informasi yang diterimanya dari Polres Semarang Timur.
"Tersangka menyerahkan diri ke Polres Semarang Timur dan mengaku telah
membunuh istrinya. Kemudian kami melakukan pengecekan dan olah tempat
kejadian perkara ini," ungkapnya.
Ditanya soal modus dugaan pembunuhan tersebut, Kasat Reskrim
mengatakan, masih menunggu hasil autopsi. (H3,G3-89t) sumbercerita.com